WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.

“Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya.

 

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk.

“Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.

15/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut.

“Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban.

“Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya.

BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah.
“Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar.

“Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut.

“Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya.

Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara simbolis menyalurkan daging Dam yang yang telah diolah bagi mustahik guna meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Sebanyak 211.075 pouch daging Dam ini akan di distribusikan kepada 42.215 penerima manfaat (mustahik) yang ada di 7 provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Utara. Secara simbolis, Pendistribusian Dam/Hadyu Haji Indonesia Tahun 2025 digelar di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menandai awal terobosan baru dalam pengelolaan daging Dam. Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Sestama, dan Deputi BAZNAS RI. Hadir pula, Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H., Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., serta Direktur Akomodasi, Katering, dan Transportasi sekaligus Plt. Direktur Bina Jamaah dan Petugas Haji BPH RI, Dr. Abd. Haris, M.Pd.I., M.HI. Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS yang berhasil menghadirkan layanan dalam pendistribusian daging Dam kepada masyarakat yang membutuhkan di Indonesia. “Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semuanya, karena kita melaunching sesuatu yang belum ada sebelumnya secara formal. Ini prestasinya BAZNAS. Terima kasih atas kerja samanya yang sangat cepat dan bagus. Kita berharap ini menjadi role model yang akan kita laksanakan di masa-masa yang akan datang,” ujar Menag Nasaruddin. Menag Nasaruddin mengatakan, mayoritas jamaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamathu’, sehingga kewajiban membayar Dam tidak bisa dihindarkan. Ia menekankan, langkah yang dilakukan saat ini adalah jawaban dari dilema panjang yang dihadapi jamaah haji sebelumnya. “Hampir 100 persen haji Indonesia itu haji Tamathu’, dengan demikian ada Dam. Pada masa yang lalu kita dihadapkan pada dilema yang sangat berat untuk kita lakukan, maka kita pilih apa yang telah kita putuskan. Kita tidak ingin ada yang tidak melakukan Dam, padahal itu adalah suatu kewajiban,” kata Menag. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, program pendistribusian Dam di Indonesia ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama. Ia menilai, layanan ini tidak hanya mempermudah jamaah haji, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah ini adalah terobosan yang luar biasa dari Bapak Menteri Agama, Dam bisa disembelih di Indonesia dan kemudian bisa kita berikan kepada masyarakat kita yang membutuhkan yang ada di Indonesia, terutama di daerah 3T,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, jumlah jamaah yang menyalurkan Dam melalui BAZNAS pada tahap awal sudah menunjukkan keberhasilan yang menggembirakan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sempat dikhawatirkan akan sulit dikelola, namun prosesnya berjalan dengan lancar. “Kemarin kita membayangkan, kalau seandainya yang membayar Dam itu lebih dari 20 ribu itu kita kewalahan, alhamdulillah terkumpul 8.447. Maka dari itu, awal kemarin itu lancar-lancar saja yang ditangani oleh PT. Halalan Thayyiban,” ucapnya. Kiai Noor mengungkapkan, capaian tersebut meningkat hingga 211 persen dari target awal yang hanya menyasar Petugas Haji. Menurutnya, perluasan jangkauan program Dam ini menjadi bukti kepercayaan jamaah haji terhadap transparansi dan profesionalitas BAZNAS. “Kami sudah tanyakan kepada Kepala Dam bahwa untuk pengadaan sekaligus penyembelihan dan pendistribusian itu sudah lelang terbuka dan berhari-hari, sehingga insya Allah ini sesuai dengan aturan. Bahkan sebelum ini dilakukan, kita selalu tanya kepada Irjen ini boleh apa tidak, ini bisa apa tidak. Jadi insya Allah ini Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” paparnya. Kiai Noor menambahkan, ke depan peluang pendistribusian Dam di Indonesia masih sangat terbuka luas. Ia meyakini, jika jumlah jamaah yang menyalurkan Dam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan lebih besar bagi masyarakat. “Kalau ke depan 200 ribu kambing misalnya saja bisa disembelih di Indonesia, itu akan terkumpul 240 juta kaleng yang bisa kita bagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Terima kasih kepada Menteri Agama, apa yang menjadi terobosan patut kita syukuri dan dukung bersama dan BAZNAS siap untuk melaksanakan,” jelasnya.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Dibantu BAZNAS Jatim, Driver Ojol Pak Arifin Bangun Usaha Sampingan Warung Kopi
Dibantu BAZNAS Jatim, Driver Ojol Pak Arifin Bangun Usaha Sampingan Warung Kopi
Surabaya - Siang itu, selepas mengantar pesanan terakhirnya sebagai driver ojek online, Pak Arifin (45) buru-buru pulang ke rumah. Bukan hanya karena lelah, tapi ada tugas yang lebih penting: menyuapi sang ibu yang sudah sepuh dan kini tinggal bersamanya. Di tengah kesibukan sebagai tulang punggung keluarga, Pak Arifin menyimpan satu harapan sederhana: memiliki usaha kecil yang bisa menambah penghasilan tanpa meninggalkan kewajiban merawat sang ibu. Harapan itu kini mulai terwujud setelah ia menerima bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur berupa peralatan dan bahan usaha untuk membuka warung kopi serta berjualan minuman sachet dan mi instan. Bantuan yang diberikan meliputi kompor gas beserta regulator, mesin cup sealer, dus mi instan, aneka kopi dan minuman sachet, sirup, cup plastik, hingga perlengkapan dagang lainnya. Dengan kreativitas seadanya, ia menata meja kayu sederhana sebagai tempat menjajakan kopi sachet, aneka es instan, dan Indomie. Warung kecil itu kini berdiri di depan rumahnya, menjadi usaha sampingan baru di sela aktivitasnya sebagai driver ojek online. “Terima kasih kepada para donatur dan BAZNAS Jawa Timur yang telah memberikan saya bantuan modal usaha dan peralatan untuk berjualan warung kopi. Semoga ke depan BAZNAS Jatim semakin jaya,” ungkap Pak Arifin penuh rasa syukur. Bantuan zakat produktif yang ia terima menjadi titik awal usaha sampingan yang sedang ia rintis. Meski sederhana, semangat Pak Arifin untuk bangkit tetap menyala. Baginya, usaha kecil itu bukan hanya soal menambah ekonomi, tetapi juga ikhtiar agar tetap bisa berada di sisi sang ibu tercinta.
BERITA07/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gelar Istighotsah dan Doa untuk Keselamatan Jawa Timur
BAZNAS Jatim Gelar Istighotsah dan Doa untuk Keselamatan Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan Jawa Timur dan Indonesia, bertempat di Aula Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, Rabu (3/9/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., serta Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. Turut hadir pula perwakilan Biro Kesra Provinsi Jawa Timur Nurul Mahmudah, Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim, Lembaga Tilawatil Qur’an (LTPQ) Jatim, dan jajaran amil pelaksana BAZNAS Jatim. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menekankan pentingnya doa bersama di tengah dinamika kebijakan dan situasi yang menimbulkan keresahan masyarakat. "Situasinya ngeri-ngeri sedap. Bahkan sampai ada peristiwa ojol meninggal dilindas, satu Indonesia emosional. Karena itu, kita niatkan doa ini untuk keselamatan bangsa. Mudah-mudahan Jawa Timur aman, Indonesia aman,” ungkapnya. Mewakili Biro Kesra Provinsi Jawa Timur, Nurul Mahmudah menyampaikan dukungan agar Jawa Timur senantiasa aman. “Semoga Jawa Timur tetap aman, situasi kondusif, dan kegiatan ini membawa keselamatan bagi Jawa Timur maupun Indonesia,” tuturnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum rasa syukur atas capaian BAZNAS Jatim yang berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang BAZNAS Awards 2025.
BERITA03/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Sosialisasi Pengumpulan ZIS di Poltera
BAZNAS Jatim Sosialisasi Pengumpulan ZIS di Poltera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Politeknik Negeri Madura (Poltera), Sampang, Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara pimpinan BAZNAS Jatim dan Poltera beberapa waktu lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Poltera, Laily Ulfiyah, M.T., beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Dari BAZNAS Jatim, hadir Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., serta Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. Dalam sambutannya, Direktur Poltera menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pengelolaan zakat di kampus. “Sebelumnya pernah dilakukan pengumpulan ZIS, tetapi belum jelas mekanismenya. Maka dari itu, hari ini kami menghadirkan BAZNAS Jatim agar Bapak/Ibu bisa memahami langsung sebelum sistem ini diberlakukan di Poltera,” ujarnya. Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, KH. Masnuh, menjelaskan bahwa zakat penghasilan termasuk bagian dari zakat mal. “Sering disalahartikan bahwa zakat mal hanya untuk orang yang berharta banyak. Padahal gaji dan penghasilan juga termasuk harta yang wajib dizakati apabila telah mencapai nisab,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, KH. Ahsanul Haq, menyampaikan bahwa BAZNAS merupakan Lembaga Pemerintah Non Struktural (LPNS) yang di tingkat pusat berada di bawah Presiden, dan di provinsi berada di bawah Gubernur. “Sesuai instruksi Presiden, zakat dari ASN harus melalui BAZNAS. Mekanismenya, hingga 70 persen dana zakat yang disetorkan dapat kembali ke Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Poltera untuk dikelola, sepanjang pelaporannya lengkap,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban agama sekaligus amanah negara. “BAZNAS Jatim memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga tidak perlu ada keraguan berzakat melalui BAZNAS. Insya Allah, dengan menunaikan zakat akan hadir keberkahan dalam kehidupan kita,” tambahnya. Adapun Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, KH. Muhammad Zakki, menekankan nilai spiritual zakat. “Sangat tidak adil jika pengusaha menunaikan zakat sementara kita yang ASN tidak. Sesungguhnya dengan zakat, rezeki tidak akan berkurang, justru akan membawa ketenangan dan keberkahan,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Jatim juga mendorong pembentukan UPZ di lingkungan Poltera. UPZ nantinya bertugas menghimpun zakat ASN yang sudah wajib zakat, sekaligus infak dan sedekah dari pegawai yang belum mencapai nisab. Pengurus UPZ akan ditetapkan melalui SK BAZNAS Jatim. Dengan adanya sosialisasi ini, civitas akademika Poltera diharapkan semakin memahami kewajiban zakat, sekaligus dapat berkontribusi dalam pengelolaan ZIS yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat.
BERITA02/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta, dengan menghasilkan sembilan resolusi tentang penguatan tata kelola zakat untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mempercepat penanggulangan kemiskinan. Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di hadapan perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, resolusi tersebut menjadi inti dari Rakornas 2025. Menurutnya, penguatan kelembagaan BAZNAS merupakan prioritas utama sekaligus wujud komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui visi Asta Cita. "Pertama, kita harus terus memperkuat BAZNAS. Dan Alhamdulillah, dengan kekuatan dan pertolongan Allah SWT, BAZNAS kini semakin kokoh. Dalam forum ini, tiba-tiba kita juga diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan yang diarahkan kepada BAZNAS oleh sejumlah pihak sehingga posisi BAZNAS menjadi lebih kuat lagi. Sekaligus kita mendukung Asta Cita sebagai agenda pembangunan nasional,” ujar Noor Achmad. Karena itu, Kiai Noor berharap, dua hal ini menjadi jembatan bagi BAZNAS untuk terus menjalin hubungan dengan seluruh stakeholders, khususnya pemerintah daerah. "BAZNAS telah mendapat pengakuan luas dari pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan. Meski demikian, BAZNAS harus memperkuat distribusi, penyaluran, dan pemberdayaan agar manfaat zakat dapat semakin dirasakan masyarakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga berpesan, agar para amil dan penggerak zakat tidak malu dan ragu dalam menyampaikan risalah zakat. Menurutnya, zakat adalah bagian dari dakwah sekaligus instrumen penting untuk kesejahteraan umat. Ia optimistis perkembangan BAZNAS akan semakin pesat dan memberi dampak signifikan. “Saat ini BAZNAS sudah berkembang luar biasa, dan ke depan insya Allah akan semakin luar biasa. Kita yakin orang-orang yang tidak senang pada BAZNAS pada akhirnya akan kalah. Jangan pernah pesimis, tetaplah optimis karena Allah akan menjadi saksi atas ikhtiar kita,” tegasnya. Adapun 9 resolusi Rakornas BAZNAS 2025 adalah sebagai berikut: 1. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menjadi garda terdepan penyejahteraan ummat dan penanggulangan kemiskinan dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran; 2. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga serta meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip 3 Aman yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI, khususnya meneguhkan Aman NKRI sebagai landasan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Melanjutkan penguatan empat pilar utama pengelolaan zakat nasional, mencakup penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, serta penguatan jaringan dan sinergi; 4. Mendorong pengesahan rancangan Peraturan Presiden zakat ASN dan Pegawai BUMN guna mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS DSKL nasional tahun 2026; 5. BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan, UPZ Kecamatan, dan UPZ Masjid di seluruh wilayahnya masing-masing sesuai dengan jumlah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ulama dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 6. Optimalisasi pengumpulan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berpotensi dikelola oleh BAZNAS meliputi harta tak bertuan (mal majhul), luqothah, tanah tak berpemilik atau terurus (ihyaul mawat), sanksi pidana (ta’zir), dam, denda berat haji (badonah), iwad, dormant account, dan lain sebagainya; 7. Mendorong pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) di tingkat wilayah sebagai wadah asosiasi profesi amil zakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menegakkan profesionalisme pengelolaan zakat di seluruh wilayah dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 8. Memperkuat sinergi multipihak melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan lembaga internasional, serta memperluas kontribusi BAZNAS dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan masyarakat terdampak krisis lainnya; dan 9. Mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas Judicial Review Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang semakin memperkuat kedudukan BAZNAS sebagai lembaga utama pengelola zakat nasional.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS Jatim
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025 Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025 Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya. Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
Wakil Kepala Otorita Pantura: Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian yang diwakili oleh Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si mengatakan, sinergi yang efektif antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan pemerintah daerah akan menciptakan sistem pengelolaan zakat yang komprehensif, dari level kebijakan hingga implementasi di lapangan. Hal itu disampaikan Suhajar Diantoro dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025). Menurutnya, koordinasi yang baik antara BAZNAS dan pemerintah daerah juga akan menghindari tumpang tindih program dan memastikan disribusi zakat yang adil dan merata sesuai kebutuhan masing-masing daerah. "Jadi kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah maka pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya tepat sasaran," ujarnya. Selain itu, pihaknya menyebut jika pemerintah daerah berfungsi sebagai ujung tombak implementasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di satu sisi, Pemerintah daerah memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. "Hal ini memungkinkan pendekatan pengumpulan dan distribusi zakat yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lokal," jelasnya. "Dengan begitu, kemampuan untuk melakukan pendataan muzaki dan mustahik secara akurat menjadi modal penting dalam optimalisasi pengelolaan zakat," imbuhnya. Selanjutnya, pihaknya menyampaikan jika pemerintah daerah memiliki legitimasi dan wewenang untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan sektor swasta. "Keterlibatan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, sehingga mendorong peningkatan partisipasi muzakki," ucapnya. Sementara itu, kata dia, dalam konteks otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengembangkan kebijakan dan program zakat yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayahnya. "Penguatan peran ini harus didukung oleh regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai, agar dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah," imbuhnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Rakornas BAZNAS RI 2025, Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan BAZNAS untuk kesejahteraan masyarakat, agar program pembangunan manusia berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Pratikno menyampaikan, BAZNAS tidak hanya berperan dalam menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya dijangkau pemerintah. Menurutnya, peran BAZNAS sangat strategis karena dapat hadir lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. “Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal, karena harus ada perencanaan, anggarannya sudah dialokasikan, dan seterusnya. Tapi mungkin fleksibiltas bisa dilakukan di BAZNAS,” ujar Pratikno. Pratikno menilai fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan BAZNAS dibandingkan birokrasi pemerintah. Katanya, sifat birokrasi yang kaku sering kali membuat respons terhadap kebutuhan masyarakat berjalan lambat. Di sinilah BAZNAS bisa mengambil peran pelengkap. “Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel. Ini akan sangat membantu, khususnya untuk program-program yang sangat urgent,” jelas Pratikno. Lebih lanjut, Pratikno menegaskan, sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana merupakan bidang prioritas yang membutuhkan dukungan cepat dan tepat. Kontribusi BAZNAS di tiga sektor itu sangat penting untuk mengurangi beban publik yang berisiko tinggi jika penanganannya terlambat. “Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian yang ditanggung publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental,” tambahnya. Pratikno juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS tidak hanya berhenti di level pusat, melainkan dapat menginspirasi lahirnya koalisi di daerah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS di daerah bisa menjadi motor penggerak sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga zakat. “Kami mengharapkan sekali, kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan manusia. Kalau BAZNAS ada tim yang kita bisa sama-sama membahas secara detail kerja sama, nanti dari kami siap,” katanya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Rakornas 2025, BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Berkolaborasi dengan BAZNAS RI untuk penyaluran bantuan sangat penting, agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para mustahik. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS hari kedua, Rabu (27/08/2025). Menurut Amalia, jumlah penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta dengan tingkat kemiskinan sebesar 23,85 juta orang. Jumlah masyarakat miskin terbesar berada di pulau jawa, antara lain Jawa Timur sebanyak 3,87 juta orang masuk da?am kategori miskin, Jawa Barat 3,6 juta orang miskin, Jawa Tengah 3,3 juta orang miskin, kemudian Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. “Jika dijumlahkan ada 13,13 juta orang atau sekitar 55 persen dari penduduk miskin di Indonesia ada di 5 Provinsi tersebut,” kata Amalia di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Menurut Amalia, berdasarkan survei yang dilakukan, mayoritas penduduk miskin ini berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga yang hanya lulusan SD. Salah satunya bekerja di sektor pertanian sebesar 45,67 persen, dan yang lain bekerja di sektor informal sehingga tidak memiliki jaminan kesehatan. “Jadi pendidikan itu penting untuk menjamin tingkat kesejahteraan sebuah keluarga,” kata Amalia. Karena itu, Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat yang memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin agar tidak putus sekolah. Dengan harapan, pendidikan ini akan mampu memutus garis kemiskinan pada keluarga miskin tersebut. “Ini salah satu proses pemutusan rantai kemiskinan, jadi betapa pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan rumah tangga di generasi berikutnya,” jelas Amalia. Amalia menambahkan, BPS juga menawarkan kerja sama dengan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, harapan penyaluran bantuan akan benar-benar tepat sasaran karena BPS memiliki data masyarakat miskin dan BAZNAS yang akan terjun langsung menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang berhak menerima. “Kalau kolaborasi ini terjadi maka ini menjadi bagian penting proses pemutakhiran DTSEN yang bisa kita lakukan bersama-sama dan Bapak/Ibu bisa manfaatkan untuk melihat dan memetakan di mana orang miskin itu berada, siapa, sudahkah dia mendapatkan bantuan atau belum, kita bisa petakan bersama-sama menggunakan DTSEN ini,” kata Amalia. Terakhir dia menambahkan, ada 4 barang komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan yakni beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Jadi kalau mau mengintervensi, membantu untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami 4 komoditas ini yang memang memberikan kontribusi kepada mereka,” ungkap Amalia.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Rakornas BAZNAS 2025, Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan peran zakat sangat penting dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, hari kedua, pada Rabu (27/08/2025). Dalam kesempatan tersebut, Pungkas juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas kiprahnya yang konsisten dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, serta menegaskan bahwa kontribusi zakat semakin relevan dalam mendukung pencapaian target pembangunan. “Kemiskinan kita sudah turun drastis, sekarang sudah di bawah 10 persen. Namun yang menjadi perhatian adalah ketimpangan. Di sinilah zakat berperan penting, tidak hanya membantu secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat keluar dari kemiskinan,” ujarnya. Lebih jauh, Pungkas menekankan bahwa sinkronisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Ia menyebutkan bahwa integrasi program BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan memperkuat daya ungkit terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “RPJMD di daerah harus mengikuti RPJMN. Karena itu, BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD, sehingga daya ungkitnya lebih besar,” jelasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa potensi zakat nasional yang sangat besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, harus dikelola secara optimal. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan strategi ekosistem yang mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara lebih luas dan berkelanjutan. “Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa terealisasi dengan menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama,” tegasnya. Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Pungkas menegaskan kembali bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kontribusi BAZNAS akan sangat menentukan keberhasilan dalam menurunkan kemiskinan dan mengecilkan ketimpangan sosial. “Kita ingin menuju Indonesia yang maju dan sejahtera, dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang semakin kecil. Peran BAZNAS dalam mendukung tujuan besar ini sangat strategis,” terangnya. Menutup paparannya, Pungkas mendorong agar pengelolaan zakat semakin diperkuat melalui tata kelola yang baik serta pemanfaatan teknologi digital. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas zakat sekaligus melengkapi keterbatasan anggaran pemerintah. “APBN kita terbatas, sehingga peran pembiayaan non-pemerintah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sangat penting. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan digitalisasi, zakat akan semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Melalui Rakornas 2025 ini, BAZNAS RI meneguhkan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan zakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas 2025, Saidah Sakwan: Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Rakornas 2025, Saidah Sakwan: Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Borong Penghargaan BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Jatim Borong Penghargaan BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi gemilang pada ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dalam acara tersebut, BAZNAS Jatim berhasil meraih empat penghargaan bergengsi yang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. Penghargaan yang diraih meliputi BAZNAS Provinsi Program Ekonomi Z-Chicken Terbaik, BAZNAS Provinsi Kantor Digital Terbaik, BAZNAS Provinsi Pengumpulan Kantor Digital BAZNAS Terbaik, serta BAZNAS Provinsi Program Kesehatan Terbaik. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya BAZNAS Jatim dalam memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi program, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah, muzaki, mustahik, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi dalam penguatan peran BAZNAS Jatim. Dengan penghargaan ini, BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus menjaga amanah, memperluas keberkahan, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur. Terimakasih Muzaki, Terimakasih Mustahik, Wong Cilik Iso Gumuyu
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa seluruh Indonesia mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). UPZ Desa merupakan satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu pengumpulan zakat baik di lingkungan desa maupun kelurahan. Peluncuran UPZ Desa dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025). "Pada hari ini kita luncurkan UPZ Desa seluruh Indonesia dalam rangka untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar betul-betul sesuai dengan tiga prinsip Aman BAZNAS, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA. Kiai Noor menambahkan, kehadiran UPZ Desa seluruh Indonesia memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Hingga saat ini, kata Kiai Noor, telah terdaftar sebanyak 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid “Semua UPZ tersebut mempunyai tugas untuk menghimpun dan mengelola dana ZIS,” kata Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, potensi penghimpunan UPZ Desa juga sangat besar karena masih banyak desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, yang akan dibentuk UPZ. Sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menerima manfaat. "Dengan adanya Rakornas dan BAZNAS Award 2025, kami berharap seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi umat," pungkasnya.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
BAZNAS Provinsi Jawa Timur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta pada 26–29 Agustus, dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Astacita”. Kehadiran BAZNAS Jatim dalam Rakornas dipimpin oleh Ketua Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., bersama Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., dan Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. Ketua BAZNAS Jatim menegaskan bahwa Rakornas kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola zakat nasional, mulai dari pengumpulan, transparansi keuangan, hingga distribusi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pendataan mustahik juga perlu diperkuat agar penyaluran zakat semakin efektif dan optimal. “Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp231 triliun, namun yang tergarap baru sekitar 11–12 persen. Jika tata kelola dan pendataan semakin baik, peningkatan pengumpulan akan signifikan, dan yang lebih penting pemanfaatannya dapat dirasakan masyarakat luas," ujar Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa. Beliau juga menekankan bahwa prinsip utama dalam tata kelola zakat adalah aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Menurutnya, zakat bukan hanya perintah agama, melainkan juga perintah negara, sehingga niat semua pihak harus lurus karena Allah SWT agar mendapat ridha-Nya. "Prinsip yang harus selalu dijaga adalah Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Zakat adalah perintah agama sekaligus perintah negara, sehingga niat kita semua harus lurus karena Allah SWT agar mendapat ridha-Nya, dan insyaAllah segala urusan akan dimudahkan serta memberi manfaat dunia dan akhirat,” tambahnya. Rakornas BAZNAS 2025 diharapkan menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh jajaran BAZNAS pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta mitra terkait, guna memaksimalkan potensi zakat di Indonesia demi kesejahteraan umat.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan UPZ UIN Syekh Wasil Kediri Santuni 200 Anak Yatim
BAZNAS Jatim dan UPZ UIN Syekh Wasil Kediri Santuni 200 Anak Yatim
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN Syekh Wasil Kediri menyalurkan santunan kepada 200 anak yatim berupa tas dan perlengkapan sekolah. Kegiatan berlangsung di Auditorium UIN Syekh Wasil, Selasa (26/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Kabid Pendistribusian BAZNAS Jatim, Chandra Asmara, SE., Kabid Pengumpulan BAZNAS Jatim, Sugeng, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag., Ketua Senat UIN Kediri Prof. Dr. Nur Ahid, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Kediri Prof. Mohammad Yasin, M.Ag., Kabiro UIN Kediri Dr. Barnoto, M.Pd., Ketua UPZ UIN Syekh Wasil Kediri Prof. Dr. Nurul Hanani, serta para dekan dan kaprodi. Dalam sambutannya, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag., menegaskan pentingnya optimisme dalam mendidik anak-anak yatim. “Saya berharap jangan sampai ada anak yang terhalang sekolah hanya karena yatim atau tidak mampu. InsyaAllah selama saya diberi amanah sebagai rektor, anak yatim atau keluarga miskin yang ingin kuliah di kampus ini akan mendapat keringanan UKT, bahkan dengan KIP bisa memperoleh beasiswa hingga Rp6,6 juta per semester,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua UPZ UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Nurul Hanani, menegaskan komitmen UPZ untuk mendukung program-program pemberdayaan. “Tugas UPZ adalah menjembatani muzaki dengan mustahik, termasuk memastikan anak-anak yatim bisa terus bersekolah. UPZ hadir sebagai perpanjangan tangan BAZNAS agar manfaat zakat bisa dirasakan langsung di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid Pendistribusian BAZNAS Jatim, Chandra Asmara, SE., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program utama BAZNAS Jatim. “BAZNAS Jatim memiliki lima program: Jatim Peduli, Jatim Cerdas, Jatim Makmur, Jatim Sehat, dan Jatim Taqwa. Santunan anak yatim ini masuk dalam program Jatim Cerdas, dengan harapan anak-anak bisa bersekolah tanpa beban,” jelasnya. Kegiatan santunan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara BAZNAS Jatim, UPZ, dan civitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri, serta menunjukkan sinergi nyata dalam menguatkan peran zakat untuk pendidikan.
BERITA27/08/2025 | BAZNAS Jatim dan UPZ UIN Syekh Wasil Kediri Santuni 200 Anak Yatim
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. "Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. "Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. "Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor. Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. "AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani. Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya. Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat. “Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani mengapresiasi peran BAZNAS RI yang selama ini telah membantu negara dalam melindungi fakir miskin dan mereka yang membutuhkan kehadiran negara. Hal tersebut disampaikan Muzani saat memberikan sambutan pada acara rapat kerja nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). “Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir, miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, usaha ekonomi kecil? menurut UUD yang bertanggung jawab untuk mengurus mereka adalah negara,” kata Muzani. Muzani menjelaskan, bentuk negara dalam menjalankan tanggungjawabnya melindungi dan memelihara fakir miskin adalah dengan dua cara. Pertama, melalui dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan program-program pemerintah. Kedua, negara membentuk lembaga-lembaga dan memberi mandat untuk membantu fakir miskin, termasuk salah staunya adalah BAZNAS melalui kewenangannya mengelola dana zakat. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus mereka. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara dalam upaya mempercepat pencapaian-pencapaian tujuan bernegara,” terangnya. Muzani menambahkan, tujuan bernegara bukan hanya menjadikan negara kuat dengan memiliki pasukan tentara dan polisi yang kuat, melainkan memiliki rakyat yang merdeka dan terbebas dari kemiskinan. “Negara ini akan kuat, bukan hanya tentaranya yang kuat, bukan hanya polisinya yang kuat, tapi selain polisi yang kuat tentara yang kuat juga diperlukan adalah rakyat yang tanpa hutang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, rakyat yang punya pekerjaan dan rakyat yang dompetnya tebal,” tegas dia. “BAZNAS bagian dari itu tunggung jawabanya, karena itu Rapat Kerja Nasional pada hari ini adalah upaya bagaimana menguatkan BAZNAS dalam program Astacita menuju Indonesia merdeka,” tambahnya. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas BAZNAS menjadi momentum penting dan tepat untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita yang diharapkan bisa memberi dampak langsung dan nyata pada kesejahteraan yang merata bagi umat. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita terwujud melalui berbagai program nyata yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan. “Melalui Rakornas ini, kita meneguhkan tekad bahwa BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk memastikan zakat benar-benar menjadi pilar yang menopang pencapaian Asta Cita serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan visi Indonesia Emas 2045,” ucap Kiai Noor. Ia menambahkan, BAZNAS berhasil menunjukkan kinerja penghimpunan yang meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, zakat semakin mendapat tempat di hati masyarakat sebagai instrumen keadilan sosial. “Penghimpunan zakat nasional naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025,” ucap Kiai Noor. Pada kesempatan itu, Kiai Noor juga mengungkapkan, jumlah muzaki terus bertambah hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024. Ia menilai, angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran berzakat di tengah masyarakat. Selain itu, kata Kiai Noor, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta penguatan koordinasi nasional. Terlebih, lanjutnya, Indeks Zakat Nasional (IZN) kini sudah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas. BAZNAS juga tercatat aktif di level internasional, terutama dalam kontribusi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun sebanyak Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. “Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” kata Kiai Noor. Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Menurut Kiai Noor, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi semua elemen penggerak zakat. “Harapan besar dari Rakornas ini adalah lahirnya langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegasnya. Rakornas kali ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor menyampaikan agar estafet kepemimpinan berikutnya tetap menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun. “Kami memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan berikutnya dapat membawa BAZNAS semakin kokoh dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat serta pembangunan bangsa,” pungkasnya. Hadir dalam Rakornas BAZNAS 2025, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadirkan Harapan untuk Mbah Juminah, Lansia Sebatang Kara di Tulungagung
BAZNAS Jatim Hadirkan Harapan untuk Mbah Juminah, Lansia Sebatang Kara di Tulungagung
Di sebuah rumah sederhana di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, tinggal seorang perempuan sepuh bernama Mbah Juminah. Sehari-hari ia hidup seorang diri, setelah sang suami meninggal dunia beberapa tahun lalu. Rumah yang kini menjadi tempat berteduhnya pun merupakan peninggalan sang almarhum suami, yang dibangun sebelum ajal menjemput. Meski usianya telah lanjut, semangat hidup Mbah Juminah tak pernah padam. Ia masih berusaha bekerja sebagai buruh tani saat tubuhnya kuat menahan lelah. Namun, di kala sakit menyerang, ia terpaksa beristirahat total tanpa penghasilan. Kondisi itu membuat kehidupannya kerap diwarnai ketidakpastian, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mbah Juminah tercatat sebagai penerima bantuan fakir dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur (BAZNAS Jatim) melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap bulan, ia menerima santunan sebesar Rp600.000 yang menjadi penopang utama dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Santunan itu bukan hanya sekadar bantuan materi, melainkan juga menjadi penguat batin bagi Mbah Juminah untuk tetap bertahan dalam kesendiriannya. Baginya, uluran tangan dari para muzakki melalui BAZNAS Jatim adalah wujud kasih sayang yang membuatnya tidak merasa benar-benar sendiri. Kisah Mbah Juminah mengingatkan kita, bahwa zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jalan untuk menghidupkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat