
Berita Terkini
BAZNAS Jatim Terima Donasi Islamic Center Surabaya untuk Korban Bencana NTT
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Masjid Raya Islamic Center Surabaya yang menyerahkan donasi sebesar Rp4.200.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur. Donasi tersebut merupakan hasil penghimpunan kotak infak jamaah salat Jumat pada 28 Agustus 2026.
Penyerahan donasi tersebut menjadi bentuk kepedulian jamaah Masjid Raya Islamic Center Surabaya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana di NTT. Dana yang terkumpul melalui kotak infak tersebut selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana dan meringankan beban yang mereka hadapi.
Kepala Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Center Surabaya, H. Imam Bashori, menyampaikan bahwa penghimpunan donasi untuk korban bencana NTT akan terus didorong melalui masjid. Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen mengajak jamaah untuk turut berkontribusi melalui infak yang dihimpun setiap pelaksanaan salat Jumat. “Setiap hari Jumat di bulan September kami akan selalu mengimbau para jamaah salat Jumat agar berinfak untuk korban bencana NTT dan nantinya disetorkan melalui BAZNAS,” ujar Imam Bashori.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui partisipasi jamaah, penghimpunan infak diharapkan dapat terus berjalan sehingga semakin banyak bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur, H. Imam Hambali, M.S.E.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Center Surabaya beserta para jamaah. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat tumbuh melalui kolaborasi antara masjid, masyarakat, dan lembaga pengelola zakat. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kepeduliannya. Semoga kebaikan ini bisa terus diteruskan sehingga dapat membantu mengurangi penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di NTT,” ungkapnya.
BAZNAS Jatim juga mendorong agar kepedulian serupa dapat terus berkembang di berbagai masjid dan lingkungan masyarakat. Setiap infak yang dihimpun, meskipun berasal dari nominal yang beragam, memiliki arti penting ketika dikelola secara bersama dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran masjid sebagai salah satu pusat gerakan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Melalui donasi yang diserahkan Masjid Raya Islamic Center Surabaya, BAZNAS Jatim berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. BAZNAS Jatim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam penghimpunan infak dan kepada pengelola masjid yang terus membuka ruang bagi gerakan kepedulian. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan dapat terus terjaga sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dalam menghadapi kondisi pascabencana.
01/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU, Kenalkan Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur membuka ruang kolaborasi dengan LAZISNU se-Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada 30 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antarlembaga pengelola ZIS dalam menghadirkan program yang lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H M Ghofirin mengatakan, sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan potensi ZIS di Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LAZISNU yang memiliki jejaring hingga tingkat daerah. “Bagi kami, siapa pun bisa mendapat manfaat. Karena itu, kami ingin membangun sinergi agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghofirin juga memaparkan arah kebijakan dan sejumlah program BAZNAS Jatim periode 2026–2031 yang dirumuskan melalui konsep "Nawa Pradana". Konsep tersebut menjadi pijakan dalam menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan, kepedulian lingkungan, hingga penanganan kebencanaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah BAZNAS Jatim Sehat, yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim menghadirkan program BAZNAS Jatim Sejahtera yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Ghofirin menjelaskan, BAZNAS Jatim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan di berbagai wilayah. “Kami ingin kader-kader tidak sibuk mencari pekerjaan. Kami sudah bekerja sama dengan BLK-BLK untuk melatih keterampilan kader di berbagai daerah,” katanya. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, perhatian terhadap persoalan lingkungan diwujudkan melalui program BAZNAS Jatim Lestari yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah. BAZNAS Jatim juga menyiapkan BAZNAS Jatim Tangguh sebagai bagian dari penguatan respons terhadap kondisi kebencanaan. Sejumlah sarana pendukung telah dipersiapkan untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi. “Di kantor BAZNAS ada satu unit kendaraan, perahu karet, dan lain-lain. Itu semua untuk respons cepat terhadap bencana,” ungkap Ghofirin. Ke depan, BAZNAS Jatim juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPBD, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain program-program tersebut, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi "Lapor BAZ" sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Program ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia di BAZNAS Jatim. Pelaksanaannya akan melibatkan jejaring relawan di lapangan yang membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan BAZNAS, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. “Kami tidak hanya ingin mendekatkan diri kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik,” tegas Ghofirin.
Melalui Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur tersebut, BAZNAS Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan LAZISNU dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang konkret di berbagai bidang. Sinergi antarlembaga pengelola ZIS dinilai dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, sehingga dana ZIS dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur.
30/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur turut mendukung upaya penguatan akses pendidikan bagi santri melalui pembukaan Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi dari seluruh Indonesia. Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, pada 30 Agustus 2026. Beasiswa Santri BAZNAS menjadi salah satu program prioritas di bidang pendidikan yang diarahkan untuk membantu santri kelas 12 MA/sederajat mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Program Beasiswa Santri BAZNAS tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi santri agar memiliki kesempatan yang lebih luas melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program ini sekaligus menjadi ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya bagi santri dari keluarga dhuafa yang memiliki prestasi dan potensi akademik maupun nonakademik. Pada 2026, sebanyak 2.500 santri ditargetkan menerima manfaat program tersebut.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan bahwa program Beasiswa Santri telah berjalan sejak 2021 dan memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri di berbagai daerah. Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 32.418 santri melalui kemitraan dengan ribuan pesantren. Pada 2025, program ini juga mengantarkan lebih dari 7.300 santri ke berbagai perguruan tinggi, baik PTN, PTKIN, PTS unggulan maupun perguruan tinggi kedinasan. “Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi,” jelas Sodik.
Menurut Sodik, keberadaan program tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk mendorong transformasi pesantren, sehingga para santri memiliki kesempatan yang setara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman. Ia berharap dari lingkungan pesantren akan lahir generasi yang mampu mengisi berbagai bidang profesi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. “Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menjelaskan, setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan memperoleh bantuan sebesar Rp4 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain bantuan dana, penerima juga mendapatkan pembinaan, sementara pesantren pengelola memperoleh peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan program. Menurut Idy, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu santri, khususnya dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi favorit. “Melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama,” katanya.
Dukungan terhadap pendidikan santri juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama RI. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, M.Ag. menilai dukungan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membantu santri dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Hal tersebut dinilai relevan dengan kondisi sebagian besar keluarga santri yang masih menghadapi keterbatasan kemampuan ekonomi, sehingga program beasiswa dapat menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H. M. Ghofirin menilai program Beasiswa Santri BAZNAS memiliki nilai strategis karena pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memperkuat kemandirian dan kualitas generasi muda pesantren. “Kami di BAZNAS Jawa Timur tentu mendukung program-program pendidikan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada santri, khususnya mereka yang berprestasi tetapi memiliki keterbatasan secara ekonomi. Harapannya, semakin banyak santri yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ghofirin. Menurutnya, penguatan pendidikan santri juga sejalan dengan komitmen BAZNAS Jatim dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar memiliki kapasitas dan masa depan yang lebih baik.
Melalui momentum pembukaan Beasiswa Santri 2026 tersebut, BAZNAS Jatim berharap sinergi antara BAZNAS, pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan bagi santri di Jawa Timur maupun Indonesia. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses mencetak generasi santri yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, zakat, infak, dan sedekah dapat terus dioptimalkan sebagai instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat dan kemajuan bangsa.
29/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Berita Pendistribusian

Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Sejak 2020, Ibu Muryati berjualan gado-gado dan nasi campur menggunakan rombong bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yang ia terima dari pengalihan penerima sebelumnya. Kini, semangatnya kembali bertambah setelah memperoleh dukungan berupa modal usaha dan peralatan kerja.
Bantuan yang baru diterimanya meliputi kompor gas, tabung gas, wajan, peralatan masak, serta kebutuhan bahan awal untuk berjualan. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban sekaligus memperkuat usaha kecil yang telah ia jalani.
Di rumah sederhana yang ia tinggali bersama anak, menantu, dan dua cucunya, kehidupan dijalani dengan penuh kesederhanaan. Dari hasil berjualan, ia memperoleh penghasilan yang kadang cukup, kadang pas-pasan, tergantung jumlah pembeli setiap harinya. Sementara anak dan menantunya juga bekerja, meski dengan pendapatan yang terbatas dan tidak menentu.
Kebutuhan sehari-hari keluarga ini harus dipenuhi dengan penuh perhitungan—mulai dari biaya listrik, air, hingga belanja makan. Namun, di balik keterbatasan tersebut, Ibu Muryati tetap menjaga semangat dan terus berikhtiar agar usahanya bisa berkembang.
“Alhamdulillah, matur nuwun sampun diparingi tambahan modal dan peralatan usaha gado-gado. Semoga BAZNAS selalu jaya, diparingi kelancaran dan keberkahan selamanya. Aamiin,” ungkap Ibu Muryati penuh rasa syukur.
Kisah Ibu Muryati menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang tetap gigih menghidupi keluarga di tengah keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS Jatim hadir menjadi jembatan kebaikan yang membuka peluang bagi para mustahik untuk bangkit dan mandiri.
16/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim

BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut mendukung kegiatan khitan massal yang digelar BAZNAS Kabupaten Jombang di Aula Gedung Islamic Center Jombang, Sabtu (13/9/2025). Pada kesempatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa 120 paket tas dan alat tulis untuk peserta.Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.“Atas nama Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan selamat dan sukses. Insya Allah apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah sejarah yang mempunyai nilai dunia dan akhirat,” ujarnya.Acara turut dihadiri Ketua BAZNAS Jombang Ahmad Zainuri, Lc., dan dilanjutkan sambutan Bupati Jombang yang diwakili Kepala Bakesbangpol, Budi Winarto, ST., M.Si.Hadir pula perwakilan dari Dharma Wanita Kabupaten Jombang, Tim Penggerak PKK Jombang, Ketua IAI Cabang Jombang, Ketua IKA UNAIR Cabang Jombang, Ketua Meddisa Xsis, serta Ketua LKNU sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial ini.Kegiatan khitan massal ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS provinsi, kabupaten, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mustahik di Jombang.
15/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim

BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 100 orang Pelaku Usaha Ultra Mikro pada acara “Reuni Akbar Alumni Haji Al-Hikam” yang diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, pada Ahad (16/10/2022).
Bertempat di Auditorium Tholhah Hasan UNISMA, penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua BAZNAS Jatim Drs. KH. Muhammad Roziqi, MM., Pembina Ikatan Alumni Haji Al-Hikam Hj. Mutammimah Hasyim, beserta jajaran pengurus KBIH Al-Hikam Malang.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa zakat produktif ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada para Muzakki.
“Kepada mereka para pelaku usaha ultra mikro, sebagai bagian pertanggungjawaban dari Badan Amil Zakat Jawa Timur kepada para Muzakki. Kami berkeliling untuk mentasarufkan zakat dari para muzakki supaya bisa menjadikan bantalan ekonomi. Meskipun sedikit mudah-mudahan manfaat barokah, aamiin”, ungkapnya.
Masing-masing pelaku usaha ultra mikro tersebut mendapatkan bantuan zakat produktif berupa modal usaha sebesar Rp 500.000.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Jatim juga menyerahkan bantuan kepada 100 orang ibu hamil dan 40 anak yatim piatu yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah.
18/10/2022 | IT Baznas Jatim
BAZNAS TV
BAZNAS JATIM SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN PALESTINA
Penulis: Humas BAZNAS Jatim
Kemana Zakat Kita Disalurkan?
Penulis: Humas BAZNAS Jatim





