WhatsApp Icon
Kepemimpinan Baru BAZNAS Jatim, BAZNAS RI Tekankan Penguatan Kinerja dan Layanan Mustahik

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh pimpinan BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Provinsi Jatim untuk meningkatkan profesionalisme, penguatan kinerja dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan layanan bagi mustahik.

Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat memberikan arahan kepada jajaran kepengurusan BAZNAS Provinsi Jatim yang baru dalam kunjungannya bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., beserta jajaran BAZNAS RI ke Kantor BAZNAS Provinsi Jatim di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Dalam arahannya, Sodik menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sederhana, produktif, berdedikasi, serta berorientasi pada mutu dan kualitas hasil. Menurutnya, etos kerja unggul yang berbasis pada sistem prestasi (merit system) perlu diperkuat di lingkungan BAZNAS.

"Di BAZNAS kita harus adil dan profesional. Kita harus menerapkan hal yang sekarang cukup sulit, yaitu merit system berbasis prestasi. Etika dan mutu ini bahkan disampaikan secara eksplisit dalam ajaran Islam," ujar Sodik.

Selain profesionalisme, Sodik mengingatkan jajaran BAZNAS untuk senantiasa menjaga kesederhanaan, transparansi, akuntabilitas, dan sikap melayani. Ia menegaskan, potensi dana ZIS nasional yang sangat besar dapat mencapai ratusan triliun rupiah per tahun membutuhkan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, secara khusus, visi besar BAZNAS yakni menggulirkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.

"Misi besar BAZNAS adalah membangun ekonomi syariah, sebuah sistem ekonomi yang sedang ditunggu-tunggu oleh dunia karena mampu tumbuh dan berkembang secara adil dan berkelanjutan. Sungguh mulia posisi kita ini," ucap Sodik.

"Maka dari itu, kita harus bekerja lebih profesional, sungguh-sungguh, dan berorientasi pada merit system agar potensi ini terkelola dan umat menjadi sejahtera. Bangsa yang maju memiliki budaya sederhana, berdedikasi, produktif, dan berorientasi pada mutu. Begitu pula di BAZNAS," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menyatakan kesiapan jajaran BAZNAS Jatim untuk memperkuat kinerja dan menyelaraskan program daerah dengan 13 Program Prioritas BAZNAS RI.

Ghofirin menyampaikan, saat ini BAZNAS Jatim juga tengah mematangkan rencana inovasi berbasis digital bernama "LAPOR BAZ". Aplikasi berbasis seluler dan media sosial ini dirancang untuk memangkas alur birokrasi, sehingga penerima manfaat (mustahik) yang membutuhkan bantuan mendesak dapat memperoleh layanan bantuan secara cepat.

"Kami berkomitmen penuh melakukan lompatan kinerja dan beradaptasi secara cepat, mulai dari pembenahan internal hingga percepatan respons pelayanan. Prinsip kami di BAZNAS Jawa Timur, jangan sampai ada rakyat Jawa Timur yang kelaparan sementara BAZNAS Jatim tidak mengetahuinya," ujar Ghofirin.

Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Bidang Pengumpulan H. Imam Hambali, M.S.E.I., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Hj. Amirotul Mu’minah, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BANZAS Jatim Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI., beserta jajarannya.

05/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi LAZ Persada, Buka Ruang Kolaborasi Penguatan Zakat

Surabaya - BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Persada Jatim Indonesia di Kantor BAZNAS Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka komunikasi mengenai berbagai potensi kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, LAZ Persada Jatim Indonesia hadir bersama Dewan Pengawas Syariah Anshorullah, Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia Fathoni Arief Wijaya beserta jajaran. Kehadiran jajaran LAZ Persada tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan profil lembaga, perkembangan program, serta kiprah yang selama ini dijalankan dalam menghimpun dan mendayagunakan dana ZIS untuk berbagai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur.

Selain memperkenalkan profil kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan jejaring dan kolaborasi antara LAZ Persada dengan BAZNAS Jawa Timur. LAZ Persada menyampaikan keinginan untuk membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama bersama seluruh mitra yang berada dalam jejaring BAZNAS di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat lebih luas.

Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia, Fathoni Arief Wijaya, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai potensi program yang dapat dikerjasamakan, dengan tetap menyesuaikan kapasitas, kebutuhan, dan karakteristik masing-masing lembaga.

“Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan LAZ Persada Jatim Indonesia kepada jajaran BAZNAS Jawa Timur. Harapannya, dari komunikasi ini kami bisa menemukan ruang-ruang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam program maupun jejaring, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat,” ujar Fathoni Arief Wijaya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan lembaga amil zakat dan berbagai mitra pengelola ZIS di Jawa Timur. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim periode 2026–2031 memiliki sembilan program prioritas melalui konsep Nawa Pradana, yang menjadi pijakan dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

“Nawa Pradana ini terdiri dari BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi. Dari sembilan program ini, tentu ada ruang yang bisa kita kolaborasikan bersama, dan BAZNAS Jatim sangat terbuka untuk membangun sinergi agar gerakan zakat di Jawa Timur semakin solid serta manfaatnya semakin luas,” kata Mohammad Ghofirin.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bergerak, Salurkan Bantuan melalui Kapal Kemanusiaan Flores NTT

BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan melalui Kapal Kemanusiaan pada Jumat (4/9/2026), bersama bantuan dari berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana serta membutuhkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.

Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo. Pengiriman ini menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat, kemanusiaan, dan relawan di Jawa Timur dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, sekaligus memperluas jangkauan bantuan hingga ke wilayah yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.

Secara keseluruhan, bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur mencapai 27 ton dengan dukungan sebanyak 62 armada. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus meringankan beban mereka selama menjalani masa pemulihan pascabencana dan menghadapi berbagai keterbatasan yang masih dirasakan di wilayah terdampak.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian berbagai pihak yang terlibat dalam pengiriman bantuan tersebut. Menurutnya, semangat kemanusiaan perlu terus dijaga untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di berbagai daerah Indonesia, terutama masyarakat yang saat ini membutuhkan dukungan untuk melewati kondisi sulit setelah bencana melanda wilayah mereka. “Kita bersyukur hingga hari ini jiwa kemanusiaan kita masih ada dalam diri kita. Jiwa kemanusiaan ini berfungsi untuk terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana di beberapa tempat di Indonesia,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS Jatim dalam pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “Ini adalah contoh sinergi yang baik antar lembaga. Tentu kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Dari BAZNAS akan terus berkomitmen untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Dan ini bukan bantuan kita yang terakhir, insyaallah kita akan terus melihat perkembangan di lapangan dan apa saja yang masih dibutuhkan,” ujar Ghofirin.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah BAZNAS Jatim untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat terus diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan dukungan berikutnya agar bantuan yang diberikan dapat semakin tepat sasaran, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan dan penanganan pascabencana masih berlangsung.

Bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur selanjutnya akan tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah titik. Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui relawan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan, sehingga bantuan yang telah dihimpun dapat segera diterima oleh para penyintas yang membutuhkan, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan kebutuhan pokok akibat dampak gempa.

Melalui pengiriman bantuan tersebut, BAZNAS Jatim akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau kebutuhan masyarakat terdampak di Flores, NTT. Upaya ini diharapkan dapat memastikan dukungan kemanusiaan terus hadir secara tepat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap langkah bantuan berikutnya.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi Dekopinwil Jatim, Bahas Penguatan Sinergi dan Kolaborasi

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang sinergi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Silaturahmi ini juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antarlembaga untuk menciptakan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, bersama jajaran pimpinan di lingkungan Dekopinwil Jatim. Rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, bersama para wakil ketua dan kepala bidang BAZNAS Jatim. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat melalui silaturahmi dan diskusi mengenai berbagai potensi program yang dapat dikembangkan secara bersama ke depan. Kehadiran jajaran kedua lembaga turut memperlihatkan komitmen untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang semakin erat.

Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga membahas berbagai kemungkinan sinergi yang dapat dilakukan sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Dekopinwil Jatim memiliki peran dalam penguatan gerakan koperasi, sedangkan BAZNAS Jatim menjalankan berbagai program pengelolaan zakat sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pertemuan tersebut kemudian diarahkan untuk mencari titik temu yang memungkinkan kedua kekuatan tersebut dapat dipadukan melalui program yang produktif dan berkelanjutan.

Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga membangun sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS Jatim diharapkan dapat turut memperkuat program-program yang dijalankan kedua lembaga sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.

“Tujuan kami pertama adalah silaturahim, kemudian yang kedua membangun sinergi dan kolaborasi dalam menguatkan program Dekopinwil dan BAZNAS. Mudah-mudahan bisa terwujud sebagaimana harapan kita semua dan betul-betul dapat membawa manfaat dan barokah untuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Selamet Sutanto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terjalin bersama Dekopinwil Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim memiliki semangat yang sama untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga dalam menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS Jatim tentu menyambut baik silaturahmi dan rencana sinergi bersama Dekopinwil Jawa Timur. Kami berharap komunikasi ini dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi program yang konkret, sehingga potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Ghofirin.

Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS Jatim dan Dekopinwil Jatim berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditindaklanjuti melalui pembahasan program dan bentuk kerja sama yang lebih konkret. Sinergi kedua lembaga diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan, serta menghadirkan program yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim Bahagiakan 100 Anak Yatim di Pamekasan

Pamekasan, 2 September 2026 — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan Lebaran Yatim yang digelar di SMA Negeri 2 Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (2/9/2026).

Sebanyak 100 anak yatim dari SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Pamekasan hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan di Jawa Timur.

Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Musa'um, S.Pd., MM. dalam sambutannya menyampaikan laporan mengenai hasil koordinasi dan rapat persiapan yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Pamekasan, Agung Dwi Prabowo, S.Psi., M.Psi., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan BAZNAS Jatim tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari penghimpunan dan pentasharufan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hasil yang kita peroleh sehari-hari bukan sepenuhnya milik kita, ada hak orang lain di dalamnya,” tutur Agung.

Ia juga mengajak para ASN di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Pamekasan maupun BAZNAS Jatim. Menurutnya, pengelolaan zakat melalui BAZNAS dilakukan secara amanah dan transparan, termasuk dalam pelaporan penyalurannya kepada masyarakat.

Ajakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem zakat di lingkungan pendidikan, sehingga potensi zakat yang ada dapat dihimpun dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program-program kemanfaatan.

Dalam kesempatan yang sama, Waka IV BAZNAS Jatim, Assoc. Prof. H. Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDEA, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Gebyar Muharram. Meski momentum Muharram telah berlalu, menurutnya, semangat untuk membahagiakan anak-anak yatim harus terus dijaga.

“Fokus kita adalah membahagiakan anak-anak yatim. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Provinsi Jawa Timur yang dapat terlaksana karena adanya zakat yang dihimpun melalui UPZ,” jelas Syarif.

Syarif juga mengungkapkan besarnya potensi zakat di lingkungan Cabdindik Kabupaten Pamekasan. Dengan jumlah sekitar 400 ASN dan 300 PPPK, potensi zakat yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai Rp89 juta per bulan.

Namun demikian, ia menyampaikan bahwa potensi tersebut hingga saat ini belum terealisasi secara optimal dalam bentuk setoran zakat melalui UPZ.

Karena itu, BAZNAS Jatim akan terus mendorong penguatan literasi dan kesadaran zakat di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melalui kegiatan Manasik Zakat, sebagai sarana edukasi agar para ASN dan PPPK semakin memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Kegiatan Lebaran Yatim di Pamekasan diharapkan tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada 100 anak yatim, tetapi juga menjadi penguat sinergi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik, dan UPZ dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan pendidikan.

Dengan semakin optimalnya penghimpunan zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur.

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Khotmil Quran dan Ta’aruf, Pimpinan Baru BAZNAS Jatim Perkuat Kekompakan Menyongsong Nawa Pradana
Khotmil Quran dan Ta’aruf, Pimpinan Baru BAZNAS Jatim Perkuat Kekompakan Menyongsong Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar khatmil Quran sekaligus ta’aruf pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026 - 2031, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi jajaran pimpinan baru untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menyatukan semangat dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Jawa Timur. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus memperkuat komunikasi antarpimpinan dalam menjalankan tugas bersama ke depan. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026 - 2031, yakni Ketua Muhammad Ghofirin, Wakil Ketua I Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, Wakil Ketua III Amirul Mukmina, dan Wakil Ketua IV Muhammad Syarif Hidayatullah. Kehadiran seluruh pimpinan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kekompakan sejak awal masa kepengurusan baru. Suasana kebersamaan juga terlihat melalui kesempatan saling bertukar pandangan mengenai langkah dan tantangan yang akan dihadapi bersama. Selain menjadi momentum silaturahmi, khatmil Quran dan ta’aruf tersebut juga menjadi kesempatan bagi pimpinan BAZNAS Jatim untuk memperkuat semangat kebersamaan. Setelah resmi dilantik, jajaran pimpinan memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan meningkatkan berbagai program zakat yang telah berjalan. Karena itu, diperlukan komunikasi yang kuat, koordinasi yang baik, serta kesamaan visi agar setiap langkah kepemimpinan dapat berjalan secara selaras dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan juga kembali meneguhkan komitmen untuk menyongsong pelaksanaan Sembilan Nawa Pradana BAZNAS Jatim yang telah menjadi arah utama program kepengurusan periode 2026–2031. Sembilan program tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, BAZNAS Jatim Sinergi, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, dan BAZNAS Jatim Tangguh. Penguatan semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bersama dalam menerjemahkan setiap program menjadi kerja nyata di tengah masyarakat. Sembilan Nawa Pradana BAZNAS Jatim tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin berdampak, terarah, dan berkelanjutan. Melalui sembilan fokus tersebut, BAZNAS Jatim berupaya memperkuat berbagai aspek pelayanan kepada masyarakat, mulai dari kepedulian sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan dan kesejahteraan. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pimpinan serta dukungan berbagai pihak agar manfaat zakat dapat dirasakan semakin luas oleh para mustahik. Ketua BAZNAS Jatim Muhammad Ghofirin menyampaikan bahwa momentum ta’aruf menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan jajaran pimpinan baru. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya terbangun dalam suasana silaturahmi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menjalankan amanah dan menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin solid, seluruh pimpinan dapat bergerak bersama untuk memperkuat pelaksanaan program serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Jatim. Melalui khatmil Quran dan ta’aruf tersebut, BAZNAS Jatim berharap kepemimpinan periode 2026 - 2031 dapat diawali dengan semangat kebersamaan, kekompakan, dan komitmen yang kuat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa amanah pengelolaan zakat membutuhkan kerja kolektif dan sinergi seluruh jajaran. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Jatim siap menyongsong pelaksanaan Sembilan Nawa Pradana untuk menghadirkan manfaat zakat yang semakin luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Pacitan Gelar Lebaran Yatim, Salurkan Bantuan bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Mikro
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Pacitan Gelar Lebaran Yatim, Salurkan Bantuan bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Mikro
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Aula SMKN 2 Pacitan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 2 Pacitan Drs. Subagyo, M.M., para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Pacitan, Kasi SMA dan SMK se-Kabupaten Pacitan, guru pendamping, serta para penerima bantuan. Dalam sambutannya, Waka II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 215. Dalam ayat tersebut, terdapat lima prioritas utama dalam membelanjakan rezeki, yakni kepada orang tua, kerabat (wal aqrobin), anak yatim (wal yatama), orang miskin (wal masakin), serta musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal (ibnu sabil). Gus Afif menegaskan bahwa BAZNAS Jatim memiliki komitmen untuk mengembalikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada umat dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “BAZNAS Jatim sangat berkomitmen untuk mengembalikan ZIS kepada umat, salah satunya melalui kegiatan di UPZ Cabdindik Pacitan yang merupakan bagian dari UPZ BAZNAS Jatim,” jelasnya. Ia menjelaskan, dana ZIS yang dihimpun melalui UPZ akan diprioritaskan untuk dikembalikan sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat di sekitar wilayah UPZ. Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Jatim atas pengelolaan ZIS yang dinilai sangat baik sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Ia menyampaikan bahwa pihaknya merasa bersyukur dapat turut menunaikan sekaligus menerima manfaat dari zakat. Sasmito juga mengapresiasi para kepala sekolah yang telah berkontribusi dalam pembayaran ZIS. Menurutnya, komitmen tersebut perlu terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh stakeholder di lingkungan sekolah. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, pembayaran ZIS juga menjadi bagian dari edukasi diri agar manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. “Amanah dari para muzakki ini pun diharapkan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya dan penuh kesungguhan,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim, penerima bantuan rombong usaha, dan penerima bantuan modal usaha. Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Pacitan dalam mengoptimalkan penghimpunan serta pendistribusian ZIS untuk kemaslahatan umat. Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS Jatim berharap manfaat ZIS dapat terus diperluas, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Kabupaten Pacitan.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Pacitan Salurkan Zakat Profesi dan Infaq Rp180 Juta
BAZNAS Jatim dan Pacitan Salurkan Zakat Profesi dan Infaq Rp180 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Pacitan menggelar pentasharufan dana zakat profesi dan infaq di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Pacitan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Pacitan H. Shodiq Suja’ Ba beserta jajaran, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pacitan, jajaran OPD, para muzakki dan munfiq, serta para penerima bantuan (mustahik). Dalam sambutannya, Waka II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, memaparkan kolaborasi program antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Pacitan sepanjang tahun 2026 yang mencapai total Rp180 juta. “Kolaborasi program kita dengan BAZNAS Pacitan tahun ini totalnya Rp180 juta. Di antaranya penanganan kekeringan senilai Rp49 juta di enam kecamatan, bantuan rombong untuk 10 mustahik masing-masing Rp3,5 juta, bantuan modal usaha untuk 10 mustahik masing-masing Rp1 juta, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) untuk tujuh mahasiswa masing-masing Rp2 juta,” jelasnya. Lebih lanjut, Gus Afif menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Pacitan juga berencana mengembangkan kolaborasi program pada masa mendatang. Di antaranya santunan rutin bagi dhuafa fakir lanjut usia sebesar Rp600 ribu per bulan serta program bedah rumah senilai Rp20 juta untuk setiap unit. Ia menegaskan, berbagai program tersebut merupakan amanah dari para muzakki dan donatur yang harus dikelola serta disalurkan secara profesional agar memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik. “Dengan dukungan yang baik dari pemerintah daerah dan seluruh OPD yang telah berperan sebagai muzakki serta munfiq, BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus menjadi instrumen strategis yang melengkapi program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, khususnya dalam hal-hal yang belum ter-cover oleh APBD dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya. Sementara itu, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Didik Darmawan, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Jatim, para muzakki, dan munfiq yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penyaluran dana BAZNAS Jatim merupakan bentuk kepedulian yang dilakukan secara rutin dan diharapkan dapat memberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara BAZNAS Jatim, BAZNAS Kabupaten Pacitan, pemerintah daerah, OPD, serta para muzakki dan munfiq, pentasharufan zakat dan infaq diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan amanah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Kabupaten Pacitan.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Silaturahmi BAZNAS Jatim dan Kalbar Bahas Peluang Sinergi Bersama
Silaturahmi BAZNAS Jatim dan Kalbar Bahas Peluang Sinergi Bersama
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersilaturahmi dengan Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di Kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kalimantan Barat Hamzah Tawil bersama Wakil Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas sejumlah hal terkait pengelolaan zakat dan pengembangan program BAZNAS di masing-masing daerah. Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Ghofirin dan jajaran BAZNAS Kalimantan Barat saling berbagi cerita mengenai program yang selama ini dijalankan. Sejumlah pengalaman di masing-masing provinsi turut menjadi bahan pembicaraan, termasuk bagaimana BAZNAS dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola. Selain bertukar pengalaman, kedua pihak juga membicarakan sejumlah peluang yang dapat dikerjasamakan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan antara BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Kalimantan Barat, tetapi juga dapat terhubung dengan BAZNAS di daerah lain hingga tingkat nasional. Dengan begitu, program yang sudah berjalan di satu daerah dapat menjadi bahan pembelajaran dan dikembangkan bersama di daerah lainnya. Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengatakan, silaturahmi menjadi salah satu cara untuk memperkuat komunikasi antar pimpinan BAZNAS. Menurutnya, setiap daerah memiliki pengalaman dan program yang bisa saling dipelajari. “Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar gagasan dengan BAZNAS Kalimantan Barat. Banyak hal yang bisa kita diskusikan, termasuk peluang kerja sama yang nantinya bisa dikembangkan bersama,” ujar Ghofirin. Ghofirin menambahkan, hubungan baik antar BAZNAS di tingkat provinsi penting untuk terus dibangun. Menurutnya, kerja sama tidak harus selalu dalam bentuk program besar, tetapi bisa dimulai dari berbagi pengalaman, informasi, hingga saling mendukung dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. “Yang terpenting adalah komunikasi dan sinerginya terus berjalan. Dari komunikasi seperti ini, kita bisa melihat apa yang bisa dikerjakan bersama dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat,” katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Hamzah Tawil menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS Jawa Timur tersebut. Ia menilai pertemuan seperti ini penting karena masing-masing BAZNAS memiliki pengalaman yang berbeda dalam mengelola zakat dan menjalankan program di daerahnya. “Kami sangat menyambut baik silaturahmi dari BAZNAS Jawa Timur. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling bertukar pengalaman dan membicarakan hal-hal yang bisa kita kerjasamakan,” ujar Hamzah. Hamzah berharap komunikasi antara BAZNAS Kalimantan Barat dan BAZNAS Jawa Timur dapat terus terjaga setelah pertemuan tersebut. Ia juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang, sehingga hubungan antarlembaga BAZNAS semakin kuat, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Silaturahmi ini pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi Pendidikan dan Zakat, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim hingga Bantuan Usaha di Nganjuk
Sinergi Pendidikan dan Zakat, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim hingga Bantuan Usaha di Nganjuk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Nganjuk menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 1 Bagor, Nganjuk, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim H. Imam Hambali, M.S.E.I., Kepala Cabdindik Wilayah Nganjuk M. Ardiyanto, S.Pd., M.M., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Nganjuk Teki Widiastuti, S.E., serta kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah Nganjuk. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu, turut disalurkan bantuan kepada 10 mustahik berupa rombong usaha dan bantuan modal usaha sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Wakil Ketua I BAZNAS Jatim H. Imam Hambali, M.S.E.I. menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan infak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Melalui arahan Gubernur Jawa Timur, BAZNAS mendorong pengentasan kemiskinan dan program satu keluarga satu sarjana dengan melibatkan perangkat daerah serta satuan pendidikan," jelasnya. Di Kabupaten Nganjuk, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui gerakan infak rutin, khususnya setiap Jumat. Dana yang terkumpul nantinya dikembalikan untuk kemanfaatan siswa dan masyarakat melalui berbagai program, seperti santunan yatim, bedah rumah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. "Sinergi BAZNAS dengan kepala sekolah, guru, wali murid, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui semangat 'dari kita, untuk kita'," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk M. Ardiyanto, S.Pd., M.M. menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen menyalurkan zakat secara amanah dan tepat sasaran bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. "Selain bantuan perbaikan rumah, BAZNAS juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan bantuan bagi SLB sebagai bentuk kepedulian kepada mustahik," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar sekolah-sekolah di bawah Cabdindik Nganjuk yang belum menyalurkan zakat melalui UPZ dapat turut berkolaborasi dalam pengelolaan zakat untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan sekaligus menghadirkan manfaat zakat dan infak secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Bondowoso–Situbondo Salurkan Bantuan untuk Yatim dan Pelaku Usaha
BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Bondowoso–Situbondo Salurkan Bantuan untuk Yatim dan Pelaku Usaha
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso–Situbondo menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan mustahik di SMA Negeri 2 Bondowoso, Senin (10/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim, masing-masing sebesar Rp100.000, disertai tas dan alat tulis. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp10.000.000. Selain menyasar anak yatim dan peserta didik yang membutuhkan dukungan, BAZNAS juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada lima pelaku UMKM, masing-masing sebesar Rp2.000.000, serta bantuan lima gerobak usaha kepada penerima manfaat, masing-masing senilai Rp3.500.000. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Assoc. Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan dhuafa. "Kita semua mungkin tidak bisa membahagiakan anak yatim tiap hari, tapi melalui apa yang kita punya, kita bisa berbagi dan itulah fadhilah buat kita semua," ucapnya. Prof. Syarif kemudian mengangkat kisah Rasulullah SAW yang bertemu dengan seorang anak yatim dalam suasana Idulfitri. Kisah tersebut, menurutnya, menggambarkan besarnya perhatian Islam terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan kasih sayang serta kepedulian. Ia juga mengajak masyarakat yang telah memenuhi ketentuan sebagai muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat. Zakat, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan zakat fitrah, tetapi juga zakat mal bagi mereka yang telah memenuhi syarat, termasuk nisab dan haul. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program pemberdayaan, pendidikan, maupun bantuan bagi kelompok yang membutuhkan. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso–Situbondo, Drs. Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa apa pun kondisinya, anak-anak harus tetap mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS memberikan banyak manfaat sekaligus menghadirkan secercah harapan bagi masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin setiap tahun. Ia menambahkan, sinergi antara BAZNAS dan dunia pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti belajar. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Bondowoso–Situbondo berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata, mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat, serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso atau yang mewakili, Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Kasi SMA Cabdin Wilayah Bondowoso–Situbondo, serta para kepala sekolah di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Gubernur Khofifah Lantik 5 Pimpinan BAZNAS Jatim Periode 2026-2031, Dorong Transformasi Zakat dari Bantuan Jadi Instrumen Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Khofifah Lantik 5 Pimpinan BAZNAS Jatim Periode 2026-2031, Dorong Transformasi Zakat dari Bantuan Jadi Instrumen Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik lima Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jatim Periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/8) malam. Lima pimpinan yang dilantik, HM. Ghofirin sebagai Ketua BAZNAS Jatim, H. Imam Hambali sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Afif Amrullah Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Amiroh, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan serta Assoc Prof. M. Syarif Hidayatullah Wakil Ketua IV Bidang Administrasi. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mendorong kepengurusan BAZNAS Jatim periode 2026–2031 untuk memperkuat pola pengelolaan dan pentasarufan zakat yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan spesifik mustahik hingga mendorong mereka menuju kemandirian. Khofifah menambahkan, BAZNAS perlu terus menyisir kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan, termasuk kelompok ojol perempuan yang sebagian besar merupakan ibu tunggal atau single mother. “Mustahik memiliki banyak komponen dan varian. Namun persoalan perempuan ini sangat genting dan penting. Bukan hanya bantuan yang kita berikan, tetapi juga pembinaan mental dan penguatan spiritual. Pola-pola seperti ini perlu berjalan beriringan,” ujarnya. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, sebagian besar ojol perempuan berada pada kelompok desil 1 dan 2. Khofifah mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok mustahik membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, sesuai dengan persoalan yang mereka hadapi. Ia menilai, pentasarufan zakat tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk bantuan material. Pendampingan kesehatan, penguatan mental dan spiritual, serta pemberdayaan ekonomi perlu berjalan secara terintegrasi agar bantuan yang diberikan mampu memberikan dampak jangka panjang. “Komponen Mustahik itu membutuhkan sapaan. Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan dan penguatan. Para ojol perempuan ini sangat senang ketika mendapatkan perhatian seperti itu,” tuturnya. Khofifah juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen ojol perempuan tersebut merupakan single mother. Dari kelompok itu, sekitar 10 persen di antaranya memiliki anak berkebutuhan khusus. Kondisi tersebut membuat sebagian ibu harus menghadapi pilihan sulit antara memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan kewajiban merawat anak yang membutuhkan perhatian khusus. “Kalau sebagian besar mereka adalah single mother, bahkan ada yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tentu ada kebutuhan untuk mengurangi jam bekerja di luar rumah. Persoalannya, ketika mereka tidak bekerja, siapa yang akan memenuhi kebutuhan keluarga dan siapa yang merawat anaknya," jelasnya. Khofifah pun mendorong agar program pemberdayaan zakat juga dirancang untuk memberikan sumber penghasilan yang memungkinkan para ibu tetap bekerja tanpa harus meninggalkan anak dalam waktu yang terlalu lama. Salah satu bentuk dukungan yang disebut adalah bantuan Z Chicken dan rombong dari BAZNAS RI bagi ojol perempuan yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal penerima manfaat “Kalau ada Z Chicken, mereka bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan anak. Ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang sangat penting,” ungkapnya. Bagi Khofifah, pola pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen transformasi sosial. Penerima manfaat tidak hanya dibantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga didorong agar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat sehingga pada waktunya dapat keluar dari kondisi rentan. “Ini calon muzaki dan mustahik. Agar para muzaki yakin bahwa dana zakat yang mereka tasarufkan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Rata-rata usia mereka berada di sekitar 50 tahun,” jelasnya. Khofifah menegaskan, keberhasilan pengelolaan zakat salah satunya dapat dilihat dari kemampuan lembaga amil dalam menemukan kelompok masyarakat yang membutuhkan, memberikan intervensi sesuai kebutuhan, serta membangun jalan menuju kemandirian. Ia berharap BAZNAS Jatim dapat memperkuat pola pentasarufan yang mengintegrasikan bantuan sosial dengan layanan kesehatan, pembinaan mental dan spiritual, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi. “Ketika aspek fisik, kesehatan mental, spiritual dan ekonomi bisa kita intervensi secara beriringan, insyaallah mustahik tidak hanya terbantu untuk melewati persoalan hari ini, tetapi juga memiliki jalan untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” katanya. Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan BAZNAS dalam menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat ditangani melalui pembiayaan APBD. Menurutnya, masih terdapat berbagai kebutuhan masyarakat yang memerlukan intervensi cepat dan spesifik, mulai dari beasiswa bagi anak-anak keluarga kurang mampu hingga bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. “Banyak kebutuhan masyarakat yang tidak bisa seluruhnya tersentuh dan dibiayai oleh APBD. Salah satunya pemberian beasiswa maupun bantuan sosial. Karena itu, perlu diintegrasikan antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan BAZNAS Jawa Timur,” sebutnya. Integrasi tersebut dinilai penting agar berbagai program tidak berjalan sendiri-sendiri. Data dan kebutuhan penerima manfaat perlu dipadukan sehingga intervensi pemerintah dan BAZNAS dapat lebih tepat sasaran serta memberikan dampak yang lebih menyeluruh. “Jadi mekanisme seperti ini diharapkan memberikan dampak terhadap penurunan kemiskinan sekaligus peningkatan ekonomi Jawa Timur. Ada yang mendapatkan beasiswa, ada yang mendapatkan bantuan sosial, ada yang mendapatkan pemberdayaan ekonomi, dan semuanya harus terintegrasi,” katanya. Khofifah menambahkan, potensi zakat yang besar perlu dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan semakin berorientasi pada pemberdayaan. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah selaku Pembina Wilayah Jawa Timur, Hj Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi atas pelantikan lima pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031. Menurutnya, pimpinan BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan dengan prinsip akuntabilitas dan kompetensi. Ia menilai BAZNAS Jatim perlu terus memperkuat tata kelola sekaligus membangun konsolidasi dengan berbagai pihak agar pengelolaan zakat mampu menjawab kebutuhan mustahik secara lebih efektif. "Sinkronisasi konsolidasi menjadi penting. BAZNAS Jatim harus menjaga tata kelola sekaligus menjadi bagian problem solving dari seluruh kebutuhan mustahik dan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Timur," katanya. Saidah juga menyebut BAZNAS sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mengelola dana zakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Usai dilantik, Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin menegaskan komitmennya membawa BAZNAS Jatim memasuki fase transformasi yang inklusif, profesional, dan berdampak. BAZNAS Jatim akan segera bekerja dengan mengusung Nawa Pradana sebagai sembilan prioritas strategis. Konsep tersebut mengintegrasikan Asta Strategis BAZNAS RI dengan Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Nawa Pradana ini menjadi pijakan BAZNAS Jatim dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya. Sembilan prioritas tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi. Melalui BAZNAS Jatim Peduli, program akan diarahkan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan dakwah, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan seperti dhuafa, yatim, lansia, penyandang disabilitas, dan gharimin. Program tersebut juga mencakup dukungan terhadap hunian layak serta penguatan kegiatan sosial keagamaan. Sementara BAZNAS Jatim Cerdas akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa, penguatan pendidikan vokasi, serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dhuafa. Pada sisi pemberdayaan, program BAZNAS Jatim Sejahtera diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi penerima manfaat sehingga bantuan zakat dapat berkembang menjadi instrumen kemandirian ekonomi. Adapun BAZNAS Jatim Sinergi akan difokuskan pada perluasan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta penguatan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, lembaga amil zakat (LAZ), dunia usaha, ulama, dan lembaga pendidikan. “Sinergi ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pengumpulan serta pendayagunaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus memperkuat literasi dan edukasi agar basis muzaki semakin luas,” pungkas Ghofirin.
BERITA10/08/2026 | Humas Pemprov Jatim
BAZNAS Jatim Kunjungi Kampung ZCD Mekarsari Gresik
BAZNAS Jatim Kunjungi Kampung ZCD Mekarsari Gresik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Gresik melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Ternak Mekarsari, Kampung Zakat Community Development (ZCD), di Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (8/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan mustahik melalui sektor peternakan yang telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E. Ketua Terpilih BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., serta Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik beserta jajaran. Turut hadir kelompok ternak setempat yang beranggotakan 38 mustahik penerima manfaat program ZCD, yang selama ini terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan usaha peternakan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung aktivitas peternakan sekaligus berdialog dengan para penerima manfaat. Program yang pada awalnya diberikan untuk membantu mustahik meningkatkan kemandirian ekonomi tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Para penerima manfaat tidak hanya mampu mengembangkan usaha ternaknya, tetapi juga mulai mampu berbagi dan menunaikan zakat. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemberdayaan melalui zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ketua BAZNAS RI Haji Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa perkembangan Kelompok Ternak Mekarsari menjadi salah satu contoh bagaimana program zakat dapat mendorong perubahan kehidupan masyarakat. Ia berharap semakin banyak mustahik yang mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan hingga mampu meningkatkan kesejahteraan, kemudian tumbuh menjadi muzaki yang dapat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. “Kita berharap semakin banyak mustahik yang bisa berdaya, kemudian ekonominya meningkat, dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Mohon doanya agar BAZNAS terus diberikan kekuatan untuk mengemban amanah ini dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” ujar Sodik Mujahid. Ia menambahkan, proses pemberdayaan seperti yang dilakukan melalui Kampung ZCD membutuhkan kesinambungan dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari bantuan yang diterima oleh mustahik, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelahnya, terutama ketika penerima manfaat mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama kelompok ternak Mekarsari. Dalam kesempatan tersebut, para mustahik menyampaikan pengalaman selama mengikuti program, perkembangan usaha peternakan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Dialog tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, dan BAZNAS Gresik untuk mendengar secara langsung pengalaman penerima manfaat sekaligus melihat kebutuhan pengembangan program ke depan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan BAZNAS Kabupaten Gresik dalam menghadirkan program zakat yang berdampak dan berkelanjutan. Perjalanan Kelompok Ternak Mekarsari menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi jalan pemberdayaan, dari mustahik yang menerima manfaat hingga mampu tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan kemudian turut menunaikan zakat. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi agar semakin banyak program serupa mampu melahirkan mustahik yang berdaya dan kelak menjadi muzaki.
BERITA09/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadiri Pengembangan Kawasan Sosial Ekonomi Pesantren di Gresik
BAZNAS Jatim Hadiri Pengembangan Kawasan Sosial Ekonomi Pesantren di Gresik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut menghadiri kegiatan Pengembangan Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, Haji Sodik Mudjahid serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur terpilih Mohammad Ghofirin. Kehadiran BAZNAS Jatim dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan pesantren yang tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa arah pengembangan program BAZNAS ke depan akan semakin berpusat pada upaya pengentasan kemiskinan. “Sesuai dengan arahan Bapak, program BAZNAS ke depan tidak terlalu kreatif, tetapi berpusat kepada kemiskinan,” ujarnya. Ia menjelaskan, fokus tersebut diwujudkan melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mustahik, sekaligus mendorong agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata. Ia menyebutkan beberapa program yang menjadi fokus BAZNAS, di antaranya BAZNAS Tanggap Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, beasiswa, serta pesantren dan madrasah yang layak belajar. Selain itu, terdapat pula program rumah layak huni dan Balai Ternak yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. “Yang pertama adalah BAZNAS Tanggap Kemiskinan, yang kedua BAZNAS Tanggap Bencana, yang ketiga adalah beasiswa, yang keempat adalah pesantren dan madrasah yang layak belajar,” jelasnya. BAZNAS juga terus memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui program rumah layak huni, penyediaan sumber air bersih, hingga bantuan penerangan bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses. Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan para penerima manfaat. “Berikutnya adalah fasilitas air, bantuan sumber air bersih. Baik itu untuk perkampungan yang sulit air maupun di perkotaan, banyak rumah-rumah yang juga sulit air. Itu nanti akan kita kembangkan,” jelasnya. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, BAZNAS juga terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Balai Ternak dan bantuan ekonomi berbasis masjid. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan mustahik. “Untuk saat ini kita arahkan, basic nya adalah masjid dan pesantren. Itu sudah kita alokasikan,” tuturnya. Menurutnya, masjid dan pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kegiatan sosial maupun ekonomi. Melalui kegiatan Pengembangan Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren tersebut, BAZNAS Jatim turut mendukung penguatan peran pesantren sebagai salah satu pusat pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, pesantren, dan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial ekonomi, sekaligus mendorong masyarakat dan mustahik agar semakin mandiri. Kehadiran BAZNAS Jatim dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA08/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kolaborasi dengan Cabdindik Banyuwangi, BAZNAS Jatim Santuni Anak Yatim dan Perkuat Ekonomi Mustahik
Kolaborasi dengan Cabdindik Banyuwangi, BAZNAS Jatim Santuni Anak Yatim dan Perkuat Ekonomi Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak yatim di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi bagi mustahik melalui penyaluran bantuan usaha. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 siswa SMA dan SMK yang merupakan anak yatim menerima santunan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain itu, BAZNAS Jatim juga menyerahkan lima bantuan modal usaha masing-masing senilai Rp2 juta serta lima bantuan peralatan kerja berupa rombong senilai Rp3,5 juta. Bantuan modal usaha dan bantuan peralatan kerja tersebut disalurkan melalui sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Banyuwangi. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Iwan Triyono, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas kepedulian yang diberikan kepada para siswa yatim dan masyarakat yang membutuhkan. "Selama ini, guru-guru SMA/SMK dan pegawai Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur memang menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur sehingga pada hari ini santunan yatim dan bantuan modal usaha maupun peralatan kerja berupa rombong ini disalurkan melalui SMA dan SMK di Banyuwangi," katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanta, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, selain penyerahan santunan kepada 100 anak yatim, BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan dalam program pemberdayaan ekonomi. "Nilai bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS Jatim hari ini mencapai Rp37,5 juta," sebutnya. Ia menambahkan, selama ini BAZNAS Kabupaten Banyuwangi juga telah melaksanakan program serupa. Selain santunan yatim secara rutin, beasiswa juga diberikan kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs. Beasiswa bagi siswa SMA dan SMK memang masuk dalam program BAZNAS Provinsi Jawa Timur. "Baznas Kabupaten Banyuwangi juga tetap melayani ketika ada pengajuan bantuan biaya pendidikan yang sifatnya mendesak," kata Dwi. Kegiatan santunan anak yatim tersebut dihadiri seluruh kepala SMA dan SMK di Kabupaten Banyuwangi. Dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur hadir perwakilan pelaksana, di antaranya Koordinator Pelaksana Bidang Keuangan dan Koordinator Pelaksana Bidang Pengumpulan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak anak yatim yang memperoleh perhatian serta mustahik yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi melalui program-program pemberdayaan.
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jombang Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Kecil
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jombang Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Kecil
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim di SMKN 1 Jombang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Jatim dan dunia pendidikan dalam menghadirkan kepedulian kepada anak yatim sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Jombang, Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Jombang Drs. Mufid, M.M.Pd., serta para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah Jombang. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu, sebanyak 10 mustahik menerima bantuan rombong usaha dan bantuan modal usaha sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Kepala Cabdindik Wilayah Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, sinergi tersebut memberikan dampak positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak yatim. "Kolaborasi dengan BAZNAS Jawa Timur menjadi salah satu bentuk sinergi yang berdampak positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor pendidikan, terutama bagi anak yatim," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, warga sebatang kara, dan fakir miskin melalui berbagai program sosial yang dijalankan BAZNAS. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap anak yatim, warga sebatang kara, dan fakir miskin melalui berbagai program sosial BAZNAS, termasuk bantuan rutin serta Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, insyaallah semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," tutur Ali Maschan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang dapat terus berlanjut dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperluas kepedulian terhadap anak yatim dan pemberdayaan mustahik di Jawa Timur.
BERITA05/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jember-Lumajang Santuni 200 Anak Yatim dan Bantuan Usaha
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jember-Lumajang Santuni 200 Anak Yatim dan Bantuan Usaha
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jember-Lumajang menggelar kegiatan Lebaran Yatim dengan memberikan santunan kepada 200 anak yatim di SMKN 6 Jember, Selasa (4/8/2026). Pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan lima rombong usaha dan lima bantuan modal usaha kepada para mustahik sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.H., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., pimpinan BAZNAS Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang, kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Wilayah Jember-Lumajang, serta para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang, Iwan Triyono, mengatakan bahwa kegiatan Lebaran Yatim menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kepedulian terhadap anak-anak yatim melalui sinergi antara Dinas Pendidikan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan UPZ. "Alhamdulillah, melalui kegiatan ini 200 anak yatim menerima santunan. Selain itu, ada lima bantuan rombong usaha dan lima bantuan modal usaha. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat belajar dan terus mengejar cita-cita. Menurutnya, mereka tidak sendiri karena selalu mendapat dukungan dari guru, pemerintah, BAZNAS, dan berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan mereka. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Nonstruktural (LPNS) yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Ia mengapresiasi kinerja UPZ Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang yang berhasil menghimpun setoran zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp200 juta, tertinggi di antara Cabdindik se-Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat pada tahun mendatang. "Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang menjadi satu-satunya yang menyetorkan Rp200 juta. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi Rp400 juta," katanya. Prof. Ali juga menegaskan bahwa 70 persen dana yang dihimpun melalui UPZ akan kembali untuk mendukung berbagai program di lingkungan UPZ. Ia mengingatkan bahwa dalam Islam yang dinilai Allah SWT bukanlah banyaknya amal, melainkan kualitasnya. Menutup sambutannya, Prof. Ali berpesan kepada anak-anak yatim agar terus belajar dan berusaha meraih cita-cita setinggi mungkin. Ia berharap kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan dari Jember dan Lumajang yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Gresik Perkuat Kepedulian kepada Anak Yatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Gresik Perkuat Kepedulian kepada Anak Yatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Gresik menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Manyar, Kabupaten Gresik, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat kepedulian terhadap anak yatim sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi dunia pendidikan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik H. Muhammad Mujib, M.Pd., Kasubag TU Cabdindik Wilayah Gresik Jaswadi, S.Pd., M.M., Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik Wilayah Gresik Joko Sutopo, S.Pd., M.Pd., pengurus BAZNAS Kabupaten Gresik, serta anak yatim penerima manfaat dan mustahik penerima bantuan. Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama BAZNAS Jatim. Menurutnya, kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, baik bagi guru maupun tenaga kependidikan. "Ini merupakan kegiatan kedua kami bersama BAZNAS Jatim. Kerja sama ini telah memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. Kami berharap penguatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Gresik terus dilakukan karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar pentasarufan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak anak-anak yatim untuk tetap optimistis dalam meraih masa depan. Ia menegaskan bahwa kondisi sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW juga merupakan seorang yatim. "Anak-anak yang ditakdirkan menjadi yatim tidak boleh berputus asa. Teruslah belajar dan bekerja keras. Siapa tahu kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden," tutur Prof. Ali. Ia juga menekankan bahwa Allah SWT lebih mengutamakan kualitas amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan daripada banyaknya amal yang dikerjakan. "Allah tidak melihat banyaknya amal, tetapi kualitasnya. Ukurannya adalah keikhlasan dan niat karena Allah SWT. Tahun ini kami menyantuni 100 anak yatim di setiap Cabang Dinas Pendidikan. Insyaallah tahun depan menjadi 200 anak yatim, sekaligus meningkatkan bantuan gerobak usaha. Semua ini berasal dari dana ZIS masyarakat yang kami kembalikan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat," pungkasnya.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim, BAZNAS Jatim dan Cabdindik Surabaya-Sidoarjo Dorong Anak Yatim Semangat Raih Masa Depan
Lebaran Yatim, BAZNAS Jatim dan Cabdindik Surabaya-Sidoarjo Dorong Anak Yatim Semangat Raih Masa Depan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 3 Sidoarjo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka I Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, UPZ RSUD Dr. Soetomo, UPZ RS Haji, UPZ Dinsos Jatim, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS Kota Surabaya, kepala SMA, SMK, dan SLB, serta anak yatim penerima manfaat dan mustahik penerima bantuan usaha. Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, “Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat, termasuk bantuan bedah rumah. Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi momentum untuk memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak-anak yatim.” “Anak-anakku yang saya sayangi, jangan jadikan kondisi sebagai anak yatim untuk kehilangan semangat dalam meraih masa depan. Kalian harus tetap kuat dan semangat. Banyak orang sukses yang memulai perjuangannya dari bawah. Karena itu, jadikan momentum Lebaran Yatim ini sebagai penyemangat untuk terus berjuang, yakin, dan berdoa agar cita-cita kalian dapat terwujud,” pesannya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan, “BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Mudah-mudahan Lebaran Yatim ini menjadi bagian dari usaha kita bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan membantu anak yatim.” “Pada tahun ini, atas arahan Gubernur Jawa Timur, BAZNAS Jatim melaksanakan santunan anak yatim di 24 Cabang Dinas Pendidikan di seluruh Jawa Timur. Setiap Cabdin memberikan santunan kepada 100 anak yatim, ditambah bantuan modal usaha kepada lima penerima masing-masing Rp2 juta dan lima rombong usaha masing-masing Rp3,5 juta. Mudah-mudahan tahun depan jumlah penerima santunan dapat meningkat menjadi 200 anak yatim di setiap Cabdin,” ujarnya.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Kab. Malang Gelar Lebaran Yatim, Santuni 100 Anak Yatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Kab. Malang Gelar Lebaran Yatim, Santuni 100 Anak Yatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Malang menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 2 Turen, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam memberikan perhatian kepada anak yatim sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka I Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang Hakso Gatut Prambono, S.H., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Malang, Kepala SMKN 2 Turen, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang, serta anak yatim dan mustahik penerima manfaat. Dalam sambutannya, Hakso Gatut Prambono menyampaikan bahwa kegiatan Lebaran Yatim merupakan inisiatif BAZNAS Jatim sebagai bentuk empati dan kepedulian untuk memastikan tidak ada anak-anak, khususnya anak yatim, yang merasa berjalan sendirian dalam meraih masa depan. "Lebaran Yatim ini bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak kita untuk meraih masa depan. Ketahuilah bahwa kami semua di sini selalu hadir dan mendukung anak-anak semua," ujarnya. Ia juga mengajak seluruh jajaran Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang untuk terus mendukung berbagai program sosial yang dijalankan BAZNAS Jatim. Menurutnya, zakat yang ditunaikan tidak hanya menjadi bentuk penyucian hati, tetapi juga diharapkan membawa keberkahan dan manfaat bagi sesama. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dari jenjang SMA, SMK, dan SLB. Selain itu, turut diberikan bantuan rombong UMKM kepada 5 penerima manfaat dan bantuan modal usaha kepada 5 penerima manfaat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki tugas penting dalam membantu mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Menurutnya, program Lebaran Yatim merupakan salah satu bentuk nyata upaya tersebut, dengan dukungan anggaran sekitar Rp50 juta untuk setiap Cabdindik. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. "Yang bisa menolak bala adalah sedekah dan infak," pesannya. Lebih lanjut, Prof. Ali Maschan menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim memiliki berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial, di antaranya santunan bagi anak yatim sebesar Rp600 ribu per bulan, bantuan rombong dan modal usaha, serta Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebesar Rp2 juta per semester. Ia berharap semangat zakat dan infak di lingkungan Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Melalui kolaborasi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik, UPZ, dan para muzaki, berbagai program sosial diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Malang-Batu Santuni Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Malang-Batu Santuni Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota Malang dan Batu menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 9 Kota Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kasi SMA PK PLK Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu Mohammad Asrofi, M.Pd., Ketua BAZNAS Kota Malang, Ketua BAZNAS Kota Batu, Kepala SMAN 9 Kota Malang, serta pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu. Dalam sambutannya, Mohammad Asrofi, M.Pd., menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu yang berhalangan hadir karena memiliki agenda bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ia menyampaikan salam hormat kepada BAZNAS Jatim dan berharap kegiatan Lebaran Yatim dapat berjalan dengan khidmat dan lancar dari awal hingga akhir. Ia menjelaskan bahwa kewenangan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB berada di bawah Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu, sedangkan jenjang SMP, SD, TK, dan PAUD menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, SMAN 9 Kota Malang dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mendukung kelancaran pelayanan, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak. “Kami sangat bersyukur atas atensi dari BAZNAS Jatim yang telah memberikan santunan kepada anak yatim di seluruh Cabdindik ini. Alhamdulillah, GPK kami juga mendapatkan bantuan modal usaha dan rombong untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Mudah-mudahan seluruh bantuan ini bermanfaat dan barokah bagi kita semua,” ujarnya. Sementara itu, Waka I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, M.A., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti meskipun bulan Muharram telah berakhir. Menurutnya, menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan bentuk kebaikan yang pahalanya dapat terus mengalir sepanjang hayat. “Meskipun Muharram sudah berakhir, tetapi kita tetap harus menyayangi anak yatim, karena pahalanya sepanjang hayat. Mudah-mudahan anak-anak yatim kita tidak minder. Kalian harus berjuang mencapai cita-cita yang tinggi, karena sudah banyak contohnya,” pesannya. Ia juga mendoakan agar anak-anak yatim senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dalam kehidupan. Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi seluruh pengurus UPZ BAZNAS. Dalam kesempatan tersebut, Waka I BAZNAS Jatim turut menyampaikan sejumlah program pemberdayaan dan pendistribusian BAZNAS Jatim. Di antaranya Beasiswa SKSS yang memberikan bantuan UKT sebesar Rp2 juta setiap semester hingga semester 8, dengan persyaratan dalam satu keluarga belum ada yang bergelar sarjana. Selain itu, terdapat bantuan UMKM berupa tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta dan gerobak, serta santunan bagi lansia fakir sebatang kara sebesar Rp600 ribu setiap bulan hingga penerima manfaat wafat. Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
BERITA22/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim-Cabdindik Pasuruan, 100 Anak Yatim Terima Santunan
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim-Cabdindik Pasuruan, 100 Anak Yatim Terima Santunan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Pasuruan menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan Erwan Tjahjono, S.H., M.H., beserta jajaran, pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota Pasuruan, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Pasuruan, serta kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Wilayah Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan. Selain itu, BAZNAS Jatim juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Menurutnya, penyaluran zakat diharapkan dapat dilakukan secara merata dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim. "Zakat merupakan instrumen yang sangat mulia di dalam Islam. Pentasyarufan zakat kita harapkan dapat merata, termasuk kepada anak-anak yatim," ujarnya. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim yang telah dilaksanakan di lingkungan Cabdindik Pasuruan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang luas dan semakin memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. "Semoga Lebaran Yatim ini mendapat manfaat yang luas dan memperkuat kepedulian sosial bagi kita semua. Terima kasih kepada Bapak Ibu donatur UPZ BAZNAS," katanya. Sementara itu, Waka IV BAZNAS Jatim, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, berbuat baik kepada anak yatim tidak terbatas pada bulan Muharram, tetapi dapat dilakukan kapan saja. "Berbuat baik kepada yatim tidak hanya di bulan Muharram saja. Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi umat Islam, yaitu menunaikan zakat, infak, dan sedekah," tuturnya. Ia menjelaskan, zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk mencapai nisab. Sementara bagi masyarakat yang belum mencapai nisab, masih dapat mengambil bagian dalam kebaikan melalui infak dan sedekah. "Mari kita tingkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semakin banyak yang kita himpun, insyaallah semakin banyak pula masyarakat yang dapat kita bantu dan semakin banyak anak yatim yang dapat kita santuni," ujarnya. Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Pasuruan berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh. Sinergi antara BAZNAS, UPZ, dan lingkungan pendidikan diharapkan mampu memperkuat penghimpunan ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi para mustahik di Jawa Timur.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim di Mojokerto, Wujudkan Kepedulian dan Penguatan Ekonomi Mustahik
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim di Mojokerto, Wujudkan Kepedulian dan Penguatan Ekonomi Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Aula SMK Negeri 2 Kota Mojokerto, Selasa (14/07/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan produktif bagi para mustahik. Acara dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Pimpinan BAZNAS Kota dan Kabupaten Mojokerto, Pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kepala SMA/SMK/sederajat se-Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta para penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa agar tetap memiliki semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan modal usaha kepada 5 mustahik serta bantuan alat usaha berupa rombong kepada 5 mustahik sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki peran besar dalam menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program seperti Lebaran Yatim, BAZNAS tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu bangkit dan mandiri. Waka II BAZNAS Kota Mojokerto (Drs. Akhnan) turut hadir dan memberikan santunan secara simbolis kepada anak yatim pada sesi inti acara. Sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, UPZ, serta seluruh satuan pendidikan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik. Melalui semangat berbagi dan gotong royong, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan.
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim Bersama Cabdindik Probolinggo, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
Lebaran Yatim Bersama Cabdindik Probolinggo, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Probolinggo menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Masjid As Syuhada SMK Negeri 2 Probolinggo, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan mustahik. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Timur Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Probolinggo H. Slamet Goestiantoko, M.Si., pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota Probolinggo, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Probolinggo, para kepala SMA/SMK/SLB se-Wilayah Probolinggo, serta 100 anak yatim dan 10 penerima manfaat bantuan pemberdayaan. Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Probolinggo, H. Slamet Goestiantoko, M.Si., menyampaikan rasa syukur dapat bertemu langsung dengan anak-anak yatim dan para penerima manfaat di Masjid As Syuhada. Menurutnya, masjid dipilih sebagai lokasi kegiatan karena Lebaran Yatim merupakan kegiatan yang sangat mulia dan menjadi bentuk ibadah yang dicintai Rasulullah SAW. "Sebanyak 100 anak yatim menerima santunan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama UPZ Cabdindik. Selain itu, kami juga memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak musibah kebakaran serta bantuan modal usaha untuk kantin sekolah. Terima kasih kepada seluruh guru dan kepala sekolah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui UPZ BAZNAS. Semoga tahun depan semakin banyak anak yatim yang dapat kita bantu," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur, Drs. KH. Masnuh, M.A., menyampaikan salam dari Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., yang pada saat bersamaan menghadiri agenda di Kabupaten Nganjuk. Beliau berharap santunan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim. Ia menjelaskan bahwa Lebaran Yatim merupakan agenda yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Cabdindik se-Jawa Timur sebagai bentuk sinergi BAZNAS dengan dunia pendidikan dalam menebarkan kepedulian sosial. "Alhamdulillah, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Jawa Timur terus meningkat. Amanah dari para muzaki tersebut kami salurkan melalui berbagai program kemaslahatan, seperti Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), santunan fakir, santunan yatim, hingga bantuan gerobak dan modal usaha bagi mustahik," tuturnya. Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim terus tumbuh di lingkungan pendidikan, sehingga semakin banyak mustahik yang merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki.
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Amazing Muharram, BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Lamongan Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
Amazing Muharram, BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Lamongan Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Lamongan menggelar kegiatan Amazing Muharram, Lebaran Yatim di Hall Andanwangi, Laboratorium Perhotelan (Edotel) SMK Negeri 1 Lamongan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Lebaran Yatim BAZNAS Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam menyemarakkan bulan Muharram 1448 H. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Lamongan Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., pimpinan BAZNAS Kabupaten Lamongan, Kepala SMK Negeri 1 Lamongan, para kepala SMA/SMK/SLB se-Lamongan, serta para penerima manfaat. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Jawa Timur menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim, bantuan 5 rombong usaha bagi pelaku UMKM mustahik, serta 5 bantuan modal usaha masing-masing senilai Rp2.000.000. Anak-anak yatim juga menerima tas sekolah beserta alat tulis sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar mereka. Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi semua pihak. "Alhamdulillah, hari ini 100 anak yatim menerima santunan, lima mustahik memperoleh bantuan rombong usaha, dan lima mustahik lainnya menerima bantuan modal usaha. Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan ketakwaan kita serta menghadirkan keberkahan dan kenikmatan dunia maupun akhirat," ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa meski baru enam bulan bertugas di Cabdindik Lamongan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja. Menurutnya, Lamongan saat ini menjadi salah satu wilayah terbaik di Jawa Timur dalam penyaluran beasiswa berkat sinergi dan dukungan BAZNAS serta para muzaki. "Kami bersyukur dapat menyisihkan sebagian rezeki melalui BAZNAS. Ini merupakan ikhtiar bersama yang juga sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat melalui BAZNAS," tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup karena memiliki dampak besar terhadap kebersihan hati dan kesehatan mental. Menurutnya, Al-Qur'an memberikan perhatian yang sangat besar terhadap persoalan hati. Pertemuan yang paling baik adalah pertemuan yang membahas kebaikan dan sedekah, yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, janda, dan anak yatim. Beliau juga menegaskan bahwa anak yatim tidak boleh merasa rendah diri karena Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim. Bahkan, dalam Al-Qur'an, penyebutan anak yatim didahulukan sebelum fakir miskin sebagai bentuk perhatian dan penghormatan terhadap mereka. "Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau akan bersama orang-orang yang mengasuh anak yatim. Orang yang gemar membantu sesama, bersedekah, dan peduli kepada orang lain, insyaallah akan memiliki hati yang bersih dan memperoleh kebahagiaan," tutur beliau. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jatim juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan badan pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Beliau mengapresiasi peran UPZ Cabdindik Lamongan yang selama ini menjadi salah satu Unit Pengumpul Zakat terbaik di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui program Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jawa Timur berharap semangat berbagi di bulan Muharram terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi bersama Dinas Pendidikan diharapkan semakin memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya dalam bentuk santunan kepada anak yatim, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi mustahik agar semakin mandiri dan sejahtera.
BERITA08/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →