Berita Terbaru
Kepemimpinan Baru BAZNAS Jatim, BAZNAS RI Tekankan Penguatan Kinerja dan Layanan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh pimpinan BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Provinsi Jatim untuk meningkatkan profesionalisme, penguatan kinerja dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan layanan bagi mustahik.
Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat memberikan arahan kepada jajaran kepengurusan BAZNAS Provinsi Jatim yang baru dalam kunjungannya bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., beserta jajaran BAZNAS RI ke Kantor BAZNAS Provinsi Jatim di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Dalam arahannya, Sodik menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sederhana, produktif, berdedikasi, serta berorientasi pada mutu dan kualitas hasil. Menurutnya, etos kerja unggul yang berbasis pada sistem prestasi (merit system) perlu diperkuat di lingkungan BAZNAS.
"Di BAZNAS kita harus adil dan profesional. Kita harus menerapkan hal yang sekarang cukup sulit, yaitu merit system berbasis prestasi. Etika dan mutu ini bahkan disampaikan secara eksplisit dalam ajaran Islam," ujar Sodik.
Selain profesionalisme, Sodik mengingatkan jajaran BAZNAS untuk senantiasa menjaga kesederhanaan, transparansi, akuntabilitas, dan sikap melayani. Ia menegaskan, potensi dana ZIS nasional yang sangat besar dapat mencapai ratusan triliun rupiah per tahun membutuhkan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, secara khusus, visi besar BAZNAS yakni menggulirkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.
"Misi besar BAZNAS adalah membangun ekonomi syariah, sebuah sistem ekonomi yang sedang ditunggu-tunggu oleh dunia karena mampu tumbuh dan berkembang secara adil dan berkelanjutan. Sungguh mulia posisi kita ini," ucap Sodik.
"Maka dari itu, kita harus bekerja lebih profesional, sungguh-sungguh, dan berorientasi pada merit system agar potensi ini terkelola dan umat menjadi sejahtera. Bangsa yang maju memiliki budaya sederhana, berdedikasi, produktif, dan berorientasi pada mutu. Begitu pula di BAZNAS," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menyatakan kesiapan jajaran BAZNAS Jatim untuk memperkuat kinerja dan menyelaraskan program daerah dengan 13 Program Prioritas BAZNAS RI.
Ghofirin menyampaikan, saat ini BAZNAS Jatim juga tengah mematangkan rencana inovasi berbasis digital bernama "LAPOR BAZ". Aplikasi berbasis seluler dan media sosial ini dirancang untuk memangkas alur birokrasi, sehingga penerima manfaat (mustahik) yang membutuhkan bantuan mendesak dapat memperoleh layanan bantuan secara cepat.
"Kami berkomitmen penuh melakukan lompatan kinerja dan beradaptasi secara cepat, mulai dari pembenahan internal hingga percepatan respons pelayanan. Prinsip kami di BAZNAS Jawa Timur, jangan sampai ada rakyat Jawa Timur yang kelaparan sementara BAZNAS Jatim tidak mengetahuinya," ujar Ghofirin.
Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Bidang Pengumpulan H. Imam Hambali, M.S.E.I., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Hj. Amirotul Mu’minah, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BANZAS Jatim Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI., beserta jajarannya.
BERITA05/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi LAZ Persada, Buka Ruang Kolaborasi Penguatan Zakat
Surabaya - BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Persada Jatim Indonesia di Kantor BAZNAS Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka komunikasi mengenai berbagai potensi kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, LAZ Persada Jatim Indonesia hadir bersama Dewan Pengawas Syariah Anshorullah, Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia Fathoni Arief Wijaya beserta jajaran. Kehadiran jajaran LAZ Persada tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan profil lembaga, perkembangan program, serta kiprah yang selama ini dijalankan dalam menghimpun dan mendayagunakan dana ZIS untuk berbagai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur.
Selain memperkenalkan profil kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan jejaring dan kolaborasi antara LAZ Persada dengan BAZNAS Jawa Timur. LAZ Persada menyampaikan keinginan untuk membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama bersama seluruh mitra yang berada dalam jejaring BAZNAS di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat lebih luas.
Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia, Fathoni Arief Wijaya, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai potensi program yang dapat dikerjasamakan, dengan tetap menyesuaikan kapasitas, kebutuhan, dan karakteristik masing-masing lembaga.
“Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan LAZ Persada Jatim Indonesia kepada jajaran BAZNAS Jawa Timur. Harapannya, dari komunikasi ini kami bisa menemukan ruang-ruang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam program maupun jejaring, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat,” ujar Fathoni Arief Wijaya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan lembaga amil zakat dan berbagai mitra pengelola ZIS di Jawa Timur. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim periode 2026–2031 memiliki sembilan program prioritas melalui konsep Nawa Pradana, yang menjadi pijakan dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Nawa Pradana ini terdiri dari BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi. Dari sembilan program ini, tentu ada ruang yang bisa kita kolaborasikan bersama, dan BAZNAS Jatim sangat terbuka untuk membangun sinergi agar gerakan zakat di Jawa Timur semakin solid serta manfaatnya semakin luas,” kata Mohammad Ghofirin.
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bergerak, Salurkan Bantuan melalui Kapal Kemanusiaan Flores NTT
BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan melalui Kapal Kemanusiaan pada Jumat (4/9/2026), bersama bantuan dari berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana serta membutuhkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.
Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo. Pengiriman ini menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat, kemanusiaan, dan relawan di Jawa Timur dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, sekaligus memperluas jangkauan bantuan hingga ke wilayah yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.
Secara keseluruhan, bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur mencapai 27 ton dengan dukungan sebanyak 62 armada. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus meringankan beban mereka selama menjalani masa pemulihan pascabencana dan menghadapi berbagai keterbatasan yang masih dirasakan di wilayah terdampak.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian berbagai pihak yang terlibat dalam pengiriman bantuan tersebut. Menurutnya, semangat kemanusiaan perlu terus dijaga untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di berbagai daerah Indonesia, terutama masyarakat yang saat ini membutuhkan dukungan untuk melewati kondisi sulit setelah bencana melanda wilayah mereka. “Kita bersyukur hingga hari ini jiwa kemanusiaan kita masih ada dalam diri kita. Jiwa kemanusiaan ini berfungsi untuk terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana di beberapa tempat di Indonesia,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS Jatim dalam pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “Ini adalah contoh sinergi yang baik antar lembaga. Tentu kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Dari BAZNAS akan terus berkomitmen untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Dan ini bukan bantuan kita yang terakhir, insyaallah kita akan terus melihat perkembangan di lapangan dan apa saja yang masih dibutuhkan,” ujar Ghofirin.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah BAZNAS Jatim untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat terus diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan dukungan berikutnya agar bantuan yang diberikan dapat semakin tepat sasaran, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan dan penanganan pascabencana masih berlangsung.
Bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur selanjutnya akan tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah titik. Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui relawan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan, sehingga bantuan yang telah dihimpun dapat segera diterima oleh para penyintas yang membutuhkan, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan kebutuhan pokok akibat dampak gempa.
Melalui pengiriman bantuan tersebut, BAZNAS Jatim akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau kebutuhan masyarakat terdampak di Flores, NTT. Upaya ini diharapkan dapat memastikan dukungan kemanusiaan terus hadir secara tepat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap langkah bantuan berikutnya.
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi Dekopinwil Jatim, Bahas Penguatan Sinergi dan Kolaborasi
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang sinergi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Silaturahmi ini juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antarlembaga untuk menciptakan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, bersama jajaran pimpinan di lingkungan Dekopinwil Jatim. Rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, bersama para wakil ketua dan kepala bidang BAZNAS Jatim. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat melalui silaturahmi dan diskusi mengenai berbagai potensi program yang dapat dikembangkan secara bersama ke depan. Kehadiran jajaran kedua lembaga turut memperlihatkan komitmen untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang semakin erat.
Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga membahas berbagai kemungkinan sinergi yang dapat dilakukan sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Dekopinwil Jatim memiliki peran dalam penguatan gerakan koperasi, sedangkan BAZNAS Jatim menjalankan berbagai program pengelolaan zakat sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pertemuan tersebut kemudian diarahkan untuk mencari titik temu yang memungkinkan kedua kekuatan tersebut dapat dipadukan melalui program yang produktif dan berkelanjutan.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga membangun sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS Jatim diharapkan dapat turut memperkuat program-program yang dijalankan kedua lembaga sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.
“Tujuan kami pertama adalah silaturahim, kemudian yang kedua membangun sinergi dan kolaborasi dalam menguatkan program Dekopinwil dan BAZNAS. Mudah-mudahan bisa terwujud sebagaimana harapan kita semua dan betul-betul dapat membawa manfaat dan barokah untuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Selamet Sutanto.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terjalin bersama Dekopinwil Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim memiliki semangat yang sama untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga dalam menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS Jatim tentu menyambut baik silaturahmi dan rencana sinergi bersama Dekopinwil Jawa Timur. Kami berharap komunikasi ini dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi program yang konkret, sehingga potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Ghofirin.
Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS Jatim dan Dekopinwil Jatim berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditindaklanjuti melalui pembahasan program dan bentuk kerja sama yang lebih konkret. Sinergi kedua lembaga diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan, serta menghadirkan program yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA04/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim Bahagiakan 100 Anak Yatim di Pamekasan
Pamekasan, 2 September 2026 — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan Lebaran Yatim yang digelar di SMA Negeri 2 Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 100 anak yatim dari SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Pamekasan hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan di Jawa Timur.
Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Musa'um, S.Pd., MM. dalam sambutannya menyampaikan laporan mengenai hasil koordinasi dan rapat persiapan yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim di Kabupaten Pamekasan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Pamekasan, Agung Dwi Prabowo, S.Psi., M.Psi., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan BAZNAS Jatim tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari penghimpunan dan pentasharufan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Hasil yang kita peroleh sehari-hari bukan sepenuhnya milik kita, ada hak orang lain di dalamnya,” tutur Agung.
Ia juga mengajak para ASN di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Pamekasan maupun BAZNAS Jatim. Menurutnya, pengelolaan zakat melalui BAZNAS dilakukan secara amanah dan transparan, termasuk dalam pelaporan penyalurannya kepada masyarakat.
Ajakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem zakat di lingkungan pendidikan, sehingga potensi zakat yang ada dapat dihimpun dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program-program kemanfaatan.
Dalam kesempatan yang sama, Waka IV BAZNAS Jatim, Assoc. Prof. H. Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDEA, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Gebyar Muharram. Meski momentum Muharram telah berlalu, menurutnya, semangat untuk membahagiakan anak-anak yatim harus terus dijaga.
“Fokus kita adalah membahagiakan anak-anak yatim. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Provinsi Jawa Timur yang dapat terlaksana karena adanya zakat yang dihimpun melalui UPZ,” jelas Syarif.
Syarif juga mengungkapkan besarnya potensi zakat di lingkungan Cabdindik Kabupaten Pamekasan. Dengan jumlah sekitar 400 ASN dan 300 PPPK, potensi zakat yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai Rp89 juta per bulan.
Namun demikian, ia menyampaikan bahwa potensi tersebut hingga saat ini belum terealisasi secara optimal dalam bentuk setoran zakat melalui UPZ.
Karena itu, BAZNAS Jatim akan terus mendorong penguatan literasi dan kesadaran zakat di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melalui kegiatan Manasik Zakat, sebagai sarana edukasi agar para ASN dan PPPK semakin memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Kegiatan Lebaran Yatim di Pamekasan diharapkan tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada 100 anak yatim, tetapi juga menjadi penguat sinergi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik, dan UPZ dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan pendidikan.
Dengan semakin optimalnya penghimpunan zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur.
BERITA02/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Kunjungan FOZ Jatim, Bahas Penguatan Gerakan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat Jawa Timur (FOZ Jatim) di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara BAZNAS Jatim dengan FOZ Jatim, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dalam mendukung perkembangan pengelolaan zakat di Jawa Timur. Silaturahmi ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling bertukar pandangan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan gerakan zakat di Jawa Timur.
Kunjungan FOZ Jatim dihadiri langsung oleh Ketua FOZ Jatim Ziyad bersama jajaran pengurus. Rombongan diterima oleh Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama para Wakil Ketua BAZNAS Jatim . Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, dengan komunikasi yang banyak membahas pentingnya menjaga hubungan baik serta membangun koordinasi antar lembaga yang bergerak dalam bidang zakat. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai peran dan kontribusi masing-masing lembaga dalam mendukung masyarakat.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara BAZNAS Jatim dengan FOZ Jatim. Hubungan yang terjalin diharapkan tidak hanya sebatas komunikasi kelembagaan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan zakat. Terlebih, Jawa Timur memiliki potensi zakat yang besar sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaannya dapat terus berkembang dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan jajaran FOZ Jatim dalam agenda silaturahmi tersebut. Menurutnya, komunikasi seperti ini penting untuk terus dilakukan agar hubungan antara BAZNAS dengan lembaga-lembaga zakat di Jawa Timur tetap terjaga. “Kami tentu senang bisa bersilaturahmi seperti ini. Yang paling penting komunikasi terus jalan, kita bisa saling berbagi dan melihat apa yang bisa kita kerjakan bersama,” ujarnya.
Menurut Ketua BAZNAS Jatim, pengelolaan zakat membutuhkan kebersamaan dari berbagai pihak. Karena itu, komunikasi dengan FOZ Jatim menjadi salah satu langkah untuk menjaga hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan. “Zakat ini kan tidak bisa dikerjakan sendiri. Semakin banyak yang terlibat, insyaallah semakin banyak juga masyarakat yang bisa kita bantu,” katanya.
Ketua FOZ Jatim Ziyad juga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan BAZNAS Jawa Timur. Ia berharap komunikasi yang sudah terjalin dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan maupun kerja sama yang memungkinkan untuk dilakukan bersama. “Kami ingin silaturahmi ini terus terjaga. Harapannya nanti ada hal-hal yang bisa kita sinergikan bersama, sehingga gerakan zakat di Jawa Timur semakin kuat,” ungkap Ziyad.
Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS Jawa Timur bersama FOZ Jatim sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan membuka ruang kolaborasi sesuai dengan peran masing-masing. Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antar lembaga sekaligus mendorong pengelolaan zakat yang semakin baik di Jawa Timur. Dengan komunikasi yang terus terjaga, berbagai potensi kerja sama diharapkan dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA02/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Dinsos Jatim Perkuat Sinergi Program Pemberdayaan Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Jawa Timur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas peluang sinergi program antara kedua lembaga dalam mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, hadir PLT Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Firdaus Sulistijiawan bersama jajaran. Sementara dari BAZNAS Jatim hadir Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama jajaran wakil ketua. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan pembahasan yang berfokus pada potensi program yang dapat dikolaborasikan untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Dinsos Jawa Timur menyampaikan sejumlah program pemberdayaan sosial yang selama ini dijalankan dan memiliki peluang untuk disinergikan dengan program BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memperkuat dampak program melalui pemanfaatan potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga, sehingga intervensi sosial dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Timur.
PLT Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Firdaus Sulistijiawan menyampaikan bahwa sinergi dengan BAZNAS menjadi peluang untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program sosial yang telah dimiliki Dinas Sosial. “Kami menyampaikan beberapa program yang ada di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang sekiranya bisa dikolaborasikan dengan BAZNAS. Harapannya, melalui sinergi ini program-program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya. Ia juga berharap komunikasi yang terbangun dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan program secara lebih teknis ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan kesiapan BAZNAS untuk mendukung program-program yang memiliki kesesuaian dengan visi pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi akan menjadi lebih optimal apabila dibangun melalui komunikasi dan koordinasi yang baik hingga tingkat daerah. “BAZNAS Jawa Timur siap mendukung program yang dapat disinergikan. Namun, tentu perlu dikomunikasikan juga dengan BAZNAS kabupaten dan kota, karena pelaksanaan program di daerah membutuhkan koordinasi agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Menurutnya, penguatan jejaring tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Selain membahas bentuk kolaborasi di tingkat provinsi, pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi antara jaringan Dinsos dan BAZNAS di kabupaten/kota. Koordinasi di tingkat daerah dinilai penting agar program yang nantinya disinergikan dapat berjalan efektif, tidak tumpang tindih, serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hal serupa juga perlu dilakukan oleh Dinsos melalui jajaran dan jejaringnya di daerah, sehingga setiap potensi kolaborasi dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta karakteristik masyarakat setempat.
Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih konkret antara Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Jawa Timur. Dengan komunikasi yang berkelanjutan serta koordinasi hingga tingkat kabupaten/kota, kedua pihak optimistis berbagai program pemberdayaan sosial dapat dikembangkan secara bersama sehingga memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pelayanan sosial melalui kolaborasi lintas lembaga yang terarah dan berkesinambungan.
BERITA02/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Islamic Center Surabaya untuk Korban Bencana NTT
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Masjid Raya Islamic Center Surabaya yang menyerahkan donasi sebesar Rp4.200.000 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur. Donasi tersebut merupakan hasil penghimpunan kotak infak jamaah salat Jumat pada 28 Agustus 2026.
Penyerahan donasi tersebut menjadi bentuk kepedulian jamaah Masjid Raya Islamic Center Surabaya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana di NTT. Dana yang terkumpul melalui kotak infak tersebut selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana dan meringankan beban yang mereka hadapi.
Kepala Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Center Surabaya, H. Imam Bashori, menyampaikan bahwa penghimpunan donasi untuk korban bencana NTT akan terus didorong melalui masjid. Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen mengajak jamaah untuk turut berkontribusi melalui infak yang dihimpun setiap pelaksanaan salat Jumat. “Setiap hari Jumat di bulan September kami akan selalu mengimbau para jamaah salat Jumat agar berinfak untuk korban bencana NTT dan nantinya disetorkan melalui BAZNAS,” ujar Imam Bashori.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui partisipasi jamaah, penghimpunan infak diharapkan dapat terus berjalan sehingga semakin banyak bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur, H. Imam Hambali, M.S.E.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Center Surabaya beserta para jamaah. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat tumbuh melalui kolaborasi antara masjid, masyarakat, dan lembaga pengelola zakat. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kepeduliannya. Semoga kebaikan ini bisa terus diteruskan sehingga dapat membantu mengurangi penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di NTT,” ungkapnya.
BAZNAS Jatim juga mendorong agar kepedulian serupa dapat terus berkembang di berbagai masjid dan lingkungan masyarakat. Setiap infak yang dihimpun, meskipun berasal dari nominal yang beragam, memiliki arti penting ketika dikelola secara bersama dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran masjid sebagai salah satu pusat gerakan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Melalui donasi yang diserahkan Masjid Raya Islamic Center Surabaya, BAZNAS Jatim berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. BAZNAS Jatim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam penghimpunan infak dan kepada pengelola masjid yang terus membuka ruang bagi gerakan kepedulian. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan dapat terus terjaga sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dalam menghadapi kondisi pascabencana.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Buka Kolaborasi dengan LAZISNU, Kenalkan Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur membuka ruang kolaborasi dengan LAZISNU se-Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, pada 30 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antarlembaga pengelola ZIS dalam menghadirkan program yang lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H M Ghofirin mengatakan, sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan potensi ZIS di Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LAZISNU yang memiliki jejaring hingga tingkat daerah. “Bagi kami, siapa pun bisa mendapat manfaat. Karena itu, kami ingin membangun sinergi agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghofirin juga memaparkan arah kebijakan dan sejumlah program BAZNAS Jatim periode 2026–2031 yang dirumuskan melalui konsep "Nawa Pradana". Konsep tersebut menjadi pijakan dalam menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan, kepedulian lingkungan, hingga penanganan kebencanaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah BAZNAS Jatim Sehat, yang diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim menghadirkan program BAZNAS Jatim Sejahtera yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Ghofirin menjelaskan, BAZNAS Jatim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan di berbagai wilayah. “Kami ingin kader-kader tidak sibuk mencari pekerjaan. Kami sudah bekerja sama dengan BLK-BLK untuk melatih keterampilan kader di berbagai daerah,” katanya. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, perhatian terhadap persoalan lingkungan diwujudkan melalui program BAZNAS Jatim Lestari yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah. BAZNAS Jatim juga menyiapkan BAZNAS Jatim Tangguh sebagai bagian dari penguatan respons terhadap kondisi kebencanaan. Sejumlah sarana pendukung telah dipersiapkan untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi. “Di kantor BAZNAS ada satu unit kendaraan, perahu karet, dan lain-lain. Itu semua untuk respons cepat terhadap bencana,” ungkap Ghofirin. Ke depan, BAZNAS Jatim juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPBD, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain program-program tersebut, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi "Lapor BAZ" sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Program ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia di BAZNAS Jatim. Pelaksanaannya akan melibatkan jejaring relawan di lapangan yang membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan BAZNAS, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. “Kami tidak hanya ingin mendekatkan diri kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik,” tegas Ghofirin.
Melalui Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur tersebut, BAZNAS Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan LAZISNU dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang konkret di berbagai bidang. Sinergi antarlembaga pengelola ZIS dinilai dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, sehingga dana ZIS dapat dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA30/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur turut mendukung upaya penguatan akses pendidikan bagi santri melalui pembukaan Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi dari seluruh Indonesia. Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, pada 30 Agustus 2026. Beasiswa Santri BAZNAS menjadi salah satu program prioritas di bidang pendidikan yang diarahkan untuk membantu santri kelas 12 MA/sederajat mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Program Beasiswa Santri BAZNAS tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi santri agar memiliki kesempatan yang lebih luas melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program ini sekaligus menjadi ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya bagi santri dari keluarga dhuafa yang memiliki prestasi dan potensi akademik maupun nonakademik. Pada 2026, sebanyak 2.500 santri ditargetkan menerima manfaat program tersebut.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan bahwa program Beasiswa Santri telah berjalan sejak 2021 dan memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri di berbagai daerah. Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 32.418 santri melalui kemitraan dengan ribuan pesantren. Pada 2025, program ini juga mengantarkan lebih dari 7.300 santri ke berbagai perguruan tinggi, baik PTN, PTKIN, PTS unggulan maupun perguruan tinggi kedinasan. “Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi,” jelas Sodik.
Menurut Sodik, keberadaan program tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk mendorong transformasi pesantren, sehingga para santri memiliki kesempatan yang setara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman. Ia berharap dari lingkungan pesantren akan lahir generasi yang mampu mengisi berbagai bidang profesi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. “Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menjelaskan, setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan memperoleh bantuan sebesar Rp4 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain bantuan dana, penerima juga mendapatkan pembinaan, sementara pesantren pengelola memperoleh peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan program. Menurut Idy, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu santri, khususnya dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi favorit. “Melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama,” katanya.
Dukungan terhadap pendidikan santri juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama RI. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Dr. H. Basnang Said, M.Ag. menilai dukungan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membantu santri dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Hal tersebut dinilai relevan dengan kondisi sebagian besar keluarga santri yang masih menghadapi keterbatasan kemampuan ekonomi, sehingga program beasiswa dapat menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Ketua BAZNAS Jawa Timur H. M. Ghofirin menilai program Beasiswa Santri BAZNAS memiliki nilai strategis karena pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memperkuat kemandirian dan kualitas generasi muda pesantren. “Kami di BAZNAS Jawa Timur tentu mendukung program-program pendidikan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada santri, khususnya mereka yang berprestasi tetapi memiliki keterbatasan secara ekonomi. Harapannya, semakin banyak santri yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ghofirin. Menurutnya, penguatan pendidikan santri juga sejalan dengan komitmen BAZNAS Jatim dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar memiliki kapasitas dan masa depan yang lebih baik.
Melalui momentum pembukaan Beasiswa Santri 2026 tersebut, BAZNAS Jatim berharap sinergi antara BAZNAS, pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan bagi santri di Jawa Timur maupun Indonesia. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses mencetak generasi santri yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, zakat, infak, dan sedekah dapat terus dioptimalkan sebagai instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat dan kemajuan bangsa.
BERITA29/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS JATIM mengunjungi Balai Ternak binaan BAZNAS di Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. bersama Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin dan jajaran terkait.
Balai Ternak yang dikembangkan di Mojokerto menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendorong mustahik memiliki sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui usaha peternakan kambing, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam mengelola usaha, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga secara bertahap. Program tersebut menempatkan mustahik sebagai pelaku utama dalam pengembangan usaha, sementara BAZNAS berperan memberikan pembinaan dan pendampingan.
Salah satu balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto adalah Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Kelompok tersebut terus mengembangkan peternakan sekaligus pertanian terpadu berbasis organik dan ramah lingkungan. Perkembangannya juga terlihat dari kemampuan kelompok dalam menghasilkan pendapatan dari usaha ternak.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat dampak pemberdayaan zakat secara langsung di tengah masyarakat. Para mustahik yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi diberikan ruang untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama, membangun keterampilan beternak, serta meningkatkan nilai ekonomi dari ternak yang dikelola. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak atau hasil penjualan, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian, kemampuan mengelola usaha, hingga munculnya semangat berbagi dari para penerima manfaat.
Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin mengatakan, program pemberdayaan melalui peternakan merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk menciptakan kemandirian mustahik. “Kita ingin zakat tidak berhenti sebagai bantuan yang habis digunakan, tetapi menjadi sesuatu yang bisa terus berkembang. Mustahik kita beri kesempatan untuk memiliki usaha, kita dampingi, kemudian kita dorong supaya semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, keberadaan balai ternak juga menunjukkan pentingnya sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, BAZNAS kabupaten/kota, serta kelompok penerima manfaat dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi aset produktif bagi mustahik. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS kabupaten dan kota, termasuk dalam program pemberdayaan seperti ini. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas, dari penerima manfaat menjadi masyarakat yang mandiri dan nantinya juga mampu berbagi kepada yang lain,” tambahnya.
Melalui kunjungan bersama tersebut, BAZNAS RI dan BAZNAS JATIM menegaskan komitmen untuk terus memperkuat program zakat produktif yang menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Balai Ternak di Mojokerto diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. Dari usaha yang tumbuh, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri, mampu meningkatkan kesejahteraan, dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut menebarkan manfaat bagi masyarakat lainnya.
BERITA28/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Ikuti Expert Panel Bahas Penguatan Tata Kelola ZIS-DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur turut mengikuti Expert Panel bertajuk “Konstitusionalitas ZIS-DSKL sebagai Keuangan Negara atau Keuangan Publik: Harmonisasi Fiskal, Perpajakan, dan Ketentuan Pidana” yang digelar di Hotel Mövenpick Surabaya, Kamis (27/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas arah pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) dalam perspektif hukum, fiskal, perpajakan, serta tata kelola keuangan publik di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., serta Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., MA. Dari BAZNAS Jawa Timur, hadir Ketua BAZNAS Jatim H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam forum ini menunjukkan perhatian terhadap pentingnya membangun kerangka pengelolaan ZIS-DSKL yang semakin kuat, profesional, transparan, dan memiliki kepastian hukum.
Pembahasan dalam Expert Panel turut menyoroti rencana penyusunan undang-undang zakat serta posisi dana ZIS-DSKL dalam sistem keuangan publik. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari konstitusionalitas pengelolaan zakat oleh pemerintah, harmonisasi dengan kebijakan fiskal dan perpajakan, hingga ketentuan pidana yang berkaitan dengan pengelolaan dana tersebut. Forum juga menghadirkan perbandingan tata kelola zakat di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Mesir, sebagai bahan untuk memperkaya perspektif dalam pengembangan ekosistem zakat di Indonesia.
Selain unsur BAZNAS, forum tersebut mempertemukan berbagai pakar dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan filantropi Islam dan hukum zakat. Di antaranya Pakar Hukum Islam Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag. Pertemuan lintas bidang tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan perspektif keagamaan, hukum, pemerintahan, dan praktik pengelolaan zakat sehingga kebijakan yang dibangun ke depan dapat semakin komprehensif.
Ketua BAZNAS JATIM H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. mengatakan, pembahasan mengenai posisi ZIS-DSKL dalam sistem keuangan publik perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat secara keseluruhan. Menurutnya, kepastian regulasi akan memberikan landasan yang lebih kuat bagi lembaga pengelola zakat dalam menjalankan amanah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana zakat bisa dikelola dengan baik, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, penguatan regulasi dan tata kelola menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ghofirin.
Ghofirin menambahkan, penguatan tata kelola di tingkat nasional juga akan memberikan dampak terhadap pengelolaan zakat di daerah. BAZNAS Jatim sebagai bagian dari ekosistem zakat nasional perlu terus mengikuti perkembangan kebijakan dan membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak agar pengelolaan ZIS-DSKL dapat berjalan semakin efektif. “Kami di daerah tentu akan mengikuti dan mendukung arah penguatan tata kelola yang dibangun secara nasional. Harapannya, regulasi yang lahir nanti tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat dan memperluas manfaatnya bagi mustahik,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam Expert Panel tersebut, BAZNAS Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem zakat, baik melalui pengelolaan di tingkat daerah maupun melalui keterlibatan dalam forum strategis yang membahas kebijakan zakat secara nasional. Penguatan aspek hukum, fiskal, perpajakan, dan tata kelola diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Dengan regulasi yang semakin harmonis dan tata kelola yang semakin profesional, ZIS-DSKL diharapkan mampu menjadi instrumen yang semakin kuat dalam mendukung kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.
BERITA28/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sukseskan Muktamar NU, BAZNAS Jatim Salurkan 15 Ribu Makanan Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur menyiapkan 15 ribu makanan gratis bagi para penggembira Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Sebanyak 3.000 makanan akan disiapkan dan dibagikan setiap hari selama lima hari, mulai 27 Agustus 2026, melalui 10 gerai Z-Chicken yang berada di sekitar lokasi Muktamar.
Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin mengatakan, program penyediaan makanan gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dari total 15 ribu makanan, sebanyak 10 ribu paket merupakan alokasi BAZNAS RI dan 5 ribu paket disiapkan BAZNAS Jatim. Sedangkan BAZNAS Kabupaten Jombang dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto berperan mengondisikan teknis penyaluran, penyediaan gerai dan mustahik binaan.
Program tersebut sekaligus melibatkan 20 mustahik binaan Z-Chicken yang selama ini telah mendapatkan pembinaan dan menjalankan usaha di Surabaya dan Mojokerto. Sebanyak 17 mustahik merupakan binaan BAZNAS Jatim, sementara tiga lainnya merupakan binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.
Para mustahik terlibat langsung dalam proses produksi hingga pelayanan makanan. Mereka akan mengoperasikan 10 gerai Z-Chicken yang ditempatkan di sekitar lokasi Muktamar untuk melayani ribuan penggembira yang membutuhkan makanan selama kegiatan berlangsung.
Ghofirin mengatakan, pelibatan mustahik dalam kegiatan berskala besar seperti Muktamar NU menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS mengembangkan pemberdayaan ekonomi. Mustahik yang selama ini dibina tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan berkontribusi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar membagikan makanan gratis. Di dalamnya ada proses pemberdayaan. Para mustahik yang selama ini kami bina melalui Z-Chicken mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam momentum besar seperti Muktamar NU,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat dalam berbagai bentuk. Para penggembira Muktamar mendapatkan makanan gratis, sementara para mustahik memperoleh ruang untuk mengembangkan pengalaman dan kemandirian ekonominya.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, A Afif Amrullah, mengatakan keterlibatan 20 mustahik dalam program ini merupakan bagian dari kesinambungan pembinaan yang dilakukan BAZNAS. Mereka telah dilatih untuk mengelola usaha Z-Chicken dan dalam momentum Muktamar mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam melayani masyarakat dalam jumlah besar.
“Para mustahik ini sudah mendapatkan pelatihan dan menjalankan usaha Z-Chicken di Surabaya dan Mojokerto. Dalam momentum Muktamar ini mereka mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung, mulai dari menyiapkan makanan sampai melayani masyarakat,” kata Afif.
Afif menjelaskan, Z-Chicken merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui usaha kuliner ayam goreng. Para mustahik mendapatkan pelatihan, pendampingan, bantuan modal usaha, dan kesempatan mengembangkan usaha sehingga memiliki sumber penghasilan yang dapat mendorong kemandirian ekonomi. Karena itu, keterlibatan mereka dalam kegiatan Muktamar juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengalaman dan kapasitas dalam mengelola usaha.
Program penyediaan makanan gratis ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi BAZNAS dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU. Di saat yang sama, keterlibatan para mustahik menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat berjalan beriringan dengan pelayanan sosial, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Sampang, Hadirkan Zakat yang Berdampak
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang melaksanakan kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 2 Sampang. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam memberikan perhatian serta kebahagiaan kepada anak-anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua III Bidang Keuangan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Hj. Amirotul, M.Pd.I., bersama jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, UPZ, para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri di wilayah Sampang, serta pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang.
Lebaran Yatim menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur, UPZ Cabdin Sampang, dan satuan pendidikan dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, kepedulian terhadap anak yatim diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Kolaborasi antara lembaga zakat, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan program yang lebih terarah dan memberikan dampak nyata.
Sinergi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang semakin kuat, amanah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, dana zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat semakin optimal dalam memberikan manfaat kepada para penerima.
Adapun pimpinan dan pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua III Bidang Keuangan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Hj. Amirotul, M.Pd.I.; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd.; Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Sampang sekaligus Ketua UPZ Meilinda Puspita Dewi, S.E., M.AP.; Kasi SMA dan PKPLK Wilayah Sampang Febrianto Bestari, S.AP.; Kepala SMKN 2 Sampang selaku tuan rumah Dra. Mukani, M.M.; para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang; serta pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang.
Kegiatan Lebaran Yatim ini diharapkan semakin menguatkan semangat bersama untuk menghadirkan zakat yang berdampak, kepedulian yang nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kabar Gembira, Layanan Ambulans Gratis BAZNAS Jatim Hadir di Kediri dan Sekitarnya
SURABAYA — Kabar gembira bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya. BAZNAS Jawa Timur kini menghadirkan layanan ambulans gratis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi menuju rumah sakit, rumah terapi, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Layanan tersebut ditandai dengan penyerahan satu unit ambulans kepada relawan kemanusiaan Imam Bashori di Surabaya, Selasa (25/8/2026).
Layanan ini hadir melalui sosok Imam Bashori, relawan kemanusiaan asal Kediri yang sejak 2020 secara mandiri membantu masyarakat mengantarkan pasien mustahik ke rumah sakit, rumah terapi, dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan kendaraan pribadinya, ia memberikan layanan tersebut secara gratis kepada pasien mustahik yang membutuhkan.
Kini, Imam Bashori diperkenalkan sebagai Cak BAZ, relawan kemanusiaan yang menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim mendekatkan layanan kepada masyarakat. Kehadiran ambulans BAZNAS Jatim di Kediri diharapkan membuat layanan kemanusiaan tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin, pengalaman Cak BAZ dalam kegiatan kemanusiaan dan jejaring relawan yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan BAZNAS Jatim kepada masyarakat di Kediri dan sekitarnya.
“Dengan adanya layanan ini, BAZNAS Jatim tidak hanya menyediakan sarana transportasi pasien, tetapi juga membuka akses layanan yang lebih dekat bagi masyarakat. Kami berharap ambulans ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang kesulitan mendapatkan transportasi untuk berobat maupun menjalani terapi,” kata Ghofirin.
Cak BAZ menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan kesempatan untuk ikut terlibat dalam layanan kemanusiaan BAZNAS Jatim. Kolaborasi tersebut sekaligus memberi dukungan baru bagi aktivitas kemanusiaan yang selama ini dijalankannya secara mandiri dan tanpa memungut biaya dari keluarga pasien.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur. Selama ini kami berusaha membantu masyarakat dengan kendaraan seadanya. Dengan mobil ini, insyaallah semakin banyak warga yang membutuhkan bisa kami bantu,” ujar Cak BAZ.
Cak BAZ menyatakan siap melayani masyarakat mustahik yang membutuhkan bantuan transportasi pasien sesuai ketentuan dan ketersediaan ambulans. Bagi Mustahik warga Kediri dan sekitarnya yang membutuhkan layanan ambulans gratis dapat menghubungi nomor 0852-3143-4443.
Ghofirin menambahkan, layanan tersebut merupakan bagian dari program BAZNAS Jatim Sehat, salah satu dari sembilan program prioritas dalam konsep Nawa Pradana. Melalui program ini, BAZNAS Jatim berupaya menghadirkan kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk layanan kesehatan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Saat ini layanan ambulans BAZNAS Jatim telah tersedia di Kediri dan Surabaya. Di Surabaya, BAZNAS Jatim menyediakan dua unit ambulans di RSUD Dr Soetomo yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat dari berbagai wilayah Jawa Timur.
“Ke depan, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi program Lapor BAZ sebagai upaya mendekatkan BAZNAS Jatim dengan mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Melalui Lapor BAZ, masyarakat diharapkan lebih mudah menyampaikan kebutuhan dan memperoleh informasi mengenai berbagai layanan yang disediakan BAZNAS Jatim,” terang Ghofirin.
Cak BAZ nantinya menjadi salah satu bagian dari ekosistem Lapor BAZ di lapangan, sebagai relawan kemanusiaan yang membantu mendekatkan masyarakat dengan layanan BAZNAS Jatim, khususnya dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan di Kediri dan sekitarnya. Ghofirin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada BAZNAS Jatim. Kepercayaan tersebut akan terus diikhtiarkan menjadi layanan nyata yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim di Blitar, BAZNAS Jatim Dorong Zakat untuk Perkuat Kepedulian Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar menggelar Lebaran Anak Yatim, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, H. Imam Hambali, M.S.E.I., menekankan pentingnya memahami dan menunaikan zakat sebagai salah satu rukun Islam. Menurutnya, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya membiasakan diri bersedekah, tetapi juga memastikan kewajiban zakat telah ditunaikan sesuai ketentuan. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan membuka jalan kebaikan bagi sesama.
H. Imam Hambali juga menekankan pentingnya akurasi data dalam pelaksanaan program BAZNAS agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Program-program ini perlu akurasi data agar dapat memapping dengan tepat sasaran, berapa dan ke mana bantuan ini dapat disalurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam bidang kemanusiaan dan kemasyarakatan melalui berbagai program, di antaranya Jatim Cerdas melalui program SKSS, Jatim Sejahtera, Jatim Tanggap, Jatim Sehat, dan Jatim Lestari.
“Baru sepekan lalu kami dilantik, dan ini adalah kunjungan kami yang kedua setelah ke Nganjuk. Pimpinan kami saat ini membawa Nawa Pradana dengan maksud membersamai program Gubernur dalam hal kemanusiaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Dr. Indiyah Nur Hayati, M.Pd., menyampaikan bahwa pengumpulan zakat melalui BAZNAS Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar mengalami peningkatan dua kali lipat sejak pertemuan sebelumnya di Gedung Kesenian.
“Alhamdulillah, pengumpulan BAZNAS Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar sudah meningkat dua kali lipat. Hampir seluruh kepala sekolah sudah sadar akan pentingnya zakat. Karena dari kita untuk kita. Buktinya, terlaksananya kegiatan pagi hari ini,” ujar Dr. Indiyah Nur Hayati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua UPZ Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar Abu Sani, S.Kom., M.Pd., Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar beserta jajaran, serta para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Blitar Raya. Hadir pula anak yatim dan penerima manfaat program pemberdayaan.
Dalam acara tersebut, bantuan disalurkan kepada anak yatim serta penerima manfaat berupa bantuan modal usaha, rombong, dan bantuan bagi pelaku UMKM. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Dukung Deradikalisasi, BAZNAS Jatim beri Modal Usaha 10 Eks-Napiter di Hari Kemerdekaan
Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui pemberdayaan dan kemandirian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 warga binaan eks-narapidana terorisme (eks-napiter) di Kota Surabaya, sebagai bagian dari upaya mendukung proses deradikalisasi dan memperkuat kemandirian ekonomi setelah menjalani pembinaan pemerintah.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta. Bantuan yang merupakan bagian dari kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah tersebut diserahkan oleh Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Edy Supriyanto, di sela-sela upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).
Kesepuluh penerima merupakan warga Surabaya yang telah mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Kolaborasi BAZNAS Jatim dan Bakesbangpol Jawa Timur tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek pembinaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi melalui dukungan modal usaha agar para penerima memiliki kesempatan membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin mengatakan, zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas apabila disalurkan melalui program pemberdayaan. Bantuan modal usaha tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi pijakan bagi penerima untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk bangkit dan mandiri. Kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah harus bisa dirasakan dalam bentuk yang nyata, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi. Kami berharap bantuan ini menjadi awal bagi para penerima untuk mengembangkan usaha dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, sinergi dengan Bakesbangpol Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat proses pemberdayaan warga binaan. Pembinaan yang telah dilakukan pemerintah dapat dilanjutkan dengan dukungan ekonomi sehingga para penerima memiliki ruang untuk tumbuh, produktif, dan semakin mandiri di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Bakesbangpol Jawa Timur. Proses pembinaan akan semakin kuat ketika dibarengi dengan pemberdayaan. Kami ingin para penerima tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Fuadi (53), warga Surabaya, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan modal usaha yang diberikan BAZNAS Jatim. Bantuan senilai Rp2,5 juta tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi dirinya untuk semakin mandiri secara ekonomi. “Kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran, terima kasih banyak atas seluruh perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Semoga ini memberikan semangat kepada kami untuk semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Fuadi.
Ghofirin menegaskan, BAZNAS Jatim akan terus mendorong penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang memiliki dampak berkelanjutan bagi penerima manfaat. Pemberian modal usaha menjadi salah satu ikhtiar agar dana yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS dapat menjadi instrumen pemberdayaan sekaligus mendukung kemandirian ekonomi.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, muzaki, dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jawa Timur. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan” pungkas Ghofirin.
BERITA17/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Jatim Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan 81 paket bantuan bedah rumah sebagai kado kemerdekaan dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dalam acara tasyakuran dan ramah tamah bersama perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, serta ahli waris keluarga pahlawan nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8), usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari 81 paket bantuan bedah rumah tersebut, 10 paket diperuntukkan bagi perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan. Sebanyak empat penerima dari kelompok tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara di Gedung Negara Grahadi.
Menurut Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin, program bantuan bedah rumah tersebut merupakan bagian dari BAZNAS Jatim Peduli, sebagai bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini juga menjadi bagian dari semangat Nawa Pradana yang diusung pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
Hingga kini, kata Ghofirin, 53 rumah telah selesai direnovasi dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelaksanaannya mencakup Gresik tujuh rumah; Sidoarjo, Tulungagung, Tuban, Banyuwangi, Probolinggo, Sampang, dan Bondowoso masing-masing lima rumah; Surabaya dua rumah; serta Blitar, Kota Blitar, Bojonegoro, Jember, Lumajang, Bangkalan, Mojokerto, dan Kota Mojokerto masing-masing satu rumah.
Hingga akhir Agustus, 28 rumah lainnya akan dilaksanakan di kabupaten/kota lain di Jawa Timur, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BAZNAS dan LAZ kabupaten/kota se-Jawa Timur,” jelas Ghofirin.
Ia menambahkan, bedah rumah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Hunian yang layak diharapkan dapat memberikan rasa aman, sehat, nyaman, sekaligus meningkatkan martabat keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan bermartabat. Semangat kemerdekaan harus dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain menyasar perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan, BAZNAS Jatim memprioritaskan masyarakat miskin yang masuk kategori mustahik zakat. Salah satunya adalah Mbah Sumarni, warga Kabupaten Blitar yang berusia 93 tahun. Di usia senja, Mbah Sumarni masih merawat adiknya yang telah lanjut usia dan mengalami tuna netra, sekaligus anaknya yang lumpuh akibat kecelakaan. Di tengah tanggung jawab tersebut, kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan menjadi persoalan tersendiri bagi perempuan yang telah berusia 93 tahun itu.
Ghofirin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan donatur yang selama ini telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jatim. “Kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata dan menjalankan berbagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ghofirin juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung aksi kemanusiaan BAZNAS Jatim dengan mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jatim. “Mari bersama-sama meneruskan semangat berbagi dan gotong royong ini. Percayakan zakat, infak, dan sedekah kita kepada BAZNAS Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA17/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim di Ngawi, BAZNAS Jatim Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi Pendidikan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Madiun menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 2 Ngawi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Hj. Lena, M.Pd., Ketua UPZ Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Drs. H. Makmun Fatoni, M.Pd., perwakilan Kapolres Ngawi, perwakilan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, pengurus BAZNAS wilayah Madiun dan Ngawi, serta jajaran pejabat dan pengawas Cabdindik Wilayah Madiun. Turut hadir Kepala SMKN 2 Ngawi, Muslim, S.Pd., M.KPd., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Waka II BAZNAS Jatim, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., mengungkapkan rasa syukur dapat hadir dalam kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di dunia maupun akhirat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Lebaran Yatim yang dilaksanakan bersama 24 Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Timur. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya yang terus dilanjutkan oleh kepemimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
"Salam kenal dari kami, kami pimpinan yang baru dilantik oleh Gubernur Ahad kemarin," ujarnya.
Gus Afif juga menyampaikan salam dari Ketua BAZNAS Jatim, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan munfik, khususnya di lingkungan Cabdindik, yang selama ini telah berkolaborasi dengan BAZNAS Jatim dalam menghadirkan berbagai manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, BAZNAS Jatim berkomitmen memperkuat dan mendukung program-program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui semangat Nawa Bhakti Satya, sekaligus menyelaraskannya dengan program Nawa Pradana BAZNAS Jatim.
"Kalau Bu Gubernur punya Jatim Cerdas, maka kami punya BAZNAS Jatim Cerdas," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Jatim juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) melalui sinergi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat.
Mengutip ayat Al-Qur'an yang dibacakan oleh qori dalam kegiatan tersebut, A. Afif menekankan pentingnya hubungan hablum minannas, termasuk dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan, tetapi juga bagaimana dana umat dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Hj. Lena, M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Lebaran Yatim dapat dilaksanakan dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan inspirasi dan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian yang hadir dalam momentum Muharram harus terus dilanjutkan dan memberikan dampak pada bulan-bulan berikutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS Jatim atas dukungan dan kemudahan dalam proses pencairan program.
Ia mengingatkan para kepala sekolah agar pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus digencarkan karena dana yang dihimpun akan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program-program di lingkungan pendidikan dan wilayah Jawa Timur.
"Semoga apa yang diberikan oleh BAZNAS Jatim membawa keberkahan dan kebermanfaatan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah keterbatasan yang dihadapi anak-anak, mereka tidak pernah berjalan sendiri. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk terus membersamai dan memberikan dukungan sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Kegiatan Lebaran Yatim tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik Wilayah Madiun, UPZ, serta seluruh satuan pendidikan dalam menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Produk Mustahik Binaan BAZNAS Jatim Hadir di Misi Dagang Jatim - Kalbar
Produk UMKM mustahik binaan BAZNAS Jawa Timur turut dihadirkan dalam Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan turut dihadiri Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin. Produk tersebut hadir melalui brand Bazkara Food, usaha milik Sumiyatin yang selama hampir dua tahun mendapatkan pembinaan dari BAZNAS Jatim secara berkelanjutan hingga mampu mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Bazkara Food menghadirkan sejumlah produk olahan dalam kegiatan tersebut, mulai dari minuman bunga telang hingga aneka keripik yang menjadi produk usaha Sumiyatin. Kesempatan mengikuti misi dagang ini menjadi pengalaman penting bagi Sumiyatin untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Sebelum mendapatkan pembinaan dari BAZNAS Jatim, Sumiyatin menjalankan usahanya dengan berbagai keterbatasan dan belum memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan produk secara optimal. Selama hampir dua tahun, BAZNAS Jatim memberikan pendampingan dan dukungan agar usaha yang dijalankannya dapat terus tumbuh, hingga akhirnya Sumiyatin mendapatkan kesempatan membawa produk Bazkara Food dalam misi dagang di Pontianak.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, mengatakan pemberdayaan mustahik perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Kami ingin mustahik yang kami bina tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan mandiri. Ketika produk mereka bisa hadir dalam kegiatan seperti misi dagang ini, tentu menjadi bagian dari proses untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan usaha,” ujar Mohammad Ghofirin.
Sumiyatin mengaku bersyukur sekaligus menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Jatim untuk mengikuti Misi Dagang di Pontianak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Jawa Timur yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti misi dagang ini. Selama hampir dua tahun dibina, saya mendapatkan banyak pendampingan dan dukungan untuk mengembangkan usaha. Kesempatan seperti ini sangat berarti karena produk kami bisa dikenal lebih luas,” tutur Sumiyatin.
Melalui kehadiran Bazkara Food dalam Misi Dagang di Pontianak, BAZNAS Jatim berharap pembinaan yang diberikan kepada mustahik dapat terus membuka jalan bagi penguatan usaha dan perluasan pasar. BAZNAS Jatim juga berkomitmen mendorong para mustahik binaan agar semakin mandiri secara ekonomi, sehingga usaha yang mereka bangun tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.
Lihat Daftar Rekening →