
Berita Terkini
BAZNAS Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU, Kenalkan Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur membuka ruang kolaborasi dengan LAZISNU se-Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada 30 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antarlembaga pengelola ZIS dalam menghadirkan program yang lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H M Ghofirin mengatakan, sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan potensi ZIS di Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LAZISNU yang memiliki jejaring hingga tingkat daerah. “Bagi kami, siapa pun bisa mendapat manfaat. Karena itu, kami ingin membangun sinergi agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghofirin juga memaparkan arah kebijakan dan sejumlah program BAZNAS Jatim periode 2026–2031 yang dirumuskan melalui konsep "Nawa Pradana". Konsep tersebut menjadi pijakan dalam menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan, kepedulian lingkungan, hingga penanganan kebencanaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah BAZNAS Jatim Sehat, yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim menghadirkan program BAZNAS Jatim Sejahtera yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Ghofirin menjelaskan, BAZNAS Jatim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan di berbagai wilayah. “Kami ingin kader-kader tidak sibuk mencari pekerjaan. Kami sudah bekerja sama dengan BLK-BLK untuk melatih keterampilan kader di berbagai daerah,” katanya. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, perhatian terhadap persoalan lingkungan diwujudkan melalui program BAZNAS Jatim Lestari yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah. BAZNAS Jatim juga menyiapkan BAZNAS Jatim Tangguh sebagai bagian dari penguatan respons terhadap kondisi kebencanaan. Sejumlah sarana pendukung telah dipersiapkan untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi. “Di kantor BAZNAS ada satu unit kendaraan, perahu karet, dan lain-lain. Itu semua untuk respons cepat terhadap bencana,” ungkap Ghofirin. Ke depan, BAZNAS Jatim juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPBD, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain program-program tersebut, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi "Lapor BAZ" sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Program ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia di BAZNAS Jatim. Pelaksanaannya akan melibatkan jejaring relawan di lapangan yang membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan BAZNAS, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. “Kami tidak hanya ingin mendekatkan diri kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik,” tegas Ghofirin.
Melalui Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur tersebut, BAZNAS Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan LAZISNU dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang konkret di berbagai bidang. Sinergi antarlembaga pengelola ZIS dinilai dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, sehingga dana ZIS dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur.
30/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur turut mendukung upaya penguatan akses pendidikan bagi santri melalui pembukaan Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi dari seluruh Indonesia. Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, pada 30 Agustus 2026. Beasiswa Santri BAZNAS menjadi salah satu program prioritas di bidang pendidikan yang diarahkan untuk membantu santri kelas 12 MA/sederajat mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Program Beasiswa Santri BAZNAS tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi santri agar memiliki kesempatan yang lebih luas melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program ini sekaligus menjadi ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya bagi santri dari keluarga dhuafa yang memiliki prestasi dan potensi akademik maupun nonakademik. Pada 2026, sebanyak 2.500 santri ditargetkan menerima manfaat program tersebut.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan bahwa program Beasiswa Santri telah berjalan sejak 2021 dan memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri di berbagai daerah. Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 32.418 santri melalui kemitraan dengan ribuan pesantren. Pada 2025, program ini juga mengantarkan lebih dari 7.300 santri ke berbagai perguruan tinggi, baik PTN, PTKIN, PTS unggulan maupun perguruan tinggi kedinasan. “Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi,” jelas Sodik.
Menurut Sodik, keberadaan program tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk mendorong transformasi pesantren, sehingga para santri memiliki kesempatan yang setara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman. Ia berharap dari lingkungan pesantren akan lahir generasi yang mampu mengisi berbagai bidang profesi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. “Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menjelaskan, setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan memperoleh bantuan sebesar Rp4 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain bantuan dana, penerima juga mendapatkan pembinaan, sementara pesantren pengelola memperoleh peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan program. Menurut Idy, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu santri, khususnya dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi favorit. “Melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama,” katanya.
Dukungan terhadap pendidikan santri juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama RI. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, M.Ag. menilai dukungan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membantu santri dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Hal tersebut dinilai relevan dengan kondisi sebagian besar keluarga santri yang masih menghadapi keterbatasan kemampuan ekonomi, sehingga program beasiswa dapat menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H. M. Ghofirin menilai program Beasiswa Santri BAZNAS memiliki nilai strategis karena pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memperkuat kemandirian dan kualitas generasi muda pesantren. “Kami di BAZNAS Jawa Timur tentu mendukung program-program pendidikan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada santri, khususnya mereka yang berprestasi tetapi memiliki keterbatasan secara ekonomi. Harapannya, semakin banyak santri yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ghofirin. Menurutnya, penguatan pendidikan santri juga sejalan dengan komitmen BAZNAS Jatim dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar memiliki kapasitas dan masa depan yang lebih baik.
Melalui momentum pembukaan Beasiswa Santri 2026 tersebut, BAZNAS Jatim berharap sinergi antara BAZNAS, pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan bagi santri di Jawa Timur maupun Indonesia. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses mencetak generasi santri yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, zakat, infak, dan sedekah dapat terus dioptimalkan sebagai instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat dan kemajuan bangsa.
29/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS JATIM mengunjungi Balai Ternak binaan BAZNAS di Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. bersama Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin dan jajaran terkait.
Balai Ternak yang dikembangkan di Mojokerto menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendorong mustahik memiliki sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui usaha peternakan kambing, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam mengelola usaha, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga secara bertahap. Program tersebut menempatkan mustahik sebagai pelaku utama dalam pengembangan usaha, sementara BAZNAS berperan memberikan pembinaan dan pendampingan.
Salah satu balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto adalah Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Kelompok tersebut terus mengembangkan peternakan sekaligus pertanian terpadu berbasis organik dan ramah lingkungan. Perkembangannya juga terlihat dari kemampuan kelompok dalam menghasilkan pendapatan dari usaha ternak.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat dampak pemberdayaan zakat secara langsung di tengah masyarakat. Para mustahik yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi diberikan ruang untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama, membangun keterampilan beternak, serta meningkatkan nilai ekonomi dari ternak yang dikelola. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak atau hasil penjualan, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian, kemampuan mengelola usaha, hingga munculnya semangat berbagi dari para penerima manfaat.
Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin mengatakan, program pemberdayaan melalui peternakan merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk menciptakan kemandirian mustahik. “Kita ingin zakat tidak berhenti sebagai bantuan yang habis digunakan, tetapi menjadi sesuatu yang bisa terus berkembang. Mustahik kita beri kesempatan untuk memiliki usaha, kita dampingi, kemudian kita dorong supaya semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, keberadaan balai ternak juga menunjukkan pentingnya sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, BAZNAS kabupaten/kota, serta kelompok penerima manfaat dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi aset produktif bagi mustahik. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS kabupaten dan kota, termasuk dalam program pemberdayaan seperti ini. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas, dari penerima manfaat menjadi masyarakat yang mandiri dan nantinya juga mampu berbagi kepada yang lain,” tambahnya.
Melalui kunjungan bersama tersebut, BAZNAS RI dan BAZNAS JATIM menegaskan komitmen untuk terus memperkuat program zakat produktif yang menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Balai Ternak di Mojokerto diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. Dari usaha yang tumbuh, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri, mampu meningkatkan kesejahteraan, dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut menebarkan manfaat bagi masyarakat lainnya.
28/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Berita Pendistribusian

Bu Muryati Kembangkan Usaha Gado-Gado Berkat Dukungan BAZNAS Jatim
Sejak 2020, Ibu Muryati berjualan gado-gado dan nasi campur menggunakan rombong bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yang ia terima dari pengalihan penerima sebelumnya. Kini, semangatnya kembali bertambah setelah memperoleh dukungan berupa modal usaha dan peralatan kerja.
Bantuan yang baru diterimanya meliputi kompor gas, tabung gas, wajan, peralatan masak, serta kebutuhan bahan awal untuk berjualan. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban sekaligus memperkuat usaha kecil yang telah ia jalani.
Di rumah sederhana yang ia tinggali bersama anak, menantu, dan dua cucunya, kehidupan dijalani dengan penuh kesederhanaan. Dari hasil berjualan, ia memperoleh penghasilan yang kadang cukup, kadang pas-pasan, tergantung jumlah pembeli setiap harinya. Sementara anak dan menantunya juga bekerja, meski dengan pendapatan yang terbatas dan tidak menentu.
Kebutuhan sehari-hari keluarga ini harus dipenuhi dengan penuh perhitungan—mulai dari biaya listrik, air, hingga belanja makan. Namun, di balik keterbatasan tersebut, Ibu Muryati tetap menjaga semangat dan terus berikhtiar agar usahanya bisa berkembang.
“Alhamdulillah, matur nuwun sampun diparingi tambahan modal dan peralatan usaha gado-gado. Semoga BAZNAS selalu jaya, diparingi kelancaran dan keberkahan selamanya. Aamiin,” ungkap Ibu Muryati penuh rasa syukur.
Kisah Ibu Muryati menjadi potret perjuangan masyarakat kecil yang tetap gigih menghidupi keluarga di tengah keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS Jatim hadir menjadi jembatan kebaikan yang membuka peluang bagi para mustahik untuk bangkit dan mandiri.
16/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim

BAZNAS Jatim Dukung Khitan Massal di Jombang, Salurkan 120 Paket Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut mendukung kegiatan khitan massal yang digelar BAZNAS Kabupaten Jombang di Aula Gedung Islamic Center Jombang, Sabtu (13/9/2025). Pada kesempatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa 120 paket tas dan alat tulis untuk peserta.Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.“Atas nama Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan selamat dan sukses. Insya Allah apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah sejarah yang mempunyai nilai dunia dan akhirat,” ujarnya.Acara turut dihadiri Ketua BAZNAS Jombang Ahmad Zainuri, Lc., dan dilanjutkan sambutan Bupati Jombang yang diwakili Kepala Bakesbangpol, Budi Winarto, ST., M.Si.Hadir pula perwakilan dari Dharma Wanita Kabupaten Jombang, Tim Penggerak PKK Jombang, Ketua IAI Cabang Jombang, Ketua IKA UNAIR Cabang Jombang, Ketua Meddisa Xsis, serta Ketua LKNU sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial ini.Kegiatan khitan massal ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS provinsi, kabupaten, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mustahik di Jombang.
15/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim

BAZNAS Jatim Serahkan Zakat Produktif Kepada 100 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kota Malang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 100 orang Pelaku Usaha Ultra Mikro pada acara “Reuni Akbar Alumni Haji Al-Hikam” yang diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, pada Ahad (16/10/2022).
Bertempat di Auditorium Tholhah Hasan UNISMA, penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua BAZNAS Jatim Drs. KH. Muhammad Roziqi, MM., Pembina Ikatan Alumni Haji Al-Hikam Hj. Mutammimah Hasyim, beserta jajaran pengurus KBIH Al-Hikam Malang.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa zakat produktif ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada para Muzakki.
“Kepada mereka para pelaku usaha ultra mikro, sebagai bagian pertanggungjawaban dari Badan Amil Zakat Jawa Timur kepada para Muzakki. Kami berkeliling untuk mentasarufkan zakat dari para muzakki supaya bisa menjadikan bantalan ekonomi. Meskipun sedikit mudah-mudahan manfaat barokah, aamiin”, ungkapnya.
Masing-masing pelaku usaha ultra mikro tersebut mendapatkan bantuan zakat produktif berupa modal usaha sebesar Rp 500.000.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Jatim juga menyerahkan bantuan kepada 100 orang ibu hamil dan 40 anak yatim piatu yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah.
18/10/2022 | IT Baznas Jatim
BAZNAS TV
BAZNAS JATIM SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN PALESTINA
Penulis: Humas BAZNAS Jatim
Kemana Zakat Kita Disalurkan?
Penulis: Humas BAZNAS Jatim





