WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Kembali Gelar Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 100 Motor

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan servis dan ganti oli gratis bagi 100 sepeda motor pada 9–10 April 2026. Program ini merupakan tambahan kuota dari BAZNAS RI sebagai bentuk apresiasi atas kinerja BAZNAS Jatim yang dinilai baik dalam pengelolaan dan penyaluran zakat.

Kegiatan tersebut digelar secara langsung (on the spot) di bengkel mustahik Z Auto. Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mustahik, baik dari segi peningkatan pelayanan, kelengkapan peralatan, maupun promosi lokasi bengkel yang strategis.

Penerima manfaat dalam program ini difokuskan pada pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online (ojol), serta masyarakat yang membutuhkan dengan kapasitas sepeda motor di bawah 150 cc.

Salah satu penerima manfaat, Muhammad Naim, seorang pengemudi ojol, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. “Sangat membantu, Pak. Kami sangat terbantu oleh program BAZNAS ini. Terima kasih. Semoga anggota BAZNAS diberi kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat terus menjalankan program ini ke depannya,” ujarnya.

09/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Tuntaskan Safari Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Jember

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim dan 250 penyandang disabilitas yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Jember Gus Fawait, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Jember Saifullah Hudi, S.Pd.I., M.M., beserta jajaran.

Turut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember–Lumajang, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Forkopimda Kabupaten Jember atau yang mewakili, serta segenap Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Jember.kepala SLB se-Kabupaten Jember, para guru, orang tua, serta anak-anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas.

Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kualitas dalam beramal.

“Islam menekankan kualitas, bukan kuantitas. Bantuan yang diterima anak-anak hendaknya dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat, seperti kebutuhan pendidikan,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak hadirin membaca Sholawat Badar serta mendoakan agar Kabupaten Jember menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, penuh keberkahan, keadilan, dan kemakmuran.

Sementara itu, Bupati Jember dalam sambutannya berharap kehadiran KH. Ali Maschan Moesa membawa keberkahan bagi masyarakat. “Semoga kehadiran beliau membawa keberkahan bagi Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Ia juga memotivasi anak-anak yatim agar tidak berkecil hati dan terus semangat menuntut ilmu. Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mulai 1 April, seluruh warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis, serta kami menyiapkan beasiswa bagi 20.000 anak yatim agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Jember menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jember atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Jember, semoga kolaborasi kebaikan ini terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan di Kabupaten Jember, BAZNAS Provinsi Jawa Timur resmi menuntaskan rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang telah dilaksanakan di 11 kabupaten/kota.

Melalui program ini, BAZNAS Jatim telah menyalurkan santunan kepada total 11.000 anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menghadirkan kebahagiaan serta keberkahan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Safari Ramadhan di Sidoarjo, BAZNAS Jatim Hadirkan Kebahagiaan bagi 1.000 Anak Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan santunan 1.000 anak yatim dalam rangka Safari Ramadhan, bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Dr. KH. Masnuh, MA., jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, serta unsur pemerintah kabupaten Sidoarjo.

Waka I BAZNAS Jatim KH. Masnuh menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, lembaga zakat, hingga sektor swasta. Menurutnya, sinergi seperti ini mampu memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

“BAZNAS Jatim melihat Sidoarjo sebagai salah satu daerah yang aktif menggerakkan pengelolaan zakat. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Yayasan Siantar Top Peduli merupakan model ideal yang patut dipertahankan untuk menghadirkan kemaslahatan umat,” ujar KH. Masnuh.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengapresiasi peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah merespons kebutuhan masyarakat. Ia menilai kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah dalam menjangkau warga yang membutuhkan bantuan secara cepat dan tepat.

"Saya bersyukur melihat sinergi ini. Secara khusus, saya sampaikan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Biasanya, di hari Sabtu dan Minggu, saat orang lain beristirahat, tim BAZNAS selalu bersama saya 'blusukan' ke desa-desa, menyapa warga yang kesusahan, dan langsung memberikan bantuan. Kinerja taktis seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat," pungkas Bupati Subandi.

15/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Wujud Kolaborasi Strategis, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kabupaten Sampang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memeratakan kesejahteraan dan mendukung pendidikan anak yatim di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hal ini dibuktikan melalui gelaran santunan bagi 1.000 anak yatim dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Kamis (12/3/2026), yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Sampang dan BAZNAS Kabupaten Sampang.

Dalam kegiatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa paket perlengkapan alat sekolah dan snack kepada seluruh anak yatim yang hadir. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata BAZNAS Jatim untuk memastikan anak-anak yatim memiliki sarana edukasi yang layak guna menunjang masa depan mereka.

Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS di tingkat kabupaten/kota.

"Kegiatan ini adalah wujud komitmen BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota, khususnya BAZNAS Kabupaten Sampang, dalam memberikan perhatian dan kepedulian kepada anak-anak yatim," ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan fakta istimewa bahwa dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sampang menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan santunan akbar bagi 1.000 anak yatim pada tahun ini.

Sementara itu, mewakili Bupati Sampang, Ibu Evi Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian BAZNAS Jatim. Beliau berharap kolaborasi ini dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, serta memberikan dorongan mental kepada anak-anak kita agar tetap giat belajar dan terus berusaha meraih cita-cita di masa depan," tutur Ibu Evi.

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Majlillah dari Kementerian Agama Kabupaten Sampang. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, serta para Camat dan pendamping se-Kabupaten Sampang.

Melalui program ini, BAZNAS Jatim berharap dapat terus memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk menciptakan kemandirian dan keceriaan bagi anak-anak yatim di seluruh pelosok Jawa Timur.

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Bersama Pemkab Tulungagung, BAZNAS Jatim Hadirkan Kebahagiaan bagi 1.000 Anak Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Kabupaten Tulungagung, serta Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim turut menyalurkan bantuan berupa 1.000 tas sekolah lengkap dengan perlengkapan alat tulis dengan nilai sekitar Rp150.000 per paket. Selain itu, para penerima manfaat juga mendapatkan santunan uang sebesar Rp200.000 yang merupakan hasil kolaborasi antara KKKS Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan.

“Pada kegiatan ini kami dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengirimkan 1.000 tas berisi perlengkapan alat tulis senilai Rp150.000 per tas untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa anak-anak yatim merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia berharap perhatian dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung, Endang Gatut Sunu, menambahkan bahwa santunan tersebut diberikan kepada sekitar 1.000 anak yatim yang berasal dari 19 kecamatan atau 271 desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung. Selain bantuan uang dan perlengkapan sekolah, para anak yatim juga menerima paket konsumsi serta makanan ringan untuk berbuka puasa yang disediakan oleh KKKS Kabupaten Tulungagung.

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

BAZNAS Jatim Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kaltara
BAZNAS Jatim Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kaltara
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (3/9/2024). Pertemuan ini diadakan dalam rangka studi tiru yang dilakukan oleh BAZNAS Kaltara untuk meningkatkan program-program penghimpunan dan pendistribusian zakat, dengan tujuan agar tata kelola zakat di BAZNAS Kaltara bisa lebih optimal. Hadir selaku tuan rumah, Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Waka IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., dan jajaran Kabag/Kabid BAZNAS Jatim. Sedangkan, dari pihak BAZNAS Kaltara hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Imam Hanafi, beserta tujuh orang jajaran pelaksana dari bidang Pengumpulan, Pendistribusian, Keuangan, dan Umum. Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran Direktur Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, dan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Kabid Penaiszawa) Kanwil Kemenag Jatim, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., yang turut memberikan arahan. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., mewakili Ketua BAZNAS Jatim yang berhalangan hadir, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu. Ia juga berharap pertemuan ini dapat membuahkan ide-ide konstruktif dari diskusi yang digelar. "Kami atas nama pimpinan menyampaikan selamat datang kepada Dirzawa Kemenag RI, Bapak Waryono Abdul Ghofur, dan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Bapak Mufi Imron Rosyadi. Juga, selamat datang kepada pimpinan BAZNAS Kaltara. Marhaban Bihudurikum, selamat datang di Jawa Timur. Kami yakin kehadiran panjenengan sekalian sebagai tamu akan membawa keberkahan dan kebermanfaatan," ucap K.H. Husnul Khuluq dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Waryono Abdul Ghofur dari Kemenag RI menyampaikan bahwa dunia zakat dan wakaf memiliki potensi besar sebagai modal sosial dan finansial umat Islam. Ia menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang baik agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. "Alhamdulillah, bertepatan dengan kunjungan saya ke BAZNAS Jatim, ada tamu dari Kaltara. Saya yakin studi tiru ini akan memberikan wawasan berharga bagi BAZNAS Kaltara dalam mengembangkan program penghimpunan dan pendistribusian zakat di wilayah mereka," ujar Waryono. Ia juga menyoroti Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang memiliki tingkat transformasi mustahik menjadi muzakki tertinggi di Indonesia, sebuah pencapaian yang dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. "Berdasarkan data, dari Kaltara sudah betul belajar ke Jatim, karena Jatim adalah BAZNAS yang dalam konteks pendayagunaan bagaimana mustahik menjadi munfik, mukhlas, dan muzaki-nya itu paling tinggi. Jadi datanya, di Jatim ini mustahik yang naik kelas menjadi muzaki itu paling tinggi dibanding BAZNAS yang lain", ungkap Prof. Waryono yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin. Sementara itu, Waka I BAZNAS Kaltara, Imam Hanafi, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan lainnya. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kaltara merupakan salah satu BAZNAS termuda di Indonesia, dan kunjungan ini dilakukan untuk belajar dari pengalaman BAZNAS Jatim yang sudah lebih matang. "Kami berharap, setelah pulang dari sini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat sehingga penghimpunan dan pendistribusian zakat di Kaltara bisa lebih maksimal dan sesuai dengan ketentuan BAZNAS," ujar Imam. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas bagaimana dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS, khususnya di Jawa Timur. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui Instruksi Gubernur Jawa Timur yang mewajibkan seluruh ASN Tingkat Provinsi untuk menyalurkan zakat mereka ke BAZNAS. Selain itu, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan berupa dana hibah untuk mendukung operasional BAZNAS Jatim. Program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang paling berdampak bagi mustahik di Jawa Timur juga menjadi topik diskusi. Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat keberhasilan transformasi mustahik menjadi muzakki yang tinggi, sebuah pencapaian yang menjadi perhatian khusus dalam studi tiru ini. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kaltara untuk meningkatkan tata kelola zakat di provinsinya, serta memperkuat kerjasama antara BAZNAS di berbagai provinsi demi kesejahteraan umat yang lebih merata.
BERITA04/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS dan Mitratel Distribusikan Paket Kornet di Wilayah Operasional Jawa Timur
BAZNAS dan Mitratel Distribusikan Paket Kornet di Wilayah Operasional Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Mitratel baru-baru ini melakukan aksi sosial yang menggugah hati dengan mendistribusikan paket kornet kaleng kepada masyarakat di beberapa wilayah operasional Mitratel di Jawa Timur. Beberapa desa yang menjadi sasaran distribusi bantuan ini di antaranya adalah Desa Kepetingan di Kabupaten Sidoarjo, Desa Bobol di Kabupaten Bojonegoro, Desa Losari di Kabupaten Nganjuk, dan Desa Pekadan di Kabupaten Bangkalan. Distribusi paket kornet kaleng ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berada di sekitar area operasional Mitratel. Masyarakat di desa-desa tersebut menyambut hangat dan penuh syukur atas bantuan yang diberikan. Kornet kaleng yang didistribusikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi warga, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang. Desa Kepetingan, yang terletak di kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo, adalah salah satu desa yang mendapat perhatian khusus dalam distribusi ini. Lokasinya yang terpencil dan akses yang sulit membuat warga desa ini seringkali terlewat dari bantuan. Hal yang sama juga terjadi di Desa Bobol, Bojonegoro, di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Di Desa Losari, Kabupaten Nganjuk, dan Desa Pekadan, Kabupaten Bangkalan, kondisi warga pun serupa; mereka sangat membutuhkan uluran tangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "BAZNAS bekerja sama dengan Mitratel menyalurkan paket kornet kaleng ke wilayah-wilayah operasional Mitratel di Jawa Timur, yaitu Desa Kepetingan Sidoarjo, Desa Losari Nganjuk, Desa Dobol Bojonegoro, dan Desa Pekadan Bangkalan. Adapun paket kornet yang didistribusikan sebanyak 12 kardus yang berisi masing-masing 24 kaleng", ujar Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jatim Chandra Asmara, S.E. Bantuan kornet kaleng ini adalah salah satu bentuk nyata dari sinergi antara BAZNAS dan Mitratel dalam upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Melalui program-program sosial seperti ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih erat antara perusahaan dan masyarakat di sekitarnya, serta membawa dampak positif bagi kehidupan warga yang berada di wilayah operasional Mitratel di Jawa Timur.
BERITA04/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur'an Isyarat di Jombang
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur'an Isyarat di Jombang
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., menghadiri acara Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur'an Isyarat yang diselenggarakan di Aula Yayasan Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 29-30 Agustus 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kemampuan pengajar khususnya bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara di wilayah Jawa Timur. Acara yang diikuti oleh 36 guru dan tenaga pendidik ini bertujuan untuk memberikan pelatihan intensif mengenai metode pengajaran Al-Qur'an menggunakan Mushaf Al-Qur'an Isyarat. Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak dalam memberikan pendidikan agama kepada komunitas penyandang disabilitas, khususnya mereka yang mengalami kesulitan dalam pendengaran dan bicara. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara ini merupakan bentuk dukungan penuh BAZNAS Jawa Timur terhadap upaya pemberdayaan dan inklusi bagi kelompok difabel. "Kami berharap pelatihan ini dapat memberdayakan para guru dan tenaga pendidik dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, sehingga mereka juga bisa merasakan keindahan dan makna mendalam dari ajaran agama", ujar Prof. Ali Maschan. Kegiatan ToT ini juga menghadirkan berbagai narasumber yang ahli di bidangnya, termasuk dari Kementerian Agama RI dan kalangan akademisi. Selain pembekalan teori, para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti sesi praktik langsung dalam menggunakan bahasa isyarat untuk mengajarkan Al-Qur'an. BAZNAS berharap, melalui kegiatan ini, akan tercipta lebih banyak pengajar yang kompeten dan mampu mengajar Al-Qur'an dengan metode yang inklusif, sehingga penyandang disabilitas rungu wicara di Jawa Timur dapat merasakan manfaat dari pendidikan agama yang berkualitas. Turut haidr pada kegiatan ini, Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Waka IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., dan jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Jumbang. Hadir pula Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Wafiyul Ahdi, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Zumrotul Mukaffa, M.Ag., dan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementeriam Agama RI, Hj. Ida Zulfiya Choiruddin, S.Th.I.
BERITA03/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Sosialisasikan Regulasi Zakat di IAIN Ponorogo
BAZNAS Jatim Sosialisasikan Regulasi Zakat di IAIN Ponorogo
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, Prof. Ali Maschan Moesa, didampingi Wakil Ketua II, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, dan Wakil Ketua IV, Dr. KH. Husnul Huluq, M.M., melakukan kunjungan audiensi ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo pada Senin, 2 September 2024. Rektor IAIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa IAIN Ponorogo telah memiliki kegiatan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi karyawan dan dosen. "Alhamdulillah, kehadiran Bapak sekalian semoga membawa berkah. Dapat kami laporkan bahwa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kami diberi nama UPZ L ZISWAF IAIN Ponorogo, di mana 'L' itu dulunya adalah laboratorium. Jadi, ini sebenarnya adalah laboratorium Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf yang awalnya dikelola oleh teman-teman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Fakultas Syariah. Alhamdulillah, setelah melalui aturan yang berlaku, seharusnya ini adalah UPZ BAZNAS. Kami baru saja bekerja sama dengan Baznas Ponorogo dan tahun ini akan melaksanakan kegiatan perdana. Jadi, ibaratnya kami ini masih Balita, dan untuk itu kami mohon pencerahan," ungkap Rektor IAIN Ponorogo. Dalam audiensi tersebut, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menjelaskan bahwa tujuan kunjungan kali ini adalah untuk mensosialisasikan undang-undang serta peraturan tentang zakat. "Bu Rektor, kami datang untuk bersilaturahmi dan ini memang kewajiban kami, karena ini adalah perintah negara sekaligus perintah agama. Ada undang-undang yang mengharuskan kita untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah," ujarnya. Prof. Ali juga menjelaskan bahwa BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural. "Kami di tingkat pusat berada di bawah Presiden, di provinsi di bawah Gubernur, dan di kabupaten/kota di bawah Bupati atau Wali Kota. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, kami bertugas mengelola zakat. Kami diberi mandat untuk mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang tidak mampu, termasuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. Beberapa waktu lalu, kami memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Brawijaya yang kesulitan membayar UKT. Universitas Brawijaya ini luar biasa, pengumpulan ZIS-nya paling banyak di antara kampus-kampus lain," kata Prof. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali juga menekankan pentingnya ASN untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. "Saya cukup prihatin jika ASN menyalurkan zakat dan infaknya di luar BAZNAS. Instruksi Presiden adalah agar ASN menyalurkannya melalui BAZNAS. Jadi, Bu Rektor, intinya, jika UPZ IAIN Ponorogo belum disahkan oleh BAZNAS, maka sesuai dengan ketentuan Peraturan BAZNAS No. 2 Tahun 2016, kampus ini tidak menjadi UPZ BAZNAS Kabupaten, melainkan menjadi UPZ BAZNAS Provinsi. Kami berharap IAIN Ponorogo dapat seperti Universitas Brawijaya yang langsung memotong zakat dari gaji karyawan dan dosen. Sebanyak 70 persen dari yang terkumpul nantinya bisa dimanfaatkan untuk bina lingkungan sekitar kampus, asalkan para penerima memenuhi syarat sesuai peraturan yang ada (8 asnaf), dan laporannya harus sesuai ketentuan," pungkas Prof. Ali Maschan. Turut hadir dalam kunjungan audiensi tersebut adalah Wakil Rektor II IAIN Ponorogo, Prof. Dr. H. Agus Purnomo, M.Ag., Wakil Rektor III IAIN Ponorogo, Prof. Dr. H. Miftahul Huda, M.Ag., Ketua UPZ IAIN Ponorogo, Dr. H. Daman Huri, M.Si., Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Jatim, serta tim pengurus UPZ IAIN Ponorogo.
BERITA02/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Khitanan Massal, BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah dan Santunan
Khitanan Massal, BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah dan Santunan
Dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-79 dan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan berupa alat sekolah dan santunan pada acara khitanan massal yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Nurul Huda berkerja sama dengan Klinik Al-Ikhlas binaan BAZNAS Jatim, Sabtu (31/8/2024). Bertempat di Masjid Nurul Huda, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 30 anak yatim dhuafa menerima bantuan berupa paket alat sekolah yang terdiri dari tas, buku, dan perlengkapan lainnya, serta uang santunan sebesar Rp100 ribu per anak. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS Jatim untuk meringankan beban orang tua, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda, H. Agus Yunif Anwaruddin M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jatim atas kontribusi yang diberikan. "Setiap anak yang dikhitan juga mendapatkan paket sarung dan baju koko dari donatur warga Desa Ngampelsari, serta tas dan uang saku dari BAZNAS" ujarnya. Acara khitanan massal ini juga diikuti dengan berbagai kegiatan lainnya seperti festival sholawat dan bazar UMKM yang turut memeriahkan suasana. H. Agus berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. BAZNAS Jatim melalui program ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak di Jawa Timur, khususnya di wilayah Sidoarjo. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak, baik dari segi pendidikan maupun kehidupan sosial mereka. Dengan adanya dukungan dari BAZNAS, kegiatan khitanan massal ini tidak hanya menjadi momen penting secara religius, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
BERITA31/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pra Rakernis IT 2024, Kiai Zakki Bahas Strategi Pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS Jatim
Pra Rakernis IT 2024, Kiai Zakki Bahas Strategi Pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS Jatim
Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua III BAZNAS Jawa Timur, menyampaikan materi tentang "Strategi Pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS Jatim" dalam sebuah live Zoom Meeting Pra Rakernis Transformasi Digital Nasional 2024 yang diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia, Rabu (28/8/2024). Pertemuan daring ini dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. M Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, Direktur Layanan, Promosi dan Data Optimasi BAZNAS RI ?Rulli Kurniawan, Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati. Dalam pemaparannya, Dr. K.H. Muhammad Zakki mengungkapkan bahwa kantor digital BAZNAS Jatim pernah meraih penghargaan sebagai kantor digital terbaik pada BAZNAS Awards 2023 dan 2024. "Penghargaan ini adalah bukti bahwa kita berhasil melanjutkan apa yang sudah baik dan menyempurnakan apa yang kurang, sehingga menjadi lebih baik," ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan (trust) masyarakat terhadap BAZNAS melalui beberapa langkah strategis. Pertama, dengan memanfaatkan spotnews—media nasional dan internasional—sebagai alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan kegiatan-kegiatan BAZNAS, baik dalam hal penghimpunan maupun pendistribusian zakat. Menurutnya, ada beberapa kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga melibatkan tokoh-tokoh penting yang dapat meningkatkan kepercayaan publik kepada BAZNAS. "Jika apa yang kita lakukan tidak diekspos oleh media, maka hal tersebut tidak akan berarti apa-apa. Oleh karena itu, diskusi dengan teman-teman jurnalis sangatlah penting. BAZNAS tanpa media komunikasi yang intens tidak akan mampu membangun kepercayaan di masyarakat," tambahnya. Dr. K.H. Muhammad Zakki juga menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai stakeholder agar ada instruksi yang kuat untuk berzakat melalui BAZNAS. Selain itu, ia menyatakan bahwa BAZNAS Jatim terus menggencarkan program pemberdayaan ekonomi dan mendorong agar zakat dapat menjadi pengurang pajak, yang berpotensi meningkatkan penghimpunan zakat berkali-kali lipat. "Jika dulu banyak orang yang belum mengenal BAZNAS, sekarang semakin banyak yang melirik BAZNAS. Penghimpunan melalui kantor digital BAZNAS Jatim telah mencapai Rp100 juta," ungkapnya. Terkait pencapaian tersebut, Dr. K.H. Muhammad Zakki menjelaskan bahwa BAZNAS Jatim membuat program tematik yang menyentuh hati masyarakat, terutama di pelosok-pelosok. "Kami masuk ke daerah-daerah terpencil, membuat berita dan konten-konten yang menarik perhatian para pengusaha, sehingga menjadi angle berita yang dapat dieksplorasi dan memancing masyarakat untuk berzakat dan berinfak melalui BAZNAS Jatim," tutupnya.
BERITA30/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Cerita Relawan (Episode 1): Kisah Nyata Perjuangan Mbah Muntamah
Cerita Relawan (Episode 1): Kisah Nyata Perjuangan Mbah Muntamah
Kisah ini dimulai dengan perjalanan seorang relawan BAZNAS Jawa Timur, Bu Ita Julaikha, yang bertugas untuk survei langsung di lapangan. Sebagai relawan, Bu Ita kerap berinteraksi langsung dengan para dhuafa, dan salah satu kisah yang paling membekas dalam ingatannya adalah perjuangan hidup Mbah Muntamah. Bu Ita pertama kali bertemu dengan Mbah Muntamah ketika ia kebetulan melewati sebuah gang kecil di Surabaya. Di sana, ia melihat seorang perempuan tua, Mbah Muntamah, duduk di depan rumahnya yang sangat sederhana. Rumah itu, jika bisa disebut rumah, hanyalah sebuah gubuk sewaan dengan lantai tanah dan dinding dari seng serta triplek. Atapnya pun terbuat dari seng dan genteng tua yang sudah tak layak pakai. Kondisi rumah tersebut begitu memprihatinkan, terutama saat hujan, di mana air akan masuk dan membanjiri seluruh isi rumah. "Tersirat dalam hati saya, Ya Allah, di tengah kota Surabaya ini kok masih ada rumah yang seperti ini," kenang Bu Ita. Mbah Muntamah hidup bersama satu-satunya putra yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka bertahan hidup dari penghasilan yang sangat minim. Setiap hari, Mbah Muntamah hanya bisa mengolah bahan makanan sederhana seperti jagung dan ubi jalar, yang kemudian dititipkan ke warung-warung untuk dijual. Namun, pendapatannya tak lebih dari 15-20 ribu rupiah per hari, jumlah yang sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya perawatan putranya yang sakit. Saat itu, Mbah Muntamah tidak mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Menyaksikan kondisi tersebut, Bu Ita merasa terpanggil untuk membantu. "Ya Allah, gimana caranya saya bisa membantu orang tersebut," ujar Bu Ita dengan penuh empati. Beruntung, BAZNAS memiliki program bantuan untuk dhuafa fakir, dan setelah diajukan, Mbah Muntamah pun menerima bantuan sebesar Rp 400.000 setiap bulannya, yang seharusnya diberikan seumur hidup. Namun, takdir berkata lain. Beberapa waktu setelah mendapatkan bantuan, Mbah Muntamah didiagnosa menderita kanker payudara dan harus menjalani operasi. Meski demikian, kondisinya semakin memburuk, dan akhirnya ia pun dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. "Allah ternyata punya rencana lain. Ternyata Mbah Muntamah tidak bisa melanjutkan umurnya," ucap Bu Ita dengan rasa haru. Sebagai seorang relawan yang terjun langsung ke lapangan, Bu Ita merasakan betapa banyaknya orang-orang yang membutuhkan bantuan, namun enggan menunjukkan kesusahan mereka. "Ada orang yang benar-benar ingin kita bantu, kalau kita langsung datang ke tempat orang itu, mereka bisa menangis," cerita Bu Ita. Banyak dari mereka yang hidup dalam keterbatasan, tanpa penghasilan, tanpa modal, dan tak lagi memiliki tenaga untuk bekerja. "Jalan satu-satunya apa? ya kita harus peduli," tegasnya. Kisah Mbah Muntamah adalah sebuah potret kehidupan yang sering kali luput dari perhatian kita. Lewat pengalaman Bu Ita, kita diajak untuk lebih peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Perjuangan Mbah Muntamah mungkin telah usai, tetapi semangat kepedulian yang ditinggalkan akan terus menginspirasi kita semua.
BERITA29/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pendapatan Ashari Meningkat Berkat Program Z Auto BAZNAS
Pendapatan Ashari Meningkat Berkat Program Z Auto BAZNAS
Rahmad Ashari, seorang pria berusia 47 tahun, kini merasakan perubahan besar dalam hidupnya berkat bantuan yang diberikan oleh BAZNAS melalui program Z Auto. Ashari, yang memiliki usaha bengkel di Jalan Pumpungan 3 Nomor 43, Surabaya, mengisahkan perjalanan usahanya yang penuh tantangan sebelum akhirnya mendapatkan dukungan yang sangat berarti. "Dulu sering berdoa minta supaya ada orang yang bantu ngasih modal. Qodarulloh ternyata Alloh mendatangkan BAZNAS untuk bantu saya dalam modal atau yang lainnya," ujar Ashari mengenang masa-masa sulit ketika ia masih berjuang sendirian. Sebelum membuka bengkel sendiri, Ashari bekerja sebagai karyawan di bengkel orang lain sejak tahun 2000. Keinginan untuk mandiri dan membuka usaha sendiri begitu kuat, meskipun saat itu ia tidak memiliki modal sama sekali. "Istilahnya lillahi ta’ala nekat. Pengen buka usaha sendiri sudah nggak mau ngikut orang," katanya. Awalnya, usaha bengkel Ashari berjalan dengan sangat sederhana. Ia hanya mampu melayani beberapa pelanggan setiap harinya, dan itu pun tidak selalu ramai. Pendapatan bersih yang diperolehnya berkisar antara 2,5 juta rupiah per bulan, jumlah yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Namun, segalanya berubah ketika BAZNAS datang membantu melalui program Z Auto. Dengan bantuan modal dan peralatan yang diberikan, Ashari kini mampu meningkatkan usahanya secara signifikan. "Alhamdulillah, saya bisa menambah karyawan atau teman kerja. Omset pun bertambah. Semakin banyak tenaga, bengkel kami semakin banyak bisa menerima pelanggan," ungkap Ashari dengan penuh syukur. Bantuan berupa toolkit berkualitas tinggi yang diberikan oleh BAZNAS juga sangat membantu meningkatkan produktivitas bengkel. Kini, Ashari mampu melayani lebih banyak pelanggan setiap harinya, dan pendapatan bersihnya pun meningkat menjadi 3,5 hingga 4 juta rupiah per bulan. Ashari tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya melalui BAZNAS dan program Z Auto ini. "Syukur alhamdulillah, terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota, ketua, dan juga para muzaki yang terlibat di BAZNAS. Saya sangat berterima kasih sekali pada mereka semua," ujarnya. Kini, Ashari memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia tidak hanya ingin terus mengembangkan usahanya, tetapi juga bercita-cita menjadi muzaki tetap di BAZNAS, sebagai bentuk balas budi atas bantuan yang telah ia terima. "Semoga Allah Subhanallohu wa ta’ala yang membalas segala kebaikan yang bapak ibu lakukan," tutupnya dengan penuh harap.
BERITA29/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kisah Nadia: Meraih Masa Depan Tanpa Kehadiran Orang Tua
Kisah Nadia: Meraih Masa Depan Tanpa Kehadiran Orang Tua
Nadia Cindy Aprilia, atau akrab disapa Nadia, adalah seorang mahasiswi aktif di Universitas Internasional Semen Indonesia, Fakultas Ekonomi, semester 5. Di usianya yang muda, Nadia telah melalui perjalanan hidup yang penuh tantangan, namun tetap bersemangat dalam meraih masa depan yang cerah. Nadia lahir dalam kondisi yang tidak mudah. Ayahnya meninggal ketika ia baru berusia 7 bulan. Namun, cobaan hidupnya tidak berhenti di situ. Ketika Nadia sedang bersiap menghadapi ujian nasional kelas tiga SMP, ibunya juga berpulang. Kehilangan kedua orang tua di usia yang begitu muda tentu menjadi pukulan berat bagi Nadia, tetapi ia tidak membiarkan hal itu menghentikan langkahnya. Setelah kepergian kedua orang tuanya, Nadia tinggal bersama kakaknya. Meski penuh kasih sayang, Nadia sadar bahwa ia harus mulai hidup mandiri. "Saya tidak ingin membebani kakak saya," ujarnya. Ia mulai berpikir untuk mencari cara agar dapat membantu meringankan beban kakaknya, terutama dalam hal biaya pendidikan. Dengan tekad yang kuat, Nadia mulai mencari dan mendaftar beasiswa. Usahanya tidak sia-sia. Nadia berhasil mendapatkan beasiswa SKSS yang sangat membantu dalam meringankan biaya hidup dan pendidikannya. "Perasaan saya sangat senang saat diterima dalam beasiswa ini. Setidaknya, saya bisa meringankan beban kakak-kakak saya," ungkapnya dengan penuh rasa syukur. Nadia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyisihkan sebagian hartanya melalui BAZNAS. "Terima kasih kepada para muzaki yang sudah membantu kami para penerima beasiswa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang ingin melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita." Kisah Nadia adalah contoh nyata bagaimana keteguhan hati dan semangat pantang menyerah dapat membawa seseorang melalui berbagai rintangan hidup. Meskipun tanpa kehadiran orang tua, Nadia terus berjuang untuk masa depannya, dengan harapan suatu hari nanti ia dapat membanggakan orang-orang yang telah mendukungnya selama ini.
BERITA29/08/2024 | Humas BAZNAS Jati
Bantuan BAZNAS Jatim untuk Azzahra: Harapan Pasca Musibah Kecelakaan
Bantuan BAZNAS Jatim untuk Azzahra: Harapan Pasca Musibah Kecelakaan
Surabaya, Jawa Timur - Pagi itu seharusnya menjadi hari yang biasa bagi seorang ibu bernama Fitria Ulfa, saat ia bersiap-siap untuk berangkat ke pasar bersama putri tercintanya, Azzahra Aulia. Namun, takdir berkata lain. Sebuah mobil pickup yang melaju kencang menabrak mereka dari belakang, mengubah hari yang cerah menjadi suatu musibah. “Awalnya saya mau berangkat ke pasar, tiba-tiba ditabrak dari belakang sama mobil pickup,” kata Ibu Fitri dengan suara yang bergetar. Spontan, tubuhnya terpental sedangkan Azzahra terseret bersama sepeda motor yang ditumpanginya. Sementara mobil pickup yang menabraknya melarikan diri tanpa tanggung jawab. Azzahra, yang awalnya seorang anak yang aktif di berbagai kegiatan, kini menghadapi kenyataan pahit. "Awalnya Azzahra bisa jalan, bisa sekolah seperti biasa. Tapi, lama kelamaan, jalannya jadi pincang," ujar Ibu Fitri sambil mengenang masa-masa sebelum kecelakaan itu terjadi. Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan Setelah kecelakaan, Azzahra dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Dokter menyarankan agar ia dirujuk ke spesialis ortopedi. Serangkaian pemeriksaan, termasuk rontgen dan MRI, mengungkapkan bahwa Azzahra mengalami saraf terjepit di tulang ekornya. “Dari hasil MRI terlihat ada saraf yang terjepit di tulang ekornya, dan dokter mengatakan ada saraf yang putus di daerah lututnya, meskipun tulangnya tidak apa-apa,” jelas Ibu Aini. Azzahra sering merasakan ngilu yang hebat, terutama saat duduk lama di sekolah. Rasa sakit itu semakin mengganggu aktivitasnya, hingga akhirnya ia harus menggunakan kursi roda. “Biasanya Azzahra aktif terus, tapi sekarang dia tidak bisa apa-apa. Aktivitasnya harus dibantu dengan kursi roda, dan tongkat” tambah Ibu Fitri dengan penuh kekhawatiran. Sementara itu, pengobatan hanya berupa terapi dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit. Ketidakpastian ini menjadi cobaan bagi Ibu Fitri, terutama ketika harus mencari uang transportasi khusus untuk membawa Azzahra ke sekolah dan rumah sakit. Harapan di Tengah Kesulitan Kehidupan berjalan tidak mudah bagi Ibu Fitri. Dengan suami yang telah meninggal, ia harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat Azzahra. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Ibu Fitri berjualan martabak telur. Di tengah segala keterbatasan, bantuan datang dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang menyalurkan bantuan alat penyangga lutut (knee brace) kepada Azzahra yang diharapkan dapat membantu mengurangi rasa sakit sembari menunggu operasi yang baru bisa dilakukan ketika Azzahra berusia 17 tahun. “Terima kasih untuk para muzakki dan juga BAZNAS yang sudah memberikan bantuan dan mensupport saya. Saya minta doanya semoga saya cepat sembuh dan bisa segera beraktivitas lagi dengan semangat,” ungkap Azzahra dengan senyuman yang penuh harapan. Kisah Azzahra bukan hanya tentang perjuangan melawan rasa sakit, tetapi juga tentang harapan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan hidup. Di balik senyuman Azzahra, tersimpan semangat yang tak pernah padam untuk meraih masa depan yang lebih baik.
BERITA29/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Audiensi Bentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Bank BTN
BAZNAS Jatim Audiensi Bentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Bank BTN
Dalam upaya mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur terus memperluas jaringan dengan melakukan kunjungan silaturahmi, termasuk audiensi ke Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Surabaya pada Rabu (28/8/2024). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan serta memaksimalkan potensi yang ada, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Mohammad Zakki, dalam pembukaan silaturahmi tersebut. "BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas mengelola zakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Hari ini, kami berkunjung ke Bank BTN untuk berkoordinasi mengenai pembentukan UPZ dan optimalisasi pengumpulan ZIS. Kami berharap, tawaran ini dapat diterima dengan baik," ujar Prof. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan juga menambahkan bahwa hasil pengumpulan ZIS di BTN akan didistribusikan kembali kepada warga sekitar BTN. "Sebanyak 70 persen dari dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk program bina lingkungan bagi masyarakat sekitar, tentunya dengan syarat penerima memenuhi ketentuan sesuai peraturan yang ada (8 asnaf)," jelasnya. Sementara itu, Kepala Cabang BTN Surabaya, Prijo, menyambut baik kunjungan pimpinan BAZNAS Jatim. "Kami sangat berterima kasih dan merasa tersanjung dengan kunjungan Bapak-Bapak Kyai. Selama ini, sudah ada imbauan dari BAZNAS RI kepada seluruh karyawan di Indonesia agar membayar zakat melalui BAZNAS. Namun, menurut kami, imbauan tersebut masih kurang kuat. Ke depan, khususnya di BTN Cabang Surabaya, kami akan menerbitkan edaran dengan sifat 'sunnah muakad' untuk lebih mendorong karyawan membayar ZIS melalui BAZNAS," ujar Prijo. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, MPd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. KH. Mohammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Jatim Abd. Kholik, Relationship Manager Funding BTN Cabang Surabaya Ika Parsiwi Tristiana, serta Antok dan Reza dari bagian HRD BTN Surabaya. (chol-x)
BERITA29/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Kunjungan Kerja BAZNAS Tulungagung: Bahas Pengajuan Program
BAZNAS Jatim Terima Kunjungan Kerja BAZNAS Tulungagung: Bahas Pengajuan Program
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Selasa (27/8/2024), untuk membahas permohonan bantuan air bersih untuk mengatasi bencana kekeringan yang melanda beberapa desa di wilayah Tulungagung dan pengajuan program ternak kambing tahap yang kedua. BAZNAS Tulungagung memaparkan situasi terkini di daerah mereka, di mana kekeringan telah berdampak pada 9 Desa (Desa Joho, Campurdarat, Besuki, Sumberagung, Demuk, Kalibatur, Kresikan, Tenggarejo, dan Pakisrejo). Untuk mengatasi kekeringan tersebut, dibutuhkan total 50 tangki air bersih. Saat ini, BAZNAS Tulungagung baru mampu menyuplai 20 tangki, sehingga memerlukan dukungan dari BAZNAS Jatim untuk membantu 30 tangki air bersih tambahan. Selain itu, BAZNAS Tulungagung mengajukan permohonan untuk program ternak kambing tahap kedua, yang merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berhasil diimplementasikan pada tahap pertama. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat lebih lanjut memberdayakan masyarakat desa dengan menyediakan dukungan ekonomi berkelanjutan melalui peternakan kambing. BAZNAS Jatim menyambut baik kunjungan ini dan mengapresiasi upaya BAZNAS Tulungagung dalam mengatasi masalah yang dihadapi. "Kami akan segera menindaklanjuti pengajuan bantuan air bersih. Untuk program ternak kambing, secara formal kami berharap dapat membantu", ujar Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim serta memastikan bahwa kedua program tersebut dapat dilaksanakan secara efektif untuk membantu mengatasi bencana kekeringan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Tulungagung. Hadir pula pada pertemuan ini Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., beserta jajaran Kabag/Kabid, Kepala Pelaksana BAZNAS Tulungagung M. Fathul Manan, dan jajaran pelaksana BAZNAS Tulungagung.
BERITA27/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Adakan Rapat Persiapan Program ToT Pengajar Al-Qur'an Isyarat
BAZNAS Jatim Adakan Rapat Persiapan Program ToT Pengajar Al-Qur'an Isyarat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mengadakan rapat dengan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam rangka persiapan Program Training of Trainer (ToT) bagi pengajar Al-Qur'an Bahasa Isyarat, yang akan diselenggarkan di Jombang dalam waktu dekat. Program ini merupakan inisiatif BAZNAS RI yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para pengajar Al-Qur'an di berbagai pondok pesantren, khususnya dalam menggunakan bahasa isyarat, untuk menjangkau santri tunarungu. Rapat yang berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim, Senin (26/8/2024) ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Mashcan Moesa, M.Si., dan dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., beserta jajaran Kabag/Kabid. Turut serta dalam rapat ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang Ahmad Zainuri, dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jombang Sugeng Santoso serta jajaran pelaksana. Rencananya, kegiatan ToT ini akan diselenggarakan di Jombang dan melibatkan para pengajar dari beberapa pondok pesantren besar di Jawa Timur. Para peserta akan mendapatkan pelatihan khusus dalam menggunakan bahasa isyarat untuk mengajar Al-Qur'an, dengan tujuan agar ajaran Islam dapat lebih mudah diakses oleh santri tunarungu. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Mashcan Moesa, M.Si., dalam rapat tersebut menyampaikan pentingnya program ToT ini sebagai langkah awal untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri tunarungu di Jawa Timur. "Segala sesuatunya harus segera dipersiapkan, nanti kita akan mengundang pengajar dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Tebuireng, Lirboyo, Ploso, Gontor, Sidogiri, Genggong, Junwangi, dan lain-lain. Mereka diundang sebagai peserta, satu pondok satu orang", ujar Prof. Ali Maschan. Selain itu, rapat juga membahas teknis pelaksanaan, termasuk jadwal, lokasi, dan kebutuhan pendukung lainnya untuk memastikan program berjalan lancar dan efektif. Para pengajar yang mengikuti ToT ini nantinya diharapkan dapat menjadi pelatih di pondok pesantren masing-masing, sehingga manfaat dari program ini dapat dirasakan lebih luas di seluruh Jawa Timur. Program ini tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur'an, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam upaya memberikan hak pendidikan agama yang setara bagi semua kalangan, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
BERITA26/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Peluncuran Program "Tuli Mengaji"
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Peluncuran Program "Tuli Mengaji"
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menghadiri acara peluncuran Program "Tuli Mengaji" yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur bersama PPPA Daarul Qur'an Jawa Timur, yang diperuntukkan bagi Sahabat Disabilitas Tuli (Sobat DILI). Acara yang berlangsung di Kantor Dinsos Jatim, Ahad (25/8/2024) ini bertujuan untuk memperluas akses bagi komunitas disabilitas rungu wicara dalam memahami dan membaca Al-Qur'an melalui bahasa isyarat. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dalam keterangannya di tempat terpisah menyampaikan bahwa dirinya mewakili Ketua BAZNAS Jatim sangat mendukung adanya program tersebut. "Alhamdulillah, mewakili Ketua BAZNAS Jawa Timur, saya hadir dalam acara peluncuran Program Tuli Mengaji yang diselenggarakan di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur," ujar Kyai Ahsanul Haq. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam mewujudkan program ini. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat inklusi, di mana teman-teman tuli dapat merasakan keindahan pesan Al-Qur'an meskipun dengan keterbatasan fisik. "Program ini sejalan dengan amanah UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mengatur hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan kitab suci dan lektur keagamaan yang mudah diakses. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi saudara-saudara kita, khususnya disabilitas rungu wicara, dengan memberikan kesempatan yang sama dan fasilitas yang layak," ujar Restu Novi Widiani. Beliau juga menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat Sobat DILI yang tetap berkomitmen untuk belajar Al-Qur'an meskipun dengan segala keterbatasan. Restu Novi Widiani berharap, melalui program ini, gema Al-Qur'an Isyarat dapat tersebar luas hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kepala Kanwil Kemenag Surabaya, Pimpinan FOZ dan pimpinan Lembaga Amil Zakat, Direktur PPPA Daarul Qur’an beserta Staff, dan Ibu Maskurun Pengasuh RQST (Rumah Qur’an Sahabat Tuli) Kediri. Program "Tuli Mengaji" ini tidak hanya sekadar kegiatan mengaji, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan setara. Dengan peluncuran ini, diharapkan semakin banyak teman-teman tuli yang dapat mengenal dan memahami Al-Qur'an, serta merasakan keberkahan dan kebahagiaan dalam ibadah mereka.
BERITA25/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Jadi Pemateri di Acara Road to FESYAR X HCE 2024
Pimpinan BAZNAS Jatim Jadi Pemateri di Acara Road to FESYAR X HCE 2024
Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur Bidang SDM dan Umum, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menjadi pemateri dalam acara Road to FESYAR X HCE 2024 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Acara tersebut berlangsung di Lippo Mall Jember pada Sabtu, (24/8/2024). Dalam talkshow bertema Mendorong Optimalisasi ZISWAF sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif di Era Digital, Dr. K.H. Husnul Khuluq menyampaikan beberapa poin penting terkait potensi dan tantangan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di Jawa Timur. "Potensi zakat di Jawa Timur mencapai Rp36 triliun, namun yang dapat dihimpun saat ini baru sekitar Rp900 miliar di luar off-balance sheet, dan sekitar Rp3 triliun jika digabung dengan on dan off-balance sheet," ujar Kyai Husnul. Lebih lanjut, beliau menjelaskan empat faktor utama yang menyebabkan adanya kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat. "Pertama, kendala pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi tantangan utama. Kedua, sustainable financing, di mana regulasi keuangan perlu lebih berkelanjutan. Ketiga, pemanfaatan teknologi; tanpa teknologi, proses penghimpunan dan pendistribusian zakat akan sangat lamban. Dan keempat, governance; pentingnya tata kelola yang baik, SOP yang benar, serta transparansi dan akuntabilitas", jelasnya. Kyai Husnul juga mengatakan bahwa BAZNAS Jatim telah mengarahkan sebagian pendistribusian zakatnya menuju pemberdayaan ekonomi produktif. "Alhamdulillah, penyaluran dana zakat di BAZNAS Jawa Timur sudah hampir 50% dialokasikan ke sektor ekonomi produktif, seperti beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana), yang kami kategorikan sebagai sektor produktif karena anak-anak yang berkuliah akan pintar dan dapat mengelola ekonomi dengan baik", kata Kyai Husnul. Beliau juga mencontohkan beberapa program produktif lainnya "Ada juga Z Chicken, usaha ayam goreng krispi yang didanai dari zakat, serta Z Auto, beasiswa untuk siswa SMA/SMK/MA, dan bantuan ternak kambing di daerah yang membutuhkan; yang nanti hasil pengelolaannya akan kembali kepada mustahik", imbuhnya. Di akhir pemaparannya, Kyai Husnul menekankan pentingnya integrasi data dan penguatan ekosistem ekonomi syariah. "Kata kuncinya adalah membangun integrasi data BAZNAS yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk satu data. Kami di provinsi sedang merintis ini. Yang kedua, bagaimana meningkatkan ekosistem ekonomi syariah; jika ekosistem atau budayanya belum terbangun, maka akan sulit untuk mempercepat proses ini", paparnya.
BERITA24/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dukung Usaha Mikro, BAZNAS Jatim Berikan Bantuan kepada Bu Dwi Susanti
Dukung Usaha Mikro, BAZNAS Jatim Berikan Bantuan kepada Bu Dwi Susanti
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali menebar kebaikan dengan memberikan bantuan modal usaha kepada salah satu warga di Surabaya. Bantuan ini diberikan kepada Bu Dwi Susanti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Lidah Kulon, Gang 1 No. 2, Surabaya. Bu Dwi, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, menerima bantuan berupa rombong, peralatan, serta bahan-bahan untuk memulai usaha jualan nasi kuning dan bubur suro. Total nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp 1.500.000. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal yang bisa meningkatkan taraf hidup keluarga Bu Dwi dan membuka jalan bagi kemandirian ekonominya. Dalam keterangannya, Kabid Pendistribusian BAZNAS Jatim Chandra Asmara, S.E., menyatakan bahwa program bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal peningkatan ekonomi melalui usaha mikro. "Kami berharap dengan bantuan ini, Bu Dwi Susanti dapat memulai usaha yang sukses dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujar Chandra. Bu Dwi Susanti tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya ketika menerima bantuan ini. Dengan mata yang berbinar, ia mengungkapkan rasa syukur dan harapannya terhadap usaha yang akan dirintisnya. "Terima kasih banyak kepada BAZNAS Jatim. Dengan bantuan ini, saya bisa memulai usaha yang sudah lama saya impikan. Semoga usaha ini bisa berjalan lancar dan bisa membantu ekonomi keluarga kami," ungkap Dwi Susanti. Bantuan ini tidak hanya berupa materi, tetapi juga dukungan moral bagi Bu Dwi Susanti untuk terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus menjalankan program-program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses di masa depan. Program ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya, serta menumbuhkan semangat kemandirian dan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang kurang mampu.
BERITA23/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Berikan Bantuan kepada Raditya Deva, Anak Disabilitas di Surabaya
BAZNAS Jatim Berikan Bantuan kepada Raditya Deva, Anak Disabilitas di Surabaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang anak disabilitas bernama Raditya Deva yang tinggal di rumah kost di kelurahan Ploso Timur Surabaya. Bantuan tersebut terdiri dari susu, pampers, dan uang tunai sebesar Rp 3.000.000. Raditya Deva, yang dikenal sebagai sosok anak yang tabah dan penuh semangat meski mengalami keterbatasan, menerima bantuan ini dengan penuh rasa syukur. BAZNAS Jatim melalui program bantuannya, ingin meringankan beban yang harus ditanggung oleh keluarga Raditya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya kebutuhan khusus Raditya. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jatim Chandra Asmara, S.E., mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami disabilitas. "Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga Raditya Deva dan memberikan kebahagiaan serta semangat baru bagi mereka," ujarnya. Ibunda Raditya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. "Ini sangat berarti bagi kami. Kebutuhan Raditya memang cukup banyak, dan bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya," kata Ibunda Raditya dengan haru. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial yang mendukung masyarakat kurang mampu, dan berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan. Bantuan seperti ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat luas untuk lebih peduli dan berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang berada dalam kondisi yang kurang beruntung.
BERITA23/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
800-an Siswa SMA/SMK/MA se-Jawa Timur Terima Beasiswa dari BAZNAS Jatim
800-an Siswa SMA/SMK/MA se-Jawa Timur Terima Beasiswa dari BAZNAS Jatim
Sebanyak 827 siswa dan siswi dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Jawa Timur menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Masing-masing siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.000.000, yang disalurkan untuk mendukung pendidikan mereka. Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Jatim untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan bagi para pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan beasiswa ini, diharapkan para siswa dapat lebih fokus dalam belajar tanpa harus terbebani oleh masalah biaya. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jatim, Chandra Asmara, S.E., menyampaikan bahwa program ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pertengahan tahun BAZNAS Jatim ada penyaluran program beasiswa tingkat SMA, SMK, dan MA. Total sebanyak 827 siswa penerima bantuan untuk tahun 2024 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur", kata Chandra Asmara. BAZNAS Jatim juga bekerja sama dengan BAZNAS kabupaten/kota dan pihak sekolah untuk memastikan penyaluran bantuan ini tepat sasaran. Total dana yang digelontorkan untuk program beasiswa ini yaitu sebesar Rp 827.000.000 yang pencairannya dilakukan bertahap. "Setiap siswa mendapatkan beasiswa Rp 1.000.000 per tahun, sehingga total keseluruhan yang kami salurkan sebesar Rp 827.000.000 yang pencairannya dilakukan secara bertahap. Mekanisme pencairannya, bagi sekolah di wilayah Surabaya-Sidoarjo dapat diambil di kantor BAZNAS Jatim, kemudian yang di luar wilayah tersebut akan ditransfer ke pihak sekolah melalui BAZNAS kabupaten/kota setempat", tambah Chandra. Salah satu penerima beasiswa, Nabila Anggun Pratiwi, siswi kelas 12 SMK Pawiyatan Surabaya yang memiliki tunggakan di sekolahnya, mengungkapkan rasa syukur karena telah mendapat beasiswa dari BAZNAS Jatim. “Saya sangat senang mendapat beasiswa ini karena bisa membantu pelunasan SPP dan daftar ulang yang sempat menunggak", ucap Nabila yang bercita-cita ingin menjadi Polwan. Dengan adanya program beasiswa ini, BAZNAS Jatim berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda Jawa Timur yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
BERITA23/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Di Tengah Keterbatasan, Program Santunan Fakir dari BAZNAS Jatim Bawa Harapan bagi Mbah Nuradji
Di Tengah Keterbatasan, Program Santunan Fakir dari BAZNAS Jatim Bawa Harapan bagi Mbah Nuradji
Di sudut sebuah desa kecil bernama Warukulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, hidup seorang pria tua bernama Mbah Nuradji. Di usianya yang senja, beliau menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan. Keadaan ini diperparah oleh kondisi fisiknya yang lemah akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu. Akibat kecelakaan itu, Mbah Nuradji kini hanya mampu terbaring lemah di tempat tidurnya, tak lagi bisa bekerja untuk menyambung hidup. Namun, di tengah kesulitan yang mendera, ada sedikit cahaya harapan yang datang dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui program santunan dhuafa-fakir "JATIM PEDULI". Sebagai salah satu penerima bantuan program ini, Mbah Nuradji kini mendapatkan santunan sebesar Rp. 600.000,- per bulan, yang akan ia terima hingga akhir hayatnya. "Bantuan yang saya terima setiap bulan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu", ujar Mbah Muradji kepada Tim SAI yang melaksanakan monev guna memastikan bantuan dari BAZNAS Jatim sudah tepat sasaran. Bantuan ini, meski sederhana, menjadi penopang bagi Mbah Nuradji dan keluarganya. Hidup di rumah bekas warung yang berada di tepi jalan raya, beliau tidak sendirian. Ada anaknya, Indah, yang pulang dari Kalimantan untuk merawat sang ayah tercinta. Kehadiran Indah menjadi anugerah tersendiri bagi Mbah Nuradji, meski kehidupan mereka tetap penuh keterbatasan. Indah, yang semula bekerja di Kalimantan, harus kembali ke desa untuk menjaga ayahnya. Ia pun meninggalkan pekerjaannya di rantau demi merawat orang tua yang sangat ia cintai. Tidak hanya merawat Mbah Nuradji, Indah juga harus mengurus salah satu saudaranya yang mengalami gangguan jiwa, menambah beban yang harus ia pikul setiap harinya. Rumah sederhana yang mereka tempati, meski jauh dari kata layak, menjadi saksi bisu perjuangan hidup keluarga kecil ini. Bagi Mbah Nuradji dan Indah, bantuan dari BAZNAS bukan sekadar angka dalam rupiah, melainkan uluran tangan yang membawa mereka sedikit lebih dekat pada harapan dan ketenangan. Bagi mereka, program "JATIM PEDULI" ini adalah berkah yang tak ternilai, memberikan sedikit kelegaan di tengah perjuangan hidup yang berat. Di balik kisah duka ini, ada keteguhan hati seorang anak yang merawat ayahnya dengan penuh kasih, dan ada seorang ayah yang meski terbaring lemah, tetap berjuang untuk keluarganya. Bantuan yang diterima Mbah Nuradji adalah pengingat bahwa di tengah kesulitan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan siap membantu. Program "JATIM PEDULI" ini tak hanya memberikan bantuan finansial, tapi juga menjadi simbol bahwa di tengah gempuran kehidupan yang penuh tantangan, masih ada harapan yang bisa diraih. Bagi Mbah Nuradji dan keluarganya, harapan itu kini hadir lewat santunan yang mereka terima setiap bulan. Meski kecil, bantuan ini menjadi penghibur di tengah derita, dan harapan untuk hari esok yang lebih baik.
BERITA22/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rapat Rutin Pimpinan BAZNAS Jatim: Bahas Pendistribusian Hingga Progres Renovasi Kantor
Rapat Rutin Pimpinan BAZNAS Jatim: Bahas Pendistribusian Hingga Progres Renovasi Kantor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali mengadakan rapat rutin pimpinan yang membahas evaluasi kegiatan selama satu minggu terakhir dan menyusun rencana untuk minggu ke depan. Rapat ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan Waka II Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Waka III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si.Rapat yang berlangsung di ruang rapat BAZNAS Jatim, Rabu (21/8/2024), ini juga dihadiri oleh jajaran Kabag/Kabid yaitu Kabag SAI Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., Kabag Pengumpulan Abdul Kholik, Kabid Pendistribusian Chandra Asmara, S.E., Kabag Keuangan Machrus Ihsan, M.H.I., serta Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E.Pendistribusian Dana Zakat dan Rencana Audiensi Dalam rapat ini, dibahas evaluasi kegiatan yang telah berlangsung selama satu minggu terakhir, termasuk pendistribusian dana zakat kepada beberapa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Jatim. Selain evaluasi, rapat ini juga membahas rencana kegiatan untuk minggu ke depan. Salah satu agenda penting adalah rencana audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) dan beberapa dinas terkait lainnya guna meningkatkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Jawa Timur. Persiapan Rakor BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Rapat juga menyinggung persiapan kegiatan Rakor BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur yang akan diselenggarakan pada awal September 2024. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS dengan instansi terkait dalam penanganan bencana di Jawa Timur. Pembahasan Surat Masuk dan Permohonan Rekomendasi LAZ Selain itu, rapat juga membahas beberapa surat yang masuk dari lembaga atau instansi terkait, termasuk undangan pimpinan, kunjungan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan permohonan rekomendasi dari beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ). Pendanaan Rakor BTB dan Rencana Rakorda BAZNAS se-Jatim Dibahas bahwa pendanaan untuk Rakor BTB akan diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, dibahas juga rencana Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang akan diselenggarakan pada akhir November atau awal Desember 2024. Progres Renovasi Kantor dan Evaluasi Program Terkait progres renovasi kantor BAZNAS Jatim, dilaporkan bahwa diperlukan penambahan drainase untuk mencegah masalah banjir di masa mendatang. Selain itu, dalam rapat juga dibahas hasil monitoring dan evaluasi (monev) program ternak kambing di Mojokerto yang dinilai sudah berjalan dengan baik. Namun, masih ada koreksi terkait program serupa di Lamongan. Evaluasi juga diperlukan untuk program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah tersebut. Rapat ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus meningkatkan kinerja dan pengelolaan zakat di Jawa Timur, serta memastikan bahwa program-program yang dijalankan BAZNAS Jatim dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
BERITA22/08/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →