WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Jatim dan TVRI Jatim Perkuat Kolaborasi Publikasi Program Sosial
BAZNAS Jatim dan TVRI Jatim Perkuat Kolaborasi Publikasi Program Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima silaturahmi Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Syalom Salombe beserta jajaran di kantor BAZNAS Jatim, Selasa (22/9/2026). Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, dan Wakil Ketua III Amiroh. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan peluang kolaborasi dalam menyampaikan berbagai program sosial kepada masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengetahui berbagai program yang dijalankan BAZNAS Jatim, termasuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap hubungan dengan TVRI Jawa Timur ke depan dapat semakin diperkuat melalui bentuk kerja sama yang lebih terlembaga. “Untuk itu, nanti mohon arahan dari Pak Kepala Stasiun, apakah bisa kita tindak lanjuti dengan sebuah MoU atau apa pun namanya nanti, kerja sama antara BAZNAS Jawa Timur dengan TVRI semakin melembaga dan semakin menguat ke depannya,” ujar Ghofirin. Ghofirin menambahkan, publikasi melalui media juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS disalurkan secara tepat sasaran dan tepat guna. Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan bersama TVRI adalah profiling mustahik yang mendapatkan manfaat dari program BAZNAS, termasuk proses pemberdayaan hingga mereka mampu berkembang secara ekonomi. “Kita bisa melihat bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Jatim ini benar-benar sampai kepada sasaran, disalurkan dengan tepat sasaran dan tepat guna, sehingga manfaatnya harus diketahui,” jelasnya. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Jatim menyampaikan bahwa terdapat lima bidang yang dapat menjadi ruang kolaborasi bersama TVRI, yakni kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Ia mencontohkan penanganan persoalan kekeringan melalui dukungan air bersih di berbagai daerah yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut dinilai dapat dilakukan secara fleksibel dengan memanfaatkan jaringan kontributor TVRI yang tersebar di berbagai wilayah. “Pada intinya, apa yang kami lakukan di BAZNAS diketahui, didengar, dan dilihat oleh umat dan masyarakat. Nah, itu tentu bagian dari transparansi, akuntabilitas, dan seterusnya,” tutur Ghofirin. Dalam kesempatan yang sama, Ghofirin juga menyampaikan rencana kegiatan pembagian 1.000 kacamata gratis bagi guru TK, RA, dan TBD yang dijadwalkan pada 11 Oktober 2026. BAZNAS Jatim membuka peluang TVRI Jawa Timur untuk terlibat sebagai media partner dalam kegiatan tersebut. Selain itu, BAZNAS Jatim juga tengah menyiapkan inovasi layanan berbasis Android bernama LaporBAZ yang ditujukan untuk mendekatkan akses masyarakat, khususnya mustahik dan penerima manfaat, terhadap layanan BAZNAS. Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat mengajukan kebutuhan bantuan seperti pengobatan, santunan hingga layanan ambulans gratis. Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Syalom Salombe menyambut baik peluang penguatan kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa TVRI siap membantu mempublikasikan berbagai program BAZNAS Jatim yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Bahkan, kegiatan pembagian kacamata pada 11 Oktober mendatang dinilai memiliki peluang untuk dikemas dalam bentuk siaran langsung dari lokasi kegiatan dan terhubung dengan jaringan TVRI secara nasional. “Kalau memang nanti tanggal 11 ada kegiatan, pembagian kacamata, itu mungkin nanti bisa masuk dalam live cross secara nasional. Live cross dari lokasi langsung ke nasional,” ungkap Syalom. Syalom juga menyampaikan bahwa hubungan kerja sama dengan Mohammad Ghofirin bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, TVRI Jawa Timur telah berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk program yang berkaitan dengan OPOP dan UMKM pesantren. Menurutnya, pengalaman kerja sama tersebut dapat menjadi dasar untuk melanjutkan kolaborasi dalam mendukung tugas dan fungsi BAZNAS Jatim. “Kami siap membantu terkait dengan kegiatan, tugas, dan fungsi BAZNAS. Di samping itu, mungkin ada program-program lain dari BAZNAS yang membutuhkan TVRI untuk membantu menyosialisasikan. Kami siap,” katanya. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan langkah antara BAZNAS Jatim dan TVRI Jawa Timur dalam memperluas jangkauan informasi mengenai program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ke depan diharapkan tidak hanya menghadirkan publikasi kegiatan, tetapi juga memperlihatkan manfaat nyata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sehingga masyarakat semakin mengetahui berbagai layanan BAZNAS sekaligus memahami proses penyaluran dan pemberdayaan yang dilakukan bagi penerima manfaat.
22/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Rp102 Juta dari BAZNAS Madiun untuk NTT
BAZNAS Jatim Terima Donasi Rp102 Juta dari BAZNAS Madiun untuk NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima silaturahmi Bupati Madiun bersama jajaran BAZNAS Kabupaten Madiun sekaligus menerima penyerahan donasi untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/9/2026). Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, kepada Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp102.970.641. Penyerahan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Madiun terhadap kondisi saudara-saudara di NTT yang membutuhkan dukungan dan bantuan kemanusiaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Waka I BAZNAS Jatim Imam Hambali, Waka II BAZNAS Jatim Afif Amrullah, Waka IV Moch. Syarif Hidayatullah,serta Ketua BAZNAS Kabupaten Madiun Mohammad Ahsin Sakhok Yahya, Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan donasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Madiun. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta kegiatan sosial kemanusiaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kegiatan karnaval yang digelar di Kabupaten Madiun, masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah dan BAZNAS turut menggalang kepedulian untuk membantu masyarakat NTT. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk menggerakkan semangat berbagi dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. “Alhamdulillah, dana yang terkumpul sebesar Rp102.970.641. Donasi ini berasal dari masyarakat maupun OPD yang ada di Kabupaten Madiun. Meskipun kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, kita tetap berupaya memberikan manfaat melalui penggalangan dana bagi masyarakat yang membutuhkan di NTT,” ujar Hari. Ia menambahkan, kegiatan penggalangan dana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama. Bupati Madiun juga menyampaikan bahwa penyerahan donasi melalui BAZNAS Jatim diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di NTT. Selain kepedulian kemanusiaan, pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara BAZNAS Kabupaten Madiun dan BAZNAS Jatim. “Mudah-mudahan nantinya dapat memberikan manfaat. Di samping itu, kami juga bersama teman-teman BAZNAS dapat terus bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Jawa Timur, khususnya dalam meningkatkan kompetensi teman-teman BAZNAS Madiun,” katanya. Bupati Madiun juga berharap dukungan dan pendampingan dari BAZNAS Jatim dapat terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Madiun dalam berbagai program dan kegiatan. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola menjadi salah satu bagian penting agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat semakin baik serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik lagi dan terus memberikan manfaat bagi umat yang ada di Kabupaten Madiun. Kami sangat mengharapkan dukungan dari BAZNAS Jawa Timur kepada BAZNAS Kabupaten Madiun dalam berbagai kegiatan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Madiun, BAZNAS Kabupaten Madiun, serta seluruh masyarakat dan OPD di Kabupaten Madiun yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut. Ia menilai bantuan yang terkumpul merupakan bentuk nyata kepedulian antarsesama, khususnya kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta ikhtiar bersama BAZNAS Kabupaten Madiun yang telah berhasil mengumpulkan donasi yang luar biasa. Sebesar Rp102.970.641 ini tentu bukan angka yang kecil. Mudah-mudahan hal ini menjadi pahala bagi Bapak Bupati dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Madiun, serta senantiasa menjadi amal saleh di sisi Allah SWT,” tutur Ghofirin. Ghofirin menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS kabupaten/kota di Jawa Timur maupun Tim Tanggap Bencana yang telah berada di lokasi untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, BAZNAS Jatim juga telah berkoordinasi dengan sekitar 60 lembaga zakat di Jawa Timur dalam upaya pengumpulan dan penyaluran bantuan untuk NTT. Dari koordinasi tersebut, bantuan sekitar lima ton beras telah dikirimkan bersama sejumlah kebutuhan lainnya, seperti terpal, selimut, dan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana. Dalam proses distribusi, BAZNAS Jatim juga mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten dan BAZNAS Provinsi NTT untuk mengantarkan bantuan dari titik pengumpulan menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan. Menurut Ghofirin, penyaluran bantuan ke wilayah terdampak membutuhkan proses dan biaya yang tidak sedikit, sehingga dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan. Untuk pengiriman bantuan beras menuju lokasi saja, biaya yang diperlukan dapat mencapai sekitar Rp10 juta. Karena itu, donasi yang terus dihimpun akan menjadi bagian dari tahapan lanjutan dalam mendukung proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. “Jadi, ini merupakan tahap awal. Selanjutnya, kami juga terus melakukan pembaruan informasi. Sampai hari ini, donasi yang telah terkumpul dari seluruh Jawa Timur mencapai sekitar Rp4,1 miliar,” jelas Ghofirin. BAZNAS Jatim akan terus mengoordinasikan bantuan yang masuk agar dapat disalurkan secara bertahap dan tepat sasaran, sekaligus memastikan kepedulian dari masyarakat Jawa Timur dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara di NTT.
22/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Sinergi Optimalisasi ZIS
BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Sinergi Optimalisasi ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (21/9/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dalam optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan pendidikan. Pertemuan dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Suhartono, serta Kepala Sub Bagian Keuangan Mohamad Maulana Fandwika Dalam audiensi tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penghimpunan ZIS. Saat ini terdapat 25 UPZ dengan jumlah muzaki sekitar 52.624 orang dan potensi zakat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 miliar setiap bulan. Namun, berdasarkan realisasi Januari hingga Agustus 2026, penghimpunan baru berada di kisaran Rp325 juta per bulan. “Kalau komunikasi dilakukan secara rutin setiap bulan, Pak Kadis juga dapat memantau perkembangan UPZ di lingkungan Dinas Pendidikan. Menurut kami, komunikasi tersebut memang harus segera direalisasikan,” ujar Ghofirin. Menurut Ghofirin, optimalisasi penghimpunan perlu diikuti dengan pemanfaatan dana yang tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh keluarga besar pendidikan dan masyarakat sekitar. Dari dana yang dihimpun melalui UPZ, sebesar 70 persen dapat dikembalikan kepada UPZ untuk dimanfaatkan melalui berbagai program sesuai ketentuan. Selama ini pemanfaatannya antara lain berupa bantuan sembako, santunan anak yatim, bantuan penerima manfaat, bedah rumah guru, bantuan modal usaha, hingga bantuan alat kerja. Ia menilai sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS Jatim perlu terus diperkuat karena manfaat ZIS dapat kembali kepada warga pendidikan. Ia mendorong agar data penghimpunan masing-masing UPZ disampaikan secara berkala sehingga dapat dilakukan evaluasi dan penguatan terhadap UPZ yang masih belum optimal. “Kalau data ini kami terima setiap bulan, tentu kami dapat memberikan pengingat kepada masing-masing UPZ agar penghimpunannya bisa lebih optimal,” kata Aries. Aries juga menyampaikan sejumlah persoalan pendidikan yang dapat menjadi ruang kolaborasi dengan BAZNAS Jatim, terutama dalam mencegah anak putus sekolah karena persoalan biaya. Dukungan ZIS dapat diarahkan untuk membantu siswa yang membutuhkan, termasuk melalui bantuan biaya pendidikan maupun program penebusan ijazah bagi lulusan yang masih memiliki kendala ekonomi. Selain itu, pembahasan juga mencakup program bedah rumah bagi guru dan warga pendidikan yang membutuhkan hunian layak. BAZNAS Jatim memiliki data sekitar 1.300 rumah yang berpotensi mendapatkan perhatian pada 2027 dan dapat disinergikan dengan data Dinas Pendidikan untuk menentukan sasaran program. Audiensi turut membahas pengembangan program Double Track, yang memberikan keterampilan kepada siswa SMA dalam berbagai bidang seperti tata boga, tata busana, tata rias, dan otomotif. Dinas Pendidikan melihat adanya kebutuhan dukungan permodalan bagi siswa maupun alumni yang ingin mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha. BAZNAS Jatim membuka peluang memberikan bantuan modal maupun alat usaha, dengan tetap disertai pendampingan agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima. BAZNAS Jatim juga mendorong agar penghimpunan ZIS diperkuat melalui program yang memiliki sasaran dan kebutuhan yang konkret. Program pendidikan, bedah rumah, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi dapat menjadi bentuk kolaborasi yang jelas sehingga muzaki dapat mengetahui manfaat dari dana yang dihimpunkan. Selain itu, BAZNAS Jatim mengusulkan agar santunan anak yatim yang selama ini dilakukan oleh masing-masing cabang dinas dapat dikembangkan menjadi kegiatan bersama pada momentum Tahun Baru Hijriah dengan melibatkan keluarga besar pendidikan dan penerima manfaat yang lebih luas. Melalui audiensi tersebut, BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat komunikasi serta mengembangkan kolaborasi secara lebih intensif. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penghimpunan ZIS, tetapi juga memperluas manfaat bagi guru, siswa, alumni, keluarga besar pendidikan, serta masyarakat di sekitar satuan pendidikan. Dengan pengelolaan yang semakin terarah dan kolaborasi yang berkelanjutan, ZIS diharapkan dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur.
21/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Berita Pendistribusian

Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Sejak 2020, Ibu Muryati berjualan gado-gado dan nasi campur menggunakan rombong bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yang ia terima dari pengalihan penerima sebelumnya. Kini, semangatnya kembali bertambah setelah memperoleh dukungan berupa modal usaha dan peralatan kerja. Bantuan yang baru diterimanya meliputi kompor gas, tabung gas, wajan, peralatan masak, serta kebutuhan bahan awal untuk berjualan. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban sekaligus memperkuat usaha kecil yang telah ia jalani. Di rumah sederhana yang ia tinggali bersama anak, menantu, dan dua cucunya, kehidupan dijalani dengan penuh kesederhanaan. Dari hasil berjualan, ia memperoleh penghasilan yang kadang cukup, kadang pas-pasan, tergantung jumlah pembeli setiap harinya. Sementara anak dan menantunya juga bekerja, meski dengan pendapatan yang terbatas dan tidak menentu. Kebutuhan sehari-hari keluarga ini harus dipenuhi dengan penuh perhitungan—mulai dari biaya listrik, air, hingga belanja makan. Namun, di balik keterbatasan tersebut, Ibu Muryati tetap menjaga semangat dan terus berikhtiar agar usahanya bisa berkembang. “Alhamdulillah, matur nuwun sampun diparingi tambahan modal dan peralatan usaha gado-gado. Semoga BAZNAS selalu jaya, diparingi kelancaran dan keberkahan selamanya. Aamiin,” ungkap Ibu Muryati penuh rasa syukur. Kisah Ibu Muryati menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang tetap gigih menghidupi keluarga di tengah keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS Jatim hadir menjadi jembatan kebaikan yang membuka peluang bagi para mustahik untuk bangkit dan mandiri.
16/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut mendukung kegiatan khitan massal yang digelar BAZNAS Kabupaten Jombang di Aula Gedung Islamic Center Jombang, Sabtu (13/9/2025). Pada kesempatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa 120 paket tas dan alat tulis untuk peserta.Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.“Atas nama Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan selamat dan sukses. Insya Allah apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah sejarah yang mempunyai nilai dunia dan akhirat,” ujarnya.Acara turut dihadiri Ketua BAZNAS Jombang Ahmad Zainuri, Lc., dan dilanjutkan sambutan Bupati Jombang yang diwakili Kepala Bakesbangpol, Budi Winarto, ST., M.Si.Hadir pula perwakilan dari Dharma Wanita Kabupaten Jombang, Tim Penggerak PKK Jombang, Ketua IAI Cabang Jombang, Ketua IKA UNAIR Cabang Jombang, Ketua Meddisa Xsis, serta Ketua LKNU sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial ini.Kegiatan khitan massal ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS provinsi, kabupaten, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mustahik di Jombang.
15/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 100 orang Pelaku Usaha Ultra Mikro pada acara “Reuni Akbar Alumni Haji Al-Hikam” yang diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, pada Ahad (16/10/2022). Bertempat di Auditorium Tholhah Hasan UNISMA, penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua BAZNAS Jatim Drs. KH. Muhammad Roziqi, MM., Pembina Ikatan Alumni Haji Al-Hikam Hj. Mutammimah Hasyim, beserta jajaran pengurus KBIH Al-Hikam Malang. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa zakat produktif ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada para Muzakki. “Kepada mereka para pelaku usaha ultra mikro, sebagai bagian pertanggungjawaban dari Badan Amil Zakat Jawa Timur kepada para Muzakki. Kami berkeliling untuk mentasarufkan zakat dari para muzakki supaya bisa menjadikan bantalan ekonomi. Meskipun sedikit mudah-mudahan manfaat barokah, aamiin”, ungkapnya. Masing-masing pelaku usaha ultra mikro tersebut mendapatkan bantuan zakat produktif berupa modal usaha sebesar Rp 500.000. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Jatim juga menyerahkan bantuan kepada 100 orang ibu hamil dan 40 anak yatim piatu yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah.
18/10/2022 | IT Baznas Jatim

BAZNAS TV

Kemana Zakat Kita Disalurkan?

Penulis: Humas BAZNAS Jatim