WhatsApp Icon
Kepemimpinan Baru BAZNAS Jatim, BAZNAS RI Tekankan Penguatan Kinerja dan Layanan Mustahik

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh pimpinan BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Provinsi Jatim untuk meningkatkan profesionalisme, penguatan kinerja dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta peningkatan layanan bagi mustahik.

Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat memberikan arahan kepada jajaran kepengurusan BAZNAS Provinsi Jatim yang baru dalam kunjungannya bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., beserta jajaran BAZNAS RI ke Kantor BAZNAS Provinsi Jatim di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Dalam arahannya, Sodik menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sederhana, produktif, berdedikasi, serta berorientasi pada mutu dan kualitas hasil. Menurutnya, etos kerja unggul yang berbasis pada sistem prestasi (merit system) perlu diperkuat di lingkungan BAZNAS.

"Di BAZNAS kita harus adil dan profesional. Kita harus menerapkan hal yang sekarang cukup sulit, yaitu merit system berbasis prestasi. Etika dan mutu ini bahkan disampaikan secara eksplisit dalam ajaran Islam," ujar Sodik.

Selain profesionalisme, Sodik mengingatkan jajaran BAZNAS untuk senantiasa menjaga kesederhanaan, transparansi, akuntabilitas, dan sikap melayani. Ia menegaskan, potensi dana ZIS nasional yang sangat besar dapat mencapai ratusan triliun rupiah per tahun membutuhkan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, secara khusus, visi besar BAZNAS yakni menggulirkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.

"Misi besar BAZNAS adalah membangun ekonomi syariah, sebuah sistem ekonomi yang sedang ditunggu-tunggu oleh dunia karena mampu tumbuh dan berkembang secara adil dan berkelanjutan. Sungguh mulia posisi kita ini," ucap Sodik.

"Maka dari itu, kita harus bekerja lebih profesional, sungguh-sungguh, dan berorientasi pada merit system agar potensi ini terkelola dan umat menjadi sejahtera. Bangsa yang maju memiliki budaya sederhana, berdedikasi, produktif, dan berorientasi pada mutu. Begitu pula di BAZNAS," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menyatakan kesiapan jajaran BAZNAS Jatim untuk memperkuat kinerja dan menyelaraskan program daerah dengan 13 Program Prioritas BAZNAS RI.

Ghofirin menyampaikan, saat ini BAZNAS Jatim juga tengah mematangkan rencana inovasi berbasis digital bernama "LAPOR BAZ". Aplikasi berbasis seluler dan media sosial ini dirancang untuk memangkas alur birokrasi, sehingga penerima manfaat (mustahik) yang membutuhkan bantuan mendesak dapat memperoleh layanan bantuan secara cepat.

"Kami berkomitmen penuh melakukan lompatan kinerja dan beradaptasi secara cepat, mulai dari pembenahan internal hingga percepatan respons pelayanan. Prinsip kami di BAZNAS Jawa Timur, jangan sampai ada rakyat Jawa Timur yang kelaparan sementara BAZNAS Jatim tidak mengetahuinya," ujar Ghofirin.

Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Bidang Pengumpulan H. Imam Hambali, M.S.E.I., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. A. Afif Amrullah, S.H.I., M.E.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Hj. Amirotul Mu’minah, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BANZAS Jatim Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum Prof. Dr. H. Moch Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDAI., beserta jajarannya.

05/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi LAZ Persada, Buka Ruang Kolaborasi Penguatan Zakat

Surabaya - BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Persada Jatim Indonesia di Kantor BAZNAS Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka komunikasi mengenai berbagai potensi kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, LAZ Persada Jatim Indonesia hadir bersama Dewan Pengawas Syariah Anshorullah, Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia Fathoni Arief Wijaya beserta jajaran. Kehadiran jajaran LAZ Persada tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan profil lembaga, perkembangan program, serta kiprah yang selama ini dijalankan dalam menghimpun dan mendayagunakan dana ZIS untuk berbagai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur.

Selain memperkenalkan profil kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan jejaring dan kolaborasi antara LAZ Persada dengan BAZNAS Jawa Timur. LAZ Persada menyampaikan keinginan untuk membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama bersama seluruh mitra yang berada dalam jejaring BAZNAS di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat lebih luas.

Direktur LAZ Persada Jatim Indonesia, Fathoni Arief Wijaya, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan BAZNAS Jawa Timur. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai potensi program yang dapat dikerjasamakan, dengan tetap menyesuaikan kapasitas, kebutuhan, dan karakteristik masing-masing lembaga.

“Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan LAZ Persada Jatim Indonesia kepada jajaran BAZNAS Jawa Timur. Harapannya, dari komunikasi ini kami bisa menemukan ruang-ruang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama, baik dalam program maupun jejaring, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat,” ujar Fathoni Arief Wijaya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan lembaga amil zakat dan berbagai mitra pengelola ZIS di Jawa Timur. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim periode 2026–2031 memiliki sembilan program prioritas melalui konsep Nawa Pradana, yang menjadi pijakan dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

“Nawa Pradana ini terdiri dari BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi. Dari sembilan program ini, tentu ada ruang yang bisa kita kolaborasikan bersama, dan BAZNAS Jatim sangat terbuka untuk membangun sinergi agar gerakan zakat di Jawa Timur semakin solid serta manfaatnya semakin luas,” kata Mohammad Ghofirin.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bergerak, Salurkan Bantuan melalui Kapal Kemanusiaan Flores NTT

BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan melalui Kapal Kemanusiaan pada Jumat (4/9/2026), bersama bantuan dari berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana serta membutuhkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.

Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo. Pengiriman ini menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat, kemanusiaan, dan relawan di Jawa Timur dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, sekaligus memperluas jangkauan bantuan hingga ke wilayah yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.

Secara keseluruhan, bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur mencapai 27 ton dengan dukungan sebanyak 62 armada. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan di Jawa Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus meringankan beban mereka selama menjalani masa pemulihan pascabencana dan menghadapi berbagai keterbatasan yang masih dirasakan di wilayah terdampak.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian berbagai pihak yang terlibat dalam pengiriman bantuan tersebut. Menurutnya, semangat kemanusiaan perlu terus dijaga untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di berbagai daerah Indonesia, terutama masyarakat yang saat ini membutuhkan dukungan untuk melewati kondisi sulit setelah bencana melanda wilayah mereka. “Kita bersyukur hingga hari ini jiwa kemanusiaan kita masih ada dalam diri kita. Jiwa kemanusiaan ini berfungsi untuk terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana di beberapa tempat di Indonesia,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS Jatim dalam pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “Ini adalah contoh sinergi yang baik antar lembaga. Tentu kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Dari BAZNAS akan terus berkomitmen untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Dan ini bukan bantuan kita yang terakhir, insyaallah kita akan terus melihat perkembangan di lapangan dan apa saja yang masih dibutuhkan,” ujar Ghofirin.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah BAZNAS Jatim untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat terus diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan dukungan berikutnya agar bantuan yang diberikan dapat semakin tepat sasaran, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan dan penanganan pascabencana masih berlangsung.

Bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur selanjutnya akan tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah titik. Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui relawan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan, sehingga bantuan yang telah dihimpun dapat segera diterima oleh para penyintas yang membutuhkan, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan kebutuhan pokok akibat dampak gempa.

Melalui pengiriman bantuan tersebut, BAZNAS Jatim akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau kebutuhan masyarakat terdampak di Flores, NTT. Upaya ini diharapkan dapat memastikan dukungan kemanusiaan terus hadir secara tepat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap langkah bantuan berikutnya.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Silaturahmi Dekopinwil Jatim, Bahas Penguatan Sinergi dan Kolaborasi

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang sinergi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Silaturahmi ini juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antarlembaga untuk menciptakan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, bersama jajaran pimpinan di lingkungan Dekopinwil Jatim. Rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, bersama para wakil ketua dan kepala bidang BAZNAS Jatim. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat melalui silaturahmi dan diskusi mengenai berbagai potensi program yang dapat dikembangkan secara bersama ke depan. Kehadiran jajaran kedua lembaga turut memperlihatkan komitmen untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang semakin erat.

Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga membahas berbagai kemungkinan sinergi yang dapat dilakukan sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Dekopinwil Jatim memiliki peran dalam penguatan gerakan koperasi, sedangkan BAZNAS Jatim menjalankan berbagai program pengelolaan zakat sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pertemuan tersebut kemudian diarahkan untuk mencari titik temu yang memungkinkan kedua kekuatan tersebut dapat dipadukan melalui program yang produktif dan berkelanjutan.

Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Selamet Sutanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga membangun sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS Jatim diharapkan dapat turut memperkuat program-program yang dijalankan kedua lembaga sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.

“Tujuan kami pertama adalah silaturahim, kemudian yang kedua membangun sinergi dan kolaborasi dalam menguatkan program Dekopinwil dan BAZNAS. Mudah-mudahan bisa terwujud sebagaimana harapan kita semua dan betul-betul dapat membawa manfaat dan barokah untuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Selamet Sutanto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terjalin bersama Dekopinwil Jawa Timur. Menurutnya, BAZNAS Jatim memiliki semangat yang sama untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga dalam menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS Jatim tentu menyambut baik silaturahmi dan rencana sinergi bersama Dekopinwil Jawa Timur. Kami berharap komunikasi ini dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi program yang konkret, sehingga potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Ghofirin.

Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS Jatim dan Dekopinwil Jatim berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditindaklanjuti melalui pembahasan program dan bentuk kerja sama yang lebih konkret. Sinergi kedua lembaga diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan, serta menghadirkan program yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur.

04/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim Bahagiakan 100 Anak Yatim di Pamekasan

Pamekasan, 2 September 2026 — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan Lebaran Yatim yang digelar di SMA Negeri 2 Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (2/9/2026).

Sebanyak 100 anak yatim dari SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Pamekasan hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan di Jawa Timur.

Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Musa'um, S.Pd., MM. dalam sambutannya menyampaikan laporan mengenai hasil koordinasi dan rapat persiapan yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Pamekasan, Agung Dwi Prabowo, S.Psi., M.Psi., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan BAZNAS Jatim tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari penghimpunan dan pentasharufan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hasil yang kita peroleh sehari-hari bukan sepenuhnya milik kita, ada hak orang lain di dalamnya,” tutur Agung.

Ia juga mengajak para ASN di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Pamekasan maupun BAZNAS Jatim. Menurutnya, pengelolaan zakat melalui BAZNAS dilakukan secara amanah dan transparan, termasuk dalam pelaporan penyalurannya kepada masyarakat.

Ajakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem zakat di lingkungan pendidikan, sehingga potensi zakat yang ada dapat dihimpun dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program-program kemanfaatan.

Dalam kesempatan yang sama, Waka IV BAZNAS Jatim, Assoc. Prof. H. Syarif Hidayatullah, Lc., M.Hum., CDEA, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Gebyar Muharram. Meski momentum Muharram telah berlalu, menurutnya, semangat untuk membahagiakan anak-anak yatim harus terus dijaga.

“Fokus kita adalah membahagiakan anak-anak yatim. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BAZNAS Jatim dan Cabdindik Provinsi Jawa Timur yang dapat terlaksana karena adanya zakat yang dihimpun melalui UPZ,” jelas Syarif.

Syarif juga mengungkapkan besarnya potensi zakat di lingkungan Cabdindik Kabupaten Pamekasan. Dengan jumlah sekitar 400 ASN dan 300 PPPK, potensi zakat yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai Rp89 juta per bulan.

Namun demikian, ia menyampaikan bahwa potensi tersebut hingga saat ini belum terealisasi secara optimal dalam bentuk setoran zakat melalui UPZ.

Karena itu, BAZNAS Jatim akan terus mendorong penguatan literasi dan kesadaran zakat di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melalui kegiatan Manasik Zakat, sebagai sarana edukasi agar para ASN dan PPPK semakin memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Kegiatan Lebaran Yatim di Pamekasan diharapkan tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada 100 anak yatim, tetapi juga menjadi penguat sinergi antara BAZNAS Jatim, Cabdindik, dan UPZ dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan pendidikan.

Dengan semakin optimalnya penghimpunan zakat, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur.

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadir di Tengah Pemulihan Pascabencana, 1.000 Anak Yatim Probolinggo Terima Santunan dan Alat Sekolah
BAZNAS Jatim Hadir di Tengah Pemulihan Pascabencana, 1.000 Anak Yatim Probolinggo Terima Santunan dan Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan santunan bagi 1000 anak yatim, Kamis (26/2/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan sinergi dalam pemulihan daerah pascabencana banjir. Kegiatan yang bertempat Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Dr. Muhammad Haris, M.Kes, Sekretaris Bakorwil V Jember Ibu Anistyo Anggraini, S.S., M.M., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Has, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. Muhammad Zaki, M.Si., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. Hadir pula Jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Wasik Hanan, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS Jatim merupakan bentuk dukungan penuh terhadap sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terutama dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat di tengah masa pemulihan pascabencana. “Atas nama pimpinan BAZNAS Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam berkhidmat masih terdapat kekhilafan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Kabupaten Probolinggo agar menjadi daerah yang maju, amanah, religius, serta tetap eksis dan berdaya saing. Kepada anak-anak yatim yang hadir, ia berpesan agar terus berdoa dan istiqamah dalam menuntut ilmu, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi bangsa yang cerdas dan membanggakan. Sementara itu, Bupati Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo baru saja mengalami bencana alam yang mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat terus bersinergi untuk mempercepat proses pemulihan. Ia juga berpesan kepada para anak yatim untuk senantiasa memuliakan orang tua, khususnya ibu. “Nasab itu dari ayah, nasib itu dari ibu. Maka muliakan ibu kalian agar sukses dunia dan akhirat,” pesannya. Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan visi Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing). Ucapan terima kasih disampaikan kepada keluarga besar BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan santunan ini, serta memastikan bahwa bantuan yang dihimpun akan disalurkan sesuai amanah dan tepat sasaran. Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa anak-anak yatim yang hadir berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, masing-masing diwakili 40 anak. Ia berharap berbagai program sosial, termasuk permohonan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dapat segera direalisasikan. “Kami rutin menyantuni anak yatim setiap bulan Muharram di Kabupaten Probolinggo. Untuk kegiatan ini, bantuan transportasi dari BAZNAS Jawa Timur sebesar Rp25.000 per anak akan kami tambahkan khusus bagi kecamatan yang lokasinya jauh dari titik acara, seperti Kecamatan Dringu dan Kecamatan Tegal Siwalan,” jelasnya.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan Berkah, BAZNAS Jatim Beri Santunan dan Alat Sekolah bagi 1.000 Anak Yatim di Lumajang
Ramadan Berkah, BAZNAS Jatim Beri Santunan dan Alat Sekolah bagi 1.000 Anak Yatim di Lumajang
Dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Pendopo Aryawiraraja, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Drm KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh MA., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang HM. Nur Sjahid beserta jajaran, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, jajaran Forkopimda Lumajang, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, serta Ketua MUI Kabupaten Lumajang. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, menyapa anak-anak dengan penuh kehangatan. Ia menanyakan kesiapan mereka dalam menjalankan ibadah puasa dan mengingatkan pentingnya mencintai anak yatim sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. “Kalau kita cinta kepada anak yatim, berarti kita cinta Rasulullah SAW, karena beliau juga seorang anak yatim,” tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lumajang dan jajaran BAZNAS Lumajang atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut dan semakin memperkuat pengumpulan zakat di bawah kepemimpinan Bupati Lumajang demi kemaslahatan umat. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyemangati anak-anak yatim yang hadir dengan penuh keakraban. Ia menyapa dan berdialog langsung, memastikan semangat mereka dalam menjalani puasa serta kebahagiaan menerima bantuan. “Anak-anaknya Bunda tetap semangat. Mudah-mudahan kalian nanti menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat, tangguh, dan berakhlakul karimah,” pesannya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lumajang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan pada hari itu, yang diharapkan menjadi berkah dan catatan kebaikan bagi BAZNAS serta para muzaki. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, HM. Nur Sjahid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut. “Pagi hari ini kita mendapatkan nikmat yang luar biasa, yaitu bisa hadir dalam rangka santunan 1.000 anak yatim,” ujarnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa tas sekolah beserta perlengkapannya, sementara BAZNAS Lumajang menyalurkan santunan dalam bentuk uang tunai masing-masing sebesar Rp200 ribu kepada setiap anak yatim dhuafa.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Jatim Santuni 1.090 Anak Yatim di Pacitan
Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Jatim Santuni 1.090 Anak Yatim di Pacitan
Sebanyak 1.090 anak yatim dhuafa menerima santunan dan paket tas sekolah dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Pacitan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan dan pendidikan anak yatim di wilayah tersebut. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pimpinan lembaga, di antaranya Kepala Bakorwil I Madiun R. Heru Wahono Santoso, pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Wakil Ketua II KH. Ahsanul Haq, Ketua BAZNAS Pacitan Shodiq Suja'ba, serta Wakil Bupati Pacitan Gagarin bersama jajaran Forkopimda lainnya. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 1.090 paket tas sekolah lengkap dengan alat tulis, serta bantuan transportasi bagi anak yatim dengan total nilai Rp 27.250.000. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Pacitan menyalurkan santunan sebesar Rp 175.000 per anak kepada 1.000 anak yatim dengan total Rp 175.000.000. Selain itu, santunan khusus juga diberikan kepada 90 anak yatim binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cabang Dinas Pendidikan Pacitan, masing-masing sebesar Rp 200.000 per anak. Ketua BAZNAS Pacitan menyampaikan bahwa jumlah anak yatim di Kabupaten Pacitan saat ini mencapai sekitar 2.200 anak. Dengan tersalurkannya bantuan kepada 1.090 anak dalam kegiatan ini, berarti sekitar separuh dari total anak yatim di wilayah tersebut telah menerima perhatian dan bantuan secara langsung. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan BAZNAS Jawa Timur yang direncanakan berlangsung di 11 titik wilayah. Pacitan menjadi titik kedua dalam rangkaian tersebut, dengan tujuan memberikan kebahagiaan serta mendukung kebutuhan pendidikan anak yatim melalui pemberian tas sekolah baru yang layak. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap dapat terus memperluas jangkauan bantuan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dhuafa agar mereka dapat menjalani pendidikan dan kehidupan dengan lebih baik.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia. Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki. Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen. Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik. Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik. Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik. "Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor. Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan, pada delapan ashnaf (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60. Delapan ashnaf itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan). “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Semarak Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kota Malang
Semarak Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kota Malang
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (21/2/2026). Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya mengajak anak-anak yatim untuk terus memiliki cita-cita tinggi dan tidak kehilangan harapan. Beliau mendoakan agar kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin daerah bahkan pemimpin bangsa. “Anak-anak yang ingin menjadi wali kota angkat tangan! Walaupun panjenengan sudah ditinggal orang tua, saya doakan nanti ada yang menjadi wali kota, bahkan menjadi presiden, aamiin Allahumma aamiin,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara BAZNAS Jatim dan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Santunan bagi anak yatim piatu bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa," ucapnya. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan. “Ini kolaborasi kelima kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” imbuhnya. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kepala OJK Malang, perwakilan Bank Indonesia Malang, pimpinan Bank Syariah Indonesia Area Malang, perwakilan Bank Jatim konvensional dan syariah, serta Rektor Universitas Brawijaya.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tarhib Ramadan BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum bagi Perempuan Tangguh
Tarhib Ramadan BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum bagi Perempuan Tangguh
Kebahagiaan menyambut Ramadan 1447 Hijriah begitu terasa di wajah para perempuan tangguh (bunda ojol) penerima manfaat dalam kegiatan “Marhaban ya Ramadan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur di kawasan Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2/2026). Salah satu pengemudi ojek daring wanita, Ani Winarsih, warga Jalan Menur, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, mengaku senang bisa terlibat dalam rangkaian kegiatan mulai dari pawai konvoi hingga tausiah dan pembagian sembako. "Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bunda Ani dengan penuh antusias. Apresiasi tinggi juga datang dari para peserta, salah satunya adalah Wiji Handayani, anggota komunitas Ojol Gaspol Malang Raya. Warga Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut turut mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi BAZNAS dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti, terutama bagi rekan-rekan sesama pengemudi ojol wanita yang sebagian besar merupakan orang tua tunggal (janda) maupun perempuan kepala keluarga (Pekka). "Saya sangat berterima kasih sekali. Setiap tahun saya selalu ikut, sangat membantu. Apalagi kami itu kebanyakan janda dan Pekka. Kami sangat berterima kasih dengan adanya BAZNAS setiap tahunnya," katanya.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sambut Ramadan, Khofifah dan BAZNAS Jatim Berbagi dengan Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Sambut Ramadan, Khofifah dan BAZNAS Jatim Berbagi dengan Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk "Marhaban ya Ramadan" pada Selasa (17/2/2026). Acara yang digelar di kawasan Islamic Center Surabaya ini menjadi momentum syiar sekaligus bentuk kepedulian terhadap pejuang ekonomi keluarga. Sebanyak 1.305 peserta yang terdiri dari 850 pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol) dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center berkumpul untuk menyemarakkan syiar Ramadan. Agenda utama meliputi pawai keliling wilayah Dukuh Pakis dan penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako bagi para peserta. Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki yang telah membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya. Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, mengatakan esensi program BAZNAS ini sesuai dengan filosofi Jawa, "Wong Cilik Iso Gumuyu" (rakyat kecil bisa tersenyum). "Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa," jelasnya. Kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan ini, kata Nur Chamdani, telah digelar dan membantu banyak masyarakat di berbagai daerah. Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Jawa Timur, terutama Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menghadapi bulan suci. “Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa tahun ini program santunan akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim. "Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya," ujarnya. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, para Asisten Sekdaprov Jatim, serta para Kepala OPD Provinsi Jawa Timur. Turut hadir Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Ketua DMI Jatim, Ketua FKUB Jatim, Ketua PW LDII Jatim, Ketua LPTQ Jatim, Ketua LPPD Jatim, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jatim, para Ketua UPZ di lingkup OPD Provinsi Jawa Timur, serta para bunda ojol dan jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Centre.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gandeng Sekdin Pendidikan Jatim Optimalkan ZIS ASN di Jember–Lumajang
BAZNAS Jatim Gandeng Sekdin Pendidikan Jatim Optimalkan ZIS ASN di Jember–Lumajang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang di SMK Negeri 6 Jember, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono, M.Pd., Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.H., dan jajaran, serta perwakilan MKKS SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jember dan Lumajang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Imam Triyono menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para kiai yang memberikan pencerahan kepada jajaran pendidikan. Ia mengakui bahwa capaian penghimpunan ZIS di wilayahnya masih tergolong rendah. “Alhamdulillah kita bisa bertemu dengan para kiai yang akan memberikan pencerahan. Namun saya melihat laporan penerimaan, persentasenya masih sangat kecil, baru sekitar 2 persen. Jujur kami agak malu dengan kondisi ini,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan Jawa Timur yang hebat. Beliau berharap peran BAZNAS dapat memperkuat kesadaran berzakat di kalangan ASN pendidikan. “Kita semua sepakat membuat pendidikan Jawa Timur menjadi hebat. Di Jember dan Lumajang semangatnya ada, tetapi sering kali tidak ada yang mengingatkan. Karena itu mohon arahan dan tausiyah dari para kiai agar semangat berzakat semakin tumbuh,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan bahwa zakat merupakan amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya. “Harta yang kita miliki sebagian adalah hak orang lain, dan yang memfasilitasi penyalurannya adalah BAZNAS. Tidak akan habis harta kita saat memikirkan orang lain, justru akan semakin bertambah,” tegasnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menegaskan posisi BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang memiliki dasar hukum kuat. “BAZNAS setara dengan BRIN, Badan Gizi Nasional, Badan Haji yang kini menjadi kementerian, bahkan Danantara. Bedanya, BAZNAS satu-satunya badan yang tidak mendapat APBN,” jelasnya. Prof. Ali Maschan menambahkan bahwa BAZNAS menjalankan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 yang mewajibkan ASN menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Undang-undang bersifat memaksa dan memiliki sanksi. Memaksa panjenengan masuk surga itu lebih baik daripada membiarkan panjenengan masuk neraka, kami tidak rela,” ujarnya. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ashanul Haq kemudian menjelaskan secara rinci ketentuan zakat profesi. Menurutnya, setiap profesi yang menghasilkan penghasilan dan telah mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Kiai Ahsan memaparkan bahwa berdasarkan ketetapan MUI, nisab zakat profesi kini ditetapkan sebesar Rp85,6 juta per tahun. “Jika dibagi 12 bulan, maka sekitar Rp7,1 juta per bulan. Zakatnya 2,5 persen atau sekitar Rp175 ribu per bulan,” jelasnya. Beliau juga menekankan peran kepala sekolah untuk mengklasifikasikan guru yang telah mencapai nisab dan yang belum. Berdasarkan data, potensi ZIS Cabdin Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang mencapai Rp263 juta per bulan, dengan total ASN sebanyak 2.551 orang yang terdiri dari 1.168 PNS dan 1.383 PPPK. Namun, realisasi setoran ZIS Januari–Desember baru mencapai Rp72,5 juta. Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Jatim berharap kesadaran dan partisipasi ASN pendidikan di wilayah Jember–Lumajang semakin meningkat demi optimalisasi zakat untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan disparitas sosial di Jawa Timur.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gelar Rakor UPZ Sambut Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan 7 Miliar
BAZNAS Jatim Gelar Rakor UPZ Sambut Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan 7 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam rangka Marhaban Ya Ramadan 1447 H di Hotel Neo+ Sidoarjo, Rabu (4/2/2026). Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M.; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A.; Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.; serta para pengurus UPZ BAZNAS se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai mesin pencetak pahala yang harus dimiliki setiap muslim sejak di dunia. “Kita tentunya sepakat bahwa siapa pun yang namanya manusia ini harus memiliki mesin pencetak pahala. Apa kira-kira mesin pencetak pahala itu? Yaitu zakat, infak, sedekah, ditambah dengan wakaf. Maka jangan berani-berani kita mati sebelum memiliki mesin pencetak pahala,” ujarnya. Kakanwil Kemenag Jatim juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung program-program BAZNAS, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. “Karena yang kita bicarakan ini adalah kemaslahatan umat. Jadi, apa pun program-program BAZNAS, Kementerian Agama dalam hal ini tentu akan memberikan dukungan. Kami memang mendorong seluruh Kantor Kementerian Agama se-Jawa Timur, termasuk madrasah, untuk memiliki UPZ. Hal ini merupakan bagian dari legalitas dalam menghimpun dana dari warga Kementerian Agama. Penggunaannya, sekali lagi, adalah dalam rangka pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan ekonomi, insyaallah,” tegasnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. menyampaikan bahwa landasan hukum pengelolaan zakat sudah sangat jelas melalui undang-undang, peraturan pemerintah, hingga instruksi presiden. “Landasan hukumnya sebenarnya sudah jelas. Ada undang-undang, peraturan pemerintah, serta instruksi presiden. Untuk ASN, regulasinya memang berada di bawah Kementerian Agama. Karena itu, kami tidak bisa lepas dari payung kebijakan tersebut. Dalam hal ini, kami hanya sebagai operator pelaksana,” jelas Kiai Ali. Prof. Ali Maschan optimistis penghimpunan zakat pada Ramadan tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Beliau menambahkan, dana yang terhimpun akan difokuskan pada program-program prioritas, salah satunya santunan anak yatim. “Tahun lalu kami berhasil menghimpun sekitar Rp3,5 miliar, dan tahun ini menargetkan Rp7 miliar. Sesuai siklusnya, program santunan yatim mencakup sekitar 1.000–2.000 anak yatim per kabupaten. Masing-masing mendapatkan paket berupa tas, buku, dan bantuan biaya dengan kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000,” tambahnya. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS tidak hanya berperan menghimpun zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas berbagai inisiatif yang telah dilakukan,” ungkapnya. Menjelang bulan suci Ramadan, beliau mengajak seluruh UPZ untuk memanfaatkan momentum ini dalam menyusun strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal. “Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui dukungan kebijakan, serta menjadikan BAZNAS sebagai pilihan utama dalam pembayaran zakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Manfaatkan forum ini untuk menyusun strategi agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan 2026, BAZNAS RI Usung Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”
Ramadan 2026, BAZNAS RI Usung Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengangkat tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama program tahun 2026, termasuk dalam pelaksanaan bulan suci Ramadan. Tagline ini menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, seperti kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan. Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen strategis yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong nasional. Menurut Kiai Noor, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial, terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Melalui zakat, proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Pada tahun 2026, BAZNAS memfokuskan kebijakan pada penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan rekonstruksi berbasis pemberdayaan. Sejumlah program telah disiapkan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Selain terkait bencana, BAZNAS juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai upaya menguatkan Indonesia dari tingkat akar rumput. Melalui tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai energi kolektif dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera yang bertempat di Halaman Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim Imam Hidayat, S.Sos., M.M., Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, para Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Jawa Timur, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bank Indonesia, FKUB, DMI, LPTQ, LPPD, pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Kepala Cabang JNE Surabaya, pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta para donatur dari berbagai unsur masyarakat. Dalam kurun waktu dua bulan, BAZNAS se-Jawa Timur berhasil menghimpun donasi sebesar Rp6.162.298.397,- serta bantuan kebutuhan dasar sebanyak 160 koli. Donasi tunai disalurkan melalui BAZNAS RI, sedangkan bantuan logistik dikirim langsung ke wilayah terdampak di Aceh dan Sumatera dengan dukungan ekspedisi JNE Express. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Jawa Timur. Kiai Ali menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, kebermanfaatan dan keikhlasan merupakan nilai utama dari zakat, infak, dan sedekah. “Jumlah memang penting, namun yang lebih utama adalah kualitas dan dampak manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit. Beliau menjelaskan bahwa secara nasional BAZNAS menargetkan penghimpunan dana penanganan bencana hingga sekitar Rp80 miliar, yang akan digunakan untuk bantuan logistik, perlengkapan sekolah, peralatan ibadah, renovasi fasilitas pendidikan dan keagamaan, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. “Bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur Imam Hidayat, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dan masyarakat Jawa Timur dalam merespons bencana kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. “Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS menunjukkan tingginya empati sosial dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Timur,” ujarnya. Selain pelepasan bantuan kemanusiaan, pada kesempatan tersebut BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan bantuan program secara simbolis kepada para mustahik, meliputi beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program usaha, bantuan alat kerja, bantuan modal UMKM, serta bantuan sosial bagi fakir dan dhuafa.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya. “Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk. “Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut. “Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban. “Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya. BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026). Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah. “Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar. “Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya. Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut. “Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp46 Juta dari PENGAMAL
BAZNAS Jatim Terima Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp46 Juta dari PENGAMAL
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp46 juta dari Pengajian Muslimah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (PENGAMAL). Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Pembina PENGAMAL Dr. Hj. Hasniah Hasan, M.Si., Ketua PENGAMAL Hj. Endang Risdiyanti, beserta jajaran pengurus. Mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim KH. Masnuh menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan ini merupakan amanah yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak. Beliau berharap sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Jatim dan PENGAMAL dapat terus terjalin. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini mendapatkan barokah dari Allah SWT. Semoga ini bukan yang terakhir, silaturahmi terus terjaga, dan kita semua diberi kesehatan untuk terus berjuang membantu sesama,” ujarnya. KH. Masnuh juga menambahkan bahwa penggalangan dana masih terus berlangsung dan bantuan dalam bentuk uang dinilai lebih efektif karena memudahkan proses pengiriman dan penyaluran kepada masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Jatim KH. Muhammad Zakki menegaskan bahwa seluruh donasi yang terhimpun akan disalurkan secara amanah dan terkoordinasi. Ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim bersama Gubernur Jawa Timur. “Insyaallah seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana oleh Ketua BAZNAS Jatim bersama Gubernur Jawa Timur, sehingga bantuan dapat tersampaikan secara tepat sasaran,” jelasnya. Pembina PENGAMAL Dr. Hj. Hasniah Hasan, M.Si., menjelaskan bahwa PENGAMAL telah berdiri sejak satu tahun setelah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diresmikan dan hingga kini aktif sebagai majelis taklim muslimah yang konsisten bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Penggalangan ini hanya berlangsung sekitar 20 hari dan sebagian bantuan telah kami distribusikan dalam bentuk paket. Namun karena kepercayaan jamaah begitu besar, donasi terus bertambah,” tuturnya. Beliau menambahkan bahwa penyaluran donasi melalui BAZNAS Jatim dilakukan untuk menyambung silaturahmi sekaligus karena BAZNAS dinilai sebagai lembaga yang amanah dan dipercaya masyarakat dalam menyalurkan bantuan hingga sampai ke penerima manfaat. “Kami yakin BAZNAS merupakan pilihan yang tepat dan dipercaya masyarakat untuk menyalurkan bantuan hingga sampai kepada para penerima manfaat.” pungkasnya.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp75 Juta dari UPN Veteran Jatim untuk Aceh dan Sumatera
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp75 Juta dari UPN Veteran Jatim untuk Aceh dan Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Rp 75.000.000,- dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si., beserta jajaran, serta para kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan di lingkungan BAZNAS Jatim. Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Lukman Arif, menyampaikan bahwa donasi ini merupakan wujud kepedulian civitas akademika UPN Veteran Jawa Timur terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Ia menuturkan bahwa silaturahmi ini menjadi kunjungan perdana UPN ke BAZNAS Jatim dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan. “Alhamdulillah, kami dapat bersilaturahmi dan menyampaikan kepedulian civitas akademika UPN Jawa Timur terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Aceh dan Sumatera. Karena sudah terjalin kerja sama dengan BAZNAS, pimpinan memberikan kepercayaan untuk menitipkan donasi melalui BAZNAS,” ujarnya. Beliau juga menjelaskan bahwa jumlah donasi yang semula direncanakan sebesar Rp25 juta meningkat menjadi Rp75 juta dan disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UPN Veteran Jawa Timur kepada BAZNAS Jatim. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini senantiasa mendapatkan rida dari Allah SWT,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta kepercayaan yang diberikan oleh UPN Veteran Jawa Timur. Kiai Ali berharap keluarga besar UPN senantiasa diberi keberkahan dalam menjalankan perannya, tidak hanya mencerdaskan bangsa tetapi juga membangun karakter generasi muda. “Berapa pun jumlah donasinya, kami terima dengan penuh amanah. Saat ini total donasi kemanusiaan yang telah terhimpun mencapai sekitar Rp3 miliar. Insyaallah pada akhir Januari nanti akan dilaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para pemangku kepentingan yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan secara simbolis kepada BAZNAS RI,” jelasnya. Prof. Ali Maschan juga menambahkan bahwa peningkatan donasi dari Rp25 juta menjadi Rp75 juta menunjukkan potensi kepedulian yang terus berkembang. “Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir dan ke depan dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →