WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Gelar Tasyakuran Audit KAP dan Pisah Kenang Pimpinan Periode 2021–2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Tasyakuran Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) sekaligus Pisah Kenang Pimpinan BAZNAS Jawa Timur Periode 2021–2026 pada Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa hasil audit KAP Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan pelaksana yang telah bekerja sama menjaga integritas lembaga selama masa kepemimpinan periode 2021–2026.

"Semua dimulai dari transparansi. Artinya, apa yang kita katakan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan. Alhamdulillah, hingga akhir masa jabatan tidak ada isu yang menerpa BAZNAS Jawa Timur dan semuanya berjalan dengan baik," ujarnya.

Prof. Ali Maschan juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun lembaga.

"Mari kita jaga BAZNAS ini bersama-sama. Kebersamaan tidak harus selalu secara fisik, namun semangat untuk membesarkan lembaga harus tetap terjaga. Insya Allah pahala pengabdian ini akan terus mengalir," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., mengungkapkan rasa haru atas berakhirnya masa pengabdian bersama seluruh jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Jawa Timur.

"Rasanya sangat berat meninggalkan semua yang telah kita bangun bersama. Pengorbanan yang telah diberikan tidak sedikit dan semuanya demi kemajuan BAZNAS. Perpisahan memang pasti terjadi, tetapi saya berharap seluruh pengabdian ini menjadi amal ibadah yang mendapatkan ridha Allah SWT," tuturnya.

Kiai Masnuh juga menyampaikan pesan kepada seluruh amil agar terus melanjutkan perjuangan yang telah dirintis selama ini.

"Lanjutkan perjuangan ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang telah dirintis oleh para pimpinan dan para kiai, mohon dijaga dan dikembangkan. Saya akan terus mendoakan dari mana pun berada," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai, khususnya tenaga kontrak yang selama ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung lembaga.

"Teman-teman pegawai kontrak telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Saya berharap ke depan kesejahteraan mereka semakin diperhatikan dan mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Kita juga berharap BAZNAS Jawa Timur terus berkembang dan mampu mencapai prestasi yang lebih tinggi," ujarnya.

Menjelang berakhirnya masa tugas, Kiai Ahsan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar BAZNAS Jawa Timur.

"Selama saya bergaul dan bekerja bersama panjenengan semua, apabila ada tutur kata maupun perilaku yang kurang berkenan, baik disengaja maupun tidak, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkapnya.

Suasana haru semakin terasa ketika Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., menyampaikan refleksi atas perjalanan pengabdian selama menjabat.

"Sejujurnya hari ini saya sangat terharu. Sebaik dan sekuat apa pun seseorang, pasti ada titik paling jujur dalam hidupnya. Saya merasakan momen itu hari ini," katanya.

Beliau mengajak seluruh keluarga besar BAZNAS untuk terus meniatkan setiap aktivitas sebagai bentuk ibadah dan pelayanan kepada umat.

"Bekerja di BAZNAS harus diniatkan sebagai ibadah. Niat itulah yang membuat setiap langkah pengabdian kita bernilai di hadapan Allah SWT. Jika selama ini ada ketegasan atau hal-hal yang kurang berkenan, semuanya semata-mata untuk menyempurnakan dan memajukan BAZNAS," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhir pula kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Namun sesungguhnya kita tidak benar-benar berpisah, melainkan hanya berpindah tempat pengabdian. Silaturahmi dan kebersamaan ini insya Allah akan terus terjaga," ujarnya.

Kiai Husnul juga menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama lima tahun mengabdi di BAZNAS Jawa Timur.

"Alhamdulillah, selama lima tahun mengabdi di BAZNAS saya mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan, kepemimpinan, dan pengabdian. Semoga di mana pun kita berada, Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan kepada kita semua," pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan saling menyampaikan permohonan maaf, doa, serta harapan agar BAZNAS Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan mampu terus memberikan manfaat yang luas bagi umat.

04/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Perkuat Kemandirian Mustahik, BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Ternak Kambing di Sidoarjo

Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi umat dan mewujudkan transformasi mustahik menjadi muzakki, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan produktif berupa ternak kambing kepada Kelompok Ternak Banser Kobra Waru di Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (2/6).

Pada program tersebut, BAZNAS Jawa Timur menyalurkan 30 ekor kambing kepada 10 orang penerima manfaat sebagai modal usaha peternakan produktif. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mendukung program melalui penyediaan kandang ternak komunal berstruktur panggung serta 1 ekor kambing jantan sebagai pemacek guna menunjang pengembangan ternak secara berkelanjutan.

Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jawa Timur, Kyai Ali Maschan Moesa, beserta Wakil Ketua I, II, dan IV. Turut hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Agus M. Chasbil Aziz Salju Sodar, beserta jajaran pimpinan, perwakilan Pemerintah Desa Tambak Oso, masyarakat setempat, dan para penerima manfaat yang tergabung dalam Kelompok Ternak Banser Kobra Waru.

Ketua BAZNAS Jawa Timur, Kyai Ali Maschan Moesa, menyampaikan bahwa bantuan ternak tersebut merupakan amanah dari para muzakki yang harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bantuan ternak ini adalah amanah dari para muzakki. Oleh karena itu, para penerima manfaat wajib merawat, menjaga, dan mengelola ternak ini dengan penuh tanggung jawab agar dapat berkembang biak dengan baik,” ujarnya.

Melalui program kemitraan ternak ini, BAZNAS Jawa Timur berharap para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha peternakannya secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Dengan demikian, mustahik yang saat ini menerima bantuan diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kelak menjadi muzakki yang turut berbagi kepada sesama.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Jawa Timur dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui program-program produktif yang berorientasi pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan serta kelancaran usaha peternakan yang dijalankan oleh Kelompok Ternak Banser Kobra Waru.

04/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Kemenhaj Matangkan Strategi Penggalangan Infaq Jamaah Haji 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penggalangan Infaq Jamaah Haji Tahun 2026 pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mematangkan strategi penggalangan infaq saat pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Bina dan Pengendalian Haji & Umroh Kanwil Kementerian Haji & Umroh Provinsi Jawa Timur H. Gartaman, S.Ag., M.H., Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya Fentin Istifa’iyah, S.Ag., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS Jatim.

Dalam arahannya, H. Gartaman menyampaikan bahwa sesuai alur pemulangan jamaah haji, tidak akan ada seremoni khusus saat kedatangan jamaah. Karena waktu yang diberikan kepada MC hanya sekitar 5–6 menit, proses penggalangan infaq harus dilakukan secara singkat, jelas, dan efektif. Relawan juga diharapkan dapat bergerak cepat agar seluruh proses penggalangan dapat selesai dalam waktu sekitar 15 menit.

Ia menambahkan, BAZNAS perlu menyiapkan desain dan strategi yang optimal mengingat terdapat sekitar 9 rombongan dengan 11 jalur kedatangan jamaah. Koordinasi bersama ketua rombongan (karom) juga akan dilakukan untuk membantu memberikan motivasi kepada jamaah. Selain itu, koordinasi teknis akan terus diperkuat melalui grup komunikasi bersama.

Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Fentin Istifa’iyah, menyampaikan bahwa jadwal kedatangan jamaah cukup padat dan beragam sehingga pergerakan petugas harus diatur dengan baik agar tidak menghambat alur pelayanan jamaah. Ia menjelaskan bahwa sistem pelaksanaan tahun lalu akan kembali diterapkan dengan konsep yang lebih ringkas dan padat.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan perolehan infaq tahun ini. Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya dari 96 kloter berhasil dihimpun sekitar Rp1 miliar. Dengan jumlah 116 kloter pada tahun ini, diharapkan perolehan infaq dapat meningkat lebih besar.

Beliau juga menegaskan bahwa Islam selalu mengutamakan kualitas amal. Penggalangan infaq ini diniatkan sebagai bagian dari ibadah yang harus dilakukan dengan penuh keikhlasan agar mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, beliau turut mendoakan seluruh jamaah haji agar kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.

Pada kesempatan yang sama, Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa seluruh petugas dari BAZNAS, Asrama Haji, maupun Kementerian Haji akan diberikan seragam resmi yang dapat diambil pada 26 Mei di kantor BAZNAS Jatim. Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas sudah standby satu jam sebelum jadwal kedatangan kloter guna menjaga kelancaran proses di lapangan.

Selain itu, setiap penerimaan infaq dari jamaah nantinya harus ditandatangani oleh tiga unsur, yakni BAZNAS, Kementerian Haji, dan Asrama Haji sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.

20/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Potensi Zakat ASN Rp191 Juta per Bulan, BAZNAS Jatim Dorong Optimalisasi di Cabdindik Malang-Batu

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Batu pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di SMKN 1 Kota Malang dan diikuti para ASN serta tenaga pendidik di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., serta Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang menyampaikan bahwa sosialisasi dan edukasi mengenai zakat profesi masih perlu diperkuat. Menurutnya, masih banyak ASN maupun guru yang belum memahami mekanisme serta ketentuan zakat profesi. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui edukasi dan pendampingan agar pemahaman masyarakat semakin meningkat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim menegaskan bahwa pemerintah telah memperkuat regulasi pengelolaan zakat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014. Karena itu, ASN yang telah memenuhi ketentuan diharapkan dapat menunaikan zakat profesi sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi sosial dalam pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim menjelaskan bahwa nisab zakat profesi tahun 2026 setara dengan penghasilan sekitar Rp7,6 juta per bulan dengan kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Ia menyebut potensi zakat ASN di wilayah Kota Malang dan Batu mencapai sekitar Rp191 juta per bulan dan diharapkan dapat dioptimalkan. Selain itu, sekitar 70 persen dana yang terkumpul nantinya dapat kembali ke Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam bentuk program-program sosial bagi masyarakat.

08/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Strategi Heru Susanto Menjemput Sejahtera Bersama Program Jatim Makmur BAZNAS Jatim

BLITAR – Bekerja sebagai buruh serabutan seringkali membuat Heru Susanto merasa terhimpit oleh ketidakpastian. Namun, kehadiran program Jatim Makmur dari BAZNAS Jatim memberikan pegangan baru bagi warga Dusun Genjong ini. Melalui bantuan ternak kambing senilai Rp 7.500.000, Heru memulai babak baru sebagai peternak.

Heru sadar bahwa kunci sukses beternak adalah konsistensi. Di sela-sela kesibukannya mencari upah harian, ia menyempatkan diri untuk ngarit atau mencari rumput segar setiap sore. Baginya, setiap helai rumput adalah investasi untuk masa depan anak-anaknya.

Ketelatenan Heru membuahkan hasil yang menggembirakan. Kambing bantuan yang awalnya berjumlah 3 ekor, kini telah berkembang biak menjadi 8 ekor. Keberhasilan Heru dalam menjaga kesehatan dan reproduksi ternaknya mendapat apresiasi dari para pendamping lapangan BAZNAS.

Transformasi ekonomi ini membuat Heru lebih mandiri secara finansial. Ia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panggilan kerja serabutan yang tidak pasti. Kini, ia memiliki aset produktif yang terus tumbuh, membuktikan bahwa zakat adalah motor penggerak ekonomi yang sangat efektif di tingkat akar rumput.

05/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

BAZNAS Jatim Hadir di Tengah Pemulihan Pascabencana, 1.000 Anak Yatim Probolinggo Terima Santunan dan Alat Sekolah
BAZNAS Jatim Hadir di Tengah Pemulihan Pascabencana, 1.000 Anak Yatim Probolinggo Terima Santunan dan Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan santunan bagi 1000 anak yatim, Kamis (26/2/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan sinergi dalam pemulihan daerah pascabencana banjir. Kegiatan yang bertempat Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Dr. Muhammad Haris, M.Kes, Sekretaris Bakorwil V Jember Ibu Anistyo Anggraini, S.S., M.M., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Has, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. Muhammad Zaki, M.Si., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. Hadir pula Jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Wasik Hanan, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS Jatim merupakan bentuk dukungan penuh terhadap sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terutama dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat di tengah masa pemulihan pascabencana. “Atas nama pimpinan BAZNAS Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam berkhidmat masih terdapat kekhilafan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Kabupaten Probolinggo agar menjadi daerah yang maju, amanah, religius, serta tetap eksis dan berdaya saing. Kepada anak-anak yatim yang hadir, ia berpesan agar terus berdoa dan istiqamah dalam menuntut ilmu, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi bangsa yang cerdas dan membanggakan. Sementara itu, Bupati Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo baru saja mengalami bencana alam yang mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat terus bersinergi untuk mempercepat proses pemulihan. Ia juga berpesan kepada para anak yatim untuk senantiasa memuliakan orang tua, khususnya ibu. “Nasab itu dari ayah, nasib itu dari ibu. Maka muliakan ibu kalian agar sukses dunia dan akhirat,” pesannya. Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan visi Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing). Ucapan terima kasih disampaikan kepada keluarga besar BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan santunan ini, serta memastikan bahwa bantuan yang dihimpun akan disalurkan sesuai amanah dan tepat sasaran. Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa anak-anak yatim yang hadir berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, masing-masing diwakili 40 anak. Ia berharap berbagai program sosial, termasuk permohonan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dapat segera direalisasikan. “Kami rutin menyantuni anak yatim setiap bulan Muharram di Kabupaten Probolinggo. Untuk kegiatan ini, bantuan transportasi dari BAZNAS Jawa Timur sebesar Rp25.000 per anak akan kami tambahkan khusus bagi kecamatan yang lokasinya jauh dari titik acara, seperti Kecamatan Dringu dan Kecamatan Tegal Siwalan,” jelasnya.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan Berkah, BAZNAS Jatim Beri Santunan dan Alat Sekolah bagi 1.000 Anak Yatim di Lumajang
Ramadan Berkah, BAZNAS Jatim Beri Santunan dan Alat Sekolah bagi 1.000 Anak Yatim di Lumajang
Dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Pendopo Aryawiraraja, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Drm KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh MA., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang HM. Nur Sjahid beserta jajaran, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, jajaran Forkopimda Lumajang, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, serta Ketua MUI Kabupaten Lumajang. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, menyapa anak-anak dengan penuh kehangatan. Ia menanyakan kesiapan mereka dalam menjalankan ibadah puasa dan mengingatkan pentingnya mencintai anak yatim sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. “Kalau kita cinta kepada anak yatim, berarti kita cinta Rasulullah SAW, karena beliau juga seorang anak yatim,” tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lumajang dan jajaran BAZNAS Lumajang atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut dan semakin memperkuat pengumpulan zakat di bawah kepemimpinan Bupati Lumajang demi kemaslahatan umat. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyemangati anak-anak yatim yang hadir dengan penuh keakraban. Ia menyapa dan berdialog langsung, memastikan semangat mereka dalam menjalani puasa serta kebahagiaan menerima bantuan. “Anak-anaknya Bunda tetap semangat. Mudah-mudahan kalian nanti menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat, tangguh, dan berakhlakul karimah,” pesannya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lumajang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan pada hari itu, yang diharapkan menjadi berkah dan catatan kebaikan bagi BAZNAS serta para muzaki. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, HM. Nur Sjahid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut. “Pagi hari ini kita mendapatkan nikmat yang luar biasa, yaitu bisa hadir dalam rangka santunan 1.000 anak yatim,” ujarnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa tas sekolah beserta perlengkapannya, sementara BAZNAS Lumajang menyalurkan santunan dalam bentuk uang tunai masing-masing sebesar Rp200 ribu kepada setiap anak yatim dhuafa.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Jatim Santuni 1.090 Anak Yatim di Pacitan
Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Jatim Santuni 1.090 Anak Yatim di Pacitan
Sebanyak 1.090 anak yatim dhuafa menerima santunan dan paket tas sekolah dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Pacitan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan dan pendidikan anak yatim di wilayah tersebut. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pimpinan lembaga, di antaranya Kepala Bakorwil I Madiun R. Heru Wahono Santoso, pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Wakil Ketua II KH. Ahsanul Haq, Ketua BAZNAS Pacitan Shodiq Suja'ba, serta Wakil Bupati Pacitan Gagarin bersama jajaran Forkopimda lainnya. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 1.090 paket tas sekolah lengkap dengan alat tulis, serta bantuan transportasi bagi anak yatim dengan total nilai Rp 27.250.000. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Pacitan menyalurkan santunan sebesar Rp 175.000 per anak kepada 1.000 anak yatim dengan total Rp 175.000.000. Selain itu, santunan khusus juga diberikan kepada 90 anak yatim binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cabang Dinas Pendidikan Pacitan, masing-masing sebesar Rp 200.000 per anak. Ketua BAZNAS Pacitan menyampaikan bahwa jumlah anak yatim di Kabupaten Pacitan saat ini mencapai sekitar 2.200 anak. Dengan tersalurkannya bantuan kepada 1.090 anak dalam kegiatan ini, berarti sekitar separuh dari total anak yatim di wilayah tersebut telah menerima perhatian dan bantuan secara langsung. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan BAZNAS Jawa Timur yang direncanakan berlangsung di 11 titik wilayah. Pacitan menjadi titik kedua dalam rangkaian tersebut, dengan tujuan memberikan kebahagiaan serta mendukung kebutuhan pendidikan anak yatim melalui pemberian tas sekolah baru yang layak. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap dapat terus memperluas jangkauan bantuan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dhuafa agar mereka dapat menjalani pendidikan dan kehidupan dengan lebih baik.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia. Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki. Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen. Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik. Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik. Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik. "Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor. Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan, pada delapan ashnaf (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60. Delapan ashnaf itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan). “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Semarak Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kota Malang
Semarak Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kota Malang
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (21/2/2026). Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya mengajak anak-anak yatim untuk terus memiliki cita-cita tinggi dan tidak kehilangan harapan. Beliau mendoakan agar kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin daerah bahkan pemimpin bangsa. “Anak-anak yang ingin menjadi wali kota angkat tangan! Walaupun panjenengan sudah ditinggal orang tua, saya doakan nanti ada yang menjadi wali kota, bahkan menjadi presiden, aamiin Allahumma aamiin,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara BAZNAS Jatim dan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Santunan bagi anak yatim piatu bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa," ucapnya. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan. “Ini kolaborasi kelima kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” imbuhnya. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kepala OJK Malang, perwakilan Bank Indonesia Malang, pimpinan Bank Syariah Indonesia Area Malang, perwakilan Bank Jatim konvensional dan syariah, serta Rektor Universitas Brawijaya.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tarhib Ramadan BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum bagi Perempuan Tangguh
Tarhib Ramadan BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum bagi Perempuan Tangguh
Kebahagiaan menyambut Ramadan 1447 Hijriah begitu terasa di wajah para perempuan tangguh (bunda ojol) penerima manfaat dalam kegiatan “Marhaban ya Ramadan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur di kawasan Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2/2026). Salah satu pengemudi ojek daring wanita, Ani Winarsih, warga Jalan Menur, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, mengaku senang bisa terlibat dalam rangkaian kegiatan mulai dari pawai konvoi hingga tausiah dan pembagian sembako. "Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bunda Ani dengan penuh antusias. Apresiasi tinggi juga datang dari para peserta, salah satunya adalah Wiji Handayani, anggota komunitas Ojol Gaspol Malang Raya. Warga Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut turut mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi BAZNAS dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti, terutama bagi rekan-rekan sesama pengemudi ojol wanita yang sebagian besar merupakan orang tua tunggal (janda) maupun perempuan kepala keluarga (Pekka). "Saya sangat berterima kasih sekali. Setiap tahun saya selalu ikut, sangat membantu. Apalagi kami itu kebanyakan janda dan Pekka. Kami sangat berterima kasih dengan adanya BAZNAS setiap tahunnya," katanya.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sambut Ramadan, Khofifah dan BAZNAS Jatim Berbagi dengan Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Sambut Ramadan, Khofifah dan BAZNAS Jatim Berbagi dengan Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk "Marhaban ya Ramadan" pada Selasa (17/2/2026). Acara yang digelar di kawasan Islamic Center Surabaya ini menjadi momentum syiar sekaligus bentuk kepedulian terhadap pejuang ekonomi keluarga. Sebanyak 1.305 peserta yang terdiri dari 850 pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol) dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center berkumpul untuk menyemarakkan syiar Ramadan. Agenda utama meliputi pawai keliling wilayah Dukuh Pakis dan penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako bagi para peserta. Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki yang telah membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya. Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, mengatakan esensi program BAZNAS ini sesuai dengan filosofi Jawa, "Wong Cilik Iso Gumuyu" (rakyat kecil bisa tersenyum). "Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa," jelasnya. Kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan ini, kata Nur Chamdani, telah digelar dan membantu banyak masyarakat di berbagai daerah. Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Jawa Timur, terutama Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menghadapi bulan suci. “Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa tahun ini program santunan akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim. "Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya," ujarnya. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, para Asisten Sekdaprov Jatim, serta para Kepala OPD Provinsi Jawa Timur. Turut hadir Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Ketua DMI Jatim, Ketua FKUB Jatim, Ketua PW LDII Jatim, Ketua LPTQ Jatim, Ketua LPPD Jatim, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jatim, para Ketua UPZ di lingkup OPD Provinsi Jawa Timur, serta para bunda ojol dan jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Centre.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gandeng Sekdin Pendidikan Jatim Optimalkan ZIS ASN di Jember–Lumajang
BAZNAS Jatim Gandeng Sekdin Pendidikan Jatim Optimalkan ZIS ASN di Jember–Lumajang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang di SMK Negeri 6 Jember, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono, M.Pd., Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.H., dan jajaran, serta perwakilan MKKS SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jember dan Lumajang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Imam Triyono menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para kiai yang memberikan pencerahan kepada jajaran pendidikan. Ia mengakui bahwa capaian penghimpunan ZIS di wilayahnya masih tergolong rendah. “Alhamdulillah kita bisa bertemu dengan para kiai yang akan memberikan pencerahan. Namun saya melihat laporan penerimaan, persentasenya masih sangat kecil, baru sekitar 2 persen. Jujur kami agak malu dengan kondisi ini,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan Jawa Timur yang hebat. Beliau berharap peran BAZNAS dapat memperkuat kesadaran berzakat di kalangan ASN pendidikan. “Kita semua sepakat membuat pendidikan Jawa Timur menjadi hebat. Di Jember dan Lumajang semangatnya ada, tetapi sering kali tidak ada yang mengingatkan. Karena itu mohon arahan dan tausiyah dari para kiai agar semangat berzakat semakin tumbuh,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan bahwa zakat merupakan amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya. “Harta yang kita miliki sebagian adalah hak orang lain, dan yang memfasilitasi penyalurannya adalah BAZNAS. Tidak akan habis harta kita saat memikirkan orang lain, justru akan semakin bertambah,” tegasnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menegaskan posisi BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang memiliki dasar hukum kuat. “BAZNAS setara dengan BRIN, Badan Gizi Nasional, Badan Haji yang kini menjadi kementerian, bahkan Danantara. Bedanya, BAZNAS satu-satunya badan yang tidak mendapat APBN,” jelasnya. Prof. Ali Maschan menambahkan bahwa BAZNAS menjalankan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 yang mewajibkan ASN menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Undang-undang bersifat memaksa dan memiliki sanksi. Memaksa panjenengan masuk surga itu lebih baik daripada membiarkan panjenengan masuk neraka, kami tidak rela,” ujarnya. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ashanul Haq kemudian menjelaskan secara rinci ketentuan zakat profesi. Menurutnya, setiap profesi yang menghasilkan penghasilan dan telah mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Kiai Ahsan memaparkan bahwa berdasarkan ketetapan MUI, nisab zakat profesi kini ditetapkan sebesar Rp85,6 juta per tahun. “Jika dibagi 12 bulan, maka sekitar Rp7,1 juta per bulan. Zakatnya 2,5 persen atau sekitar Rp175 ribu per bulan,” jelasnya. Beliau juga menekankan peran kepala sekolah untuk mengklasifikasikan guru yang telah mencapai nisab dan yang belum. Berdasarkan data, potensi ZIS Cabdin Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang mencapai Rp263 juta per bulan, dengan total ASN sebanyak 2.551 orang yang terdiri dari 1.168 PNS dan 1.383 PPPK. Namun, realisasi setoran ZIS Januari–Desember baru mencapai Rp72,5 juta. Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Jatim berharap kesadaran dan partisipasi ASN pendidikan di wilayah Jember–Lumajang semakin meningkat demi optimalisasi zakat untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan disparitas sosial di Jawa Timur.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gelar Rakor UPZ Sambut Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan 7 Miliar
BAZNAS Jatim Gelar Rakor UPZ Sambut Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan 7 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam rangka Marhaban Ya Ramadan 1447 H di Hotel Neo+ Sidoarjo, Rabu (4/2/2026). Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M.; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A.; Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.; serta para pengurus UPZ BAZNAS se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai mesin pencetak pahala yang harus dimiliki setiap muslim sejak di dunia. “Kita tentunya sepakat bahwa siapa pun yang namanya manusia ini harus memiliki mesin pencetak pahala. Apa kira-kira mesin pencetak pahala itu? Yaitu zakat, infak, sedekah, ditambah dengan wakaf. Maka jangan berani-berani kita mati sebelum memiliki mesin pencetak pahala,” ujarnya. Kakanwil Kemenag Jatim juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung program-program BAZNAS, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. “Karena yang kita bicarakan ini adalah kemaslahatan umat. Jadi, apa pun program-program BAZNAS, Kementerian Agama dalam hal ini tentu akan memberikan dukungan. Kami memang mendorong seluruh Kantor Kementerian Agama se-Jawa Timur, termasuk madrasah, untuk memiliki UPZ. Hal ini merupakan bagian dari legalitas dalam menghimpun dana dari warga Kementerian Agama. Penggunaannya, sekali lagi, adalah dalam rangka pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan ekonomi, insyaallah,” tegasnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. menyampaikan bahwa landasan hukum pengelolaan zakat sudah sangat jelas melalui undang-undang, peraturan pemerintah, hingga instruksi presiden. “Landasan hukumnya sebenarnya sudah jelas. Ada undang-undang, peraturan pemerintah, serta instruksi presiden. Untuk ASN, regulasinya memang berada di bawah Kementerian Agama. Karena itu, kami tidak bisa lepas dari payung kebijakan tersebut. Dalam hal ini, kami hanya sebagai operator pelaksana,” jelas Kiai Ali. Prof. Ali Maschan optimistis penghimpunan zakat pada Ramadan tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Beliau menambahkan, dana yang terhimpun akan difokuskan pada program-program prioritas, salah satunya santunan anak yatim. “Tahun lalu kami berhasil menghimpun sekitar Rp3,5 miliar, dan tahun ini menargetkan Rp7 miliar. Sesuai siklusnya, program santunan yatim mencakup sekitar 1.000–2.000 anak yatim per kabupaten. Masing-masing mendapatkan paket berupa tas, buku, dan bantuan biaya dengan kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000,” tambahnya. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS tidak hanya berperan menghimpun zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas berbagai inisiatif yang telah dilakukan,” ungkapnya. Menjelang bulan suci Ramadan, beliau mengajak seluruh UPZ untuk memanfaatkan momentum ini dalam menyusun strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal. “Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui dukungan kebijakan, serta menjadikan BAZNAS sebagai pilihan utama dalam pembayaran zakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Manfaatkan forum ini untuk menyusun strategi agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan 2026, BAZNAS RI Usung Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”
Ramadan 2026, BAZNAS RI Usung Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengangkat tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama program tahun 2026, termasuk dalam pelaksanaan bulan suci Ramadan. Tagline ini menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, seperti kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan. Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen strategis yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong nasional. Menurut Kiai Noor, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial, terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Melalui zakat, proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Pada tahun 2026, BAZNAS memfokuskan kebijakan pada penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan rekonstruksi berbasis pemberdayaan. Sejumlah program telah disiapkan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Selain terkait bencana, BAZNAS juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai upaya menguatkan Indonesia dari tingkat akar rumput. Melalui tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai energi kolektif dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera yang bertempat di Halaman Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim Imam Hidayat, S.Sos., M.M., Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, para Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Jawa Timur, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bank Indonesia, FKUB, DMI, LPTQ, LPPD, pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Kepala Cabang JNE Surabaya, pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta para donatur dari berbagai unsur masyarakat. Dalam kurun waktu dua bulan, BAZNAS se-Jawa Timur berhasil menghimpun donasi sebesar Rp6.162.298.397,- serta bantuan kebutuhan dasar sebanyak 160 koli. Donasi tunai disalurkan melalui BAZNAS RI, sedangkan bantuan logistik dikirim langsung ke wilayah terdampak di Aceh dan Sumatera dengan dukungan ekspedisi JNE Express. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Jawa Timur. Kiai Ali menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, kebermanfaatan dan keikhlasan merupakan nilai utama dari zakat, infak, dan sedekah. “Jumlah memang penting, namun yang lebih utama adalah kualitas dan dampak manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit. Beliau menjelaskan bahwa secara nasional BAZNAS menargetkan penghimpunan dana penanganan bencana hingga sekitar Rp80 miliar, yang akan digunakan untuk bantuan logistik, perlengkapan sekolah, peralatan ibadah, renovasi fasilitas pendidikan dan keagamaan, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. “Bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur Imam Hidayat, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dan masyarakat Jawa Timur dalam merespons bencana kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. “Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS menunjukkan tingginya empati sosial dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Timur,” ujarnya. Selain pelepasan bantuan kemanusiaan, pada kesempatan tersebut BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan bantuan program secara simbolis kepada para mustahik, meliputi beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program usaha, bantuan alat kerja, bantuan modal UMKM, serta bantuan sosial bagi fakir dan dhuafa.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya. “Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk. “Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut. “Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban. “Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya. BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026). Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah. “Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar. “Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya. Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut. “Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp46 Juta dari PENGAMAL
BAZNAS Jatim Terima Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp46 Juta dari PENGAMAL
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp46 juta dari Pengajian Muslimah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (PENGAMAL). Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Pembina PENGAMAL Dr. Hj. Hasniah Hasan, M.Si., Ketua PENGAMAL Hj. Endang Risdiyanti, beserta jajaran pengurus. Mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim KH. Masnuh menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan ini merupakan amanah yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak. Beliau berharap sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Jatim dan PENGAMAL dapat terus terjalin. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini mendapatkan barokah dari Allah SWT. Semoga ini bukan yang terakhir, silaturahmi terus terjaga, dan kita semua diberi kesehatan untuk terus berjuang membantu sesama,” ujarnya. KH. Masnuh juga menambahkan bahwa penggalangan dana masih terus berlangsung dan bantuan dalam bentuk uang dinilai lebih efektif karena memudahkan proses pengiriman dan penyaluran kepada masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Jatim KH. Muhammad Zakki menegaskan bahwa seluruh donasi yang terhimpun akan disalurkan secara amanah dan terkoordinasi. Ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim bersama Gubernur Jawa Timur. “Insyaallah seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana oleh Ketua BAZNAS Jatim bersama Gubernur Jawa Timur, sehingga bantuan dapat tersampaikan secara tepat sasaran,” jelasnya. Pembina PENGAMAL Dr. Hj. Hasniah Hasan, M.Si., menjelaskan bahwa PENGAMAL telah berdiri sejak satu tahun setelah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diresmikan dan hingga kini aktif sebagai majelis taklim muslimah yang konsisten bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Penggalangan ini hanya berlangsung sekitar 20 hari dan sebagian bantuan telah kami distribusikan dalam bentuk paket. Namun karena kepercayaan jamaah begitu besar, donasi terus bertambah,” tuturnya. Beliau menambahkan bahwa penyaluran donasi melalui BAZNAS Jatim dilakukan untuk menyambung silaturahmi sekaligus karena BAZNAS dinilai sebagai lembaga yang amanah dan dipercaya masyarakat dalam menyalurkan bantuan hingga sampai ke penerima manfaat. “Kami yakin BAZNAS merupakan pilihan yang tepat dan dipercaya masyarakat untuk menyalurkan bantuan hingga sampai kepada para penerima manfaat.” pungkasnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp75 Juta dari UPN Veteran Jatim untuk Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp75 Juta dari UPN Veteran Jatim untuk Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Rp 75.000.000,- dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si., beserta jajaran, serta para kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan di lingkungan BAZNAS Jatim. Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Lukman Arif, menyampaikan bahwa donasi ini merupakan wujud kepedulian civitas akademika UPN Veteran Jawa Timur terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Ia menuturkan bahwa silaturahmi ini menjadi kunjungan perdana UPN ke BAZNAS Jatim dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan. “Alhamdulillah, kami dapat bersilaturahmi dan menyampaikan kepedulian civitas akademika UPN Jawa Timur terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Aceh dan Sumatera. Karena sudah terjalin kerja sama dengan BAZNAS, pimpinan memberikan kepercayaan untuk menitipkan donasi melalui BAZNAS,” ujarnya. Beliau juga menjelaskan bahwa jumlah donasi yang semula direncanakan sebesar Rp25 juta meningkat menjadi Rp75 juta dan disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UPN Veteran Jawa Timur kepada BAZNAS Jatim. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini senantiasa mendapatkan rida dari Allah SWT,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta kepercayaan yang diberikan oleh UPN Veteran Jawa Timur. Kiai Ali berharap keluarga besar UPN senantiasa diberi keberkahan dalam menjalankan perannya, tidak hanya mencerdaskan bangsa tetapi juga membangun karakter generasi muda. “Berapa pun jumlah donasinya, kami terima dengan penuh amanah. Saat ini total donasi kemanusiaan yang telah terhimpun mencapai sekitar Rp3 miliar. Insyaallah pada akhir Januari nanti akan dilaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para pemangku kepentingan yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan secara simbolis kepada BAZNAS RI,” jelasnya. Prof. Ali Maschan juga menambahkan bahwa peningkatan donasi dari Rp25 juta menjadi Rp75 juta menunjukkan potensi kepedulian yang terus berkembang. “Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir dan ke depan dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Donasi Sumatera dari BAZNAS Gresik dan BAZNAS Sampang
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Donasi Sumatera dari BAZNAS Gresik dan BAZNAS Sampang
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Gresik dan BAZNAS Kabupaten Sampang. Kegiatan penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur pada Rabu (31/12/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik, H. Muhamad Mujib, M.Pd.I., beserta jajaran, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Al-Hitami, beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa momentum akhir tahun hendaknya dimaknai dengan meningkatkan kepedulian dan kecintaan kepada sesama, khususnya kepada saudara-saudara yang terdampak musibah di Sumatera. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gresik dan BAZNAS Kabupaten Sampang atas komitmen serta ikhtiar dalam menghimpun donasi kemanusiaan. “Refleksi dan muhasabah sejatinya tidak harus menunggu akhir tahun. Kuantitas donasi memang penting, namun kualitas dan keberkahannya jauh lebih utama. Berapapun yang dihimpun, BAZNAS akan menerima dan menyalurkannya secara amanah,” tuturnya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan, semangat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus terus dijaga secara istiqomah. Menurutnya, kepedulian dan solidaritas sosial akan menghadirkan kemudahan dari Allah SWT bagi umat. BAZNAS Jatim juga merencanakan kegiatan seremonial penyerahan bantuan dengan melibatkan seluruh BAZNAS kabupaten/kota yang berkontribusi, yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari syiar kebaikan dan penguatan sinergi. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik, H. Muhamad Mujib, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pihaknya menitipkan donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp159.150.000 melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Kami hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bencana Sumatera. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan BAZNAS Provinsi Jawa Timur selama ini,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Al-Hitami, menyampaikan penyaluran donasi kemanusiaan sebesar Rp38.219.500 yang disertai bantuan berupa obat-obatan dan susu. Beliau menuturkan bahwa meskipun berasal dari daerah dengan berbagai keterbatasan, semangat berbagi dan kepedulian masyarakat Kabupaten Sampang tetap terjaga. “Kami mengantarkan langsung donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera. Walaupun nilainya tidak besar, semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Sampang,” ungkapnya.
BERITA31/12/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →