Berita Terbaru
Safari Ramadan BAZNAS Jatim Tiba di Mojokerto, 1.000 Anak Yatim Terima Santunan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim dalam rangka Safari Ramadan di Pendopo Graha Majatama Mojokerto, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di bulan suci Ramadan. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian, Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto, jajaran Penggerak PKK, staf ahli bupati, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, para asisten perangkat daerah, kepala kantor instansi vertikal, pimpinan perbankan wilayah Mojokerto, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, Waka I BAZNAS Jatim, KH. Masnuh, menyampaikan bahwa kegiatan santunan di Kabupaten Mojokerto merupakan titik ketujuh dari total 11 rangkaian Safari Ramadan santunan 1.000 anak yatim yang digelar BAZNAS Jatim di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. “Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada anak-anak yatim agar mereka turut merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus memperkuat sinergi antara BAZNAS provinsi, BAZNAS daerah, serta pemerintah kabupaten,” ujarnya. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra, mengungkapkan rasa bahagianya dapat bersilaturahmi langsung dengan anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Mojokerto, dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menyelenggarakan kegiatan santunan ini. Menurutnya, berbagai program inovatif yang dihadirkan BAZNAS telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim. Ia berharap perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak yatim dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena kegiatan santunan anak yatim ini dapat terselenggara dengan baik. Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen dan cita-cita Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.
BERITA07/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kadis Kehutanan Jatim dan Jajaran ASN Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Jatim
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Djumadi, M.Mt., bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Green Ramadan Dinas Kehutanan Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kadis Kehutanan Jatim hadir bersama jajaran pimpinan, di antaranya sekretaris dinas, para kepala bidang, kepala UPT, serta kepala cabang dinas. Penunaian zakat dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keteladanan ASN dalam menjalankan kewajiban agama sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Kadis Kehutanan Jatim, Dr. Ir. Djumadi, M.Mt., menyampaikan bahwa pembayaran zakat melalui BAZNAS Jatim merupakan kewajiban yang rutin ditunaikan setiap tahun oleh jajaran ASN di lingkungan dinas. Ia menuturkan bahwa sebelumnya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Kehutanan juga pernah memperoleh peringkat tertinggi dalam pengelolaan dan pengumpulan zakat.
“Ini salah satu kewajiban zakat yang harus saya tunaikan. Setiap tahun kita rutin melaksanakannya, termasuk melalui UPZ kita yang beberapa waktu lalu mendapatkan peringkat paling tinggi,” ujarnya.
Djumadi menambahkan bahwa optimalisasi zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan umat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Hal ini menjadi gerakan kita bagi seluruh karyawan Dinas Kehutanan agar setiap tahun semakin berkualitas dalam menunaikan kewajiban zakat, maupun dalam keseharian kita bersedekah dan berinfak," tambahnya.
Ia juga menilai bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang dapat memperkuat solidaritas sosial dan membantu pembangunan masyarakat.
“Jika pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara optimal, maka akan sangat membantu pembiayaan pembangunan sekaligus mempercepat kesejahteraan bagi masyarakat yang berhak menerima,” ungkapnya.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Kolaborasi BAZNAS Jatim–Magetan, 1.000 Anak Yatim Terima Santunan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Magetan menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim yang berlangsung di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Kamis (5/3/2026).
Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa BAZNAS menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Sesuai instruksi Presiden, Aparatur Sipil Negara dianjurkan untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kita juga patut bersyukur karena Indonesia termasuk dalam 25 negara paling dermawan di dunia, yang menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat dalam berbagi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Kabupaten Magetan. Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi para penerima.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Kabupaten Magetan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Semoga bantuan yang diterima anak-anak semua dapat memberikan manfaat dan keberkahan. Kami juga mendoakan agar kalian menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, rajin belajar, serta mampu meraih cita-cita di masa depan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Magetan, Drs. KH. Sumarno Abdul Azis dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Pada kegiatan ini kami menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Magetan yang terdiri dari 800 siswa Sekolah Dasar dan 200 siswa Sekolah Menengah Pertama. Selain santunan bagi anak yatim, pada kesempatan ini juga diberikan santunan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah, khususnya marbot masjid, berupa perlindungan asuransi kesehatan bagi 180 orang,” ucapnya.
BERITA06/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Dukung Kenyamanan Pemudik, BAZNAS Jatim Hadirkan Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 300 Motor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melalui program Z-Auto menggelar Servis & Ganti Oli Gratis bagi 300 sepeda motor milik pemudik, pengemudi ojek online, dan kurir yang tergolong mustahik pada 4–6 Maret 2026 di Halaman Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta para mekanik dan penerima manfaat Program Servis & Ganti Oli Gratis Z-Auto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Servis dan Ganti Oli Gratis serentak 5.000 motor se-Indonesia. Khusus di BAZNAS Jatim, sebanyak 300 motor mendapatkan layanan ganti oli gratis, pengecekan kelistrikan, rem, dan tekanan ban, serta edukasi perawatan kendaraan agar tetap aman dan prima digunakan.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim menyampaikan rasa syukur karena kegiatan ini dapat terlaksana di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kiai Ali mendoakan seluruh pihak, termasuk para mekanik dan pengemudi ojek online, agar senantiasa diberi kesehatan hingga akhir Ramadan.
“Alhamdulillah, hari ini sudah puasa ke-14. Mudah-mudahan kita semua sehat walafiat. Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, semoga sampai akhir Ramadan kita semua semakin sehat, termasuk bapak-bapak mekanik dan para pengemudi ojol,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kuota 300 motor yang diterima BAZNAS Jawa Timur merupakan bagian dari rahmat Allah SWT yang patut disyukuri.
“BAZNAS Jawa Timur mendapat jatah 300 motor. Ini bagian dari rahmat dan welas asih Gusti Allah kepada panjenengan melalui BAZNAS Jatim. Karena tidak semua bisa mendapatkan, maka ini perlu kita syukuri." tuturnya.
Melalui program ini, BAZNAS Jatim berharap para pemudik, pengemudi ojek online, dan kurir dapat bekerja serta melakukan perjalanan dengan kendaraan yang lebih aman dan nyaman.
BERITA04/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim dalam Safari Ramadhan di Jombang
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Santunan 1.000 Yatim dalam rangka Safari Ramadhan di Masjid Agung Jombang, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam menebar keberkahan Ramadan serta memperkuat kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Bupati Jombang Abah H. Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang beserta jajaran, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Kapolres Jombang, Komandan Kodim 0814 Jombang, perwakilan Satuan Radar 222 Ploso di Kabuh, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, pimpinan dan jajaran Afco Group, serta Ketua LAZ se-Kabupaten Jombang.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa santunan yatim merupakan agenda rutin setiap Ramadan melalui Safari Ramadan. Pada tahun 2026 ini, BAZNAS Jatim menyalurkan santunan kepada 14.000 anak yatim se-Jawa Timur, termasuk 1.000 anak yatim di Kabupaten Jombang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap anak-anak yatim, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang juga tumbuh sebagai seorang yatim.
Sementara itu, Bupati Jombang menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang atas sinergi dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap Gerakan Jombang Berinfaq sebagai upaya bersama memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Kembali Gelar OASE di Gresik, Ajak 300 Anak Yatim Berbelanja Kebutuhan Lebaran
Program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) BAZNAS Jatim kembali digelar di Gresik dengan mengajak 300 anak yatim berbelanja kebutuhan Lebaran di Mall Ramayana, Ahad (1/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten Gresik dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi anak yatim.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka I Drs. KH. Masnuh, MA., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., dan Waka IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.
Turut hadir pula Pimpinan BAZNAS Kabupaten Gresik, Plt. Kepala Kemenag Gresik, Ketua PKK Kabupaten Gresik, Ketua GOW Kabupaten Gresik, Ketua UPZ BAZNAS Petrokimia, Ketua Dharma Wanita Pemkab Gresik, Ketua Dharma Wanita Kemenag Gresik, Ketua HIPMI Kabupaten Gresik, Ketua IWAPI Jawa Timur, Ketua KADIN Kabupaten Gresik, serta jajaran terkait lainnya.
Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. Ali Maschan Moesa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun di Gresik. Ke depan, bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, jumlah penerima manfaat direncanakan akan terus ditambah.
“Ini kegiatan rutin. Bahkan pihak Gresik setiap tahun luar biasa konsisten. Ke depan, bersama Bapak Bupati, jumlah penerima santunan Insya Allah akan ditambah menjadi 500 anak yatim, bekerja sama dengan Petrokimia dan berbagai pihak. Mudah-mudahan Allah memberikan rezeki untuk anak-anak yatim,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, program ini telah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami peningkatan jumlah penerima manfaat.
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk sinergi antara BAZNAS Kabupaten Gresik dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan perhatiannya. Insyaallah nanti akan kita tambah lagi jumlah anak yang menerima manfaat,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, sasaran program difokuskan pada wilayah-wilayah yang membutuhkan, terutama daerah sekitar kawasan industri. Pemerintah Kabupaten Gresik pun mengapresiasi perhatian dan dukungan yang terus diberikan BAZNAS Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Gresik.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.
Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.
Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.
Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadir di Tengah Pemulihan Pascabencana, 1.000 Anak Yatim Probolinggo Terima Santunan dan Alat Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan santunan bagi 1000 anak yatim, Kamis (26/2/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan sinergi dalam pemulihan daerah pascabencana banjir.
Kegiatan yang bertempat Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Dr. Muhammad Haris, M.Kes, Sekretaris Bakorwil V Jember Ibu Anistyo Anggraini, S.S., M.M., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Has, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. Muhammad Zaki, M.Si., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.
Hadir pula Jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Wasik Hanan, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.
Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS Jatim merupakan bentuk dukungan penuh terhadap sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terutama dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat di tengah masa pemulihan pascabencana.
“Atas nama pimpinan BAZNAS Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam berkhidmat masih terdapat kekhilafan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Kabupaten Probolinggo agar menjadi daerah yang maju, amanah, religius, serta tetap eksis dan berdaya saing. Kepada anak-anak yatim yang hadir, ia berpesan agar terus berdoa dan istiqamah dalam menuntut ilmu, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi bangsa yang cerdas dan membanggakan.
Sementara itu, Bupati Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo baru saja mengalami bencana alam yang mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat terus bersinergi untuk mempercepat proses pemulihan.
Ia juga berpesan kepada para anak yatim untuk senantiasa memuliakan orang tua, khususnya ibu. “Nasab itu dari ayah, nasib itu dari ibu. Maka muliakan ibu kalian agar sukses dunia dan akhirat,” pesannya.
Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan visi Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing). Ucapan terima kasih disampaikan kepada keluarga besar BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan santunan ini, serta memastikan bahwa bantuan yang dihimpun akan disalurkan sesuai amanah dan tepat sasaran.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa anak-anak yatim yang hadir berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, masing-masing diwakili 40 anak. Ia berharap berbagai program sosial, termasuk permohonan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dapat segera direalisasikan.
“Kami rutin menyantuni anak yatim setiap bulan Muharram di Kabupaten Probolinggo. Untuk kegiatan ini, bantuan transportasi dari BAZNAS Jawa Timur sebesar Rp25.000 per anak akan kami tambahkan khusus bagi kecamatan yang lokasinya jauh dari titik acara, seperti Kecamatan Dringu dan Kecamatan Tegal Siwalan,” jelasnya.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan Berkah, BAZNAS Jatim Beri Santunan dan Alat Sekolah bagi 1.000 Anak Yatim di Lumajang
Dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Pendopo Aryawiraraja, Kabupaten Lumajang, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Drm KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh MA., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang HM. Nur Sjahid beserta jajaran, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, jajaran Forkopimda Lumajang, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, serta Ketua MUI Kabupaten Lumajang.
Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, menyapa anak-anak dengan penuh kehangatan. Ia menanyakan kesiapan mereka dalam menjalankan ibadah puasa dan mengingatkan pentingnya mencintai anak yatim sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Kalau kita cinta kepada anak yatim, berarti kita cinta Rasulullah SAW, karena beliau juga seorang anak yatim,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lumajang dan jajaran BAZNAS Lumajang atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut dan semakin memperkuat pengumpulan zakat di bawah kepemimpinan Bupati Lumajang demi kemaslahatan umat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyemangati anak-anak yatim yang hadir dengan penuh keakraban. Ia menyapa dan berdialog langsung, memastikan semangat mereka dalam menjalani puasa serta kebahagiaan menerima bantuan.
“Anak-anaknya Bunda tetap semangat. Mudah-mudahan kalian nanti menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat, tangguh, dan berakhlakul karimah,” pesannya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lumajang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan pada hari itu, yang diharapkan menjadi berkah dan catatan kebaikan bagi BAZNAS serta para muzaki.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, HM. Nur Sjahid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.
“Pagi hari ini kita mendapatkan nikmat yang luar biasa, yaitu bisa hadir dalam rangka santunan 1.000 anak yatim,” ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur atas kolaborasi yang terjalin bersama BAZNAS Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa tas sekolah beserta perlengkapannya, sementara BAZNAS Lumajang menyalurkan santunan dalam bentuk uang tunai masing-masing sebesar Rp200 ribu kepada setiap anak yatim dhuafa.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Jatim Santuni 1.090 Anak Yatim di Pacitan
Sebanyak 1.090 anak yatim dhuafa menerima santunan dan paket tas sekolah dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Pacitan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan dan pendidikan anak yatim di wilayah tersebut.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pimpinan lembaga, di antaranya Kepala Bakorwil I Madiun R. Heru Wahono Santoso, pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Wakil Ketua II KH. Ahsanul Haq, Ketua BAZNAS Pacitan Shodiq Suja'ba, serta Wakil Bupati Pacitan Gagarin bersama jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 1.090 paket tas sekolah lengkap dengan alat tulis, serta bantuan transportasi bagi anak yatim dengan total nilai Rp 27.250.000. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Pacitan menyalurkan santunan sebesar Rp 175.000 per anak kepada 1.000 anak yatim dengan total Rp 175.000.000.
Selain itu, santunan khusus juga diberikan kepada 90 anak yatim binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cabang Dinas Pendidikan Pacitan, masing-masing sebesar Rp 200.000 per anak.
Ketua BAZNAS Pacitan menyampaikan bahwa jumlah anak yatim di Kabupaten Pacitan saat ini mencapai sekitar 2.200 anak. Dengan tersalurkannya bantuan kepada 1.090 anak dalam kegiatan ini, berarti sekitar separuh dari total anak yatim di wilayah tersebut telah menerima perhatian dan bantuan secara langsung.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan BAZNAS Jawa Timur yang direncanakan berlangsung di 11 titik wilayah. Pacitan menjadi titik kedua dalam rangkaian tersebut, dengan tujuan memberikan kebahagiaan serta mendukung kebutuhan pendidikan anak yatim melalui pemberian tas sekolah baru yang layak.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap dapat terus memperluas jangkauan bantuan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dhuafa agar mereka dapat menjalani pendidikan dan kehidupan dengan lebih baik.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki.
Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.
Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.
Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.
"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.
Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan, pada delapan ashnaf (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60.
Delapan ashnaf itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.
“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.
Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Semarak Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kota Malang
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (21/2/2026). Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya mengajak anak-anak yatim untuk terus memiliki cita-cita tinggi dan tidak kehilangan harapan. Beliau mendoakan agar kelak di antara mereka ada yang menjadi pemimpin daerah bahkan pemimpin bangsa. “Anak-anak yang ingin menjadi wali kota angkat tangan! Walaupun panjenengan sudah ditinggal orang tua, saya doakan nanti ada yang menjadi wali kota, bahkan menjadi presiden, aamiin Allahumma aamiin,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara BAZNAS Jatim dan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Santunan bagi anak yatim piatu bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa," ucapnya. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan.
“Ini kolaborasi kelima kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” imbuhnya. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kepala OJK Malang, perwakilan Bank Indonesia Malang, pimpinan Bank Syariah Indonesia Area Malang, perwakilan Bank Jatim konvensional dan syariah, serta Rektor Universitas Brawijaya.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Tarhib Ramadan BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum bagi Perempuan Tangguh
Kebahagiaan menyambut Ramadan 1447 Hijriah begitu terasa di wajah para perempuan tangguh (bunda ojol) penerima manfaat dalam kegiatan “Marhaban ya Ramadan” yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur di kawasan Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2/2026). Salah satu pengemudi ojek daring wanita, Ani Winarsih, warga Jalan Menur, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, mengaku senang bisa terlibat dalam rangkaian kegiatan mulai dari pawai konvoi hingga tausiah dan pembagian sembako. "Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bunda Ani dengan penuh antusias. Apresiasi tinggi juga datang dari para peserta, salah satunya adalah Wiji Handayani, anggota komunitas Ojol Gaspol Malang Raya. Warga Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut turut mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi BAZNAS dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti, terutama bagi rekan-rekan sesama pengemudi ojol wanita yang sebagian besar merupakan orang tua tunggal (janda) maupun perempuan kepala keluarga (Pekka). "Saya sangat berterima kasih sekali. Setiap tahun saya selalu ikut, sangat membantu. Apalagi kami itu kebanyakan janda dan Pekka. Kami sangat berterima kasih dengan adanya BAZNAS setiap tahunnya," katanya.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Sambut Ramadan, Khofifah dan BAZNAS Jatim Berbagi dengan Bunda Ojol dan Jemaah Pengajian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk "Marhaban ya Ramadan" pada Selasa (17/2/2026). Acara yang digelar di kawasan Islamic Center Surabaya ini menjadi momentum syiar sekaligus bentuk kepedulian terhadap pejuang ekonomi keluarga. Sebanyak 1.305 peserta yang terdiri dari 850 pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol) dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center berkumpul untuk menyemarakkan syiar Ramadan. Agenda utama meliputi pawai keliling wilayah Dukuh Pakis dan penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako bagi para peserta. Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki yang telah membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya. Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, mengatakan esensi program BAZNAS ini sesuai dengan filosofi Jawa, "Wong Cilik Iso Gumuyu" (rakyat kecil bisa tersenyum). "Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa," jelasnya. Kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan ini, kata Nur Chamdani, telah digelar dan membantu banyak masyarakat di berbagai daerah. Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Jawa Timur, terutama Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menghadapi bulan suci. “Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa tahun ini program santunan akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim. "Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya," ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, para Asisten Sekdaprov Jatim, serta para Kepala OPD Provinsi Jawa Timur.
Turut hadir Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Ketua DMI Jatim, Ketua FKUB Jatim, Ketua PW LDII Jatim, Ketua LPTQ Jatim, Ketua LPPD Jatim, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jatim, para Ketua UPZ di lingkup OPD Provinsi Jawa Timur, serta para bunda ojol dan jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Centre.
BERITA17/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gandeng Sekdin Pendidikan Jatim Optimalkan ZIS ASN di Jember–Lumajang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang di SMK Negeri 6 Jember, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono, M.Pd., Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Iwan Triyono, S.H., M.H., dan jajaran, serta perwakilan MKKS SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jember dan Lumajang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang Imam Triyono menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para kiai yang memberikan pencerahan kepada jajaran pendidikan. Ia mengakui bahwa capaian penghimpunan ZIS di wilayahnya masih tergolong rendah.
“Alhamdulillah kita bisa bertemu dengan para kiai yang akan memberikan pencerahan. Namun saya melihat laporan penerimaan, persentasenya masih sangat kecil, baru sekitar 2 persen. Jujur kami agak malu dengan kondisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Surhartono menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan Jawa Timur yang hebat. Beliau berharap peran BAZNAS dapat memperkuat kesadaran berzakat di kalangan ASN pendidikan.
“Kita semua sepakat membuat pendidikan Jawa Timur menjadi hebat. Di Jember dan Lumajang semangatnya ada, tetapi sering kali tidak ada yang mengingatkan. Karena itu mohon arahan dan tausiyah dari para kiai agar semangat berzakat semakin tumbuh,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa zakat merupakan amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya.
“Harta yang kita miliki sebagian adalah hak orang lain, dan yang memfasilitasi penyalurannya adalah BAZNAS. Tidak akan habis harta kita saat memikirkan orang lain, justru akan semakin bertambah,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menegaskan posisi BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang memiliki dasar hukum kuat.
“BAZNAS setara dengan BRIN, Badan Gizi Nasional, Badan Haji yang kini menjadi kementerian, bahkan Danantara. Bedanya, BAZNAS satu-satunya badan yang tidak mendapat APBN,” jelasnya.
Prof. Ali Maschan menambahkan bahwa BAZNAS menjalankan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 yang mewajibkan ASN menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Undang-undang bersifat memaksa dan memiliki sanksi. Memaksa panjenengan masuk surga itu lebih baik daripada membiarkan panjenengan masuk neraka, kami tidak rela,” ujarnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ashanul Haq kemudian menjelaskan secara rinci ketentuan zakat profesi. Menurutnya, setiap profesi yang menghasilkan penghasilan dan telah mencapai nisab wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.
Kiai Ahsan memaparkan bahwa berdasarkan ketetapan MUI, nisab zakat profesi kini ditetapkan sebesar Rp85,6 juta per tahun.
“Jika dibagi 12 bulan, maka sekitar Rp7,1 juta per bulan. Zakatnya 2,5 persen atau sekitar Rp175 ribu per bulan,” jelasnya.
Beliau juga menekankan peran kepala sekolah untuk mengklasifikasikan guru yang telah mencapai nisab dan yang belum. Berdasarkan data, potensi ZIS Cabdin Pendidikan Wilayah Jember–Lumajang mencapai Rp263 juta per bulan, dengan total ASN sebanyak 2.551 orang yang terdiri dari 1.168 PNS dan 1.383 PPPK. Namun, realisasi setoran ZIS Januari–Desember baru mencapai Rp72,5 juta.
Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Jatim berharap kesadaran dan partisipasi ASN pendidikan di wilayah Jember–Lumajang semakin meningkat demi optimalisasi zakat untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan disparitas sosial di Jawa Timur.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gelar Rakor UPZ Sambut Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan 7 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam rangka Marhaban Ya Ramadan 1447 H di Hotel Neo+ Sidoarjo, Rabu (4/2/2026).
Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M.; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A.; Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.; serta para pengurus UPZ BAZNAS se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai mesin pencetak pahala yang harus dimiliki setiap muslim sejak di dunia.
“Kita tentunya sepakat bahwa siapa pun yang namanya manusia ini harus memiliki mesin pencetak pahala. Apa kira-kira mesin pencetak pahala itu? Yaitu zakat, infak, sedekah, ditambah dengan wakaf. Maka jangan berani-berani kita mati sebelum memiliki mesin pencetak pahala,” ujarnya.
Kakanwil Kemenag Jatim juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung program-program BAZNAS, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
“Karena yang kita bicarakan ini adalah kemaslahatan umat. Jadi, apa pun program-program BAZNAS, Kementerian Agama dalam hal ini tentu akan memberikan dukungan. Kami memang mendorong seluruh Kantor Kementerian Agama se-Jawa Timur, termasuk madrasah, untuk memiliki UPZ. Hal ini merupakan bagian dari legalitas dalam menghimpun dana dari warga Kementerian Agama. Penggunaannya, sekali lagi, adalah dalam rangka pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan ekonomi, insyaallah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. menyampaikan bahwa landasan hukum pengelolaan zakat sudah sangat jelas melalui undang-undang, peraturan pemerintah, hingga instruksi presiden.
“Landasan hukumnya sebenarnya sudah jelas. Ada undang-undang, peraturan pemerintah, serta instruksi presiden. Untuk ASN, regulasinya memang berada di bawah Kementerian Agama. Karena itu, kami tidak bisa lepas dari payung kebijakan tersebut. Dalam hal ini, kami hanya sebagai operator pelaksana,” jelas Kiai Ali.
Prof. Ali Maschan optimistis penghimpunan zakat pada Ramadan tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Beliau menambahkan, dana yang terhimpun akan difokuskan pada program-program prioritas, salah satunya santunan anak yatim.
“Tahun lalu kami berhasil menghimpun sekitar Rp3,5 miliar, dan tahun ini menargetkan Rp7 miliar. Sesuai siklusnya, program santunan yatim mencakup sekitar 1.000–2.000 anak yatim per kabupaten. Masing-masing mendapatkan paket berupa tas, buku, dan bantuan biaya dengan kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS tidak hanya berperan menghimpun zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas berbagai inisiatif yang telah dilakukan,” ungkapnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, beliau mengajak seluruh UPZ untuk memanfaatkan momentum ini dalam menyusun strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.
“Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui dukungan kebijakan, serta menjadikan BAZNAS sebagai pilihan utama dalam pembayaran zakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Manfaatkan forum ini untuk menyusun strategi agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.
BERITA05/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
Ramadan 2026, BAZNAS RI Usung Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengangkat tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama program tahun 2026, termasuk dalam pelaksanaan bulan suci Ramadan. Tagline ini menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, seperti kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan.
Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen strategis yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong nasional.
Menurut Kiai Noor, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial, terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Melalui zakat, proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Pada tahun 2026, BAZNAS memfokuskan kebijakan pada penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan rekonstruksi berbasis pemberdayaan. Sejumlah program telah disiapkan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid.
Selain terkait bencana, BAZNAS juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai upaya menguatkan Indonesia dari tingkat akar rumput.
Melalui tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai energi kolektif dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Bencana Ekologi Aceh dan Sumatera yang bertempat di Halaman Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim Imam Hidayat, S.Sos., M.M., Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, para Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Jawa Timur, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bank Indonesia, FKUB, DMI, LPTQ, LPPD, pengelola Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Kepala Cabang JNE Surabaya, pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta para donatur dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kurun waktu dua bulan, BAZNAS se-Jawa Timur berhasil menghimpun donasi sebesar Rp6.162.298.397,- serta bantuan kebutuhan dasar sebanyak 160 koli. Donasi tunai disalurkan melalui BAZNAS RI, sedangkan bantuan logistik dikirim langsung ke wilayah terdampak di Aceh dan Sumatera dengan dukungan ekspedisi JNE Express.
Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Jawa Timur. Kiai Ali menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, kebermanfaatan dan keikhlasan merupakan nilai utama dari zakat, infak, dan sedekah.
“Jumlah memang penting, namun yang lebih utama adalah kualitas dan dampak manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit.
Beliau menjelaskan bahwa secara nasional BAZNAS menargetkan penghimpunan dana penanganan bencana hingga sekitar Rp80 miliar, yang akan digunakan untuk bantuan logistik, perlengkapan sekolah, peralatan ibadah, renovasi fasilitas pendidikan dan keagamaan, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
“Bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat untuk bangkit,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur Imam Hidayat, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dan masyarakat Jawa Timur dalam merespons bencana kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
“Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS menunjukkan tingginya empati sosial dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Selain pelepasan bantuan kemanusiaan, pada kesempatan tersebut BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan bantuan program secara simbolis kepada para mustahik, meliputi beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program usaha, bantuan alat kerja, bantuan modal UMKM, serta bantuan sosial bagi fakir dan dhuafa.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
“Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.
“Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk.
“Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Jatim

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
