# Baznas Jatim # Jawa Timur # Zakat # jatim # Gubenur Jawa Timur # Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Bayar Zakat ke BAZNAS JAWA TIMUR Diikuti Semua Kepala OPD

18/04/2022 | kang Sulaey

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (15/4) sore.

Pada saat bersamaan pembayaran zakat oleh Gubernur Khifufah juga diikuti jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Mulai Pj Sekdaprov Jatim, para Kepala OPD, para Direktur BUMD, pimpinan instansi vertikal di Jatim, serta perwakilan perusahaan dan organisasi masyarakat yang ada di Jatim.

Pembayaran zakat ini dilakukan di loket-loket yang telah disediakan oleh Baznas. Pembayaran zakat ini selain bisa dilakukan secara tunai, juga bisa dilakukan melalui pembayaran non tunai atau QRIS.

Usai menyerahkan zakat, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam bila hartanya sudah mencapai Nisab dan Haulnya. Apalagi, membayar zakat memang merupakan kewajiban umat Islam jika sudah mencapai haul dan nisob nya.

Khofifah juga mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam baik di lingkungan Pemprov Jatim maupun pemerintah kab/kota untuk bisa segera menunaikan zakat. Yakni melalui badan amil zakat atau lembaga penyalur zakat yang resmi, salah satunya Baznas.

“Hal ini agar penyaluran zakat benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta bisa ditasarufkan atau disalurkan bagi masyarakat sesuai dengan delapan golongan penerima zakat,” terangnya.

Menurut Khofifah, saat ini Baznas baik pusat maupun Jatim sedang mengembangkan zakat produktif. Zakat produktif ini juga telah disalurkan kepada para pelaku usaha mikro dan ultra mikro di berbagai kabupaten/kota di Jatim.

“Selain zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro, juga ada training terutama bagi para pelaku usaha yang baru. Sehingga kalau ada UMKM naik kelas maka SDM-nya juga harus disiapkan melalui berbagai pelatihan. Kami harap zakat produktif bisa meneteskan kesejahteraan bagi sesama pelaku usaha mikro dan ultra mikro,” katanya.

Selain zakat produktif, Baznas juga memiliki beberapa program seperti SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana). Dimana program ini memberikan beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pimpinan Baznas RI Wilayah Jatim Kol (Purn) Nur Chamdani mengatakan, penyerahan zakat ini diawali oleh Gerakan Cinta Zakat yang dimulai oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara (12/4) lalu.

Ketua Baznas Jatim KH M Roziqi mengatakan, potensi zakat se Jatim kurang lebih Rp 487 miliar dalam kurun waktu setahun. Zakat ini terdiri dari ASN yang jumlahnya 458.197 orang dan juga perusahaan-perusahaan daerah/BUMD.

Namun, lanjutnya, zakat, infaq dan sodaqoh yang berhasil dikumpulkan Baznas provinsi maupun Baznas kab/kota di Jatim pada tahun 2021 mencapai Rp 122 miliar atau baru 25 persen.

Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah turut menyerahkan secara simbolis bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat dari Baznas.

Diantaranya Beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) sebesar Rp 2 juta/semester, Beasiswa SLTA sebesar Rp. 1 juta/tahun, dan Bantuan dhuafa fakir setiap bulan sebesar Rp. 600 ribu/bulan. Serta Bantuan modal usaha sebesar Rp. 2.500.000

Copyright © 2022 BAZNAS
V.1.0

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ