Berita Terbaru
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Jatim Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan 81 paket bantuan bedah rumah sebagai kado kemerdekaan dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dalam acara tasyakuran dan ramah tamah bersama perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, serta ahli waris keluarga pahlawan nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8), usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari 81 paket bantuan bedah rumah tersebut, 10 paket diperuntukkan bagi perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan. Sebanyak empat penerima dari kelompok tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara di Gedung Negara Grahadi.
Menurut Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin, program bantuan bedah rumah tersebut merupakan bagian dari BAZNAS Jatim Peduli, sebagai bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini juga menjadi bagian dari semangat Nawa Pradana yang diusung pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
Hingga kini, kata Ghofirin, 53 rumah telah selesai direnovasi dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelaksanaannya mencakup Gresik tujuh rumah; Sidoarjo, Tulungagung, Tuban, Banyuwangi, Probolinggo, Sampang, dan Bondowoso masing-masing lima rumah; Surabaya dua rumah; serta Blitar, Kota Blitar, Bojonegoro, Jember, Lumajang, Bangkalan, Mojokerto, dan Kota Mojokerto masing-masing satu rumah.
Hingga akhir Agustus, 28 rumah lainnya akan dilaksanakan di kabupaten/kota lain di Jawa Timur, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BAZNAS dan LAZ kabupaten/kota se-Jawa Timur,” jelas Ghofirin.
Ia menambahkan, bedah rumah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Hunian yang layak diharapkan dapat memberikan rasa aman, sehat, nyaman, sekaligus meningkatkan martabat keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan bermartabat. Semangat kemerdekaan harus dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain menyasar perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan, BAZNAS Jatim memprioritaskan masyarakat miskin yang masuk kategori mustahik zakat. Salah satunya adalah Mbah Sumarni, warga Kabupaten Blitar yang berusia 93 tahun. Di usia senja, Mbah Sumarni masih merawat adiknya yang telah lanjut usia dan mengalami tuna netra, sekaligus anaknya yang lumpuh akibat kecelakaan. Di tengah tanggung jawab tersebut, kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan menjadi persoalan tersendiri bagi perempuan yang telah berusia 93 tahun itu.
Ghofirin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan donatur yang selama ini telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jatim. “Kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata dan menjalankan berbagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ghofirin juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung aksi kemanusiaan BAZNAS Jatim dengan mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jatim. “Mari bersama-sama meneruskan semangat berbagi dan gotong royong ini. Percayakan zakat, infak, dan sedekah kita kepada BAZNAS Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA17/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Khotmil Quran dan Ta’aruf, Pimpinan Baru BAZNAS Jatim Perkuat Kekompakan Menyongsong Nawa Pradana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar khatmil Quran sekaligus ta’aruf pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026 - 2031, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi jajaran pimpinan baru untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menyatukan semangat dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Jawa Timur. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus memperkuat komunikasi antarpimpinan dalam menjalankan tugas bersama ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026 - 2031, yakni Ketua Muhammad Ghofirin, Wakil Ketua I Imam Hambali, Wakil Ketua II Afif Amrullah, Wakil Ketua III Amirul Mukmina, dan Wakil Ketua IV Muhammad Syarif Hidayatullah. Kehadiran seluruh pimpinan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kekompakan sejak awal masa kepengurusan baru. Suasana kebersamaan juga terlihat melalui kesempatan saling bertukar pandangan mengenai langkah dan tantangan yang akan dihadapi bersama.
Selain menjadi momentum silaturahmi, khatmil Quran dan ta’aruf tersebut juga menjadi kesempatan bagi pimpinan BAZNAS Jatim untuk memperkuat semangat kebersamaan. Setelah resmi dilantik, jajaran pimpinan memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan meningkatkan berbagai program zakat yang telah berjalan. Karena itu, diperlukan komunikasi yang kuat, koordinasi yang baik, serta kesamaan visi agar setiap langkah kepemimpinan dapat berjalan secara selaras dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan juga kembali meneguhkan komitmen untuk menyongsong pelaksanaan Sembilan Nawa Pradana BAZNAS Jatim yang telah menjadi arah utama program kepengurusan periode 2026–2031. Sembilan program tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, BAZNAS Jatim Sinergi, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, dan BAZNAS Jatim Tangguh. Penguatan semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bersama dalam menerjemahkan setiap program menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
Sembilan Nawa Pradana BAZNAS Jatim tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin berdampak, terarah, dan berkelanjutan. Melalui sembilan fokus tersebut, BAZNAS Jatim berupaya memperkuat berbagai aspek pelayanan kepada masyarakat, mulai dari kepedulian sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan dan kesejahteraan. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pimpinan serta dukungan berbagai pihak agar manfaat zakat dapat dirasakan semakin luas oleh para mustahik.
Ketua BAZNAS Jatim Muhammad Ghofirin menyampaikan bahwa momentum ta’aruf menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan jajaran pimpinan baru. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya terbangun dalam suasana silaturahmi, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menjalankan amanah dan menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin solid, seluruh pimpinan dapat bergerak bersama untuk memperkuat pelaksanaan program serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Jatim.
Melalui khatmil Quran dan ta’aruf tersebut, BAZNAS Jatim berharap kepemimpinan periode 2026 - 2031 dapat diawali dengan semangat kebersamaan, kekompakan, dan komitmen yang kuat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa amanah pengelolaan zakat membutuhkan kerja kolektif dan sinergi seluruh jajaran. Dengan semangat tersebut, BAZNAS Jatim siap menyongsong pelaksanaan Sembilan Nawa Pradana untuk menghadirkan manfaat zakat yang semakin luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Produk Mustahik Binaan BAZNAS Jatim Hadir di Misi Dagang Jatim - Kalbar
Produk UMKM mustahik binaan BAZNAS Jawa Timur turut dihadirkan dalam Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan turut dihadiri Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin. Produk tersebut hadir melalui brand Bazkara Food, usaha milik Sumiyatin yang selama hampir dua tahun mendapatkan pembinaan dari BAZNAS Jatim secara berkelanjutan hingga mampu mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Bazkara Food menghadirkan sejumlah produk olahan dalam kegiatan tersebut, mulai dari minuman bunga telang hingga aneka keripik yang menjadi produk usaha Sumiyatin. Kesempatan mengikuti misi dagang ini menjadi pengalaman penting bagi Sumiyatin untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Sebelum mendapatkan pembinaan dari BAZNAS Jatim, Sumiyatin menjalankan usahanya dengan berbagai keterbatasan dan belum memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan produk secara optimal. Selama hampir dua tahun, BAZNAS Jatim memberikan pendampingan dan dukungan agar usaha yang dijalankannya dapat terus tumbuh, hingga akhirnya Sumiyatin mendapatkan kesempatan membawa produk Bazkara Food dalam misi dagang di Pontianak.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, mengatakan pemberdayaan mustahik perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Kami ingin mustahik yang kami bina tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan mandiri. Ketika produk mereka bisa hadir dalam kegiatan seperti misi dagang ini, tentu menjadi bagian dari proses untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan usaha,” ujar Mohammad Ghofirin.
Sumiyatin mengaku bersyukur sekaligus menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Jatim untuk mengikuti Misi Dagang di Pontianak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Jawa Timur yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti misi dagang ini. Selama hampir dua tahun dibina, saya mendapatkan banyak pendampingan dan dukungan untuk mengembangkan usaha. Kesempatan seperti ini sangat berarti karena produk kami bisa dikenal lebih luas,” tutur Sumiyatin.
Melalui kehadiran Bazkara Food dalam Misi Dagang di Pontianak, BAZNAS Jatim berharap pembinaan yang diberikan kepada mustahik dapat terus membuka jalan bagi penguatan usaha dan perluasan pasar. BAZNAS Jatim juga berkomitmen mendorong para mustahik binaan agar semakin mandiri secara ekonomi, sehingga usaha yang mereka bangun tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim di Ngawi, BAZNAS Jatim Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi Pendidikan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Madiun menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 2 Ngawi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Waka II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Hj. Lena, M.Pd., Ketua UPZ Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Drs. H. Makmun Fatoni, M.Pd., perwakilan Kapolres Ngawi, perwakilan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, pengurus BAZNAS wilayah Madiun dan Ngawi, serta jajaran pejabat dan pengawas Cabdindik Wilayah Madiun. Turut hadir Kepala SMKN 2 Ngawi, Muslim, S.Pd., M.KPd., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Waka II BAZNAS Jatim, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., mengungkapkan rasa syukur dapat hadir dalam kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di dunia maupun akhirat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Lebaran Yatim yang dilaksanakan bersama 24 Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Timur. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya yang terus dilanjutkan oleh kepemimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
"Salam kenal dari kami, kami pimpinan yang baru dilantik oleh Gubernur Ahad kemarin," ujarnya.
Gus Afif juga menyampaikan salam dari Ketua BAZNAS Jatim, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan munfik, khususnya di lingkungan Cabdindik, yang selama ini telah berkolaborasi dengan BAZNAS Jatim dalam menghadirkan berbagai manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, BAZNAS Jatim berkomitmen memperkuat dan mendukung program-program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui semangat Nawa Bhakti Satya, sekaligus menyelaraskannya dengan program Nawa Pradana BAZNAS Jatim.
"Kalau Bu Gubernur punya Jatim Cerdas, maka kami punya BAZNAS Jatim Cerdas," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Jatim juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) melalui sinergi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat.
Mengutip ayat Al-Qur'an yang dibacakan oleh qori dalam kegiatan tersebut, A. Afif menekankan pentingnya hubungan hablum minannas, termasuk dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan, tetapi juga bagaimana dana umat dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Hj. Lena, M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Lebaran Yatim dapat dilaksanakan dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan inspirasi dan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian yang hadir dalam momentum Muharram harus terus dilanjutkan dan memberikan dampak pada bulan-bulan berikutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS Jatim atas dukungan dan kemudahan dalam proses pencairan program.
Ia mengingatkan para kepala sekolah agar pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus digencarkan karena dana yang dihimpun akan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program-program di lingkungan pendidikan dan wilayah Jawa Timur.
"Semoga apa yang diberikan oleh BAZNAS Jatim membawa keberkahan dan kebermanfaatan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah keterbatasan yang dihadapi anak-anak, mereka tidak pernah berjalan sendiri. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk terus membersamai dan memberikan dukungan sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Kegiatan Lebaran Yatim tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik Wilayah Madiun, UPZ, serta seluruh satuan pendidikan dalam menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Pacitan Gelar Lebaran Yatim, Salurkan Bantuan bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Mikro
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Aula SMKN 2 Pacitan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 2 Pacitan Drs. Subagyo, M.M., para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Pacitan, Kasi SMA dan SMK se-Kabupaten Pacitan, guru pendamping, serta para penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Waka II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 215.
Dalam ayat tersebut, terdapat lima prioritas utama dalam membelanjakan rezeki, yakni kepada orang tua, kerabat (wal aqrobin), anak yatim (wal yatama), orang miskin (wal masakin), serta musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal (ibnu sabil).
Gus Afif menegaskan bahwa BAZNAS Jatim memiliki komitmen untuk mengembalikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada umat dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“BAZNAS Jatim sangat berkomitmen untuk mengembalikan ZIS kepada umat, salah satunya melalui kegiatan di UPZ Cabdindik Pacitan yang merupakan bagian dari UPZ BAZNAS Jatim,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dana ZIS yang dihimpun melalui UPZ akan diprioritaskan untuk dikembalikan sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat di sekitar wilayah UPZ.
Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Jatim atas pengelolaan ZIS yang dinilai sangat baik sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya merasa bersyukur dapat turut menunaikan sekaligus menerima manfaat dari zakat. Sasmito juga mengapresiasi para kepala sekolah yang telah berkontribusi dalam pembayaran ZIS.
Menurutnya, komitmen tersebut perlu terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh stakeholder di lingkungan sekolah. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, pembayaran ZIS juga menjadi bagian dari edukasi diri agar manfaat zakat dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
“Amanah dari para muzakki ini pun diharapkan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya dan penuh kesungguhan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim, penerima bantuan rombong usaha, dan penerima bantuan modal usaha.
Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Pacitan dalam mengoptimalkan penghimpunan serta pendistribusian ZIS untuk kemaslahatan umat.
Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS Jatim berharap manfaat ZIS dapat terus diperluas, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Kabupaten Pacitan.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Pacitan Salurkan Zakat Profesi dan Infaq Rp180 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Pacitan menggelar pentasharufan dana zakat profesi dan infaq di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Pacitan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Pacitan H. Shodiq Suja’ Ba beserta jajaran, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pacitan, jajaran OPD, para muzakki dan munfiq, serta para penerima bantuan (mustahik).
Dalam sambutannya, Waka II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, memaparkan kolaborasi program antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Pacitan sepanjang tahun 2026 yang mencapai total Rp180 juta.
“Kolaborasi program kita dengan BAZNAS Pacitan tahun ini totalnya Rp180 juta. Di antaranya penanganan kekeringan senilai Rp49 juta di enam kecamatan, bantuan rombong untuk 10 mustahik masing-masing Rp3,5 juta, bantuan modal usaha untuk 10 mustahik masing-masing Rp1 juta, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) untuk tujuh mahasiswa masing-masing Rp2 juta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Afif menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Pacitan juga berencana mengembangkan kolaborasi program pada masa mendatang. Di antaranya santunan rutin bagi dhuafa fakir lanjut usia sebesar Rp600 ribu per bulan serta program bedah rumah senilai Rp20 juta untuk setiap unit.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut merupakan amanah dari para muzakki dan donatur yang harus dikelola serta disalurkan secara profesional agar memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik.
“Dengan dukungan yang baik dari pemerintah daerah dan seluruh OPD yang telah berperan sebagai muzakki serta munfiq, BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus menjadi instrumen strategis yang melengkapi program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, khususnya dalam hal-hal yang belum ter-cover oleh APBD dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Didik Darmawan, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Jatim, para muzakki, dan munfiq yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyaluran dana BAZNAS Jatim merupakan bentuk kepedulian yang dilakukan secara rutin dan diharapkan dapat memberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi antara BAZNAS Jatim, BAZNAS Kabupaten Pacitan, pemerintah daerah, OPD, serta para muzakki dan munfiq, pentasharufan zakat dan infaq diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan amanah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Kabupaten Pacitan.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi Pendidikan dan Zakat, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim hingga Bantuan Usaha di Nganjuk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Nganjuk menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 1 Bagor, Nganjuk, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim H. Imam Hambali, M.S.E.I., Kepala Cabdindik Wilayah Nganjuk M. Ardiyanto, S.Pd., M.M., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Nganjuk Teki Widiastuti, S.E., serta kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah Nganjuk.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu, turut disalurkan bantuan kepada 10 mustahik berupa rombong usaha dan bantuan modal usaha sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua I BAZNAS Jatim H. Imam Hambali, M.S.E.I. menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan infak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui arahan Gubernur Jawa Timur, BAZNAS mendorong pengentasan kemiskinan dan program satu keluarga satu sarjana dengan melibatkan perangkat daerah serta satuan pendidikan," jelasnya.
Di Kabupaten Nganjuk, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui gerakan infak rutin, khususnya setiap Jumat. Dana yang terkumpul nantinya dikembalikan untuk kemanfaatan siswa dan masyarakat melalui berbagai program, seperti santunan yatim, bedah rumah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
"Sinergi BAZNAS dengan kepala sekolah, guru, wali murid, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui semangat 'dari kita, untuk kita'," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk M. Ardiyanto, S.Pd., M.M. menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen menyalurkan zakat secara amanah dan tepat sasaran bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.
"Selain bantuan perbaikan rumah, BAZNAS juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan bantuan bagi SLB sebagai bentuk kepedulian kepada mustahik," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar sekolah-sekolah di bawah Cabdindik Nganjuk yang belum menyalurkan zakat melalui UPZ dapat turut berkolaborasi dalam pengelolaan zakat untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan sekaligus menghadirkan manfaat zakat dan infak secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Silaturahmi BAZNAS Jatim dan Kalbar Bahas Peluang Sinergi Bersama
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin bersilaturahmi dengan Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di Kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kalimantan Barat Hamzah Tawil bersama Wakil Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas sejumlah hal terkait pengelolaan zakat dan pengembangan program BAZNAS di masing-masing daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Ghofirin dan jajaran BAZNAS Kalimantan Barat saling berbagi cerita mengenai program yang selama ini dijalankan. Sejumlah pengalaman di masing-masing provinsi turut menjadi bahan pembicaraan, termasuk bagaimana BAZNAS dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola.
Selain bertukar pengalaman, kedua pihak juga membicarakan sejumlah peluang yang dapat dikerjasamakan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan antara BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Kalimantan Barat, tetapi juga dapat terhubung dengan BAZNAS di daerah lain hingga tingkat nasional. Dengan begitu, program yang sudah berjalan di satu daerah dapat menjadi bahan pembelajaran dan dikembangkan bersama di daerah lainnya.
Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengatakan, silaturahmi menjadi salah satu cara untuk memperkuat komunikasi antar pimpinan BAZNAS. Menurutnya, setiap daerah memiliki pengalaman dan program yang bisa saling dipelajari. “Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar gagasan dengan BAZNAS Kalimantan Barat. Banyak hal yang bisa kita diskusikan, termasuk peluang kerja sama yang nantinya bisa dikembangkan bersama,” ujar Ghofirin.
Ghofirin menambahkan, hubungan baik antar BAZNAS di tingkat provinsi penting untuk terus dibangun. Menurutnya, kerja sama tidak harus selalu dalam bentuk program besar, tetapi bisa dimulai dari berbagi pengalaman, informasi, hingga saling mendukung dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. “Yang terpenting adalah komunikasi dan sinerginya terus berjalan. Dari komunikasi seperti ini, kita bisa melihat apa yang bisa dikerjakan bersama dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Hamzah Tawil menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS Jawa Timur tersebut. Ia menilai pertemuan seperti ini penting karena masing-masing BAZNAS memiliki pengalaman yang berbeda dalam mengelola zakat dan menjalankan program di daerahnya. “Kami sangat menyambut baik silaturahmi dari BAZNAS Jawa Timur. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling bertukar pengalaman dan membicarakan hal-hal yang bisa kita kerjasamakan,” ujar Hamzah.
Hamzah berharap komunikasi antara BAZNAS Kalimantan Barat dan BAZNAS Jawa Timur dapat terus terjaga setelah pertemuan tersebut. Ia juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang, sehingga hubungan antarlembaga BAZNAS semakin kuat, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Silaturahmi ini pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Bondowoso–Situbondo Salurkan Bantuan untuk Yatim dan Pelaku Usaha
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso–Situbondo menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan mustahik di SMA Negeri 2 Bondowoso, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim, masing-masing sebesar Rp100.000, disertai tas dan alat tulis. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp10.000.000.
Selain menyasar anak yatim dan peserta didik yang membutuhkan dukungan, BAZNAS juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada lima pelaku UMKM, masing-masing sebesar Rp2.000.000, serta bantuan lima gerobak usaha kepada penerima manfaat, masing-masing senilai Rp3.500.000.
Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Assoc. Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan dhuafa.
"Kita semua mungkin tidak bisa membahagiakan anak yatim tiap hari, tapi melalui apa yang kita punya, kita bisa berbagi dan itulah fadhilah buat kita semua," ucapnya.
Prof. Syarif kemudian mengangkat kisah Rasulullah SAW yang bertemu dengan seorang anak yatim dalam suasana Idulfitri. Kisah tersebut, menurutnya, menggambarkan besarnya perhatian Islam terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan kasih sayang serta kepedulian.
Ia juga mengajak masyarakat yang telah memenuhi ketentuan sebagai muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat. Zakat, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan zakat fitrah, tetapi juga zakat mal bagi mereka yang telah memenuhi syarat, termasuk nisab dan haul.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program pemberdayaan, pendidikan, maupun bantuan bagi kelompok yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso–Situbondo, Drs. Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa apa pun kondisinya, anak-anak harus tetap mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS memberikan banyak manfaat sekaligus menghadirkan secercah harapan bagi masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin setiap tahun.
Ia menambahkan, sinergi antara BAZNAS dan dunia pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti belajar.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Bondowoso–Situbondo berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata, mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat, serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso atau yang mewakili, Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Kasi SMA Cabdin Wilayah Bondowoso–Situbondo, serta para kepala sekolah di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Gubernur Khofifah Lantik 5 Pimpinan BAZNAS Jatim Periode 2026-2031, Dorong Transformasi Zakat dari Bantuan Jadi Instrumen Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik lima Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jatim Periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (9/8) malam.
Lima pimpinan yang dilantik, HM. Ghofirin sebagai Ketua BAZNAS Jatim, H. Imam Hambali sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Afif Amrullah Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Amiroh, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan serta Assoc Prof. M. Syarif Hidayatullah Wakil Ketua IV Bidang Administrasi.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mendorong kepengurusan BAZNAS Jatim periode 2026–2031 untuk memperkuat pola pengelolaan dan pentasarufan zakat yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan spesifik mustahik hingga mendorong mereka menuju kemandirian.
Khofifah menambahkan, BAZNAS perlu terus menyisir kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan, termasuk kelompok ojol perempuan yang sebagian besar merupakan ibu tunggal atau single mother.
“Mustahik memiliki banyak komponen dan varian. Namun persoalan perempuan ini sangat genting dan penting. Bukan hanya bantuan yang kita berikan, tetapi juga pembinaan mental dan penguatan spiritual. Pola-pola seperti ini perlu berjalan beriringan,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, sebagian besar ojol perempuan berada pada kelompok desil 1 dan 2. Khofifah mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok mustahik membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, sesuai dengan persoalan yang mereka hadapi.
Ia menilai, pentasarufan zakat tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk bantuan material. Pendampingan kesehatan, penguatan mental dan spiritual, serta pemberdayaan ekonomi perlu berjalan secara terintegrasi agar bantuan yang diberikan mampu memberikan dampak jangka panjang.
“Komponen Mustahik itu membutuhkan sapaan. Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan dan penguatan. Para ojol perempuan ini sangat senang ketika mendapatkan perhatian seperti itu,” tuturnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen ojol perempuan tersebut merupakan single mother. Dari kelompok itu, sekitar 10 persen di antaranya memiliki anak berkebutuhan khusus.
Kondisi tersebut membuat sebagian ibu harus menghadapi pilihan sulit antara memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan kewajiban merawat anak yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kalau sebagian besar mereka adalah single mother, bahkan ada yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tentu ada kebutuhan untuk mengurangi jam bekerja di luar rumah. Persoalannya, ketika mereka tidak bekerja, siapa yang akan memenuhi kebutuhan keluarga dan siapa yang merawat anaknya," jelasnya.
Khofifah pun mendorong agar program pemberdayaan zakat juga dirancang untuk memberikan sumber penghasilan yang memungkinkan para ibu tetap bekerja tanpa harus meninggalkan anak dalam waktu yang terlalu lama.
Salah satu bentuk dukungan yang disebut adalah bantuan Z Chicken dan rombong dari BAZNAS RI bagi ojol perempuan yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal penerima manfaat
“Kalau ada Z Chicken, mereka bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan anak. Ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang sangat penting,” ungkapnya.
Bagi Khofifah, pola pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen transformasi sosial. Penerima manfaat tidak hanya dibantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga didorong agar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat sehingga pada waktunya dapat keluar dari kondisi rentan.
“Ini calon muzaki dan mustahik. Agar para muzaki yakin bahwa dana zakat yang mereka tasarufkan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Rata-rata usia mereka berada di sekitar 50 tahun,” jelasnya.
Khofifah menegaskan, keberhasilan pengelolaan zakat salah satunya dapat dilihat dari kemampuan lembaga amil dalam menemukan kelompok masyarakat yang membutuhkan, memberikan intervensi sesuai kebutuhan, serta membangun jalan menuju kemandirian.
Ia berharap BAZNAS Jatim dapat memperkuat pola pentasarufan yang mengintegrasikan bantuan sosial dengan layanan kesehatan, pembinaan mental dan spiritual, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi.
“Ketika aspek fisik, kesehatan mental, spiritual dan ekonomi bisa kita intervensi secara beriringan, insyaallah mustahik tidak hanya terbantu untuk melewati persoalan hari ini, tetapi juga memiliki jalan untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” katanya.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan BAZNAS dalam menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat ditangani melalui pembiayaan APBD.
Menurutnya, masih terdapat berbagai kebutuhan masyarakat yang memerlukan intervensi cepat dan spesifik, mulai dari beasiswa bagi anak-anak keluarga kurang mampu hingga bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Banyak kebutuhan masyarakat yang tidak bisa seluruhnya tersentuh dan dibiayai oleh APBD. Salah satunya pemberian beasiswa maupun bantuan sosial. Karena itu, perlu diintegrasikan antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan BAZNAS Jawa Timur,” sebutnya.
Integrasi tersebut dinilai penting agar berbagai program tidak berjalan sendiri-sendiri. Data dan kebutuhan penerima manfaat perlu dipadukan sehingga intervensi pemerintah dan BAZNAS dapat lebih tepat sasaran serta memberikan dampak yang lebih menyeluruh.
“Jadi mekanisme seperti ini diharapkan memberikan dampak terhadap penurunan kemiskinan sekaligus peningkatan ekonomi Jawa Timur. Ada yang mendapatkan beasiswa, ada yang mendapatkan bantuan sosial, ada yang mendapatkan pemberdayaan ekonomi, dan semuanya harus terintegrasi,” katanya.
Khofifah menambahkan, potensi zakat yang besar perlu dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan semakin berorientasi pada pemberdayaan. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah selaku Pembina Wilayah Jawa Timur, Hj Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi atas pelantikan lima pimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
Menurutnya, pimpinan BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan dengan prinsip akuntabilitas dan kompetensi. Ia menilai BAZNAS Jatim perlu terus memperkuat tata kelola sekaligus membangun konsolidasi dengan berbagai pihak agar pengelolaan zakat mampu menjawab kebutuhan mustahik secara lebih efektif.
"Sinkronisasi konsolidasi menjadi penting. BAZNAS Jatim harus menjaga tata kelola sekaligus menjadi bagian problem solving dari seluruh kebutuhan mustahik dan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Timur," katanya.
Saidah juga menyebut BAZNAS sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mengelola dana zakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Usai dilantik, Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin menegaskan komitmennya membawa BAZNAS Jatim memasuki fase transformasi yang inklusif, profesional, dan berdampak. BAZNAS Jatim akan segera bekerja dengan mengusung Nawa Pradana sebagai sembilan prioritas strategis. Konsep tersebut mengintegrasikan Asta Strategis BAZNAS RI dengan Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Nawa Pradana ini menjadi pijakan BAZNAS Jatim dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Sembilan prioritas tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi.
Melalui BAZNAS Jatim Peduli, program akan diarahkan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan dakwah, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan seperti dhuafa, yatim, lansia, penyandang disabilitas, dan gharimin. Program tersebut juga mencakup dukungan terhadap hunian layak serta penguatan kegiatan sosial keagamaan.
Sementara BAZNAS Jatim Cerdas akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa, penguatan pendidikan vokasi, serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dhuafa.
Pada sisi pemberdayaan, program BAZNAS Jatim Sejahtera diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi penerima manfaat sehingga bantuan zakat dapat berkembang menjadi instrumen kemandirian ekonomi.
Adapun BAZNAS Jatim Sinergi akan difokuskan pada perluasan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta penguatan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, lembaga amil zakat (LAZ), dunia usaha, ulama, dan lembaga pendidikan.
“Sinergi ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pengumpulan serta pendayagunaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus memperkuat literasi dan edukasi agar basis muzaki semakin luas,” pungkas Ghofirin.
BERITA10/08/2026 | Humas Pemprov Jatim
BAZNAS Jatim Kunjungi Kampung ZCD Mekarsari Gresik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Gresik melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Ternak Mekarsari, Kampung Zakat Community Development (ZCD), di Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (8/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan mustahik melalui sektor peternakan yang telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E. Ketua Terpilih BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., serta Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik beserta jajaran. Turut hadir kelompok ternak setempat yang beranggotakan 38 mustahik penerima manfaat program ZCD, yang selama ini terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan usaha peternakan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung aktivitas peternakan sekaligus berdialog dengan para penerima manfaat. Program yang pada awalnya diberikan untuk membantu mustahik meningkatkan kemandirian ekonomi tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Para penerima manfaat tidak hanya mampu mengembangkan usaha ternaknya, tetapi juga mulai mampu berbagi dan menunaikan zakat. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemberdayaan melalui zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS RI Haji Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa perkembangan Kelompok Ternak Mekarsari menjadi salah satu contoh bagaimana program zakat dapat mendorong perubahan kehidupan masyarakat. Ia berharap semakin banyak mustahik yang mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan hingga mampu meningkatkan kesejahteraan, kemudian tumbuh menjadi muzaki yang dapat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.
“Kita berharap semakin banyak mustahik yang bisa berdaya, kemudian ekonominya meningkat, dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Mohon doanya agar BAZNAS terus diberikan kekuatan untuk mengemban amanah ini dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” ujar Sodik Mujahid.
Ia menambahkan, proses pemberdayaan seperti yang dilakukan melalui Kampung ZCD membutuhkan kesinambungan dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari bantuan yang diterima oleh mustahik, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelahnya, terutama ketika penerima manfaat mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama kelompok ternak Mekarsari. Dalam kesempatan tersebut, para mustahik menyampaikan pengalaman selama mengikuti program, perkembangan usaha peternakan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Dialog tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, dan BAZNAS Gresik untuk mendengar secara langsung pengalaman penerima manfaat sekaligus melihat kebutuhan pengembangan program ke depan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan BAZNAS Kabupaten Gresik dalam menghadirkan program zakat yang berdampak dan berkelanjutan. Perjalanan Kelompok Ternak Mekarsari menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi jalan pemberdayaan, dari mustahik yang menerima manfaat hingga mampu tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan kemudian turut menunaikan zakat. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi agar semakin banyak program serupa mampu melahirkan mustahik yang berdaya dan kelak menjadi muzaki.
BERITA09/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadiri Pengembangan Kawasan Sosial Ekonomi Pesantren di Gresik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut menghadiri kegiatan Pengembangan Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, Haji Sodik Mudjahid serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur terpilih Mohammad Ghofirin. Kehadiran BAZNAS Jatim dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan pesantren yang tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa arah pengembangan program BAZNAS ke depan akan semakin berpusat pada upaya pengentasan kemiskinan. “Sesuai dengan arahan Bapak, program BAZNAS ke depan tidak terlalu kreatif, tetapi berpusat kepada kemiskinan,” ujarnya. Ia menjelaskan, fokus tersebut diwujudkan melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mustahik, sekaligus mendorong agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata.
Ia menyebutkan beberapa program yang menjadi fokus BAZNAS, di antaranya BAZNAS Tanggap Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, beasiswa, serta pesantren dan madrasah yang layak belajar. Selain itu, terdapat pula program rumah layak huni dan Balai Ternak yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. “Yang pertama adalah BAZNAS Tanggap Kemiskinan, yang kedua BAZNAS Tanggap Bencana, yang ketiga adalah beasiswa, yang keempat adalah pesantren dan madrasah yang layak belajar,” jelasnya.
BAZNAS juga terus memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui program rumah layak huni, penyediaan sumber air bersih, hingga bantuan penerangan bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses. Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan para penerima manfaat. “Berikutnya adalah fasilitas air, bantuan sumber air bersih. Baik itu untuk perkampungan yang sulit air maupun di perkotaan, banyak rumah-rumah yang juga sulit air. Itu nanti akan kita kembangkan,” jelasnya.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, BAZNAS juga terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Balai Ternak dan bantuan ekonomi berbasis masjid. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan mustahik. “Untuk saat ini kita arahkan, basic nya adalah masjid dan pesantren. Itu sudah kita alokasikan,” tuturnya. Menurutnya, masjid dan pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kegiatan sosial maupun ekonomi.
Melalui kegiatan Pengembangan Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren tersebut, BAZNAS Jatim turut mendukung penguatan peran pesantren sebagai salah satu pusat pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, pesantren, dan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial ekonomi, sekaligus mendorong masyarakat dan mustahik agar semakin mandiri. Kehadiran BAZNAS Jatim dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA08/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kolaborasi dengan Cabdindik Banyuwangi, BAZNAS Jatim Santuni Anak Yatim dan Perkuat Ekonomi Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak yatim di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi bagi mustahik melalui penyaluran bantuan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 siswa SMA dan SMK yang merupakan anak yatim menerima santunan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain itu, BAZNAS Jatim juga menyerahkan lima bantuan modal usaha masing-masing senilai Rp2 juta serta lima bantuan peralatan kerja berupa rombong senilai Rp3,5 juta. Bantuan modal usaha dan bantuan peralatan kerja tersebut disalurkan melalui sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Banyuwangi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Iwan Triyono, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas kepedulian yang diberikan kepada para siswa yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
"Selama ini, guru-guru SMA/SMK dan pegawai Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur memang menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur sehingga pada hari ini santunan yatim dan bantuan modal usaha maupun peralatan kerja berupa rombong ini disalurkan melalui SMA dan SMK di Banyuwangi," katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanta, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, selain penyerahan santunan kepada 100 anak yatim, BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan dalam program pemberdayaan ekonomi.
"Nilai bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS Jatim hari ini mencapai Rp37,5 juta," sebutnya.
Ia menambahkan, selama ini BAZNAS Kabupaten Banyuwangi juga telah melaksanakan program serupa. Selain santunan yatim secara rutin, beasiswa juga diberikan kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs. Beasiswa bagi siswa SMA dan SMK memang masuk dalam program BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
"Baznas Kabupaten Banyuwangi juga tetap melayani ketika ada pengajuan bantuan biaya pendidikan yang sifatnya mendesak," kata Dwi.
Kegiatan santunan anak yatim tersebut dihadiri seluruh kepala SMA dan SMK di Kabupaten Banyuwangi. Dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur hadir perwakilan pelaksana, di antaranya Koordinator Pelaksana Bidang Keuangan dan Koordinator Pelaksana Bidang Pengumpulan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak anak yatim yang memperoleh perhatian serta mustahik yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi melalui program-program pemberdayaan.
BERITA07/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jombang Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim dan Pelaku Usaha Kecil
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim di SMKN 1 Jombang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Jatim dan dunia pendidikan dalam menghadirkan kepedulian kepada anak yatim sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Jombang, Ketua UPZ Cabdindik Wilayah Jombang Drs. Mufid, M.M.Pd., serta para kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah Jombang.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu, sebanyak 10 mustahik menerima bantuan rombong usaha dan bantuan modal usaha sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Kepala Cabdindik Wilayah Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, sinergi tersebut memberikan dampak positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak yatim.
"Kolaborasi dengan BAZNAS Jawa Timur menjadi salah satu bentuk sinergi yang berdampak positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor pendidikan, terutama bagi anak yatim," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, warga sebatang kara, dan fakir miskin melalui berbagai program sosial yang dijalankan BAZNAS.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap anak yatim, warga sebatang kara, dan fakir miskin melalui berbagai program sosial BAZNAS, termasuk bantuan rutin serta Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, insyaallah semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," tutur Ali Maschan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang dapat terus berlanjut dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperluas kepedulian terhadap anak yatim dan pemberdayaan mustahik di Jawa Timur.
BERITA05/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Jember-Lumajang Santuni 200 Anak Yatim dan Bantuan Usaha
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jember-Lumajang menggelar kegiatan Lebaran Yatim dengan memberikan santunan kepada 200 anak yatim di SMKN 6 Jember, Selasa (4/8/2026). Pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan lima rombong usaha dan lima bantuan modal usaha kepada para mustahik sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.H., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., pimpinan BAZNAS Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang, kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Wilayah Jember-Lumajang, serta para penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang, Iwan Triyono, mengatakan bahwa kegiatan Lebaran Yatim menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kepedulian terhadap anak-anak yatim melalui sinergi antara Dinas Pendidikan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan UPZ.
"Alhamdulillah, melalui kegiatan ini 200 anak yatim menerima santunan. Selain itu, ada lima bantuan rombong usaha dan lima bantuan modal usaha. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat belajar dan terus mengejar cita-cita. Menurutnya, mereka tidak sendiri karena selalu mendapat dukungan dari guru, pemerintah, BAZNAS, dan berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan mereka.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Nonstruktural (LPNS) yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Ia mengapresiasi kinerja UPZ Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang yang berhasil menghimpun setoran zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp200 juta, tertinggi di antara Cabdindik se-Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat pada tahun mendatang.
"Cabdindik Wilayah Jember-Lumajang menjadi satu-satunya yang menyetorkan Rp200 juta. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi Rp400 juta," katanya.
Prof. Ali juga menegaskan bahwa 70 persen dana yang dihimpun melalui UPZ akan kembali untuk mendukung berbagai program di lingkungan UPZ. Ia mengingatkan bahwa dalam Islam yang dinilai Allah SWT bukanlah banyaknya amal, melainkan kualitasnya.
Menutup sambutannya, Prof. Ali berpesan kepada anak-anak yatim agar terus belajar dan berusaha meraih cita-cita setinggi mungkin. Ia berharap kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan dari Jember dan Lumajang yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
BERITA04/08/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sinergi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Gresik Perkuat Kepedulian kepada Anak Yatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Gresik menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Manyar, Kabupaten Gresik, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat kepedulian terhadap anak yatim sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi dunia pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik H. Muhammad Mujib, M.Pd., Kasubag TU Cabdindik Wilayah Gresik Jaswadi, S.Pd., M.M., Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik Wilayah Gresik Joko Sutopo, S.Pd., M.Pd., pengurus BAZNAS Kabupaten Gresik, serta anak yatim penerima manfaat dan mustahik penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama BAZNAS Jatim. Menurutnya, kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, baik bagi guru maupun tenaga kependidikan.
"Ini merupakan kegiatan kedua kami bersama BAZNAS Jatim. Kerja sama ini telah memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. Kami berharap penguatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Gresik terus dilakukan karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar pentasarufan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak anak-anak yatim untuk tetap optimistis dalam meraih masa depan. Ia menegaskan bahwa kondisi sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW juga merupakan seorang yatim.
"Anak-anak yang ditakdirkan menjadi yatim tidak boleh berputus asa. Teruslah belajar dan bekerja keras. Siapa tahu kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden," tutur Prof. Ali.
Ia juga menekankan bahwa Allah SWT lebih mengutamakan kualitas amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan daripada banyaknya amal yang dikerjakan.
"Allah tidak melihat banyaknya amal, tetapi kualitasnya. Ukurannya adalah keikhlasan dan niat karena Allah SWT. Tahun ini kami menyantuni 100 anak yatim di setiap Cabang Dinas Pendidikan. Insyaallah tahun depan menjadi 200 anak yatim, sekaligus meningkatkan bantuan gerobak usaha. Semua ini berasal dari dana ZIS masyarakat yang kami kembalikan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat," pungkasnya.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim, BAZNAS Jatim dan Cabdindik Surabaya-Sidoarjo Dorong Anak Yatim Semangat Raih Masa Depan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 3 Sidoarjo, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka I Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, UPZ RSUD Dr. Soetomo, UPZ RS Haji, UPZ Dinsos Jatim, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS Kota Surabaya, kepala SMA, SMK, dan SLB, serta anak yatim penerima manfaat dan mustahik penerima bantuan usaha.
Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, “Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat, termasuk bantuan bedah rumah. Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi momentum untuk memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak-anak yatim.”
“Anak-anakku yang saya sayangi, jangan jadikan kondisi sebagai anak yatim untuk kehilangan semangat dalam meraih masa depan. Kalian harus tetap kuat dan semangat. Banyak orang sukses yang memulai perjuangannya dari bawah. Karena itu, jadikan momentum Lebaran Yatim ini sebagai penyemangat untuk terus berjuang, yakin, dan berdoa agar cita-cita kalian dapat terwujud,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan, “BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Mudah-mudahan Lebaran Yatim ini menjadi bagian dari usaha kita bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan membantu anak yatim.”
“Pada tahun ini, atas arahan Gubernur Jawa Timur, BAZNAS Jatim melaksanakan santunan anak yatim di 24 Cabang Dinas Pendidikan di seluruh Jawa Timur. Setiap Cabdin memberikan santunan kepada 100 anak yatim, ditambah bantuan modal usaha kepada lima penerima masing-masing Rp2 juta dan lima rombong usaha masing-masing Rp3,5 juta. Mudah-mudahan tahun depan jumlah penerima santunan dapat meningkat menjadi 200 anak yatim di setiap Cabdin,” ujarnya.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Kab. Malang Gelar Lebaran Yatim, Santuni 100 Anak Yatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Malang menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMKN 2 Turen, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam memberikan perhatian kepada anak yatim sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka I Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang Hakso Gatut Prambono, S.H., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Malang, Kepala SMKN 2 Turen, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang, serta anak yatim dan mustahik penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Hakso Gatut Prambono menyampaikan bahwa kegiatan Lebaran Yatim merupakan inisiatif BAZNAS Jatim sebagai bentuk empati dan kepedulian untuk memastikan tidak ada anak-anak, khususnya anak yatim, yang merasa berjalan sendirian dalam meraih masa depan.
"Lebaran Yatim ini bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak kita untuk meraih masa depan. Ketahuilah bahwa kami semua di sini selalu hadir dan mendukung anak-anak semua," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang untuk terus mendukung berbagai program sosial yang dijalankan BAZNAS Jatim. Menurutnya, zakat yang ditunaikan tidak hanya menjadi bentuk penyucian hati, tetapi juga diharapkan membawa keberkahan dan manfaat bagi sesama.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dari jenjang SMA, SMK, dan SLB. Selain itu, turut diberikan bantuan rombong UMKM kepada 5 penerima manfaat dan bantuan modal usaha kepada 5 penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki tugas penting dalam membantu mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Menurutnya, program Lebaran Yatim merupakan salah satu bentuk nyata upaya tersebut, dengan dukungan anggaran sekitar Rp50 juta untuk setiap Cabdindik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. "Yang bisa menolak bala adalah sedekah dan infak," pesannya.
Lebih lanjut, Prof. Ali Maschan menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim memiliki berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial, di antaranya santunan bagi anak yatim sebesar Rp600 ribu per bulan, bantuan rombong dan modal usaha, serta Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebesar Rp2 juta per semester.
Ia berharap semangat zakat dan infak di lingkungan Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Melalui kolaborasi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik, UPZ, dan para muzaki, berbagai program sosial diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Malang-Batu Santuni Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota Malang dan Batu menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 9 Kota Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kasi SMA PK PLK Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu Mohammad Asrofi, M.Pd., Ketua BAZNAS Kota Malang, Ketua BAZNAS Kota Batu, Kepala SMAN 9 Kota Malang, serta pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu.
Dalam sambutannya, Mohammad Asrofi, M.Pd., menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu yang berhalangan hadir karena memiliki agenda bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ia menyampaikan salam hormat kepada BAZNAS Jatim dan berharap kegiatan Lebaran Yatim dapat berjalan dengan khidmat dan lancar dari awal hingga akhir.
Ia menjelaskan bahwa kewenangan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB berada di bawah Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu, sedangkan jenjang SMP, SD, TK, dan PAUD menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, SMAN 9 Kota Malang dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mendukung kelancaran pelayanan, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak.
“Kami sangat bersyukur atas atensi dari BAZNAS Jatim yang telah memberikan santunan kepada anak yatim di seluruh Cabdindik ini. Alhamdulillah, GPK kami juga mendapatkan bantuan modal usaha dan rombong untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Mudah-mudahan seluruh bantuan ini bermanfaat dan barokah bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Waka I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, M.A., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti meskipun bulan Muharram telah berakhir. Menurutnya, menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan bentuk kebaikan yang pahalanya dapat terus mengalir sepanjang hayat.
“Meskipun Muharram sudah berakhir, tetapi kita tetap harus menyayangi anak yatim, karena pahalanya sepanjang hayat. Mudah-mudahan anak-anak yatim kita tidak minder. Kalian harus berjuang mencapai cita-cita yang tinggi, karena sudah banyak contohnya,” pesannya.
Ia juga mendoakan agar anak-anak yatim senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dalam kehidupan. Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi seluruh pengurus UPZ BAZNAS.
Dalam kesempatan tersebut, Waka I BAZNAS Jatim turut menyampaikan sejumlah program pemberdayaan dan pendistribusian BAZNAS Jatim. Di antaranya Beasiswa SKSS yang memberikan bantuan UKT sebesar Rp2 juta setiap semester hingga semester 8, dengan persyaratan dalam satu keluarga belum ada yang bergelar sarjana. Selain itu, terdapat bantuan UMKM berupa tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta dan gerobak, serta santunan bagi lansia fakir sebatang kara sebesar Rp600 ribu setiap bulan hingga penerima manfaat wafat.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.
BERITA22/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim-Cabdindik Pasuruan, 100 Anak Yatim Terima Santunan
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Pasuruan menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan Erwan Tjahjono, S.H., M.H., beserta jajaran, pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota Pasuruan, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Pasuruan, serta kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Wilayah Pasuruan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan. Selain itu, BAZNAS Jatim juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Menurutnya, penyaluran zakat diharapkan dapat dilakukan secara merata dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim.
"Zakat merupakan instrumen yang sangat mulia di dalam Islam. Pentasyarufan zakat kita harapkan dapat merata, termasuk kepada anak-anak yatim," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim yang telah dilaksanakan di lingkungan Cabdindik Pasuruan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang luas dan semakin memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Semoga Lebaran Yatim ini mendapat manfaat yang luas dan memperkuat kepedulian sosial bagi kita semua. Terima kasih kepada Bapak Ibu donatur UPZ BAZNAS," katanya.
Sementara itu, Waka IV BAZNAS Jatim, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, berbuat baik kepada anak yatim tidak terbatas pada bulan Muharram, tetapi dapat dilakukan kapan saja.
"Berbuat baik kepada yatim tidak hanya di bulan Muharram saja. Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi umat Islam, yaitu menunaikan zakat, infak, dan sedekah," tuturnya.
Ia menjelaskan, zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk mencapai nisab. Sementara bagi masyarakat yang belum mencapai nisab, masih dapat mengambil bagian dalam kebaikan melalui infak dan sedekah.
"Mari kita tingkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semakin banyak yang kita himpun, insyaallah semakin banyak pula masyarakat yang dapat kita bantu dan semakin banyak anak yatim yang dapat kita santuni," ujarnya.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Pasuruan berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh. Sinergi antara BAZNAS, UPZ, dan lingkungan pendidikan diharapkan mampu memperkuat penghimpunan ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi para mustahik di Jawa Timur.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.
Lihat Daftar Rekening →