WhatsApp Icon

BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik

31/08/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Jatim

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Tinjau Balai Ternak Binaan di Mojokerto, Dorong Kemandirian Mustahik

Dokumentasi BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS JATIM mengunjungi Balai Ternak binaan BAZNAS di Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. bersama Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin dan jajaran terkait.

Balai Ternak yang dikembangkan di Mojokerto menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendorong mustahik memiliki sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui usaha peternakan kambing, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam mengelola usaha, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga secara bertahap. Program tersebut menempatkan mustahik sebagai pelaku utama dalam pengembangan usaha, sementara BAZNAS berperan memberikan pembinaan dan pendampingan.

Salah satu balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto adalah Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Kelompok tersebut terus mengembangkan peternakan sekaligus pertanian terpadu berbasis organik dan ramah lingkungan. Perkembangannya juga terlihat dari kemampuan kelompok dalam menghasilkan pendapatan dari usaha ternak. 

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat dampak pemberdayaan zakat secara langsung di tengah masyarakat. Para mustahik yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi diberikan ruang untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama, membangun keterampilan beternak, serta meningkatkan nilai ekonomi dari ternak yang dikelola. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak atau hasil penjualan, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian, kemampuan mengelola usaha, hingga munculnya semangat berbagi dari para penerima manfaat.

Ketua BAZNAS JATIM H. M. Ghofirin mengatakan, program pemberdayaan melalui peternakan merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk menciptakan kemandirian mustahik. “Kita ingin zakat tidak berhenti sebagai bantuan yang habis digunakan, tetapi menjadi sesuatu yang bisa terus berkembang. Mustahik kita beri kesempatan untuk memiliki usaha, kita dampingi, kemudian kita dorong supaya semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Ghofirin.

Menurut Ghofirin, keberadaan balai ternak juga menunjukkan pentingnya sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, BAZNAS kabupaten/kota, serta kelompok penerima manfaat dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi aset produktif bagi mustahik. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS kabupaten dan kota, termasuk dalam program pemberdayaan seperti ini. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas, dari penerima manfaat menjadi masyarakat yang mandiri dan nantinya juga mampu berbagi kepada yang lain,” tambahnya.

Melalui kunjungan bersama tersebut, BAZNAS RI dan BAZNAS JATIM menegaskan komitmen untuk terus memperkuat program zakat produktif yang menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Balai Ternak di Mojokerto diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. Dari usaha yang tumbuh, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri, mampu meningkatkan kesejahteraan, dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari penerima zakat menjadi pihak yang turut menebarkan manfaat bagi masyarakat lainnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →