WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Kembali Gelar Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 100 Motor

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan servis dan ganti oli gratis bagi 100 sepeda motor pada 9–10 April 2026. Program ini merupakan tambahan kuota dari BAZNAS RI sebagai bentuk apresiasi atas kinerja BAZNAS Jatim yang dinilai baik dalam pengelolaan dan penyaluran zakat.

Kegiatan tersebut digelar secara langsung (on the spot) di bengkel mustahik Z Auto. Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mustahik, baik dari segi peningkatan pelayanan, kelengkapan peralatan, maupun promosi lokasi bengkel yang strategis.

Penerima manfaat dalam program ini difokuskan pada pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online (ojol), serta masyarakat yang membutuhkan dengan kapasitas sepeda motor di bawah 150 cc.

Salah satu penerima manfaat, Muhammad Naim, seorang pengemudi ojol, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. “Sangat membantu, Pak. Kami sangat terbantu oleh program BAZNAS ini. Terima kasih. Semoga anggota BAZNAS diberi kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat terus menjalankan program ini ke depannya,” ujarnya.

09/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Tuntaskan Safari Ramadan 1447 H, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Jember

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim dan 250 penyandang disabilitas yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Jember Gus Fawait, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Jember Saifullah Hudi, S.Pd.I., M.M., beserta jajaran.

Turut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember–Lumajang, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Forkopimda Kabupaten Jember atau yang mewakili, serta segenap Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Jember.kepala SLB se-Kabupaten Jember, para guru, orang tua, serta anak-anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas.

Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kualitas dalam beramal.

“Islam menekankan kualitas, bukan kuantitas. Bantuan yang diterima anak-anak hendaknya dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat, seperti kebutuhan pendidikan,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak hadirin membaca Sholawat Badar serta mendoakan agar Kabupaten Jember menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, penuh keberkahan, keadilan, dan kemakmuran.

Sementara itu, Bupati Jember dalam sambutannya berharap kehadiran KH. Ali Maschan Moesa membawa keberkahan bagi masyarakat. “Semoga kehadiran beliau membawa keberkahan bagi Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Ia juga memotivasi anak-anak yatim agar tidak berkecil hati dan terus semangat menuntut ilmu. Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mulai 1 April, seluruh warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis, serta kami menyiapkan beasiswa bagi 20.000 anak yatim agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Jember menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jember atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Jember, semoga kolaborasi kebaikan ini terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan di Kabupaten Jember, BAZNAS Provinsi Jawa Timur resmi menuntaskan rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang telah dilaksanakan di 11 kabupaten/kota.

Melalui program ini, BAZNAS Jatim telah menyalurkan santunan kepada total 11.000 anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menghadirkan kebahagiaan serta keberkahan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Safari Ramadhan di Sidoarjo, BAZNAS Jatim Hadirkan Kebahagiaan bagi 1.000 Anak Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan santunan 1.000 anak yatim dalam rangka Safari Ramadhan, bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Dr. KH. Masnuh, MA., jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, serta unsur pemerintah kabupaten Sidoarjo.

Waka I BAZNAS Jatim KH. Masnuh menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, lembaga zakat, hingga sektor swasta. Menurutnya, sinergi seperti ini mampu memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

“BAZNAS Jatim melihat Sidoarjo sebagai salah satu daerah yang aktif menggerakkan pengelolaan zakat. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Yayasan Siantar Top Peduli merupakan model ideal yang patut dipertahankan untuk menghadirkan kemaslahatan umat,” ujar KH. Masnuh.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengapresiasi peran aktif BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah merespons kebutuhan masyarakat. Ia menilai kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah dalam menjangkau warga yang membutuhkan bantuan secara cepat dan tepat.

"Saya bersyukur melihat sinergi ini. Secara khusus, saya sampaikan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Biasanya, di hari Sabtu dan Minggu, saat orang lain beristirahat, tim BAZNAS selalu bersama saya 'blusukan' ke desa-desa, menyapa warga yang kesusahan, dan langsung memberikan bantuan. Kinerja taktis seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat," pungkas Bupati Subandi.

15/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Wujud Kolaborasi Strategis, BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim di Kabupaten Sampang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memeratakan kesejahteraan dan mendukung pendidikan anak yatim di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hal ini dibuktikan melalui gelaran santunan bagi 1.000 anak yatim dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Kamis (12/3/2026), yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Sampang dan BAZNAS Kabupaten Sampang.

Dalam kegiatan ini, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa paket perlengkapan alat sekolah dan snack kepada seluruh anak yatim yang hadir. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata BAZNAS Jatim untuk memastikan anak-anak yatim memiliki sarana edukasi yang layak guna menunjang masa depan mereka.

Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi dengan BAZNAS di tingkat kabupaten/kota.

"Kegiatan ini adalah wujud komitmen BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota, khususnya BAZNAS Kabupaten Sampang, dalam memberikan perhatian dan kepedulian kepada anak-anak yatim," ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan fakta istimewa bahwa dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sampang menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan santunan akbar bagi 1.000 anak yatim pada tahun ini.

Sementara itu, mewakili Bupati Sampang, Ibu Evi Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian BAZNAS Jatim. Beliau berharap kolaborasi ini dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, serta memberikan dorongan mental kepada anak-anak kita agar tetap giat belajar dan terus berusaha meraih cita-cita di masa depan," tutur Ibu Evi.

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Majlillah dari Kementerian Agama Kabupaten Sampang. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, serta para Camat dan pendamping se-Kabupaten Sampang.

Melalui program ini, BAZNAS Jatim berharap dapat terus memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk menciptakan kemandirian dan keceriaan bagi anak-anak yatim di seluruh pelosok Jawa Timur.

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Bersama Pemkab Tulungagung, BAZNAS Jatim Hadirkan Kebahagiaan bagi 1.000 Anak Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Kabupaten Tulungagung, serta Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jatim turut menyalurkan bantuan berupa 1.000 tas sekolah lengkap dengan perlengkapan alat tulis dengan nilai sekitar Rp150.000 per paket. Selain itu, para penerima manfaat juga mendapatkan santunan uang sebesar Rp200.000 yang merupakan hasil kolaborasi antara KKKS Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan.

“Pada kegiatan ini kami dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengirimkan 1.000 tas berisi perlengkapan alat tulis senilai Rp150.000 per tas untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa anak-anak yatim merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia berharap perhatian dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung, Endang Gatut Sunu, menambahkan bahwa santunan tersebut diberikan kepada sekitar 1.000 anak yatim yang berasal dari 19 kecamatan atau 271 desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung. Selain bantuan uang dan perlengkapan sekolah, para anak yatim juga menerima paket konsumsi serta makanan ringan untuk berbuka puasa yang disediakan oleh KKKS Kabupaten Tulungagung.

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., menjadi pemateri dalam Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Da'i, Da'iyah, dan Penyuluh Agama Wilayah Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 yang diselenggarakan di Surabaya pada Sabtu, 14 September 2024. Dalam materinya, Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki menekankan pentingnya pemahaman ekonomi syariah di kalangan para da’i dan penyuluh agama sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran umat tentang keuangan syariah dan zakat. “Adanya ToT ini memberikan dampak positif bagi upaya para dai, daiyah, dan penyuluh agama di Jawa Timur untuk dapat membuat sebuah grand design ekonomi. Harapannya, mereka dapat mandiri secara ekonomi sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan jamaahnya,” ujarnya. Acara FESyar Jawa 2024 menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh ekonomi syariah dan instansi terkait dari wilayah Jawa. "Mereka akan bekerja sama dengan saya, Dr. K.H. Muhammad Zakki dan Bank Indonesia untuk mengingatkan kita semua agar segera dibentuk tim kecil dalam rangka menyiapkan rumusan-rumusan terkait pemberdayaan ekonomi syariah bagi para dai dan daiyah di seluruh Jawa Timur." tambahnya. ToT ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkait ekonomi dan keuangan syariah agar dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Para peserta diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi, termasuk dalam hal pengelolaan zakat dan pemberdayaan ekonomi umat. "Konsep kerja sama ekonomi yang kami inisiasikan ini mungkin menjadi sesuatu yang luar biasa untuk dirumuskan dan dilaksanakan." pungkas Kiai Zakki. FESyar Jawa 2024 diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di masyarakat.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Di sudut Kota Pasuruan, tepatnya di Jl. Kalimantan Rt 02 Rw 10, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, tinggal seorang wanita lanjut usia yang penuh dengan ketabahan. Namanya Misanah, namun warga sekitar akrab memanggilnya Mbah Misanah. Di usia yang hampir mencapai 90 tahun, Mbah Misanah menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampinginya, sehingga kebutuhan hidup sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan dari tetangga dan berbagai program bantuan sosial. Mbah Misanah adalah salah satu penerima bantuan program dhuafa fakir dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Setiap bulannya, beliau menerima bantuan sebesar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Dana ini sangat berarti baginya, terutama untuk membeli kebutuhan pokok dan barang penting seperti pampers, yang harus dibeli seharga Rp 60.000,- setiap dua hari sekali. Selain itu, bantuan yang diterimanya dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 400.000,- setiap dua bulan dan BMT dengan nominal yang sama, turut membantu Mbah Misanah bertahan hidup. Kehidupan Mbah Misanah yang jauh dari kemewahan ini dipenuhi oleh kedermawanan orang-orang di sekitarnya. Setiap hari, para tetangga datang memberikan bantuan, baik itu makanan ataupun tenaga, untuk memastikan Mbah Misanah tidak kekurangan. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Mbah Misanah tak pernah mengeluh. Kegigihannya untuk terus menjalani hidup dengan penuh kesabaran menjadi inspirasi bagi banyak orang di lingkungan sekitar. Bantuan yang diterima Mbah Misanah dari BAZNAS, PKH, dan BMT tidak hanya meringankan beban hidupnya, tetapi juga memberikan harapan bahwa di usia senja, masih ada tangan-tangan peduli yang siap membantu. Mbah Misanah mungkin hidup dengan keterbatasan, tetapi dengan bantuan ini, beliau dapat menjalani hari-harinya dengan lebih tenang. “Kami bersyukur bisa membantu Mbah Misanah melalui program dhuafa fakir ini. Meski jumlahnya tidak besar, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban beliau,” ujar Kabag SAI BAZNAS Jatim Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., saat melakukan monitoring dan evaluasi program guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kisah Mbah Misanah adalah gambaran nyata tentang bagaimana peran lembaga-lembaga seperti BAZNAS dan kedermawanan masyarakat mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Di balik kesederhanaannya, Mbah Misanah adalah simbol dari kekuatan hati yang tak tergoyahkan oleh usia ataupun keterbatasan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menjadi pembicara pada seminar optimalisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang digelar oleh Bank Indonesia pada hari terakhir Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (15/9/2024). Seminar ini menyoroti pentingnya ZISWAF dalam pemberdayaan ekonomi produktif di era digital, khususnya di Jawa Timur. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, mengungkapkan bahwa ZISWAF merupakan salah satu instrumen yang diandalkan untuk memperkuat perekonomian umat. “ZISWAF adalah solusi masa depan dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia, dan kami optimis pengelolaan yang tepat akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kiai Husnul Khuluq. Beliau turut mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui kolaborasi yang memperkuat ekosistem ZISWAF. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan BAZNAS akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur. “Kehadiran Bank Indonesia dalam membangun strategi kolaboratif sangat membantu mendorong optimalisasi ZISWAF, sehingga kami yakin ekonomi syariah di Jawa Timur bisa semakin tumbuh dan berkembang,” tambahnya. Selain itu, Kiai Husnul Khuluq, juga menyampaikan materi mengenai Model Pemberdayaan Produktif melalui Optimalisasi Dana ZISWAF. Seminar ini mengupas bagaimana dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dapat dimaksimalkan untuk memperkuat ekonomi umat dan menciptakan perubahan struktural dalam masyarakat. Kiai Khuluq mengawali dengan memaparkan perkembangan pengelolaan ZISWAF, di mana pengumpulan ZISWAF pada tahun 2023 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, pengumpulan ZISWAF tercatat sebesar Rp 22,48 triliun, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp 32,32 triliun. Penyaluran dana ZISWAF juga ikut bertumbuh, dari Rp 21,69 triliun di tahun 2022 menjadi Rp 31,20 triliun di tahun 2023. Jumlah Muzakki (pemberi zakat) dan Mustahik (penerima zakat) juga mengalami lonjakan, dengan Muzakki mencapai 92,61 juta jiwa dan Mustahik mencapai 123,11 juta jiwa pada tahun 2023. Selain itu, jumlah amil pelaksana yang terlibat dalam pengelolaan ZISWAF juga bertambah, dari 10.124 jiwa di tahun 2022 menjadi 12.225 jiwa di tahun 2023. Di bidang wakaf, Kiai Khuluq menyoroti bahwa potensi wakaf uang yang diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, hingga saat ini baru terealisasi Rp 2,3 triliun. Selain itu, wakaf tanah mencakup 57.263,69 hektare atau sekitar 0,03% dari luas daratan Indonesia, di mana 32.881 hektare di antaranya sudah bersertifikat. Memandang ke depan, Kiai Husnul Khuluq menjelaskan bahwa pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS akan berfokus pada peningkatan jumlah pengumpulan ZISWAF, memperkuat sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antar-stakeholder akan semakin diperkuat, begitu juga dengan penguatan regulasi dan infrastruktur ZISWAF. Dalam hal ini, teknologi informasi akan menjadi faktor kunci yang mendukung keberhasilan pengelolaan ZISWAF di masa depan. Ia juga menyebut beberapa faktor penting yang akan memengaruhi perkembangan ZISWAF ke depan, di antaranya adalah peningkatan digitalisasi dan fintech syariah, pertumbuhan lembaga ZISWAF, serta kolaborasi dengan sektor swasta. Selain itu, pengelolaan ZISWAF yang lebih produktif, peningkatan kesadaran sosial-ekonomi, serta peran generasi millennial dan Gen Z akan menjadi pendorong utama. Integrasi data keuangan sosial Islam serta partisipasi korporasi melalui zakat perusahaan dan CSR juga diharapkan dapat memperkuat dampak positif dari ZISWAF. Kiai Khuluq optimis bahwa berbagai inovasi dalam pengelolaan ZISWAF, seperti wakaf uang digital, sukuk wakaf, zakat digital, crowdfunding ZISWAF, program wakaf saham, hingga aplikasi pencatatan zakat dan wakaf, akan menjadi motor penggerak ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ZISWAF bukan hanya sekadar bentuk bantuan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan struktural yang mendalam di tengah masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi di era digital.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Lamongan, Senin (16/9/2024). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., yang didampingi oleh Kabag Keuangan Machrus Ichsan, M.H.I., Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E., serta beberapa pelaksana lainnya. Kabag SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, di awal sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., tidak dapat menghadiri kunjungan ini karena adanya kegiatan mendadak. "Mohon maaf, tadi Waka II BAZNAS Jatim Kyai Ahsanul Haq berencana ikut, namun mendadak ada kegiatan lain sehingga tidak jadi," katanya. H. Slamet kemudian mengapresiasi pengelolaan kearsipan di BAZNAS Lamongan, yang dianggap lebih terorganisir dan unggul dibandingkan beberapa wilayah lain. “Ketika kami ada monev program di Lamongan, ternyata BAZNAS Lamongan lebih maju di bidang kearsipan. Kebetulan tadi ada acara di Lamongan, jadi sekalian berkunjung untuk melihat langsung pengelolaan arsip di sini sebagai perbandingan, karena di sini tampaknya sudah dilatih tenaga-tenaga ahli kearsipan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Lamongan, Bambang Eko Muljono, S.H., Sp.N, M.M., menyambut baik kunjungan rombongan dari BAZNAS Jatim. "Alhamdulillah, rombongan dari BAZNAS Jatim bisa mampir ke kantor kami. Meskipun hari libur, BAZNAS tidak pernah benar-benar libur karena kami harus siap kapan saja, terutama saat ada kegiatan mendadak dari Bupati atau urusan lainnya, sehingga kedatangan panjenengan hari ini tidak ada masalah" ungkapnya. Bambang juga menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan memiliki sistem kearsipan yang baik berkat kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. “Kami sering berdiskusi dengan pemda dan mendapatkan materi mengenai kearsipan, karena dalam buku petunjuk kami belum terlalu detail, terutama dalam hal administrasi. Sehingga sebelum dilakukan audit oleh akuntan publik, kami tahu apa yang harus dipersiapkan,” ujarnya. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan saat ini memiliki 92 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan desa yang terkoordinasi hingga tingkat kecamatan. Selain itu, para amil pelaksana di BAZNAS Lamongan memiliki SK tetap, sehingga meskipun terjadi pergantian pimpinan, layanan tidak akan terpengaruh. Dalam bidang pemberdayaan, BAZNAS Lamongan juga melibatkan relawan mahasiswa, khususnya dalam program Bantuan Tanggap Bencana (BTB). "Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki pecinta alam. Para mahasiswa sangat antusias karena mereka mendapat sertifikat kompetensi setelah terlibat," pungkasnya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lamongan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Jawa Timur. Turut hadir pada acara ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lamongan Drs. Ahmad Lazim, M.Pd., beserta jajaran pelaksana BAZNAS Lamongan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Program Bedah Rumah BAZNAS: Harapan Baru untuk Bapak Sripi dan Keluarganya
Program Bedah Rumah BAZNAS: Harapan Baru untuk Bapak Sripi dan Keluarganya
Di Dusun Krajan Barat, RT 003 RW 002, Desa Branang, Kabupaten Pasuruan, Bapak Sripi dan keluarganya kini bisa menikmati rumah yang lebih layak berkat bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Sebagai bagian dari program bedah rumah, Bapak Sripi menerima bantuan sebesar Rp 15.000.000,- dari BAZNAS Provinsi dan tambahan Rp 1.500.000,- dari BAZNAS Kabupaten Pasuruan. Bantuan ini menjadi titik awal perubahan besar dalam kehidupan keluarganya, yang selama ini tinggal di rumah sederhana yang tak layak huni. Bapak Sripi, yang bekerja sebagai buruh bersih ikan dan pengumpul rongsokan, merasa sangat bersyukur atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami bisa memperbaiki rumah yang sebelumnya sangat memprihatinkan. Rumah yang kami tinggali dulu sering bocor saat hujan, dan dindingnya rapuh,” ucap Bapak Sripi dengan rasa terima kasih yang mendalam. Semangat Gotong Royong Masyarakat Meskipun bantuan dari BAZNAS sangat membantu, kebutuhan pembangunan rumah ternyata lebih besar dari yang diperkirakan. Total biaya untuk menyelesaikan rumah mencapai sekitar Rp 30.000.000,-. Namun, Bapak Sripi tak sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut. Berkat semangat gotong royong dari keluarga dan masyarakat setempat, kekurangan dana dapat tertutupi. "Selain bantuan dari BAZNAS, keluarga dan warga sekitar juga ikut membantu. Ada yang menyumbang bahan bangunan, ada juga yang membantu dalam bentuk tenaga," ujar Bapak Sripi. Dukungan warga desa Branang ini menjadi pilar penting yang memungkinkan rumah tersebut selesai dibangun dengan baik. Mereka bekerja sama, bahu-membahu, untuk memastikan Bapak Sripi dan keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Kehidupan yang Lebih Layak Kini, rumah Bapak Sripi berdiri kokoh, memberikan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini mereka impikan. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan masyarakat sekitar. Dulu, rumah kami sering bocor dan rapuh, tapi sekarang kami bisa tinggal lebih tenang, terutama saat musim hujan tiba," kata Bapak Sripi. Rumah yang baru ini tidak hanya menjadi tempat berlindung bagi keluarga Bapak Sripi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru. Dengan semangat yang lebih kuat, beliau bertekad untuk terus bekerja keras demi masa depan keluarganya. Terima Kasih untuk BAZNAS Bapak Sripi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Pasuruan atas bantuan yang mereka berikan. “Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu kami, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami merasa sangat bersyukur.” Kisah Bapak Sripi mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian dan gotong royong dalam masyarakat. Dengan bantuan BAZNAS dan dukungan dari masyarakat, keluarga Bapak Sripi kini memiliki kehidupan yang lebih layak, serta harapan yang lebih cerah untuk masa depan.
BERITA16/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kiai Ahsanul Haq: Penerima Beasiswa SKSS Harus Maksimalkan Prestasi di Kampus
Kiai Ahsanul Haq: Penerima Beasiswa SKSS Harus Maksimalkan Prestasi di Kampus
Seleksi calon penerima beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah sukses diselenggarakan pada 12-13 September 2024. Program beasiswa ini diinisiasi BAZNAS Jatim sebagai upaya untuk membantu keluarga kurang mampu agar dapat melahirkan satu sarjana di setiap keluarga. Untuk diketahui, sejak tahun 2021 hingga 2023, BAZNAS Jatim telah menyalurkan beasiswa kepada 400 mahasiwa dari berbagai kampus di Jawa Timur. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa seleksi tahun ini diikuti oleh 287 peserta, yang nantinya akan disaring menjadi 150 mahasiswa penerima beasiswa. "Dari 287 peserta, kami hanya akan memilih 150 orang yang berhak menerima beasiswa ini," kata Kiai Ahsanul Haq. Beliau juga menambahkan bahwa program ini ditujukan bagi mahasiswa yang telah memasuki semester pertama perkuliahan dan beasiswa diberikan hingga semester delapan. “Beasiswa ini akan kami berikan hingga semester 8. Namun, jika ada yang mendaftar saat sudah berada di semester 5, maka penerima hanya akan mendapatkan beasiswa untuk sisa semester, yaitu semester 6, 7, dan 8,” tambahnya. Terkait besaran beasiswa, Kiai Ahsanul Haq menjelaskan, "Untuk mahasiswa yang memiliki UKT sebesar 2 juta rupiah per semester, BAZNAS Jatim akan menanggung penuh. Jika UKT lebih dari itu, kami tetap memberikan 2 juta, dan sisanya ditanggung oleh mahasiswa sendiri. Sebaliknya, jika UKT kurang dari 2 juta, kami akan berikan sesuai dengan nominal UKT." Ia juga menegaskan bahwa penerima beasiswa diharapkan memaksimalkan prestasi akademik mereka. "Kami akan terus melakukan evaluasi ke perguruan tinggi terkait untuk memastikan perkembangan mahasiswa penerima beasiswa," tutupnya. Melalui program SKSS ini, BAZNAS Jatim berharap dapat menciptakan generasi sarjana dari keluarga-keluarga yang sebelumnya terkendala akses pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat kurang mampu di Jawa Timur.
BERITA14/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakor UPZ BAZNAS Lamongan
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakor UPZ BAZNAS Lamongan
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS Kabupaten Lamongan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari tingkat kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berlangsung pada Kamis, 12 September 2024 di Gedung Pemda Kabupaten Lamongan. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, yang turut memberikan materi, menekankan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, seluruh pegawai diwajibkan untuk membayar zakat. Saat itu, zakat dikumpulkan melalui lembaga yang disebut Baitul Maal, sebab belum ada BAZNAS seperti sekarang. Beliau mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya zakat, terutama di Surah Al-Munafiqun ayat 10, yang artinya: "Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata sambil menyesal, 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.'" Kiai Khuluq melanjutkan dengan mengutip ayat 11 yang berbunyi: "Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." Ia menekankan, "Terkadang kita harus rela mengorbankan apa yang kita cintai, dalam hal ini uang, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga di kemudian hari." Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Muljono. S.H, Sp,N, M.M., mengungkapkan bahwa Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh 76 peserta, terdiri dari 27 perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan dan sisanya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Dasar pelaksanaan kegiatan ini berpedoman pada beberapa regulasi, antara lain Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, Keputusan Presiden RI No. 08 Tahun 2001 tentang Pembentukan BAZNAS, Instruksi Presiden RI No. 03 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat melalui BAZNAS, Peraturan BAZNAS No. 02 Tahun 2016, serta Surat Keputusan Bupati Kabupaten Lamongan No. 188/333/KEP/413/013/2023 tentang Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lamongan Periode 2023-2028. Dalam rapat tersebut, Bambang Eko juga memaparkan laporan penerimaan BAZNAS Kabupaten Lamongan selama periode Januari hingga Agustus 2024, yang mencapai Rp4 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2 miliar berasal dari dana zakat dan Rp2 miliar lebih dari dana infak dan sedekah, yang baru mencapai 66% dari target pengumpulan. Sebanyak 95% dari penerimaan tersebut masih berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, BAZNAS terus melakukan sosialisasi dan membentuk UPZ di tingkat desa, khususnya di masjid-masjid. Saat ini, sudah terbentuk 133 UPZ non-ASN yang telah disahkan. "Potensi zakat di Kabupaten Lamongan seharusnya mencapai Rp35 miliar. Salah satu indikatornya adalah jumlah calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu. Bambang Eko menyampaikan harapannya bahwa dengan pengelolaan zakat yang optimal, di masa depan tidak ada lagi keluarga di Lamongan yang anak-anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi," ungkap Bambang Eko. Bambang juga menyampaikan tantangan yang dihadapi, salah satunya terkait dengan perbedaan peruntukan antara zakat, infak, dan sedekah. "Kami menemukan ada OPD yang infaknya mencapai lebih dari Rp1 miliar, tetapi zakatnya hanya Rp150 juta. Mungkin ada kesalahan dalam pengelolaan, di mana zakat dimasukkan ke dalam infak," ujarnya. Bambang menekankan bahwa zakat memiliki peruntukan yang berbeda dengan infak dan sedekah, sehingga harus dikelola dengan benar. Di akhir penyampaiannya, Bambang Eko berterima kasih kepada para UPZ Kecamatan dan OPD yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Drs. Mohammad Nalikan, M.M., dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, mengungkapkan rasa syukur karena semua pihak diberikan kesempatan untuk berkumpul, berkoordinasi, dan membahas zakat. Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. "Terkadang, dalam melaksanakan kewajiban ini, seseorang harus dipaksa. Melalui upaya-upaya seperti ini, kami membangun sinergi antara pemerintah dan BAZNAS," ujar Nalikan. Nalikan juga mengapresiasi kebijakan Bupati Lamongan yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) membayar zakat. "Mengapa dipaksa? Karena zakat itu memang kewajiban. Tanpa kebijakan ini, saya yakin tidak lebih dari 10% ASN yang akan membayar zakat secara mandiri," katanya. Dengan kebijakan tersebut, zakat dapat ditunaikan secara lebih mudah dan efisien. Ia juga menambahkan bahwa fungsi UPZ (Unit Pengumpul Zakat) tidak hanya sebatas mengumpulkan, tetapi juga menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. "Saat saya berkeliling desa atau kecamatan dan menemukan rumah tidak layak huni atau warga yang kurang mampu, saya foto dan kirimkan ke BAZNAS untuk ditindaklanjuti. Hal ini juga bisa dilakukan oleh rekan-rekan di kecamatan dan desa," pungkas Nalikan.
BERITA13/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Bantu 1.120 Imam Mushola, Prof. Ali Maschan Apresiasi Sinergi Pemkab dan BAZNAS Tuban
Bantu 1.120 Imam Mushola, Prof. Ali Maschan Apresiasi Sinergi Pemkab dan BAZNAS Tuban
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan BAZNAS Tuban dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara penyerahan bantuan Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.120 imam mushola se-Kabupaten Tuban, yang berlangsung di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Jumat (13/9/2024). Menurut Prof. Ali Maschan, kerja sama antara BAZNAS dan pemerintah daerah sangat penting guna memastikan program yang dijalankan dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. "Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut ke program-program lainnya," tuturnya. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang berperan dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah dari umat untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, BAZNAS juga mendukung pemerintah dalam memperluas program jaminan sosial dan ekonomi. "Oleh sebab itu, program BAZNAS akan selalu berseiring dengan program pemerintah daerah," tambah Prof. Ali. Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemkab Tuban dan BAZNAS Tuban. Menurutnya, berbagai program BAZNAS telah memberikan manfaat nyata di Kabupaten Tuban. Salah satunya adalah bantuan ternak dan program wirausaha Z-Chicken. Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu mengungkapkan bahwa program-program dari BAZNAS sangat membantu perekonomian masyarakat Tuban. Bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada santunan, tetapi lebih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berdampak jangka panjang. Bupati Tuban menyatakan bahwa pemberian bantuan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah bentuk kepedulian dari Pemkab Tuban dan BAZNAS Tuban terhadap para imam yang berperan penting dalam menyebarkan ajaran Islam di masyarakat. Mereka dianggap sebagai garda terdepan dalam mendidik masyarakat mengenai nilai-nilai agama. Bantuan ini juga sejalan dengan upaya Pemkab Tuban dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama. "Kami akan terus berusaha memperluas jangkauan penerima bantuan ini," ujarnya. Dalam acara tersebut, turut disalurkan bantuan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan kambing ternak, kerja sama antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Tuban, sebagaimana dijelaskan Ketua BAZNAS Tuban, Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr. "Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Tuban," ujar Ir. Agus Suryanto.
BERITA13/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Lakukan Verifikasi Faktual terhadap LAZNAS YAKESMA Jawa Timur
BAZNAS Jatim Lakukan Verifikasi Faktual terhadap LAZNAS YAKESMA Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melaksanakan verifikasi faktual terhadap Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) Jawa Timur, bertempat di Kantor Perwakilan YAKESMA Jatim, Selasa (10/9/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan dan validitas YAKESMA dalam pengajuan izin operasional kepada Kementerian Agama (Kemenag), serta memantau kinerja dan program yang telah dilaksanakan oleh Yakesma selama beberapa bulan terakhir. Tim verifikasi BAZNAS Jatim yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., bersama Kabag Administrasi Umum & SDM, Dwindayantie, S.E., diterima oleh Kepala Cabang Yakesma Jawa Timur, Muhammad Gurning, beserta tim di kantor mereka. Kunjungan ini dimulai dengan presentasi singkat mengenai visi, misi, dan rangkuman kegiatan yang telah dijalankan oleh YAKESMA selama delapan bulan terakhir. Setelah presentasi, tim BAZNAS Jatim melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen penting, termasuk laporan keuangan, laporan kegiatan, dan evaluasi program yang didukung oleh zakat, infak, dan sedekah. Proses verifikasi berlangsung selama sekitar tiga jam dan berjalan tanpa hambatan. Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., mengapresiasi kinerja YAKESMA Jawa Timur dalam mengelola dana zakat dan program-program yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Beliau juga menyatakan harapannya agar kehadiran YAKESMA Jawa Timur dapat memperkuat pengumpulan zakat di wilayah tersebut. "Alhamdulillah, kami datang untuk melakukan verifikasi faktual ini. Kehadiran perwakilan YAKESMA Jawa Timur diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dalam pengumpulan zakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kiai Husnul Khuluq. Beliau juga menambahkan bahwa para pengelola zakat di YAKESMA Jawa Timur menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas mereka. "Kami yakin, teman-teman di YAKESMA yang bergerak di bidang zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya memiliki komitmen tinggi untuk bekerja lebih maksimal," imbuhnya. Proses verifikasi ini diharapkan menjadi langkah penting bagi YAKESMA Jawa Timur untuk mendapatkan izin operasional secara resmi dari Kementerian Agama. Hasil verifikasi ini akan menjadi dasar bagi BAZNAS dalam pengambilan keputusan terkait surat izin operasional YAKESMA Cabang Jawa Timur.
BERITA13/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Seleksi Calon Penerima Beasiswa SKSS
BAZNAS Jatim Seleksi Calon Penerima Beasiswa SKSS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar seleksi calon penerima program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) pada 12-13 September 2024. Acara ini diadakan di Islamic Centre Jawa Timur dan diikuti oleh 280 mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di provinsi tersebut. Hadir pada kegiatan ini, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., dan Waka IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif BAZNAS untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Program ini menyasar mahasiswa dari golongan fakir miskin yang keluarganya belum memiliki anggota yang meraih gelar sarjana. "Ini merupakan salah satu program BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam membayar UKT, atau berasal dari golongan fakir miskin. Maka dari itu, dinamakan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana), sehingga syarat mutlaknya adalah di keluarganya belum ada yang sarjana," ujar Prof. Ali. Pada hari pertama, 171 mahasiswa diseleksi, sementara sisanya akan mengikuti seleksi di hari kedua. Dari total 280 pendaftar, BAZNAS Jatim hanya akan memilih 150 mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa penuh. "Kita bayarkan UKT-nya hingga 8 semester, sampai lulus," jelas Prof. Ali. Lebih lanjut, Prof. Ali menjelaskan bahwa bantuan UKT akan disalurkan langsung kepada pihak kampus. "Para mahasiswa tidak menerima uang secara langsung, yang menerima adalah pihak kampus," tegasnya. Prof. Ali juga menekankan pentingnya prinsip non-diskriminasi dalam pendidikan. Menurutnya, meskipun Indonesia masih memiliki angka lulusan S1 yang rendah, yakni hanya sekitar 11%, banyak anak-anak yang cerdas namun terkendala oleh keterbatasan ekonomi. "Masih banyak anak-anak kita yang belum S1. Itu bukan berarti mereka tidak mampu secara kecerdasan, tetapi lebih tidak mampu secara keuangan. Itulah yang kita bantu, tetapi tidak semua, sesuai dengan kemampuan kita," tambahnya. Dalam proses seleksi, para peserta diwawancara langsung oleh Pimpinan BAZNAS Jawa Timur didampingi jajaran Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Bidang (Kabid). Pertanyaan dalam tahap wawancara mencakup kondisi keluarga, ekonomi, pekerjaan orang tua, status pendidikan anggota keluarga, serta tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Dengan adanya program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana, BAZNAS Jatim berharap dapat mendorong lebih banyak generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana, serta membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas.
BERITA12/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Optimalkan Peran UPZ IAIN Madura, BAZNAS Jatim Sosialisasikan Instruksi Presiden No. 03 Tahun 2014
Optimalkan Peran UPZ IAIN Madura, BAZNAS Jatim Sosialisasikan Instruksi Presiden No. 03 Tahun 2014
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi dan sosialisasi terkait Instruksi Presiden No. 03 Tahun 2014 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Senin (9/9/2024). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, didampingi Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Mohammad Zakki, M.Si., dan Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Huluq, M.M. Rektor IAIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap kehadiran pimpinan BAZNAS Jatim akan memberikan dorongan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah terbentuk di IAIN Madura untuk lebih berkembang. "Alhamdulillah, ini merupakan bagian dari beberapa kegiatan kami. UPZ di IAIN Madura sudah terbentuk sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Kegiatan ini sangat positif, terlebih dengan kehadiran BAZNAS Jatim. Kami berharap UPZ IAIN Madura dapat berkembang lebih baik, lebih efektif, serta mampu memaksimalkan potensi pengumpulan zakat dan memanfaatkannya secara lebih luas," ujar Rektor Saiful Hadi. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyosialisasikan Instruksi Presiden, undang-undang, serta peraturan terkait zakat. "Kunjungan kami ke sini adalah untuk melaksanakan tugas dari pemerintah, yaitu sosialisasi Instruksi Presiden, undang-undang, serta peraturan tentang zakat. BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang melaporkan langsung kepada Presiden, sementara BAZNAS Jatim berada di bawah naungan Gubernur. Salah satu tugas utama kami adalah mengumpulkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sebanyak-banyaknya," jelas Prof. Ali Maschan. Ia juga menambahkan, pelaksanaan pengumpulan zakat di kampus dapat dilakukan secara lebih praktis, seperti di Universitas Brawijaya, di mana zakat langsung dipotong dari gaji pegawai dan dosen. "Sebanyak 70 persen dari zakat yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk bina lingkungan sekitar kampus, asalkan penerima memenuhi syarat sesuai ketentuan (8 asnaf) dan laporan penggunaannya sesuai aturan," pungkasnya. Elman, Ketua UPZ IAIN Madura, dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa UPZ di IAIN Madura sudah mulai berjalan, meskipun belum optimal. "Alhamdulillah, UPZ sudah mengalami peningkatan. Awalnya tidak ada pemasukan sama sekali, namun kini sudah ada pemasukan bulanan, meskipun masih ada kendala terkait pajak dan zakat, seperti yang terjadi di beberapa kampus lain. Kami berharap ke depan seluruh dosen dan karyawan dapat membayar ZIS melalui UPZ IAIN Madura," ungkapnya. Acara silaturahmi ini dihadiri oleh Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi, Kepala LP2M, Kepala LPM, Kepala Bagian Layanan Umum dan Akademik, Ketua UPZ IAIN Madura, serta Kabid Pengumpulan BAZNAS Jatim. (chol-x)
BERITA09/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dibantu BAZNAS Jatim, Mbah Safiyah Kini Miliki Rumah Layak Huni
Dibantu BAZNAS Jatim, Mbah Safiyah Kini Miliki Rumah Layak Huni
Di usia senjanya, Mbah Safiyah (79), warga Dusun Tegalan, RT 04 RW 13, Desa Jatirejo, Kabupaten Pasuruan, kini bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman berkat program bedah rumah dari BAZNAS. Lansia yang hidup sendirian dan tidak memiliki penghasilan ini mendapat bantuan bedah rumah senilai Rp 15.000.000,- dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023, serta tambahan bantuan Rp 1.500.000,- dari BAZNAS Kabupaten Pasuruan. Warga sekitar dan masyarakat Desa Jatirejo turut bergotong royong dalam pembangunan rumah Mbah Safiyah, menyumbangkan dana dan tenaga hingga total biaya pembangunan mencapai Rp 20.000.000,-. Bantuan dari tetangga sekitar tidak hanya berbentuk uang, tetapi juga berupa tenaga untuk membantu proses renovasi rumahnya yang sebelumnya sudah tidak layak huni. Sebelumnya, Mbah Safiyah tinggal di rumah kecil yang sebagian besar atapnya bocor dan temboknya retak. Ketika hujan datang, ia sering kali harus berjuang melawan rembesan air dan angin yang masuk dari celah-celah dinding. Kondisi yang tidak sehat ini semakin memprihatinkan karena Mbah Safiyah tidak memiliki pekerjaan dan bergantung sepenuhnya pada bantuan desa dan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa tinggal di rumah yang lebih baik. Tidak takut bocor lagi saat hujan,” ucap Mbah Safiyah dengan senyum hangat. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan warga desa yang sudah membantu.” Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan rumah Mbah Safiyah menunjukkan semangat gotong royong yang masih sangat kuat di Desa Jatirejo. Para warga bahu-membahu membantu proses pembangunan, mulai dari mendirikan dinding, memasang atap, hingga menyelesaikan bagian dalam rumah. Bantuan dari BAZNAS dan kontribusi masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kerja sama bisa membawa perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan. Bantuan bedah rumah ini juga menjadi bagian dari program BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera, terutama para lansia seperti Mbah Safiyah. Dengan rumah yang lebih layak, Mbah Safiyah kini bisa menjalani masa tuanya dengan lebih aman dan nyaman, tanpa harus khawatir dengan kondisi rumah yang rapuh. Kisah Mbah Safiyah menjadi bukti bahwa kebaikan dan kepedulian masih sangat hidup di tengah masyarakat. Berkat bantuan BAZNAS dan gotong royong warga Desa Jatirejo, ia kini dapat menikmati hari-harinya dengan lebih tenang di rumah yang lebih layak.
BERITA09/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dari 3 Menjadi 7: Riati Berhasil Kembangkan Ternak Kambing dari BAZNAS Jatim
Dari 3 Menjadi 7: Riati Berhasil Kembangkan Ternak Kambing dari BAZNAS Jatim
Di tengah kesederhanaan hidup di Pasinan Wetan, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Mojokerto, Riati (45), seorang ibu rumah tangga, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah berkat bantuan ternak kambing dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Berawal dari tiga ekor kambing yang diterima melalui program pemberdayaan ekonomi, kini usaha ternaknya mulai berkembang dengan baik. Riati adalah salah satu penerima manfaat bantuan ternak senilai Rp 7.500.000,- dari BAZNAS Jawa Timur. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk tiga ekor kambing Jawa. Suaminya, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, menjadi tulang punggung keluarga, sementara Riati mengelola ternak kambing di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Meski awalnya merasa ragu karena belum pernah beternak sebelumnya, tekad kuat dan bimbingan yang diberikan oleh BAZNAS membuat Riati semakin percaya diri. Dalam waktu singkat, ternaknya membuahkan hasil yang tak terduga. Tiga ekor kambing yang diterimanya kini telah berkembang menjadi tujuh ekor, setelah salah satu indukan melahirkan empat anak kambing sehat. “Alhamdulillah, sekarang kambing saya sudah bertambah jadi tujuh. Ini berkah yang besar untuk keluarga kami. Saya dan suami sangat terbantu, terutama dalam menambah penghasilan,” ujar Riati dengan penuh syukur. Bantuan ini tidak hanya membawa manfaat secara ekonomi, tetapi juga mengangkat semangat Riati dan keluarganya untuk terus bekerja keras. Dengan bertambahnya kambing, mereka berencana memperluas kandang dan merawat kambing-kambing tersebut agar terus berkembang biak. Ke depan, hasil ternak ini diharapkan bisa menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Suaminya, yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu, juga merasa sangat terbantu dengan tambahan penghasilan dari hasil ternak kambing tersebut. Kini, mereka memiliki harapan baru untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera. Program bantuan ternak kambing dari BAZNAS Jawa Timur ini memang dirancang untuk memberdayakan keluarga prasejahtera agar bisa mandiri secara ekonomi. Bantuan ini bukan hanya berupa materi, tetapi juga pelatihan dan pendampingan dalam mengelola ternak. Kisah sukses Riati ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan yang tepat sasaran mampu mengubah kehidupan keluarga dhuafa dan membawa mereka keluar dari keterpurukan ekonomi. Dengan ternak yang terus berkembang, Riati optimis masa depan keluarganya akan lebih baik.
BERITA09/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakor BTB Se-Jawa Timur Lahirkan 6 Poin Rencana Tindak Lanjut
Rakor BTB Se-Jawa Timur Lahirkan 6 Poin Rencana Tindak Lanjut
Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur telah sukses digelar pada 5-6 September 2024, yang menghasilkan enam poin penting dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) penanggulangan bencana di wilayah Jawa Timur. RTL tersebut telah diteken oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M. Berikut adalah enam poin penting yang disepakati sebagai Rencana Tindak Lanjut Rakor BTB 2024: Pengalokasian Anggaran Kebencanaan dalam RKATSetiap BAZNAS Kabupaten / Kota Se Jawa Timur akan mengalokasikan anggaran kebencanaan dalam RKAT, sehingga bila terjadi bencana, dana bantuan bisa cair dengan cepat dan segera. Peningkatan SDM BAZNAS Tanggap BencanaSetiap BAZNAS Kabupaten / Kota se Jawa Timur akan memaksimalkan fungsi dan peran BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam penanggulangan bencana di masing – masing daerah dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, cekatan dan kompeten di bidang kebencanaan. Peran Aktif dalam Mitigasi BencanaSetiap BAZNAS Kabupaten / Kota Se Jawa Timur akan menjadi pelopor atau penggerak dalam mengurangi risiko bencana (mitigasi bencana) dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar dari penyebab utama terjadinya bencana, misal, tidak membuang sampah ke sungai dan selokan, tidak menebang pohon di hutan untuk pembukaan lahan dan lain sebagainya. Pembentukan Desa Tangguh BencanaSetiap BAZNAS Kabupaten / Kota Se Jawa Timur akan membentuk Desa Tangguh Bencana, sehingga bila ada bencana yang terjadi dengan tiba – tiba (mendadak), masyarakat yang terdampak bisa siap. Koordinasi Antar-BAZNAS dalam Penanggulangan BencanaSetiap ada bencana yang ada di Kabupaten / Kota di Jawa Timur, BAZNAS yang terdampak bencana menjadi PIC, sedangkan BAZNAS yang lain bisa berpartisipasi dengan mengirimkan relawan ataupun donasi. Kerja Sama dengan BPBD SetempatJika terjadi bencana, BAZNAS kab/kota berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk berbagi peran. Rakor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas BAZNAS Jawa Timur dalam menghadapi potensi bencana alam. Dengan enam poin RTL yang telah disepakati, BAZNAS se-Jawa Timur berharap bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan cepat, tepat, dan tanggap bagi masyarakat yang terdampak bencana.
BERITA09/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dhuafa dan Sebatang Kara, Mbah Chamim Terima Bantuan dari BAZNAS Jatim
Dhuafa dan Sebatang Kara, Mbah Chamim Terima Bantuan dari BAZNAS Jatim
Mbah Chamim, seorang lansia berusia senja yang tinggal di Jl. KH. Abd Hamid II no. 28, RT 003/001, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kini bisa sedikit bernapas lega. Meski tinggal sendirian dengan gangguan penglihatan yang kian memburuk, ia mendapat bantuan dhuafa fakir dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 600.000,- per bulan yang akan diterimanya sepanjang hayat. Bantuan ini sangat berarti bagi Mbah Chamim yang hidup dalam keterbatasan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia sangat bergantung pada bantuan tetangganya, Bu Nadhifah, yang dengan tulus membantu memenuhi keperluannya. Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Chamim tetap menunjukkan semangat hidup yang kuat. BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan ini sebagai bagian dari program pemberdayaan dhuafa yang bertujuan untuk memastikan bahwa para penerima manfaat, seperti Mbah Chamim, dapat hidup dengan lebih layak. Bantuan yang diberikan ini akan terus mengalir setiap bulan, menjadi harapan baru bagi Mbah Chamim dalam menjalani hari-hari tuanya. "Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini. Setiap bulan, saya bisa sedikit tenang karena ada uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan harian," ujar Mbah Chamim dengan suara pelan namun penuh keharuan. Keberadaan Bu Nadhifah juga menjadi salah satu penguat Mbah Chamim dalam menghadapi hari-harinya. Tanpa pamrih, Bu Nadhifah setiap hari datang untuk membantu Mbah Chamim, baik dalam urusan memasak, membersihkan rumah, maupun membeli kebutuhan sehari-hari. Kisah Mbah Chamim dan bantuannya dari BAZNAS menjadi salah satu potret nyata kepedulian masyarakat dan lembaga sosial terhadap kaum dhuafa di Jawa Timur. Dengan adanya bantuan ini, Mbah Chamim diharapkan dapat menikmati hari-hari tuanya dengan lebih tenang dan sejahtera. Bagi warga yang ingin turut membantu Mbah Chamim dan para dhuafa lainnya, BAZNAS Jatim membuka kesempatan untuk berdonasi dan bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.
BERITA09/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakor BTB, Kalaksa BPBD Jatim Paparkan Strategi Penanggulangan Bencana
Rakor BTB, Kalaksa BPBD Jatim Paparkan Strategi Penanggulangan Bencana
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM, memaparkan strategi penanggulangan untuk menghadapi berbagai ancaman bencana yang ada di Jawa Timur. Hal ini disampaikan Gatot dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur yang digelar di Swiss-Belinn Juanda, Sidoarjo pada 5-6 September 2024. Gatot Soebroto mengungkapkan bahwa Jawa Timur menghadapi setidaknya 14 jenis ancaman bencana, termasuk banjir, banjir bandang, tsunami, gempa bumi, pandemi COVID-19, dan yang terbaru ancaman penyakit cacar monyet (mpox). "Di Indonesia, khususnya Jawa Timur, ada 14 ancaman bencana. Ada banjir, banjir bandang, tsunami, gempa, COVID-19, yang terbaru mpox, dan lain-lain," jelas Gatot. Lebih lanjut, Gatot memaparkan bahwa pembagian kluster wilayah di Jawa Timur, yang terdiri dari delapan kluster, menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki potensi ancaman bencana yang serupa. Kluster-kluster tersebut meliputi Wilis Utara, Wilis Selatan, Malang Raya, Probolinggo-Malang-Lumajang (Probomajang), Ijen, Madura, Metropolitan Surabaya, hingga Labanegoro. "Artinya, posisi kita di manapun pasti akan menghadapi ancaman yang sama," tambahnya. Untuk itu, Gatot menegaskan perlunya kesiapan menghadapi segala potensi bencana dengan meningkatkan kapasitas dan pemahaman terhadap ancaman yang ada. "Kita harus mempersiapkan diri menghadapi potensi apapun juga dengan cara meningkatkan kapasitas dan mengakrabkan diri dengan potensi bencana tersebut," kata Gatot. Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga memaparkan strategi penganggulangan bencana yang mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kebijakan dan kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, hingga pengembangan sistem informasi, pendidikan dan pelatihan, serta logistik. Ia juga menekankan pentingnya penanganan kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, kesiapsiagaan, serta sistem pemulihan pasca bencana. Selain itu, Gatot juga menjelaskan sejumlah program pencegahan dan kesiapsiagaan yang sedang dan akan terus dijalankan di Jawa Timur. Program-program tersebut mencakup survei mikrotremor, pemasangan Early Warning System (EWS) dan sirine, rambu kebencanaan, serta pengukuran indeks ketahanan/kapasitas daerah. Selain itu, kegiatan seperti Satuan Pendidikan Aman Bencana dan KKN Tematik Kebencanaan juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan. Bagian penting lainnya dari upaya ini meliputi rapat koordinasi, sosialisasi penanggulangan bencana, serta kegiatan penghijauan atau penanaman untuk memperkuat mitigasi bencana di berbagai wilayah. Gatot menegaskan, dengan kesiapsiagaan yang baik dan koordinasi yang kuat antara Pemerintah, BPBD, BAZNAS, dan masyarakat, Jawa Timur dapat lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang ada. "Semua pihak harus dilibatkan di dalam penanganan bencana", pungkasnya.
BERITA06/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Dorong Respons Cepat Penanganan Bencana
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Dorong Respons Cepat Penanganan Bencana
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, M.d., NLP, menekankan pentingnya respons cepat dalam penanganan bencana. Ia mengungkapkan, adanya program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mempermudah BAZNAS untuk segera bergerak ke lokasi kejadian. “Sejak ada BTB, kita bisa berangkat tepat waktu ke lokasi bencana. BAZNAS menyiapkan logistik dan tim relawan,” ujar Ahmad Fikri pada Rakor BTB se-Jawa Timur di Swiss-Belinn Juanda Sidoarjo (5/9/2024). Ahmad Fikri menegaskan, tujuan utama BTB adalah untuk memitigasi bencana dan mengurangi risiko munculnya kemiskinan baru yang sering kali terjadi pasca-bencana. “Tujuan kita tak lain yaitu bagaimana memitigasi bencana, mengurangi risiko munculnya kemiskinan baru. Di mana ada kemiskinan baru, di situ harus ada BAZNAS,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dalam proses pendistribusian bantuan. Koordinasi yang baik, menurutnya, dapat memastikan apa yang dilakukan BAZNAS efisien dan tepat sasaran. “Koordinasi ini penting untuk memastikan apa yang kita lakukan efisien,” ucapnya. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa publikasi kebencanaan dapat berperan penting dalam upaya fundraising. Dengan adanya tim BTB yang selalu hadir di lokasi bencana dan terdepan dalam memberikan bantuan, maka informasi yang sampai ke masyarakat menjadi kunci keberhasilan penggalangan dana. “Publikasi kebencanaan bisa mendatangkan fundraising apabila tim BTB selalu ada, selalu terdepan, dan informasinya sampai ke telinga dan pandangan masyarakat,” kata Ahmad Fikri. Ia menekankan pentingnya aliran informasi yang cepat, agar masyarakat tahu kepada siapa mereka bisa menyalurkan donasi untuk membantu korban bencana. “Orang tidak tega melihat penderitaan orang lain namun tidak tahu harus menitipkan donasinya ke siapa, maka dari itu aliran informasi harus cepat,” pungkasnya. BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir dan berperan aktif dalam setiap situasi darurat bencana, demi meringankan beban korban dan mencegah munculnya kemiskinan baru.
BERITA06/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Nyai Saidah: Kegiatan BTB Adalah Dakwah Zakat Kita
Nyai Saidah: Kegiatan BTB Adalah Dakwah Zakat Kita
Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa kegiatan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merupakan bagian dari dakwah zakat yang sangat penting. Hal itu ia sampaikan pada Rakor BTB se-Jawa Timur di Swiss-Bellin Juanda, Sidoarjo, 5-6 September 2024. Dalam pernyataannya, Nyai Saidah menyoroti pentingnya konsentrasi terhadap penanganan bencana karena bencana kerap kali memunculkan kemiskinan baru di masyarakat. "Setiap kali terjadi bencana, muncul kemiskinan baru. Itulah yang dimitigasi oleh BAZNAS melalui BTB," ujarnya. Nyai Saidah menjelaskan, seluruh kegiatan BTB dirancang untuk mengurangi dampak kerugian yang pada akhirnya berujung pada kemiskinan. Hal ini, menurutnya, menjadi prioritas utama BAZNAS dalam merespons bencana. "Yang penting bagi BAZNAS ketika terjadi bencana adalah seluruh perhatian publik akan tertuju ke titik tersebut," jelasnya. Ia mencontohkan, ketika terjadi erupsi Semeru di Lumajang adalah salah satu bentuk kredibilitas BAZNAS. Sebab saat terjadi bencana, tim BTB langsung terjun ke lokasi sehingga mendapat sorotan media. "BAZNAS hadir, media menyorot, dan publik melihat. Ini adalah bentuk etalase kita. Donatur pun akan lebih percaya melihat kinerja kita," tambahnya. Dengan demikian, kegiatan BTB tidak hanya membantu korban bencana, tetapi juga menjadi bentuk dakwah zakat yang nyata dan transparan bagi masyarakat luas. “Itu yang kita sebut dakwah zakat kita melalui BTB itu sangat penting”, tegasnya. Selain itu, Nyai Saidah menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS kabupaten/kota dengan pemerintah daerah dalam menangani bencana. BAZNAS juga harus siap memberikan dukungan dalam kondisi tertentu, seperti kekeringan di daerah. “BAZNAS harus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kalau di daerah ada kekeringan, ya kita support”, ucapnya. Terakhir, ia menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat untuk kebencanaan sah secara syariat Islam. "Dana zakat yang kita kelola untuk manajemen kebencanaan itu sah secara syari', karena tujuannya untuk mencegah kemiskinan baru. Kita juga didukung Fatwa MUI Nomor 66 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Harta Zakat untuk Kebencanaan", tegasnya.
BERITA06/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BAZNAS Jatim Gelar Rakor BTB
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BAZNAS Jatim Gelar Rakor BTB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur pada 5-6 September 2024 di Swiss-Belinn Juanda, Sidoarjo. Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi BAZNAS dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah di Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim, Imam Hidayat, S.Sos., M.M., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M. Juga hadir Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, M.d., NLP., Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM., serta para Pimpinan dan Komandan BTB BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., mewakili Ketua BAZNAS Jatim yang berhalangan hadir, menekankan pentingnya rakor ini. "Mengapa acara ini penting? Agar kita bisa merencanakan atau memprediksi kejadian-kejadian yang akan terjadi dan menimpa diri kita. Tentu kita semua tidak menginginkan adanya bencana, tetapi siapa yang bisa melawan takdir dari Allah SWT?" kata beliau dalam sambutannya. Lebih lanjut, beliau memberikan contoh beberapa daerah di Jawa Timur seperti Trenggalek, Pacitan, dan Lumajang merupakan wilayah yang rawan bencana, sehingga kesiapan mitigasi sangat diperlukan. “Kita semua harus waspada, ‘sedia payung sebelum hujan’. Di Jawa Timur, ketika bencana datang, kita sudah siap melaksanakan tugas sebagai anggota BTB,” tambahnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyoroti peran penting BAZNAS dalam mitigasi bencana dan kesejahteraan umat. "BAZNAS memiliki peran strategis dalam penanganan bencana melalui program BTB. Program ini menjadi salah satu dari delapan program prioritas nasional dan merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam misi kemanusiaan," katanya. Saidah Sakwan juga menyampaikan bahwa dana zakat yang dikelola BAZNAS diarahkan untuk merealisasikan kemaslahatan umum, termasuk dalam konteks kebencanaan. "Ketika bencana terjadi, kita harus cepat dan tepat dalam penyaluran bantuan, sehingga muzakki bisa melihat langsung bahwa dana yang mereka titipkan dapat membantu masyarakat yang terdampak secara efektif dan efisien," ujar Saidah. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, S.Sos., M.M., mengapresiasi kinerja BAZNAS Jatim dalam penanganan bencana. "Selama ini, kiprah BAZNAS Jatim sangat luar biasa. Tidak ada bencana yang tidak melibatkan BAZNAS dalam penanggulangannya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ungkapnya. Imam Hidayat juga menekankan pentingnya manajemen berbasis ilmu dalam menghadapi bencana agar penanganan lebih terarah dan tepat sasaran. “Dalam kebencanaan, ada beberapa tugas yang harus dipersiapkan, karena manajemen dalam penanggulangan bencana, jika tidak berdasarkan ilmu, akan berbahaya”, imbuhnya. Dengan diselenggarakannya Rakor BTB ini, BAZNAS Jawa Timur berharap dapat terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam mitigasi bencana serta memastikan kesiapan di berbagai wilayah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
BERITA05/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Ngawi Tasarufkan Berbagai Program: Perbaikan Rutilahu hingga Ternak Kambing
BAZNAS Jatim dan Ngawi Tasarufkan Berbagai Program: Perbaikan Rutilahu hingga Ternak Kambing
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pentasarufan (penyaluran) zakat. Pada Rabu (4/9/2024), BAZNAS Jatim bersama BAZNAS Ngawi dan Pemerintah Kabupaten Ngawi menyalurkan sejumlah bantuan kepada mustahik (penerima zakat) di wilayah tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), gerobak usaha untuk pedagang kecil, serta ternak kambing untuk warga yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Waka III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si. secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut bersama dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Ketua BAZNAS Ngawi Samsul Hadi. "Bantuan ini merupakan inisiasi Bupati Ony Anwar yang ingin agar masyarakat Ngawi tidak terjerat rentenir", ujar Ketua BAZNAS Jatim Prof. Ali Maschan dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh warga. Dalam penyalurannya, BAZNAS memberikan 60 ekor kambing, 25 gerobak usaha, serta memperbaiki 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, sebanyak 41 mahasiswa menerima beasiswa SKSS yang diharapkan dapat membantu mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Mudah-mudahan bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik," tambah Prof Ali. Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS Jawa Timur atas perhatian dan dukungannya terhadap masyarakat Ngawi. "Harapan kami semoga bantuan ini dapat bermanfaat, terutama bantuan beasiswa agar masyarakat mencapai pendidikan yang lebih baik," ujarnya. Ony juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas pentasarufan bantuan ini. "Dengan rasa syukur, kita berharap pentasarufan bantuan dapat mendatangkan keberkahan dari Allah SWT", ucapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia berharap agar bantuan yang disalurkan tahun ini dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga, dan program-program serupa dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Dengan adanya berbagai program ini, BAZNAS Jatim bersama BAZNAS dan Pemkab Ngawi berharap dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik dan mandiri bagi para penerima manfaat, serta memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ngawi.
BERITA04/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →