Berita Terbaru
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
MOJOKERTO - BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter di sejumlah wilayah di Jawa Timur (3/10/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Penyaluran di wilayah tersebut merupakan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih di Desa Kunjorowesi diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto Soegeng Mawardi.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di sejumlah titik lainnya, di antaranya Kabupaten Malang dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Di setiap lokasi, penyaluran diwakili oleh pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama jajaran BAZNAS Kabupaten/Kota setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin, mengatakan bahwa bantuan air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya.
Warga Desa Kunjorowesi menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air bersih.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit,” ungkap salah seorang warga.
Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten/Kota berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat bantuan dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai wilayah yang membutuhkan.
BERITA03/10/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Salurkan Santunan 81 Anak Yatim di Grahadi Sambut Hari Jadi ke-81 Jatim
SURABAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan santunan kepada 81 anak yatim dan yatim piatu yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (3/10/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan tersebut. Kehadiran BAZNAS Jatim menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepedulian kepada anak yatim dan yatim piatu sekaligus mengiringi momentum Hari Jadi Jawa Timur dengan doa dan rasa syukur.
Sebanyak 81 anak yatim dan yatim piatu menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Jumlah penerima santunan disesuaikan dengan usia Provinsi Jawa Timur yang memasuki tahun ke-81. Santunan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.
Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an oleh para hafizah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Rangkaian tersebut menjadi momentum untuk memohon keselamatan, kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur, sekaligus mendoakan para pahlawan nasional asal Jawa Timur serta para gubernur dan wakil gubernur terdahulu yang telah wafat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa doa dari para hafizah, ustazah, serta anak yatim dan yatim piatu menjadi bagian penting dalam mengiringi pembangunan Jawa Timur. Menurutnya, keberkahan perlu terus diupayakan melalui doa yang disertai dengan kerja nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Barokah itu harus dicari. Nah, ini adalah proses pencarian itu dengan ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan bersama,” kata Khofifah.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim terus mendorong penguatan kepedulian dan solidaritas sosial, khususnya kepada kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Santunan kepada anak yatim dan yatim piatu diharapkan tidak hanya menjadi bentuk bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan serta semangat bagi anak-anak yang menerimanya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian air zamzam serta kurma dari Makkah dan Madinah kepada para tamu dan peserta yang hadir. BAZNAS Jatim berharap momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dapat menjadi pengingat untuk terus memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi demi terwujudnya Jawa Timur yang aman, damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.
BERITA03/10/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Hari Kesaktian Pancasila, BAZNAS Jatim Teguhkan Semangat Persatuan dan Kepedulian Sosial
Surabaya, 1 Oktober 2026 - peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Upacara tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diikuti unsur Forkopimda, TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Menurut Ghofirin, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian terhadap sesama.
“Pancasila mengajarkan kita untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut juga menjadi semangat bagi BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ghofirin.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih kuat.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman.
“Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian itu dapat menjadi kekuatan untuk menguatkan umat. Ketika masyarakat saling membantu dan berbagi, maka semangat persatuan dan keadilan sosial dapat kita wujudkan bersama,” jelasnya.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini sekaligus menjadi pengingat bagi BAZNAS Jawa Timur untuk terus menjalankan amanah pengelolaan zakat dengan semangat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara muzaki, lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat, nilai kepedulian diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya menguatkan umat serta mewujudkan kesejahteraan bersama.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan UNUSA Perkuat Sinergi Pendidikan hingga Pemberdayaan UMKM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (30/9/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono sebagai bentuk komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan kerja sama di berbagai bidang.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono, Wakil Rektor III Bambang Sektiari Lukiswanto, Direktur Akademik, Kemahasiswaan dan Kealumnian Ardyarini Dyah Savitri, serta Direktur Kerja Sama dan Pemeringkatan Global Ika Mardiyanti.
Dari jajaran BAZNAS Jatim, hadir Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin, Wakil Ketua I Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, dan Wakil Ketua IV Moch Syarif Hidayatullah.
Kehadiran kedua institusi tersebut menunjukkan komitmen untuk membangun kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono menyampaikan bahwa kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan melalui pemberian beasiswa hingga pengembangan penelitian dan pemberdayaan UMKM.
"Ada penerimaan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi. Selain itu, ada kerja sama dari segi penelitian dan juga pemberdayaan UMKM. Saya kira ini luar biasa, karena semuanya sudah difasilitasi oleh BAZNAS Jawa Timur," ujar Tri Yogi Yuwono.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa kerja sama dengan UNUSA menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini BAZNAS Jatim menerima tamu agung dari Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya yang menggagas kerja sama di bidang penelitian, pengabdian, dan pendidikan. BAZNAS Jatim juga memberikan beasiswa pendidikan. Selanjutnya, mungkin ada kerja sama seperti KKN yang dapat dikolaborasikan dan disinergikan, sehingga kemanfaatan bagi masyarakat yang ada di desa semakin terasa," ungkapnya.
Melalui kerja sama tersebut, BAZNAS Jatim dan UNUSA diharapkan dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang saling mendukung.
Tidak hanya terbatas pada pemberian beasiswa, sinergi juga diarahkan pada kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan program mahasiswa yang dapat berkontribusi langsung di tengah masyarakat.
Kerja sama BAZNAS Jatim dan UNUSA menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Kolaborasi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas kemanfaatan dana zakat sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur.
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi BAZNAS Ngawi, Serahkan Donasi untuk Bencana NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari BAZNAS Kabupaten Ngawi, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan sinergi antar lembaga dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Ngawi turut menyerahkan donasi sebesar Rp10 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dalam mendukung upaya penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Kunjungan BAZNAS Kabupaten Ngawi dihadiri oleh Wakil Ketua l Hamdani, Wakil Ketua II Haris Mustofa. Wakil Ketua lll Makruf Thoyibi dan Wakil Ketua IV Mukti Wibowo.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin, bersama Wakil Ketua II Afif Amrullah, serta Wakil Ketua IV Moch Syarif Hidayatullah.
Wakil ketua lll Makruf Thoyibi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan BAZNAS Jawa Timur serta kesempatan untuk bersilaturahmi dan membangun komunikasi secara langsung.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan dan kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Ngawi dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
“Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur yang telah menerima kunjungan kami dengan baik. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan ke depan kita dapat semakin memperkuat kolaborasi, baik dalam pengelolaan zakat maupun dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Makruf
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa silaturahmi dengan BAZNAS Kabupaten dan Kota menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di Jawa Timur.
Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mendukung optimalisasi manfaat zakat sekaligus memperluas kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat.
“Silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Jawa Timur dengan BAZNAS Kabupaten Ngawi. Terlebih, hari ini juga disertai dengan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Ini menunjukkan bahwa semangat zakat tidak hanya untuk pemberdayaan, tetapi juga hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur Ghofirin.
Ia berharap sinergi antara BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Ngawi dapat terus berkembang dalam berbagai program, baik dalam bidang penghimpunan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat.
“Semoga kolaborasi ini terus berjalan dengan baik dan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. BAZNAS hadir untuk menebar manfaat, menguatkan umat,” pungkasnya.
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Rp7 Juta dari Jamaah Masjid Al-Akbar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima donasi bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada BAZNAS Jatim sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas jamaah terhadap masyarakat NTT.
Donasi yang dihimpun melalui UPZ Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut berjumlah Rp7 juta.
Dana berasal dari partisipasi jamaah yang kemudian dikumpulkan dan dipercayakan melalui UPZ untuk disalurkan melalui BAZNAS Jatim kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah NTT.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ghana selaku perwakilan UPZ Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya kepada Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, di Kantor BAZNAS Jatim.
Penyerahan ini menjadi bagian dari sinergi antara masjid, jamaah, dan lembaga pengelola zakat dalam memperluas manfaat kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak bencana.
Ghana menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya terhadap masyarakat NTT.
“Bantuan ini merupakan amanah dari jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang dihimpun melalui UPZ. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat NTT yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan jamaah dalam pengumpulan donasi menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama.
Melalui UPZ, kepedulian yang dihimpun dari jamaah dapat dikelola dan disalurkan melalui lembaga yang memiliki jaringan pendistribusian hingga ke wilayah yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UPZ Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dan seluruh jamaah yang telah menitipkan bantuan melalui BAZNAS Jatim.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada UPZ dan jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya atas kepedulian serta kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Jatim. Insyaallah amanah ini akan kami teruskan untuk membantu masyarakat NTT yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ghofirin menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam memperluas manfaat bantuan kemanusiaan.
BAZNAS Jatim akan terus berupaya memastikan amanah yang diterima dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat terdampak di NTT, sekaligus menguatkan kolaborasi dengan masjid, UPZ, dan para donatur dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Dari Beasiswa hingga Bantuan Lansia, BAZNAS Jatim Salurkan Zakat di FESyar 2026
SURABAYA - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Bank Indonesia Regional Jawa 2026 telah terselenggara pada 25 - 27 September 2026 di Grand City Mall Surabaya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur turut berpartisipasi dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat sebagai bagian dari realisasi program BAZNAS Jatim periode September 2026.
Partisipasi BAZNAS Jatim dalam kegiatan FESyar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pada rangkaian kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim turut menyalurkan sejumlah bantuan kepada para mustahik melalui bidang pendidikan, sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia.
Melalui program BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan beasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dengan total nilai Rp153.900.000.
Bantuan tersebut diberikan kepada 79 mahasiswa sebagai dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda dari keluarga mustahik agar dapat mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, melalui program BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan bedah rumah dengan total nilai Rp200.000.000.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung masyarakat penerima manfaat dalam memperoleh hunian yang lebih layak, sekaligus membantu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga mustahik melalui pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Jatim melalui program BAZNAS Jatim Sejahtera turut memberikan bantuan alat usaha dengan total nilai Rp35.000.000 kepada 10 mustahik.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha penerima manfaat, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang bagi mustahik untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Selain itu, BAZNAS Jatim juga memberikan bantuan kepada lansia fakir dengan total nilai Rp267.000.000.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 445 mustahik lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia yang membutuhkan dukungan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keberlangsungan kehidupan mereka secara lebih layak.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa partisipasi dalam FESyar menjadi momentum untuk memperkuat peran zakat dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
“BAZNAS Jatim terus berupaya mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun kepedulian terhadap kelompok rentan,” ujarnya.
Rangkaian penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Jatim dalam menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran dan berkelanjutan bagi para mustahik.
BERITA28/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Perkuat Akses Keadilan, BAZNAS Jatim Gandeng PW Aisyiyah Jatim Dampingi Hukum Kaum Dhuafa
SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menjalin sinergi strategis dengan Pimpinan Wilayah (PW) 'Aisyiyah Jawa Timur dalam upaya memperluas akses keadilan hukum bagi masyarakat dhuafa di Jawa Timur.
Sinergi tersebut dituangkan dalam Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BAZNAS Jatim dengan PW 'Aisyiyah Jatim tentang "Sinergi Pengelolaan dan Pelayanan Sosial Kemanusiaan Dalam Mendukung Akses Keadilan Hukum Bagi Masyarakat Dhuafa Melalui POSBAKUM 'Aisyiyah Jawa Timur".
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Jatim, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., dan Wakil Ketua PW 'Aisyiyah Jawa Timur, Budiyati, M.Pd., di Aula PW Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya.
Ketua BAZNAS Jatim, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menegaskan bahwa zakat memiliki peran yang lebih luas dari sekadar bantuan ekonomi. Zakat juga harus hadir untuk melindungi hak-hak dasar mustahik, termasuk hak mendapatkan keadilan hukum.
"Banyak saudara kita kaum dhuafa yang ketika berhadapan dengan masalah hukum merasa takut dan tidak tahu harus mengadu kemana. Melalui kerja sama dengan POSBAKUM 'Aisyiyah, kita ingin memastikan dana zakat yang dikelola BAZNAS hadir untuk mendanai pendampingan hukum yang gratis, profesional, dan berpihak kepada dhuafa," ungkap Ghofirin.
Sementara itu, Wakil Ketua PW 'Aisyiyah Jatim, Budiyati, M.Pd., menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, POSBAKUM 'Aisyiyah Jawa Timur selama ini telah aktif memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum, khususnya bagi perempuan dan anak dari keluarga tidak mampu.
"Sinergi dengan BAZNAS Jatim akan memperkuat jangkauan dan keberlanjutan layanan kami. Ini adalah kolaborasi kemanusiaan, keagamaan, dan keadilan yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan masyarakat dhuafa di Jawa Timur tidak lagi kesulitan mengakses bantuan hukum karena terkendala biaya, sehingga terwujud keadilan sosial yang merata.
BERITA26/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ketua BAZNAS Jatim Dorong Transformasi Mustahik melalui Pemberdayaan Ekonomi di FESyar 2026
SURABAYA - Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam talkshow Festival Ekonomi Syariah (FESyar), Sabtu (26/9/2026), dengan menekankan pentingnya pengelolaan ZIS yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi mampu mendorong perubahan mustahik menjadi lebih mandiri hingga kelak menjadi muzakki.
Dalam paparannya, Ghofirin menjelaskan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta jiwa atau sekitar 8,07 persen dari total penduduk.
Sementara itu, Jawa Timur masih mencatat sekitar 3,8 juta penduduk miskin atau sebesar 9,3 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak untuk memutus rantai kemiskinan.
Menurut Ghofirin, terdapat empat pendekatan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan, yakni pendidikan berkualitas, akses kesehatan yang memadai, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan sosial yang tepat sasaran.
Dari berbagai pendekatan tersebut, pemberdayaan ekonomi dinilai memiliki peran strategis karena dapat menciptakan kemandirian dan produktivitas masyarakat.
Karena itu, zakat produktif perlu dikembangkan agar penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan, melainkan mampu membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak cukup dilakukan dengan memberikan modal atau sarana usaha semata.
Program yang berkelanjutan membutuhkan penguatan kelembagaan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kualitas produk, pendampingan, akses pemasaran, hingga dukungan pembiayaan.
Pendekatan tersebut penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif dan memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
Sebagai bentuk implementasinya, BAZNAS Jawa Timur menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi, di antaranya Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, Balai Ternak, serta BUMI atau Badan Usaha Milik Masjid.
Beragam program tersebut dikembangkan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha berbasis kebutuhan dan potensi masyarakat.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka peluang ekonomi baru di lingkungan sekitarnya.
Selain program pemberdayaan, BAZNAS Jawa Timur juga mengembangkan skema pembiayaan melalui kerja sama dengan Bank Jatim Syariah yang dikenal dengan program ITIB.
Dalam skema tersebut, dana BAZNAS ditempatkan melalui deposito mudharabah dan kemudian dimanfaatkan Bank Jatim Syariah untuk mendukung pembiayaan usaha bagi mustahik.
Mekanisme ini dirancang agar penerima manfaat memperoleh akses pembiayaan yang lebih ramah, dengan pokok pembiayaan dikembalikan oleh penerima manfaat sementara margin atau biaya jasa menjadi tanggungan BAZNAS.
Lebih lanjut, Ghofirin menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan filantropi Islam.
Keberhasilan zakat tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya dana yang berhasil dihimpun maupun jumlah bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi penerima manfaat.
Karena itu, BAZNAS perlu melihat perkembangan usaha mikro, peningkatan omzet, terciptanya lapangan pekerjaan, serta bertambahnya keluarga mustahik yang mampu meningkatkan taraf kesejahteraannya sebagai bagian dari indikator keberhasilan program.
Pada akhirnya, pengelolaan ZIS diharapkan mampu menghadirkan transformasi sosial dan ekonomi yang nyata di tengah masyarakat.
Mustahik tidak berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, akses pasar, dan dukungan pembiayaan hingga mencapai kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan tersebut, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen yang mendorong mustahik naik kelas, mandiri, dan pada waktunya mampu menjadi muzakki serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA26/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan TVRI Jatim Perkuat Kolaborasi Publikasi Program Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima silaturahmi Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Syalom Salombe beserta jajaran di kantor BAZNAS Jatim, Selasa (22/9/2026). Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, dan Wakil Ketua III Amiroh. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan peluang kolaborasi dalam menyampaikan berbagai program sosial kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengetahui berbagai program yang dijalankan BAZNAS Jatim, termasuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap hubungan dengan TVRI Jawa Timur ke depan dapat semakin diperkuat melalui bentuk kerja sama yang lebih terlembaga. “Untuk itu, nanti mohon arahan dari Pak Kepala Stasiun, apakah bisa kita tindak lanjuti dengan sebuah MoU atau apa pun namanya nanti, kerja sama antara BAZNAS Jawa Timur dengan TVRI semakin melembaga dan semakin menguat ke depannya,” ujar Ghofirin.
Ghofirin menambahkan, publikasi melalui media juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS disalurkan secara tepat sasaran dan tepat guna. Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan bersama TVRI adalah profiling mustahik yang mendapatkan manfaat dari program BAZNAS, termasuk proses pemberdayaan hingga mereka mampu berkembang secara ekonomi. “Kita bisa melihat bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Jatim ini benar-benar sampai kepada sasaran, disalurkan dengan tepat sasaran dan tepat guna, sehingga manfaatnya harus diketahui,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Jatim menyampaikan bahwa terdapat lima bidang yang dapat menjadi ruang kolaborasi bersama TVRI, yakni kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Ia mencontohkan penanganan persoalan kekeringan melalui dukungan air bersih di berbagai daerah yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut dinilai dapat dilakukan secara fleksibel dengan memanfaatkan jaringan kontributor TVRI yang tersebar di berbagai wilayah. “Pada intinya, apa yang kami lakukan di BAZNAS diketahui, didengar, dan dilihat oleh umat dan masyarakat. Nah, itu tentu bagian dari transparansi, akuntabilitas, dan seterusnya,” tutur Ghofirin.
Dalam kesempatan yang sama, Ghofirin juga menyampaikan rencana kegiatan pembagian 1.000 kacamata gratis bagi guru TK, RA, dan TBD yang dijadwalkan pada 11 Oktober 2026. BAZNAS Jatim membuka peluang TVRI Jawa Timur untuk terlibat sebagai media partner dalam kegiatan tersebut. Selain itu, BAZNAS Jatim juga tengah menyiapkan inovasi layanan berbasis Android bernama LaporBAZ yang ditujukan untuk mendekatkan akses masyarakat, khususnya mustahik dan penerima manfaat, terhadap layanan BAZNAS. Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat mengajukan kebutuhan bantuan seperti pengobatan, santunan hingga layanan ambulans gratis.
Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Syalom Salombe menyambut baik peluang penguatan kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa TVRI siap membantu mempublikasikan berbagai program BAZNAS Jatim yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Bahkan, kegiatan pembagian kacamata pada 11 Oktober mendatang dinilai memiliki peluang untuk dikemas dalam bentuk siaran langsung dari lokasi kegiatan dan terhubung dengan jaringan TVRI secara nasional. “Kalau memang nanti tanggal 11 ada kegiatan, pembagian kacamata, itu mungkin nanti bisa masuk dalam live cross secara nasional. Live cross dari lokasi langsung ke nasional,” ungkap Syalom.
Syalom juga menyampaikan bahwa hubungan kerja sama dengan Mohammad Ghofirin bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, TVRI Jawa Timur telah berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk program yang berkaitan dengan OPOP dan UMKM pesantren. Menurutnya, pengalaman kerja sama tersebut dapat menjadi dasar untuk melanjutkan kolaborasi dalam mendukung tugas dan fungsi BAZNAS Jatim. “Kami siap membantu terkait dengan kegiatan, tugas, dan fungsi BAZNAS. Di samping itu, mungkin ada program-program lain dari BAZNAS yang membutuhkan TVRI untuk membantu menyosialisasikan. Kami siap,” katanya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan langkah antara BAZNAS Jatim dan TVRI Jawa Timur dalam memperluas jangkauan informasi mengenai program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ke depan diharapkan tidak hanya menghadirkan publikasi kegiatan, tetapi juga memperlihatkan manfaat nyata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sehingga masyarakat semakin mengetahui berbagai layanan BAZNAS sekaligus memahami proses penyaluran dan pemberdayaan yang dilakukan bagi penerima manfaat.
BERITA22/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Rp102 Juta dari BAZNAS Madiun untuk NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima silaturahmi Bupati Madiun bersama jajaran BAZNAS Kabupaten Madiun sekaligus menerima penyerahan donasi untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/9/2026). Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, kepada Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp102.970.641. Penyerahan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Madiun terhadap kondisi saudara-saudara di NTT yang membutuhkan dukungan dan bantuan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Waka I BAZNAS Jatim Imam Hambali, Waka II BAZNAS Jatim Afif Amrullah, Waka IV Moch. Syarif Hidayatullah,serta Ketua BAZNAS Kabupaten Madiun Mohammad Ahsin Sakhok Yahya, Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan donasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Madiun. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta kegiatan sosial kemanusiaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kegiatan karnaval yang digelar di Kabupaten Madiun, masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah dan BAZNAS turut menggalang kepedulian untuk membantu masyarakat NTT. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk menggerakkan semangat berbagi dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. “Alhamdulillah, dana yang terkumpul sebesar Rp102.970.641. Donasi ini berasal dari masyarakat maupun OPD yang ada di Kabupaten Madiun. Meskipun kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, kita tetap berupaya memberikan manfaat melalui penggalangan dana bagi masyarakat yang membutuhkan di NTT,” ujar Hari.
Ia menambahkan, kegiatan penggalangan dana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama. Bupati Madiun juga menyampaikan bahwa penyerahan donasi melalui BAZNAS Jatim diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di NTT. Selain kepedulian kemanusiaan, pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara BAZNAS Kabupaten Madiun dan BAZNAS Jatim. “Mudah-mudahan nantinya dapat memberikan manfaat. Di samping itu, kami juga bersama teman-teman BAZNAS dapat terus bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Jawa Timur, khususnya dalam meningkatkan kompetensi teman-teman BAZNAS Madiun,” katanya.
Bupati Madiun juga berharap dukungan dan pendampingan dari BAZNAS Jatim dapat terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Madiun dalam berbagai program dan kegiatan. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola menjadi salah satu bagian penting agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat semakin baik serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik lagi dan terus memberikan manfaat bagi umat yang ada di Kabupaten Madiun. Kami sangat mengharapkan dukungan dari BAZNAS Jawa Timur kepada BAZNAS Kabupaten Madiun dalam berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Madiun, BAZNAS Kabupaten Madiun, serta seluruh masyarakat dan OPD di Kabupaten Madiun yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut. Ia menilai bantuan yang terkumpul merupakan bentuk nyata kepedulian antarsesama, khususnya kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta ikhtiar bersama BAZNAS Kabupaten Madiun yang telah berhasil mengumpulkan donasi yang luar biasa. Sebesar Rp102.970.641 ini tentu bukan angka yang kecil. Mudah-mudahan hal ini menjadi pahala bagi Bapak Bupati dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Madiun, serta senantiasa menjadi amal saleh di sisi Allah SWT,” tutur Ghofirin.
Ghofirin menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS kabupaten/kota di Jawa Timur maupun Tim Tanggap Bencana yang telah berada di lokasi untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, BAZNAS Jatim juga telah berkoordinasi dengan sekitar 60 lembaga zakat di Jawa Timur dalam upaya pengumpulan dan penyaluran bantuan untuk NTT. Dari koordinasi tersebut, bantuan sekitar lima ton beras telah dikirimkan bersama sejumlah kebutuhan lainnya, seperti terpal, selimut, dan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana. Dalam proses distribusi, BAZNAS Jatim juga mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten dan BAZNAS Provinsi NTT untuk mengantarkan bantuan dari titik pengumpulan menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Menurut Ghofirin, penyaluran bantuan ke wilayah terdampak membutuhkan proses dan biaya yang tidak sedikit, sehingga dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan. Untuk pengiriman bantuan beras menuju lokasi saja, biaya yang diperlukan dapat mencapai sekitar Rp10 juta. Karena itu, donasi yang terus dihimpun akan menjadi bagian dari tahapan lanjutan dalam mendukung proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. “Jadi, ini merupakan tahap awal. Selanjutnya, kami juga terus melakukan pembaruan informasi. Sampai hari ini, donasi yang telah terkumpul dari seluruh Jawa Timur mencapai sekitar Rp4,1 miliar,” jelas Ghofirin. BAZNAS Jatim akan terus mengoordinasikan bantuan yang masuk agar dapat disalurkan secara bertahap dan tepat sasaran, sekaligus memastikan kepedulian dari masyarakat Jawa Timur dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara di NTT.
BERITA22/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Sinergi Optimalisasi ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (21/9/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dalam optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan pendidikan. Pertemuan dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Imam Hambali Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Suhartono, serta Kepala Sub Bagian Keuangan Mohamad Maulana Fandwika
Dalam audiensi tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penghimpunan ZIS. Saat ini terdapat 25 UPZ dengan jumlah muzaki sekitar 52.624 orang dan potensi zakat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 miliar setiap bulan. Namun, berdasarkan realisasi Januari hingga Agustus 2026, penghimpunan baru berada di kisaran Rp325 juta per bulan. “Kalau komunikasi dilakukan secara rutin setiap bulan, Pak Kadis juga dapat memantau perkembangan UPZ di lingkungan Dinas Pendidikan. Menurut kami, komunikasi tersebut memang harus segera direalisasikan,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, optimalisasi penghimpunan perlu diikuti dengan pemanfaatan dana yang tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh keluarga besar pendidikan dan masyarakat sekitar. Dari dana yang dihimpun melalui UPZ, sebesar 70 persen dapat dikembalikan kepada UPZ untuk dimanfaatkan melalui berbagai program sesuai ketentuan. Selama ini pemanfaatannya antara lain berupa bantuan sembako, santunan anak yatim, bantuan penerima manfaat, bedah rumah guru, bantuan modal usaha, hingga bantuan alat kerja. Ia menilai sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS Jatim perlu terus diperkuat karena manfaat ZIS dapat kembali kepada warga pendidikan. Ia mendorong agar data penghimpunan masing-masing UPZ disampaikan secara berkala sehingga dapat dilakukan evaluasi dan penguatan terhadap UPZ yang masih belum optimal. “Kalau data ini kami terima setiap bulan, tentu kami dapat memberikan pengingat kepada masing-masing UPZ agar penghimpunannya bisa lebih optimal,” kata Aries.
Aries juga menyampaikan sejumlah persoalan pendidikan yang dapat menjadi ruang kolaborasi dengan BAZNAS Jatim, terutama dalam mencegah anak putus sekolah karena persoalan biaya. Dukungan ZIS dapat diarahkan untuk membantu siswa yang membutuhkan, termasuk melalui bantuan biaya pendidikan maupun program penebusan ijazah bagi lulusan yang masih memiliki kendala ekonomi. Selain itu, pembahasan juga mencakup program bedah rumah bagi guru dan warga pendidikan yang membutuhkan hunian layak. BAZNAS Jatim memiliki data sekitar 1.300 rumah yang berpotensi mendapatkan perhatian pada 2027 dan dapat disinergikan dengan data Dinas Pendidikan untuk menentukan sasaran program.
Audiensi turut membahas pengembangan program Double Track, yang memberikan keterampilan kepada siswa SMA dalam berbagai bidang seperti tata boga, tata busana, tata rias, dan otomotif. Dinas Pendidikan melihat adanya kebutuhan dukungan permodalan bagi siswa maupun alumni yang ingin mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha. BAZNAS Jatim membuka peluang memberikan bantuan modal maupun alat usaha, dengan tetap disertai pendampingan agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima.
BAZNAS Jatim juga mendorong agar penghimpunan ZIS diperkuat melalui program yang memiliki sasaran dan kebutuhan yang konkret. Program pendidikan, bedah rumah, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi dapat menjadi bentuk kolaborasi yang jelas sehingga muzaki dapat mengetahui manfaat dari dana yang dihimpunkan. Selain itu, BAZNAS Jatim mengusulkan agar santunan anak yatim yang selama ini dilakukan oleh masing-masing cabang dinas dapat dikembangkan menjadi kegiatan bersama pada momentum Tahun Baru Hijriah dengan melibatkan keluarga besar pendidikan dan penerima manfaat yang lebih luas.
Melalui audiensi tersebut, BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat komunikasi serta mengembangkan kolaborasi secara lebih intensif. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penghimpunan ZIS, tetapi juga memperluas manfaat bagi guru, siswa, alumni, keluarga besar pendidikan, serta masyarakat di sekitar satuan pendidikan. Dengan pengelolaan yang semakin terarah dan kolaborasi yang berkelanjutan, ZIS diharapkan dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA21/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Rp321 Juta dari BAZNAS Tuban untuk NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan jajaran BAZNAS Kabupaten Tuban sekaligus menerima penyerahan donasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/9/2026). Penyerahan berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim dan dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama jajaran pimpinan, serta Ketua BAZNAS Tuban Agus Suryanto, beserta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tuban.
Donasi yang diserahkan BAZNAS Kabupaten Tuban tersebut mencapai sekitar Rp321 juta dan merupakan hasil penghimpunan dari berbagai elemen masyarakat. Penghimpunan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Ketua BAZNAS Tuban menjelaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul dicatat secara rinci, termasuk donasi dengan nominal kecil, sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas amanah masyarakat.
Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi BAZNAS Kabupaten Tuban dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, penghimpunan donasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat melalui lembaga zakat. “Kami menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Tuban yang telah menghimpun dan menyerahkan donasi untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan dapat meringankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghofirin juga menyampaikan perkembangan pembenahan yang tengah dilakukan di lingkungan BAZNAS Jatim, baik dari sisi fisik maupun sistem kelembagaan. Pembenahan fisik dilakukan untuk menciptakan lingkungan kantor yang semakin representatif dan nyaman bagi masyarakat. Setelah pembenahan fasilitas, BAZNAS Jatim kini mulai memperkuat pembenahan sistem, salah satunya melalui pengembangan digitalisasi dalam berbagai proses kerja dan pelayanan.
Digitalisasi juga diarahkan pada sistem keuangan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Saat ini, proses transaksi mulai menggunakan sistem transfer digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Selain itu, BAZNAS Jatim juga mempersiapkan digitalisasi sistem permohonan bantuan, mulai dari pengajuan masyarakat, analisis, survei, verifikasi, pencairan hingga pelaporan sehingga prosesnya dapat berlangsung lebih tertib dan transparan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Agus Suryanto menyampaikan bahwa penghimpunan donasi NTT mendapat respons positif dari masyarakat. Proses penghimpunan yang ditutup pada Jumat pukul 16.00 tersebut berhasil mengumpulkan sekitar Rp321 juta dari berbagai kalangan. “Ada masyarakat yang memberikan Rp1, ada yang memberikan Rp5, bahkan ada yang memberikan nominal Rp1.234. Semua kami catat sesuai jumlah yang diterima karena setiap donasi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Agus.
Selain membahas penghimpunan donasi, Agus juga menyampaikan perkembangan target penghimpunan BAZNAS Kabupaten Tuban yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Target penghimpunan pada periode terakhir mencapai sekitar Rp20 miliar, dengan peningkatan sekitar Rp2 miliar setiap tahunnya. Menurutnya, peningkatan target tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui strategi penghimpunan yang tepat, peningkatan kinerja, serta pengelolaan program yang tetap memperhatikan kondisi riil dan kebutuhan masyarakat.
Pertemuan antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Tuban tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui penyerahan donasi untuk masyarakat terdampak bencana NTT serta berbagai pembahasan kelembagaan, kedua pihak berkomitmen terus meningkatkan tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin memperluas manfaat dana umat serta menghadirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
BERITA21/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan KDEKS Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur dalam agenda rapat koordinasi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur, Kamis (17/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Kunjungan KDEKS Jawa Timur disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersama wakil ketua I Imam Hambali, wakil ketua IV Syarif Hidayatullah dan kepala bidang di lingkungan BAZNAS Jatim. Sementara itu, jajaran KDEKS yang hadir terdiri atas Wakil Direktur Eksekutif I Abdul Mongid, Wakil Direktur Eksekutif II Setiyo Gunawan, Kepala Divisi Industri Produk Halal Abdul Rahem, serta Kepala Divisi Infrastruktur Ekonomi Syariah Ahmad Mukhlason. Kehadiran jajaran KDEKS tersebut turut memperkuat pembahasan mengenai peluang pengembangan program ekonomi syariah secara lebih terarah.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Jawa Timur Abdul Mongid menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan BAZNAS Jawa Timur. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal penguatan komunikasi antar lembaga sekaligus membuka ruang untuk mengidentifikasi berbagai program yang dapat dikolaborasikan dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur, termasuk melalui program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di masing-masing lembaga.
“Terima kasih atas sambutan hangat dari BAZNAS Jawa Timur. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, karena ada beberapa program dan kegiatan yang memiliki irisan dan bisa kita kembangkan bersama untuk memperkuat ekonomi syariah di Jawa Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Abdul Mongid
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa kepemimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031 memiliki sejumlah program yang terangkum dalam Nawa Pradana. Program tersebut mencakup berbagai bidang pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya BAZNAS Jatim Cerdas dan BAZNAS Jatim Peduli, serta sejumlah program lainnya yang disiapkan untuk memperluas manfaat pengelolaan zakat dan mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
“Pada periode kepemimpinan BAZNAS Jawa Timur 2026 2031 ini, kami memiliki Nawa Pradana sebagai sembilan program unggulan. Di dalamnya ada BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Lestari dan program-program lainnya. Saya kira aspek ekonomi yang menjadi perhatian KDEKS bisa kita masukkan ke dalam salah satu Nawa Pradana, sehingga ada program yang bisa kita kerjakan dan kembangkan bersama, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Mohammad Ghofirin.
Lebih lanjut, Mohammad Ghofirin menegaskan kesiapan BAZNAS Jatim untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui kolaborasi yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing lembaga. Menurutnya, sinergi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperluas manfaat program BAZNAS, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran serta berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai berbagai potensi program yang dapat disinergikan antara BAZNAS Jatim dan KDEKS. Melalui pertemuan ini, kedua lembaga berharap komunikasi dan koordinasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga menghasilkan kolaborasi konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan UNUSA Perkuat Sinergi, Bahas MOU dan Perjanjian Kerja Sama
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menghadiri audiensi bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam rangka membahas Memorandum of Understanding (MOU) dan perjanjian kerja sama antara kedua lembaga, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus Unusa Surabaya tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, membangun kesepahaman, serta merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono, Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital Endah Tri wahyuningtias, serta jajaran pimpinan dan perwakilan dari Unusa. Sementara dari BAZNAS Jatim hadir Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, dan Wakil Ketua IV. Kehadiran jajaran pimpinan kedua lembaga menunjukkan keseriusan dalam membangun kerja sama yang dapat dikembangkan secara konkret dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Jatim dan Unusa membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat dituangkan melalui MOU maupun perjanjian kerja sama. Pembahasan diarahkan pada berbagai bidang yang memiliki potensi untuk disinergikan, mulai dari pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga program sosial kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan di atas kertas, tetapi mampu diwujudkan melalui program yang memiliki manfaat dan dampak nyata.
Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua dan jajaran BAZNAS Jatim dalam audiensi tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kedua lembaga untuk menyamakan pandangan sekaligus melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama. “Terima kasih atas kehadiran Ketua dan seluruh jajaran BAZNAS Jatim di Unusa. Pertemuan ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat silaturahmi dan membicarakan berbagai hal yang bisa kita kerjakan bersama. Kami berharap komunikasi yang terbangun hari ini dapat dilanjutkan menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tri Yogi.
Tri Yogi juga menilai bahwa Unusa dan BAZNAS Jatim memiliki ruang kolaborasi yang cukup luas, khususnya dalam mengembangkan program yang berkaitan dengan pendidikan, pemberdayaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam proses pendidikan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi dengan BAZNAS Jatim diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa audiensi bersama Unusa merupakan langkah awal yang penting untuk memperkuat sinergi sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki kedua lembaga. “Kami berterima kasih kepada Rektor dan jajaran Unusa atas kesempatan untuk berdiskusi dan membangun sinergi bersama. BAZNAS Jatim tentu berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pembahasan MOU dan perjanjian kerja sama saja, tetapi segera kita laksanakan melalui program-program yang konkret. Apa yang sudah kita bicarakan hari ini harus segera ditindaklanjuti agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tegas Mohammad Ghofirin.
Melalui audiensi tersebut, BAZNAS Jatim dan Unusa berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil pembahasan menuju pelaksanaan kerja sama yang lebih konkret. Kedua lembaga diharapkan dapat menyusun dan menjalankan program kolaboratif sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing, sehingga sinergi yang dibangun mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, pemberdayaan, dan pengabdian kepada masyarakat tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Jatim untuk terus menebar manfaat, menguatkan umat.
BERITA15/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan UINSA Perkuat Sinergi Beasiswa, Dorong Generasi Muda Berdaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menghadiri undangan monitoring dan evaluasi (monev) Program Beasiswa BAZNAS Jatim di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara BAZNAS Jatim dan UINSA dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa penerima manfaat program beasiswa.
Kegiatan monev turut dihadiri jajaran pimpinan UINSA, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Ali Mudlofir, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Wiwik Setiyani, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Abdul Muhid. Hadir pula Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Abdul Kadir Riyadi serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Sirajul Arifin, yang mahasiswanya turut menerima manfaat Program Beasiswa BAZNAS Jatim.
Sementara dari BAZNAS Jatim, hadir Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin bersama seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Wakil Ketua I hingga Wakil Ketua IV. Kehadiran seluruh pimpinan BAZNAS Jatim menjadi bentuk komitmen dalam memastikan program beasiswa berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor III UINSA Abdul Muhid menyampaikan harapannya agar sinergi antara BAZNAS Jatim dan UINSA dapat terus dilanjutkan. “Kami berharap kerja sama antara BAZNAS Jatim dan UINSA ini terus berlanjut. Mahasiswa yang hari ini mendapatkan bantuan sebagai mustahik, mudah-mudahan setelah lulus, sukses, dan memiliki kemampuan ekonomi yang baik, kelak dapat menjadi muzakki dan ikut memberikan manfaat kepada orang lain,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menegaskan bahwa para penerima Beasiswa BAZNAS Jatim merupakan generasi muda yang memiliki peran penting bagi masa depan. Menurutnya, semangat, energi, serta gagasan-gagasan baru yang dimiliki anak muda menjadi modal penting untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang. “Mahasiswa ni ke depan pasti sangat dibutuhkan. Mereka memiliki semangat, energi, dan gagasan-gagasan baru yang sangat diperlukan untuk membangun masa depan. Karena itu, kami berharap beasiswa yang diberikan BAZNAS Jatim tidak hanya membantu mereka menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi bekal agar mereka terus berkembang, berkontribusi, dan nantinya mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Program Beasiswa BAZNAS Jatim di UINSA diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan prestasi dan kapasitas diri. Melalui monitoring dan evaluasi, BAZNAS Jatim bersama UINSA juga dapat melihat perkembangan penerima manfaat serta memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sinergi BAZNAS Jatim dan UINSA diharapkan terus berkembang sehingga program pendidikan berbasis zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas. Tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pendidikan, program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, berdaya, dan memiliki kepedulian untuk berbagi manfaat kepada sesama.
BERITA15/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gandeng Pendamping Desa untuk Perkuat Penyaluran Zakat Produktif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Kelembagaan dengan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Jawa Timur dan kabupaten/kota Gerbang Kertasusila plus Pasuruan dan Jombang di bawah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Ketua Baznas Jatim H. Mohammad Ghofirin MPd mengatakan, rakor tersebut bertujuan memperkuat komunikasi dan sinergi antara Baznas Jatim dengan TPP yang biasa disebut sebagai Pendamping Desa.
"Ada satu kesimpulan dari hasil pertemuan tadi bahwa dari sekian pentasharufan (penyaluran) zakat, maka ada zakat yang bersifat produktif. Zakat produktif ini digunakan salah satunya untuk memberdayakan masyarakat desa," kata Gus Ghofirin, sapaan Muhammad Ghofirin kepada BANGSAONLINE, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan, selama ini dana zakat produktif diberikan tanpa pendampingan.
"Di situlah dana zakat produktif tidak hanya diberikan kemudian diserahkan begitu saja, melainkan harus didampingi," imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Ghofirin, fungsi tenaga pendamping desa (PD) milik Kementerian Desa dan PDT diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendampingi para mustahik di desa yang ingin diberdayakan.
"Sehingga, dana zakat tidak sekali beri sekali pakai, tetapi sekali diberi bisa dipakai berulang kali. Bagaimana caranya, dengan zakat produktif," tegasnya.
Ghofirin mengaku, pihaknya bersama empat pimpinan lainnya baru kali ini melakukan rakor sejak dilantik pada 9 Agustus 2026 oleh Gubernur Jatim Khofifah.
"Saya menjabat Ketua Baznas bersama empat pimpinan lainnya baru satu bulan, dan ini adalah kali perdana kami melakukan rapat koordinasi sinergitas antar lembaga yakni Baznas Jatim dan Kemendes PDT melalui tenaga profesional," ungkapnya.
Pihaknya menegaskan akan berikhtiar semaksimal mungkin agar program tersebut dapat terwujud pada sisa waktu tahun ini yang hanya sekitar tiga bulan.
Hal itu dilakukan agar masyarakat Jawa Timur semakin peduli dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Jatim.
"Saya dalam kesempatan ini juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki, para donatur yang telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekahnya melalui UPZ-UPZ di bawah Baznas Jawa Timur," pungkasnya.
Menurutnya, melalui dana tersebut, Baznas Jatim dapat melakukan berbagai upaya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Jawa Timur.
Turut hadir Stafsus Menteri Bidang Pengembagan SDM dan Hubungan Kelembagaan Dr HM Afif Zamroni Lc MEI, serta Wakil Ketua (Waka) I Baznas Jatim H mam Hambali MSEI, Waka II Baznas Jatim HA Afif Amrullah SHI MEI, Waka III Baznas Jatim Hj. Amirotul Mu'minah MPdI, dan Waka IV Baznas Jatim Assoc. Prof Dr H Moch Syarif Hidayatullah Lc MHum CDAI.
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Bojonegoro-Tuban Gelar Lebaran Yatim, Salurkan Bantuan Rp45 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bojonegoro dan Tuban menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Tuban, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Yatim BAZNAS Jatim bersama seluruh Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Timur. Bojonegoro dan Tuban menjadi wilayah penutup rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai momentum berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim sekaligus memperkuat sinergi dalam optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag TU sekaligus Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban Zuliati, S.Kom., M.M., Kasi SMK Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban Unsa Hudiana, S.Pd., S.Kom., M.M., Kasi SMA-PKPLK Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban Devvy Yuniar, S.Pd., M.Si., Kepala SMKN 1 Tuban Sucipto, M.Pd., serta Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr.
Turut hadir Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tuban Achmad Mualim, Wakil Ketua III Sumartaja, S.Sos., Wakil Ketua IV Drs. Muhammad Ghufron, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Bojonegoro Drs. H. Wakhid Priyono, M.HI., serta para kepala SMA, SMK, dan PKPLK di lingkungan Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan dengan total Rp45 juta. Bantuan tersebut terdiri atas santunan untuk 100 anak yatim sebesar Rp10 juta, bantuan rombong untuk lima mustahik sebesar Rp17,5 juta, bantuan modal UMKM untuk lima penerima sebesar Rp10 juta, serta dukungan konsumsi bagi 250 peserta sebesar Rp7,5 juta.
Selain bantuan dari BAZNAS Jatim, masing-masing anak yatim juga mendapatkan tambahan santunan sebesar Rp150 ribu dari Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban. Dengan demikian, total santunan yang diterima masing-masing anak yatim mencapai Rp250 ribu.
Sebelumnya, pada Januari 2026, BAZNAS Jatim juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp25.613.000 untuk renovasi musala. Bantuan tersebut bersumber dari porsi 70 persen penghimpunan ZIS melalui Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban pada tahun 2025.
Sinergi BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga diwujudkan melalui Program Bedah Rumah di wilayah Bojonegoro dengan bantuan sebesar Rp20 juta. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur yang dilaksanakan pada Mei 2026.
Dari sisi potensi penghimpunan, berdasarkan data jumlah pegawai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur per Januari 2026, terdapat 3.044 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban. Jumlah tersebut terdiri atas 1.258 PNS dan 1.786 PPPK.
Dengan jumlah ASN tersebut, potensi ZIS yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai Rp316.112.446 per bulan. Sementara berdasarkan data setoran UPZ periode Januari–September 2026, rata-rata realisasi penghimpunan ZIS baru mencapai Rp8.662.222 per bulan.
Realisasi tersebut setara dengan sekitar 3 persen dari total potensi ZIS yang tersedia. Data tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk penguatan penghimpunan ZIS melalui UPZ di lingkungan Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim terus mendorong penguatan kolaborasi bersama Cabdindik Wilayah Bojonegoro dan Tuban serta seluruh jajaran pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi penghimpunan ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi anak yatim, mustahik, dan masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur.
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim dan Cabdindik Sumenep Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu 10 Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam menghadirkan kepedulian sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Kasubag Cabdindik Wilayah Sumenep H. Imamulah, S.Pd., Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Sumenep Moh. Bahri Arofah, M.Si., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumenep, serta para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah Sumenep.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan, sementara 10 mustahik mendapatkan bantuan berupa rombong dan modal usaha. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi anak-anak dalam menjalani pendidikan sekaligus membantu mustahik mengembangkan usaha secara mandiri.
Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Sumenep Moh. Bahri Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Sementara itu, bantuan rombong dan modal usaha diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., dalam kesempatan tersebut turut memperkenalkan Nawa Pradana Jawa Timur serta menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Amanah dari para muzaki ini kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, bantuan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Wilayah Sumenep, kegiatan Lebaran Yatim diharapkan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi penguatan ekonomi mustahik.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Muslimat NU Jatim Luncurkan MUSTIKA MULIA pada Peringatan Maulid Nabi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (PW Muslimat NU) Jawa Timur memperkuat sinergi melalui peluncuran program kolaborasi MUSTIKA MULIA (Mustika Cantik, Mudiin Lillahita’ala) dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (6/9/2026), di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kerja sama dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat Jawa Timur secara lebih luas dan berkelanjutan.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan pemakaian rompi relawan MUSTIKA MULIA sebagai simbol dimulainya sinergitas antara BAZNAS Jatim dan PW Muslimat NU Jatim. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran relawan dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah bersama untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan berbagai program sosial dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan BAZNAS Jatim belum genap sebulan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur. Bersama empat pimpinan lainnya, ia menerima amanah untuk mengelola, menerima, dan mendayagunakan dana zakat bagi kemaslahatan masyarakat. “Belum genap sebulan dilantik oleh Gubernur, saya bersama empat pimpinan lainnya mendapatkan amanah untuk mengelola, menerima, dan mendayagunakan dana zakat mohon doa restunya. Insyaallah BAZNAS Jatim akan berjalan beriringan dengan Gubernur Jawa Timur untuk menjadikan Provinsi Jawa Timur yang adil dan makmur,” ujarnya.
Ghofirin juga menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim memiliki sembilan program utama yang terangkum dalam Nawa Pradana sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut disusun dengan semangat untuk berjalan seiring dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki Nawa Bhakti Satya. “Jawa Timur mempunyai program Nawa Bhakti Satya, maka BAZNAS Jawa Timur juga mempunyai sembilan program Nawa Pradana yang akan kami jalankan sebagai bagian dari kontribusi BAZNAS untuk masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut memberikan apresiasi terhadap kiprah BAZNAS Jatim dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Khofifah juga mengapresiasi kehadiran empat dari lima pimpinan BAZNAS Jatim dalam kegiatan tersebut. Kehadiran empat pimpinan tersebut dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam menjalankan amanah serta memperkuat pelayanan dan kebermanfaatan BAZNAS bagi masyarakat Jawa Timur.
Khofifah turut menyoroti sejumlah program BAZNAS Jatim yang dinilai memberikan manfaat nyata, di antaranya bantuan rumah tinggal layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan rombong untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, serta program beasiswa satu keluarga satu sarjana. “Saya mengapresiasi BAZNAS Jawa Timur, karena empat pimpinan hadir dalam kegiatan ini. Saya melihat berbagai program yang dijalankan, mulai dari rumah tinggal layak huni, bantuan rombong untuk berjualan, hingga satu keluarga satu sarjana. Ini merupakan program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Khofifah.
Melalui peluncuran MUSTIKA MULIA, BAZNAS Jatim dan PW Muslimat NU Jatim diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi zakat sekaligus memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.
Lihat Daftar Rekening →