WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS JATIM mengunjungi Balai Ternak binaan BAZNAS di Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. bersama Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin dan jajaran terkait. Balai Ternak yang dikembangkan di Mojokerto menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendorong mustahik memiliki sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui usaha peternakan kambing, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam mengelola usaha, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga secara bertahap. Program tersebut menempatkan mustahik sebagai pelaku utama dalam pengembangan usaha, sementara BAZNAS berperan memberikan pembinaan dan pendampingan. Salah satu balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto adalah Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Kelompok tersebut terus mengembangkan peternakan sekaligus pertanian terpadu berbasis organik dan ramah lingkungan. Perkembangannya juga terlihat dari kemampuan kelompok dalam menghasilkan pendapatan dari usaha ternak. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat dampak pemberdayaan zakat secara langsung di tengah masyarakat. Para mustahik yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi diberikan ruang untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama, membangun keterampilan beternak, serta meningkatkan nilai ekonomi dari ternak yang dikelola. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak atau hasil penjualan, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian, kemampuan mengelola usaha, hingga munculnya semangat berbagi dari para penerima manfaat. Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin mengatakan, program pemberdayaan melalui peternakan merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk menciptakan kemandirian mustahik. “Kita ingin zakat tidak berhenti sebagai bantuan yang habis digunakan, tetapi menjadi sesuatu yang bisa terus berkembang. Mustahik kita beri kesempatan untuk memiliki usaha, kita dampingi, kemudian kita dorong supaya semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Ghofirin. Menurut Ghofirin, keberadaan balai ternak juga menunjukkan pentingnya sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, BAZNAS kabupaten/kota, serta kelompok penerima manfaat dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi aset produktif bagi mustahik. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS kabupaten dan kota, termasuk dalam program pemberdayaan seperti ini. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas, dari penerima manfaat menjadi masyarakat yang mandiri dan nantinya juga mampu berbagi kepada yang lain,” tambahnya. Melalui kunjungan bersama tersebut, BAZNAS RI dan BAZNAS JATIM menegaskan komitmen untuk terus memperkuat program zakat produktif yang menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Balai Ternak di Mojokerto diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. Dari usaha yang tumbuh, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri, mampu meningkatkan kesejahteraan, dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut menebarkan manfaat bagi masyarakat lainnya.
31/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU, Kenalkan Nawa Pradana
BAZNAS Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU, Kenalkan Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur membuka ruang kolaborasi dengan LAZISNU se-Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada 30 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antarlembaga pengelola ZIS dalam menghadirkan program yang lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat. Ketua BAZNAS Jawa Timur H M Ghofirin mengatakan, sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan potensi ZIS di Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LAZISNU yang memiliki jejaring hingga tingkat daerah. “Bagi kami, siapa pun bisa mendapat manfaat. Karena itu, kami ingin membangun sinergi agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ghofirin juga memaparkan arah kebijakan dan sejumlah program BAZNAS Jatim periode 2026–2031 yang dirumuskan melalui konsep "Nawa Pradana". Konsep tersebut menjadi pijakan dalam menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan, kepedulian lingkungan, hingga penanganan kebencanaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah BAZNAS Jatim Sehat, yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan. Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim menghadirkan program BAZNAS Jatim Sejahtera yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Ghofirin menjelaskan, BAZNAS Jatim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan di berbagai wilayah. “Kami ingin kader-kader tidak sibuk mencari pekerjaan. Kami sudah bekerja sama dengan BLK-BLK untuk melatih keterampilan kader di berbagai daerah,” katanya. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga. Sementara itu, perhatian terhadap persoalan lingkungan diwujudkan melalui program BAZNAS Jatim Lestari yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah. BAZNAS Jatim juga menyiapkan BAZNAS Jatim Tangguh sebagai bagian dari penguatan respons terhadap kondisi kebencanaan. Sejumlah sarana pendukung telah dipersiapkan untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi. “Di kantor BAZNAS ada satu unit kendaraan, perahu karet, dan lain-lain. Itu semua untuk respons cepat terhadap bencana,” ungkap Ghofirin. Ke depan, BAZNAS Jatim juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPBD, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat terdampak bencana. Selain program-program tersebut, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi "Lapor BAZ" sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Program ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia di BAZNAS Jatim. Pelaksanaannya akan melibatkan jejaring relawan di lapangan yang membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan BAZNAS, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. “Kami tidak hanya ingin mendekatkan diri kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik,” tegas Ghofirin. Melalui Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur tersebut, BAZNAS Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan LAZISNU dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang konkret di berbagai bidang. Sinergi antarlembaga pengelola ZIS dinilai dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, sehingga dana ZIS dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur.
30/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Ikuti Expert Panel Bahas Penguatan Tata Kelola ZIS-DSKL
BAZNAS Jatim Ikuti Expert Panel Bahas Penguatan Tata Kelola ZIS-DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur turut mengikuti Expert Panel bertajuk “Konstitusionalitas ZIS-DSKL sebagai Keuangan Negara atau Keuangan Publik: Harmonisasi Fiskal, Perpajakan, dan Ketentuan Pidana” yang digelar di Hotel Mövenpick Surabaya, Kamis (27/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas arah pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) dalam perspektif hukum, fiskal, perpajakan, serta tata kelola keuangan publik di Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., serta Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., MA. Dari BAZNAS Jawa Timur, hadir Ketua BAZNAS Jatim H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam forum ini menunjukkan perhatian terhadap pentingnya membangun kerangka pengelolaan ZIS-DSKL yang semakin kuat, profesional, transparan, dan memiliki kepastian hukum. Pembahasan dalam Expert Panel turut menyoroti rencana penyusunan undang-undang zakat serta posisi dana ZIS-DSKL dalam sistem keuangan publik. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari konstitusionalitas pengelolaan zakat oleh pemerintah, harmonisasi dengan kebijakan fiskal dan perpajakan, hingga ketentuan pidana yang berkaitan dengan pengelolaan dana tersebut. Forum juga menghadirkan perbandingan tata kelola zakat di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Mesir, sebagai bahan untuk memperkaya perspektif dalam pengembangan ekosistem zakat di Indonesia. Selain unsur BAZNAS, forum tersebut mempertemukan berbagai pakar dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan filantropi Islam dan hukum zakat. Di antaranya Pakar Hukum Islam Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag. Pertemuan lintas bidang tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan perspektif keagamaan, hukum, pemerintahan, dan praktik pengelolaan zakat sehingga kebijakan yang dibangun ke depan dapat semakin komprehensif. Ketua BAZNAS JATIM H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. mengatakan, pembahasan mengenai posisi ZIS-DSKL dalam sistem keuangan publik perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat secara keseluruhan. Menurutnya, kepastian regulasi akan memberikan landasan yang lebih kuat bagi lembaga pengelola zakat dalam menjalankan amanah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana zakat bisa dikelola dengan baik, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, penguatan regulasi dan tata kelola menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ghofirin. Ghofirin menambahkan, penguatan tata kelola di tingkat nasional juga akan memberikan dampak terhadap pengelolaan zakat di daerah. BAZNAS Jatim sebagai bagian dari ekosistem zakat nasional perlu terus mengikuti perkembangan kebijakan dan membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak agar pengelolaan ZIS-DSKL dapat berjalan semakin efektif. “Kami di daerah tentu akan mengikuti dan mendukung arah penguatan tata kelola yang dibangun secara nasional. Harapannya, regulasi yang lahir nanti tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat dan memperluas manfaatnya bagi mustahik,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam Expert Panel tersebut, BAZNAS Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem zakat, baik melalui pengelolaan di tingkat daerah maupun melalui keterlibatan dalam forum strategis yang membahas kebijakan zakat secara nasional. Penguatan aspek hukum, fiskal, perpajakan, dan tata kelola diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Dengan regulasi yang semakin harmonis dan tata kelola yang semakin profesional, ZIS-DSKL diharapkan mampu menjadi instrumen yang semakin kuat dalam mendukung kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.
28/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Berita Pendistribusian

Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Sejak 2020, Ibu Muryati berjualan gado-gado dan nasi campur menggunakan rombong bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yang ia terima dari pengalihan penerima sebelumnya. Kini, semangatnya kembali bertambah setelah memperoleh dukungan berupa modal usaha dan peralatan kerja. Bantuan yang baru diterimanya meliputi kompor gas, tabung gas, wajan, peralatan masak, serta kebutuhan bahan awal untuk berjualan. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban sekaligus memperkuat usaha kecil yang telah ia jalani. Di rumah sederhana yang ia tinggali bersama anak, menantu, dan dua cucunya, kehidupan dijalani dengan penuh kesederhanaan. Dari hasil berjualan, ia memperoleh penghasilan yang kadang cukup, kadang pas-pasan, tergantung jumlah pembeli setiap harinya. Sementara anak dan menantunya juga bekerja, meski dengan pendapatan yang terbatas dan tidak menentu. Kebutuhan sehari-hari keluarga ini harus dipenuhi dengan penuh perhitungan—mulai dari biaya listrik, air, hingga belanja makan. Namun, di balik keterbatasan tersebut, Ibu Muryati tetap menjaga semangat dan terus berikhtiar agar usahanya bisa berkembang. “Alhamdulillah, matur nuwun sampun diparingi tambahan modal dan peralatan usaha gado-gado. Semoga BAZNAS selalu jaya, diparingi kelancaran dan keberkahan selamanya. Aamiin,” ungkap Ibu Muryati penuh rasa syukur. Kisah Ibu Muryati menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang tetap gigih menghidupi keluarga di tengah keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS Jatim hadir menjadi jembatan kebaikan yang membuka peluang bagi para mustahik untuk bangkit dan mandiri.
16/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut mendukung kegiatan khitan massal yang digelar BAZNAS Kabupaten Jombang di Aula Gedung Islamic Center Jombang, Sabtu (13/9/2025). Pada kesempatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa 120 paket tas dan alat tulis untuk peserta.Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.“Atas nama Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan selamat dan sukses. Insya Allah apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah sejarah yang mempunyai nilai dunia dan akhirat,” ujarnya.Acara turut dihadiri Ketua BAZNAS Jombang Ahmad Zainuri, Lc., dan dilanjutkan sambutan Bupati Jombang yang diwakili Kepala Bakesbangpol, Budi Winarto, ST., M.Si.Hadir pula perwakilan dari Dharma Wanita Kabupaten Jombang, Tim Penggerak PKK Jombang, Ketua IAI Cabang Jombang, Ketua IKA UNAIR Cabang Jombang, Ketua Meddisa Xsis, serta Ketua LKNU sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial ini.Kegiatan khitan massal ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS provinsi, kabupaten, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mustahik di Jombang.
15/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 100 orang Pelaku Usaha Ultra Mikro pada acara “Reuni Akbar Alumni Haji Al-Hikam” yang diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, pada Ahad (16/10/2022). Bertempat di Auditorium Tholhah Hasan UNISMA, penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua BAZNAS Jatim Drs. KH. Muhammad Roziqi, MM., Pembina Ikatan Alumni Haji Al-Hikam Hj. Mutammimah Hasyim, beserta jajaran pengurus KBIH Al-Hikam Malang. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa zakat produktif ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada para Muzakki. “Kepada mereka para pelaku usaha ultra mikro, sebagai bagian pertanggungjawaban dari Badan Amil Zakat Jawa Timur kepada para Muzakki. Kami berkeliling untuk mentasarufkan zakat dari para muzakki supaya bisa menjadikan bantalan ekonomi. Meskipun sedikit mudah-mudahan manfaat barokah, aamiin”, ungkapnya. Masing-masing pelaku usaha ultra mikro tersebut mendapatkan bantuan zakat produktif berupa modal usaha sebesar Rp 500.000. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Jatim juga menyerahkan bantuan kepada 100 orang ibu hamil dan 40 anak yatim piatu yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah.
18/10/2022 | IT Baznas Jatim

BAZNAS TV

Kemana Zakat Kita Disalurkan?

Penulis: Humas BAZNAS Jatim