WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Perluas Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Bangun Sinergi dengan Asrama Haji Surabaya
Perluas Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Bangun Sinergi dengan Asrama Haji Surabaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur terus memperluas sinergi dengan berbagai lembaga untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kali ini, BAZNAS Jatim melaksanakan audiensi dengan Asrama Haji Kelas I Surabaya, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Kepala Asrama Haji Kelas I Surabaya, Abdullah Mawardi, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, Imam Hambali, memperkenalkan program unggulan Nawa Pradana yang mencakup sembilan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Ia juga menyampaikan bahwa potensi dana sosial keagamaan di Jawa Timur diperkirakan mencapai Rp70 triliun per tahun. Namun, dana yang berhasil dihimpun melalui BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) baru sekitar Rp3 triliun. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang untuk mengoptimalkan penghimpunan dana umat. “Potensi zakat di Jawa Timur ini sebenarnya sangat besar. Tinggal bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar semakin banyak yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” ungkap Imam. Ia juga menjelaskan bahwa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran strategis dalam mendukung penghimpunan ZIS. Peran UPZ tidak hanya terbatas pada penghimpunan dari kalangan ASN, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat luas serta turut berperan dalam penyaluran dana sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, BAZNAS Jatim memperkenalkan GEMAZ (Gerakan Manasik Zakat), sebuah program edukasi zakat yang direncanakan menyasar lingkungan sekolah untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran berzakat sejak dini. Menanggapi hal tersebut, Kepala Asrama Haji Kelas I Surabaya, Abdullah Mawardi, menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam optimalisasi ZIS adalah membangun pemahaman dan kesadaran pegawai agar bersedia menunaikan zakat, infak, maupun sedekah secara sukarela. Ia menceritakan pengalamannya saat bertugas di lingkungan Kementerian Agama sebagai bendahara, ketika melakukan pendataan melalui angket untuk mengetahui kesediaan ASN dalam menunaikan ZIS beserta alasan yang mendasarinya. “Memang tantangannya ada pada kesadaran pegawai. Tidak semua orang langsung memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, perlu ada pendekatan dan sosialisasi supaya mereka lebih memahami dan tergerak untuk menunaikannya,” jelas Abdullah. Menanggapi hal tersebut, Imam Hambali menegaskan bahwa penghimpunan ZIS perlu mengedepankan pemahaman dan kesediaan setiap individu. BAZNAS Jatim juga membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan edukasi keagamaan, termasuk menghadirkan dai atau penceramah untuk memberikan sosialisasi mengenai zakat kepada para pegawai. Abdullah Mawardi menyambut baik gagasan tersebut dan menilai literasi zakat, termasuk manasik zakat, masih perlu ditingkatkan agar pemahaman masyarakat semakin luas. Sebagai tindak lanjut, pihak Asrama Haji Kelas I Surabaya menyatakan kesiapannya untuk menjadwalkan kegiatan sosialisasi bersama BAZNAS Jatim bagi para pegawai. Melalui audiensi ini, BAZNAS Jatim berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan dalam mengoptimalkan penghimpunan ZIS sekaligus memperluas edukasi zakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan dana umat yang semakin optimal dan menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
07/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Kwarda Pramuka Jatim Siapkan Kolaborasi Penguatan Penghimpunan Zakat
BAZNAS Jatim dan Kwarda Pramuka Jatim Siapkan Kolaborasi Penguatan Penghimpunan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam upaya memperluas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Hal tersebut dibahas dalam audiensi kedua pihak yang berlangsung di Surabaya, Kamis (5/11/2026). Dari BAZNAS Jatim, hadir Wakil Ketua I Imam Hambali bersama Kepala Bidang Pengumpulan Sugeng. Sementara itu, Kwarda Pramuka Jatim diwakili Sekretaris Bambang Suyanto, Wakil Sekretaris Masul Hadi, dan Bendahara Adie Kurniawan. Dalam pertemuan tersebut, Imam Hambali menjelaskan bahwa salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kwarda Pramuka Jatim. Ia menegaskan bahwa sasaran penghimpunan melalui UPZ nantinya bukan berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan masyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Timur. "Harapannya, kerja sama ini bisa membuka peluang penghimpunan zakat yang lebih luas. Jadi, bukan hanya dari internal, tetapi juga masyarakat di lingkungan Kwarda Pramuka. Untuk memudahkan pembayaran, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan HaloBAZ," jelas Imam. Pihak Kwarda Pramuka Jatim menyambut baik rencana tersebut. Mereka menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka selama ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk penanganan bencana dan aksi kemanusiaan. Karena itu, kerja sama dengan BAZNAS Jatim dinilai memiliki peluang untuk saling menguatkan program sosial kedua lembaga. Selain itu, Kwarda Pramuka Jatim juga berharap penghimpunan dana dapat menjangkau pihak eksternal. Selama ini, pengumpulan dana masih lebih banyak dilakukan dari lingkungan internal organisasi. Melalui kolaborasi ini, mereka berharap dapat memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus mendukung kegiatan kemanusiaan. Untuk tahap awal, kedua pihak akan lebih dahulu menjajaki kolaborasi melalui program kerja yang dapat disinergikan. Adapun rencana pembentukan UPZ masih akan dikaji dan dibahas lebih lanjut. Pihak Kwarda Pramuka Jatim menyatakan akan mempelajari peluang kerja sama tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya bersama BAZNAS Jatim. Sebagai informasi, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan HaloBAZ dapat mengunduh aplikasinya melalui Play Store maupun App Store.
06/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Perluas Kolaborasi, BAZNAS Jatim Jajaki Pembentukan UPZ di Bank Indonesia
Perluas Kolaborasi, BAZNAS Jatim Jajaki Pembentukan UPZ di Bank Indonesia
BAZNAS Provinsi Jawa Timur terus memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kali ini, BAZNAS Jatim melakukan audiensi dengan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur guna menjajaki pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rabu (4/11/2026). Audiensi ini dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, Wakil Ketua III Amirotul Mu'minah, dan Wakil Ketua IV Syarif Hidayatullah. Sementara itu, dari Bank Indonesia hadir Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA), Yono Haryono, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali memaparkan program Nawa Pradana sekaligus mekanisme pengelolaan dana UPZ. Ia menjelaskan bahwa UPZ memperoleh alokasi sebesar 70 persen dari dana yang disetorkan untuk mendukung penyaluran kepada para mustahik. “Melalui pembentukan UPZ, pengumpulan ZIS dapat dikelola secara lebih terarah. Dana yang terkumpul juga dapat memberikan manfaat langsung bagi para mustahik di lingkungan instansi,” jelasnya. Peluang kolaborasi juga dibahas dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Afif Amrullah menyampaikan bahwa rencana program UMKM Subsisten Bank Indonesia memiliki keselarasan dengan program BAZNAS Jatim, khususnya pengembangan ekonomi produktif yang didukung alokasi pendistribusian sebesar 40 persen untuk sektor ekonomi. “Kami melihat ada kesamaan tujuan dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Program UMKM Subsisten ini berpeluang disinergikan dengan program pemberdayaan ekonomi BAZNAS,” ungkapnya. Selain bidang ekonomi, peluang sinergi juga terbuka dalam kegiatan keagamaan. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim siap mendukung kegiatan keislaman di lingkungan Bank Indonesia, salah satunya melalui kajian keagamaan dengan menghadirkan dai. Menurutnya, pembentukan UPZ dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama yang lebih luas, baik dalam pengelolaan ZIS maupun pembinaan keagamaan. Menanggapi berbagai peluang tersebut, Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Bank Indonesia, Yono Haryono menyampaikan bahwa pihaknya memiliki sejumlah ruang kolaborasi, di antaranya melalui BI Religi Islam dan Divisi KABI yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah. Ia juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah berkolaborasi dengan LMI dalam program pembiayaan Qardhul Hasan beserta pendampingannya. Selain itu, Bank Indonesia merencanakan program UMKM Subsisten pada tahun mendatang. Terkait penjajakan pembentukan UPZ dan pengumpulan ZIS dari karyawan Bank Indonesia, Yono menyampaikan bahwa rencana tersebut akan terlebih dahulu dikomunikasikan kepada pimpinan dan Ketua DKM untuk mendapatkan arahan lebih lanjut. Hal ini menjadi tahapan penting sebelum peluang kerja sama tersebut ditindaklanjuti. Melalui audiensi ini, BAZNAS Jatim berharap penjajakan pembentukan UPZ bersama Bank Indonesia dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pengumpulan ZIS, memperkuat pendistribusian, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat.
04/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Berita Pendistribusian

Wujud Kepedulian untuk Mustahik, BAZNAS Jatim dan Probolinggo Bantu Renovasi Rumah
Wujud Kepedulian untuk Mustahik, BAZNAS Jatim dan Probolinggo Bantu Renovasi Rumah
BAZNAS Provinsi Jawa Timur terus menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan renovasi rumah kepada lima penerima manfaat di Kabupaten Probolinggo. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo untuk membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Musrifah (51), warga Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat perbaikan rumah menjadi hal yang sulit dilakukan secara mandiri. Pada Selasa (3/11/2026), rumah Musrifah menjadi lokasi peletakan batu pertama renovasi yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin. Prosesi ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan Sapa Bansos Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Kraksaan. Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan perubahan nyata bagi kehidupan penerima manfaat. Menurutnya, rumah yang layak menjadi salah satu kebutuhan penting bagi keluarga untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. "Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi Ibu Musrifah dan keluarga, begitu juga bagi penerima bantuan lainnya. Mudah-mudahan setelah direnovasi nanti, rumah mereka menjadi lebih layak, nyaman, dan aman untuk ditempati. Inilah salah satu bentuk bagaimana dana zakat yang dititipkan masyarakat bisa kembali memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan," ungkapnya. Sementara itu, Musrifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku sangat terbantu karena rumah yang selama ini ditempatinya akhirnya mendapatkan perhatian dan bantuan untuk direnovasi. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Gubernur, BAZNAS Jawa Timur, khususnya Bapak Ketua BAZNAS, atas bantuan yang diberikan kepada keluarga saya. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan renovasi rumah ini. Semoga BAZNAS Jatim semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang bisa dibantu," tutur Musrifah. Melalui program RTLH ini, BAZNAS Jatim bersama BAZNAS Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak keluarga mustahik yang dapat menempati rumah dengan kondisi lebih baik. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
05/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Bangkitkan Ekonomi Keluarga, Pak Ardi Rasakan Manfaat Program Z-Chicken BAZNAS
Bangkitkan Ekonomi Keluarga, Pak Ardi Rasakan Manfaat Program Z-Chicken BAZNAS
Di usia 62 tahun, Ardi Siswono terus berupaya menjaga roda perekonomian keluarganya agar tetap berjalan. Warga Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, ini pernah bekerja sebagai office boy (OB) di sebuah kantor sembari menjalankan usaha warung kopi (warkop) sepulang bekerja. Namun, kondisi ekonomi yang kurang baik membuat usaha dan penghasilannya mengalami penurunan. Situasi tersebut berdampak pada kehidupan keluarganya. Ardi mengaku sempat kehilangan sumber penghasilan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, harapan baru datang ketika BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan usaha melalui Program Z-Chicken. Tanpa ragu, Ardi menerima kesempatan tersebut dan bersedia menjalankan usaha kuliner ayam krispi. “Alhamdulillah ada BAZNAS datang ke tempat saya menawarkan suatu usaha chicken. Kita ditanya bisa masak, saya jawab siap. Akhirnya saya terima sampai dengan saat ini,” ungkap Ardi. Melalui program tersebut, Ardi mendapatkan bantuan berupa satu unit rombong usaha lengkap dengan berbagai perlengkapan memasak, seperti kompor high pressure, wajan, serok, dan peralatan dapur lainnya. Selain itu, ia juga memperoleh bantuan bahan baku awal sebanyak 10 pack atau sekitar 10 kilogram ayam untuk memulai usahanya. Bantuan tersebut menjadi modal awal bagi Ardi untuk kembali membangun sumber penghasilan. Ia berusaha memanfaatkan bantuan yang diterima dengan memutar hasil penjualan untuk membeli kembali bahan baku agar usaha tetap berjalan. “Jadi istilahnya kita dikasih pancingan. Iki lho, dolen, hasile yo kulakno. Nah, itu saya putar sampai dengan saat ini,” tuturnya. Bagi Ardi, bantuan Z-Chicken bukan sekadar memberikan sarana untuk berjualan, tetapi juga membuka kesempatan untuk menggerakkan kembali perekonomian keluarga. “Dengan adanya bantuan ini, jujur saja kita kan bisa berputar. Akhirnya ekonomi keluarga juga berputar. Jadi, ya sangat membantu sekali,” ujarnya. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Ardi berharap program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Chicken dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha. “Terima kasih saya ucapkan karena sudah dibantu untuk usaha UMKM. Kita berharap ke depannya BAZNAS tetap sukses, karena kita sudah terbantukan,” pungkasnya. Kisah Ardi menjadi gambaran bahwa bantuan pemberdayaan ekonomi tidak hanya menghadirkan modal usaha, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik untuk kembali produktif dan mengupayakan kemandirian ekonomi keluarga. Melalui Program Z-Chicken, BAZNAS Jatim terus mendorong pemanfaatan dana zakat agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
04/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Salurkan Rombong Usaha untuk Bantu Mustahik Kembangkan UMKM
BAZNAS Jatim Salurkan Rombong Usaha untuk Bantu Mustahik Kembangkan UMKM
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan lima rombong usaha kepada para pelaku usaha mikro di wilayah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/11/2026). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada mustahik agar dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Penyerahan bantuan berlangsung di Islamic Center Kraksaan dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur. Lima rombong tersebut diberikan kepada para penerima manfaat yang menjalankan beragam jenis usaha, mulai dari nasi dan aneka minuman, singkong keju, dimsum, mi pedas, hingga gorengan. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa bantuan sarana usaha ini diharapkan dapat membantu para mustahik mengembangkan usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga. Menurutnya, dana zakat yang dihimpun masyarakat tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi dukungan bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi. "Kami berharap bantuan rombong ini bisa membantu para penerima manfaat mengembangkan usahanya. Mudah-mudahan jualannya semakin lancar, pelanggan bertambah, dan pendapatan keluarga juga semakin baik. Harapan kami, mereka yang hari ini menerima bantuan sebagai mustahik, ke depan bisa semakin mandiri dan suatu saat berkesempatan menjadi muzaki, sehingga juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan," ungkap Mohammad Ghofirin. Salah satu penerima bantuan, Muhammad Romli, yang menjalankan usaha dimsum, mengaku bersyukur atas rombong usaha yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kegiatan berjualan sekaligus memberikan semangat baru untuk mengembangkan usahanya. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan rombong ini. Terima kasih kepada BAZNAS Jatim yang sudah membantu usaha saya. Semoga dengan rombong ini jualan saya semakin lancar dan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak," tuturnya. Ghofirin juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program pemberdayaan. Melalui bantuan ini, BAZNAS Jatim berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung penguatan ekonomi mustahik. Harapannya, para penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usaha yang dijalankan, tetapi juga terus mengembangkan usahanya hingga memiliki penghasilan yang lebih baik dan berkesempatan menjadi muzaki di kemudian hari.
03/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Artikel Terbaru

Zakat sebagai Ibadah yang Menggerakkan Ekonomi Umat
Zakat sebagai Ibadah yang Menggerakkan Ekonomi Umat
Zakat bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam. Lebih dari itu, zakat memiliki manfaat besar bagi kehidupan sesama. Harta yang disalurkan melalui zakat dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengembangkan usaha, hingga memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan. Secara bahasa, zakat memiliki arti tumbuh, berkembang, dan bersih. Melalui zakat, umat Islam diajarkan untuk membersihkan harta sekaligus menumbuhkan rasa peduli kepada sesama. Bagi orang yang menerima zakat atau mustahik, bantuan tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga diharapkan dapat menjadi awal untuk memperbaiki kehidupan dan membangun usaha agar lebih mandiri. Di Jawa Timur, kegiatan ekonomi terus berkembang melalui berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga industri. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan penghasilan keluarga. Dalam kondisi ini, zakat dapat mengambil peran penting. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung usaha masyarakat melalui bantuan modal, sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan. BAZNAS Provinsi Jawa Timur terus berupaya agar zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya melalui program BAZNAS Jatim Sejahtera yang berfokus pada peningkatan ekonomi mustahik. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan bantuan untuk mendukung usaha yang dijalankan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada penerimaan bantuan saja. Ada harapan agar masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan suatu saat mampu menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat. Dengan demikian, zakat tidak hanya membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk hidup lebih mandiri dan kelak membantu orang lain. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, zakat perlu dikelola dengan baik dan disalurkan kepada orang yang benar-benar berhak menerimanya. Karena itu, menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi pilihan yang tepat. Dana yang dihimpun dikelola melalui proses pendataan dan pemeriksaan penerima manfaat, kemudian disalurkan kepada delapan golongan atau asnaf yang berhak menerima zakat. Pengelolaan melalui lembaga juga membantu memastikan penyaluran lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Selain itu, BAZNAS mengelola dana zakat dengan memperhatikan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab. Masyarakat dapat menunaikan zakat melalui lembaga resmi dengan lebih mudah dan terarah. Zakat yang dibayarkan melalui BAZNAS atau lembaga amil zakat yang disahkan pemerintah juga dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan bruto sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib zakat, menunaikannya secara rutin merupakan salah satu bentuk ketaatan sekaligus kepedulian terhadap sesama. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, BAZNAS Jawa Timur terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui sembilan program dalam Nawa Pradana, yaitu BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi. Kesembilan program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jawa Timur dalam membantu masyarakat di berbagai bidang kehidupan. Setiap zakat yang ditunaikan diharapkan dapat menghadirkan harapan baru, membantu sesama, dan memperkuat kesejahteraan umat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Jawa Timur. Bersama, kita wujudkan semangat Menebar Manfaat, Menguatkan Umat
05/11/2026 | Humas BAZNAS Jatim

BAZNAS TV

Kemana Zakat Kita Disalurkan?

Penulis: Humas BAZNAS Jatim