WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim dan Cabdindik Malang-Batu Santuni Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota Malang dan Batu menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 9 Kota Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kasi SMA PK PLK Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu Mohammad Asrofi, M.Pd., Ketua BAZNAS Kota Malang, Ketua BAZNAS Kota Batu, Kepala SMAN 9 Kota Malang, serta pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu.

Dalam sambutannya, Mohammad Asrofi, M.Pd., menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu yang berhalangan hadir karena memiliki agenda bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ia menyampaikan salam hormat kepada BAZNAS Jatim dan berharap kegiatan Lebaran Yatim dapat berjalan dengan khidmat dan lancar dari awal hingga akhir.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB berada di bawah Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu, sedangkan jenjang SMP, SD, TK, dan PAUD menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, SMAN 9 Kota Malang dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mendukung kelancaran pelayanan, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak.

“Kami sangat bersyukur atas atensi dari BAZNAS Jatim yang telah memberikan santunan kepada anak yatim di seluruh Cabdindik ini. Alhamdulillah, GPK kami juga mendapatkan bantuan modal usaha dan rombong untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Mudah-mudahan seluruh bantuan ini bermanfaat dan barokah bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Waka I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, M.A., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti meskipun bulan Muharram telah berakhir. Menurutnya, menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan bentuk kebaikan yang pahalanya dapat terus mengalir sepanjang hayat.

“Meskipun Muharram sudah berakhir, tetapi kita tetap harus menyayangi anak yatim, karena pahalanya sepanjang hayat. Mudah-mudahan anak-anak yatim kita tidak minder. Kalian harus berjuang mencapai cita-cita yang tinggi, karena sudah banyak contohnya,” pesannya.

Ia juga mendoakan agar anak-anak yatim senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dalam kehidupan. Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi seluruh pengurus UPZ BAZNAS.

Dalam kesempatan tersebut, Waka I BAZNAS Jatim turut menyampaikan sejumlah program pemberdayaan dan pendistribusian BAZNAS Jatim. Di antaranya Beasiswa SKSS yang memberikan bantuan UKT sebesar Rp2 juta setiap semester hingga semester 8, dengan persyaratan dalam satu keluarga belum ada yang bergelar sarjana. Selain itu, terdapat bantuan UMKM berupa tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta dan gerobak, serta santunan bagi lansia fakir sebatang kara sebesar Rp600 ribu setiap bulan hingga penerima manfaat wafat.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Wilayah Kota Malang dan Batu berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama.

22/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim-Cabdindik Pasuruan, 100 Anak Yatim Terima Santunan

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Pasuruan menggelar kegiatan Lebaran Yatim di SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Waka I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Waka II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Waka IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan Erwan Tjahjono, S.H., M.H., beserta jajaran, pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota Pasuruan, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Pasuruan, serta kepala SMA/SMK/SLB Negeri se-Wilayah Pasuruan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan. Selain itu, BAZNAS Jatim juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa zakat merupakan instrumen yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Menurutnya, penyaluran zakat diharapkan dapat dilakukan secara merata dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim.

"Zakat merupakan instrumen yang sangat mulia di dalam Islam. Pentasyarufan zakat kita harapkan dapat merata, termasuk kepada anak-anak yatim," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim yang telah dilaksanakan di lingkungan Cabdindik Pasuruan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang luas dan semakin memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Semoga Lebaran Yatim ini mendapat manfaat yang luas dan memperkuat kepedulian sosial bagi kita semua. Terima kasih kepada Bapak Ibu donatur UPZ BAZNAS," katanya.

Sementara itu, Waka IV BAZNAS Jatim, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, berbuat baik kepada anak yatim tidak terbatas pada bulan Muharram, tetapi dapat dilakukan kapan saja.

"Berbuat baik kepada yatim tidak hanya di bulan Muharram saja. Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi umat Islam, yaitu menunaikan zakat, infak, dan sedekah," tuturnya.

Ia menjelaskan, zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk mencapai nisab. Sementara bagi masyarakat yang belum mencapai nisab, masih dapat mengambil bagian dalam kebaikan melalui infak dan sedekah.

"Mari kita tingkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semakin banyak yang kita himpun, insyaallah semakin banyak pula masyarakat yang dapat kita bantu dan semakin banyak anak yatim yang dapat kita santuni," ujarnya.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jatim bersama Cabdindik Pasuruan berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh. Sinergi antara BAZNAS, UPZ, dan lingkungan pendidikan diharapkan mampu memperkuat penghimpunan ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi para mustahik di Jawa Timur.

21/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim BAZNAS Jatim di Mojokerto, Wujudkan Kepedulian dan Penguatan Ekonomi Mustahik

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Aula SMK Negeri 2 Kota Mojokerto, Selasa (14/07/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan produktif bagi para mustahik.

Acara dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Pimpinan BAZNAS Kota dan Kabupaten Mojokerto, Pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kepala SMA/SMK/sederajat se-Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta para penerima manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa agar tetap memiliki semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan modal usaha kepada 5 mustahik serta bantuan alat usaha berupa rombong kepada 5 mustahik sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki peran besar dalam menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program seperti Lebaran Yatim, BAZNAS tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu bangkit dan mandiri. Waka II BAZNAS Kota Mojokerto (Drs. Akhnan) turut hadir dan memberikan santunan secara simbolis kepada anak yatim pada sesi inti acara.

Sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Cabdindik Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, UPZ, serta seluruh satuan pendidikan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik.

Melalui semangat berbagi dan gotong royong, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan.

14/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim Bersama Cabdindik Probolinggo, BAZNAS Jatim Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Probolinggo menggelar kegiatan Lebaran Yatim di Masjid As Syuhada SMK Negeri 2 Probolinggo, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan mustahik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Timur Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Cabdindik Wilayah Probolinggo H. Slamet Goestiantoko, M.Si., pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota Probolinggo, pengurus UPZ Cabdindik Wilayah Probolinggo, para kepala SMA/SMK/SLB se-Wilayah Probolinggo, serta 100 anak yatim dan 10 penerima manfaat bantuan pemberdayaan.

Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Probolinggo, H. Slamet Goestiantoko, M.Si., menyampaikan rasa syukur dapat bertemu langsung dengan anak-anak yatim dan para penerima manfaat di Masjid As Syuhada. Menurutnya, masjid dipilih sebagai lokasi kegiatan karena Lebaran Yatim merupakan kegiatan yang sangat mulia dan menjadi bentuk ibadah yang dicintai Rasulullah SAW.

"Sebanyak 100 anak yatim menerima santunan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama UPZ Cabdindik. Selain itu, kami juga memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak musibah kebakaran serta bantuan modal usaha untuk kantin sekolah. Terima kasih kepada seluruh guru dan kepala sekolah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui UPZ BAZNAS. Semoga tahun depan semakin banyak anak yatim yang dapat kita bantu," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur, Drs. KH. Masnuh, M.A., menyampaikan salam dari Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., yang pada saat bersamaan menghadiri agenda di Kabupaten Nganjuk. Beliau berharap santunan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim.

Ia menjelaskan bahwa Lebaran Yatim merupakan agenda yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Cabdindik se-Jawa Timur sebagai bentuk sinergi BAZNAS dengan dunia pendidikan dalam menebarkan kepedulian sosial.

"Alhamdulillah, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Jawa Timur terus meningkat. Amanah dari para muzaki tersebut kami salurkan melalui berbagai program kemaslahatan, seperti Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), santunan fakir, santunan yatim, hingga bantuan gerobak dan modal usaha bagi mustahik," tuturnya.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim terus tumbuh di lingkungan pendidikan, sehingga semakin banyak mustahik yang merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki.

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
Amazing Muharram, BAZNAS Jatim Bersama Cabdindik Lamongan Santuni 100 Anak Yatim dan Berdayakan Mustahik

BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Lamongan menggelar kegiatan Amazing Muharram, Lebaran Yatim di Hall Andanwangi, Laboratorium Perhotelan (Edotel) SMK Negeri 1 Lamongan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Lebaran Yatim BAZNAS Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam menyemarakkan bulan Muharram 1448 H.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Kepala Cabdindik Wilayah Lamongan Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., pimpinan BAZNAS Kabupaten Lamongan, Kepala SMK Negeri 1 Lamongan, para kepala SMA/SMK/SLB se-Lamongan, serta para penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Jawa Timur menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim, bantuan 5 rombong usaha bagi pelaku UMKM mustahik, serta 5 bantuan modal usaha masing-masing senilai Rp2.000.000. Anak-anak yatim juga menerima tas sekolah beserta alat tulis sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar mereka.

Dalam sambutannya, Kepala Cabdindik Wilayah Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi semua pihak.

"Alhamdulillah, hari ini 100 anak yatim menerima santunan, lima mustahik memperoleh bantuan rombong usaha, dan lima mustahik lainnya menerima bantuan modal usaha. Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan ketakwaan kita serta menghadirkan keberkahan dan kenikmatan dunia maupun akhirat," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa meski baru enam bulan bertugas di Cabdindik Lamongan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja. Menurutnya, Lamongan saat ini menjadi salah satu wilayah terbaik di Jawa Timur dalam penyaluran beasiswa berkat sinergi dan dukungan BAZNAS serta para muzaki.

"Kami bersyukur dapat menyisihkan sebagian rezeki melalui BAZNAS. Ini merupakan ikhtiar bersama yang juga sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Timur untuk memperkuat pengelolaan zakat melalui BAZNAS," tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup karena memiliki dampak besar terhadap kebersihan hati dan kesehatan mental.

Menurutnya, Al-Qur'an memberikan perhatian yang sangat besar terhadap persoalan hati. Pertemuan yang paling baik adalah pertemuan yang membahas kebaikan dan sedekah, yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, janda, dan anak yatim.

Beliau juga menegaskan bahwa anak yatim tidak boleh merasa rendah diri karena Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim. Bahkan, dalam Al-Qur'an, penyebutan anak yatim didahulukan sebelum fakir miskin sebagai bentuk perhatian dan penghormatan terhadap mereka.

"Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau akan bersama orang-orang yang mengasuh anak yatim. Orang yang gemar membantu sesama, bersedekah, dan peduli kepada orang lain, insyaallah akan memiliki hati yang bersih dan memperoleh kebahagiaan," tutur beliau.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jatim juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan badan pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Beliau mengapresiasi peran UPZ Cabdindik Lamongan yang selama ini menjadi salah satu Unit Pengumpul Zakat terbaik di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Melalui program Lebaran Yatim ini, BAZNAS Jawa Timur berharap semangat berbagi di bulan Muharram terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi bersama Dinas Pendidikan diharapkan semakin memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya dalam bentuk santunan kepada anak yatim, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi mustahik agar semakin mandiri dan sejahtera.

08/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang dihadiri sebanyak 1.200 peserta di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu. "Sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia. "Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekarang penduduk kita 236 juta penduduk adalah Muslim, sebuah jumlah yang sangat besar, tentu saja potensi zakat kita juga masih sangat besar untuk bisa kita gali dan kita kelola dengan baik. Sebab itu saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan terobosan-terobosan melalui edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 diselenggarakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). Acara ini merupakan yang pertama dalam sejarah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN adalah tonggak sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan. "Ini bukan hanya momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangkitan Indonesia melalui keberadaan Ibu Kota Negara yang baru," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi antara Pemerintah dan BAZNAS. "Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan BAZNAS," katanya. Menurut Kiai Noor, penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN sangat membanggakan, sebab pembangunan IKN yang sedang berlangsung merupakan yang paling unik di dunia. "Ini membuktikan bahwa BAZNAS adalah sahabat Bapak Presiden Joko Widodo. Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia di mata dunia," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa Rakornas BAZNAS 2024 bertujuan memperkuat tata kelola zakat nasional, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal dan terintegrasi antara BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. "Tujuan Rakornas ini adalah untuk meningkatkan tata kelola kinerja pengelolaan ZIS-DSKL secara nasional dalam rangka mencapai visi dan misi BAZNAS tahun 2025, sehingga ZIS-DSKL dapat menyejahterakan mustahik secara nasional melalui BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dari dua ormas besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS se-Indonesia, termasuk dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita."
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Apresiasi Pengelolaan Zakat, Presiden Jokowi Buka Rakornas BAZNAS 2024 di Ibu Kota Nusantara
Apresiasi Pengelolaan Zakat, Presiden Jokowi Buka Rakornas BAZNAS 2024 di Ibu Kota Nusantara
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang dihelat di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional tahun 2024 saya nyatakan dibuka secara resmi. Terima kasih," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang dihadiri sekitar 1.200 peserta. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memuji BAZNAS RI yang telah memulai pemanfaatan teknologi digital dalam setiap penyelenggaraan acara besar, sehingga dapat berjalan dengan cepat dan sukses. "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. "Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Menurut Presiden Jokowi, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, potensi zakat di Indonesia juga masih sangat besar untuk bisa dikelola dan digali dengan baik. "Saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan teribosan-terobosan baik melalui edukasi kepada masyarakat, yang paling penting adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membangun sebuah tata kelola yang baik yang profesional," katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, Rakornas BAZNAS 2024 yang digelar di IKN bukan hanya sebuah momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga sebuah tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional. "Hari ini, tanggal 25 September 2024, adalah hari yang sangat istimewa dan membanggakan bagi kami semua. Kami bersyukur dapat melaksanakan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2024 di Istana Negara Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur," kata Kiai Noor. Kiai Noor menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memperkenankan BAZNAS untuk menyelenggarakan kegiatan pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara. "Kehormatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural dengan tugas Pengelolaan Zakat dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan makmur melalui pengelolaan zakat yang semakin optimal," katanya. Kiai Noor menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS dengan program-program pembangunan nasional semakin menunjukkan intensitas yang tinggi, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS untuk mendukung program sosial pemerintah," tegasnya. Kiai Noor juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan luar biasa untuk acara ini, yaitu Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triatama. "Dukungan ini tentunya tidak hanya kami lihat berupa dana, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dan dedikasi terhadap visi kami yaitu untuk menyejahterakan umat. Semoga hubungan ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa depan, serta memberikan manfaat bagi kita semua," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama, KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan, Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Lamongan Salurkan Bantuan: Mulai Perbaikan Rutilahu Hingga Korban Kebakaran
BAZNAS Jatim dan Lamongan Salurkan Bantuan: Mulai Perbaikan Rutilahu Hingga Korban Kebakaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lamongan melaksanakan pentasharufan berbagai bantuan dalam rangka Program Lamongan Peduli. Program ini mencakup penyerahan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu), bantuan operasional untuk Griya Qur'an Difabel, serta bantuan bagi korban bencana kebakaran di beberapa kecamatan. Diadakan di Gedung MUI Kab. Lamongan, Senin (23/9/2024), penyaluran bantuan perbaikan rutilahu didanai bersama oleh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten Lamongan, di mana setiap penerima mustahik mendapatkan bantuan senilai Rp30.000.000. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BAZNAS Provinsi dan Kabupaten. Beliau menekankan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga keseimbangan sosial. “Salah satu cara membersihkan hati adalah dengan zakat. Sedekah bisa menutup 70 pintu kejelekan, dan musibah bisa ditolak dengan zakat, sebagaimana dijelaskan dalam surah Saba ayat 16," ujar Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan menegaskan pentingnya keseimbangan dalam hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Beliau menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya merupakan kewajiban keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Karena hablumminallah itu harus seimbang dengan hablumminannas. Ada kisah seorang ahli ibadah yang sholatnya khusyuk, namun dia memiliki tetangga yang kelaparan tetapi tidak mau membantu. Terkait hal itu, Nabi menjawab bahwa orang tersebut tidak akan masuk surga. Di sinilah pentingnya zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS menjalankan amanah ini dengan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujar Prof. Ali. Bambang Eko Muljono. S.H., Sp.N., M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, melaporkan bahwa bantuan perbaikan rutilahu ini menyasar warga dari tujuh kecamatan, yakni Modo, Maduran, Paciran, Sugio, Karangbinangun, Sukodadi, dan Turi. Selain itu, bantuan operasional juga diberikan untuk Griya Qur’an Difabel, serta bantuan bagi korban bencana kebakaran di Kecamatan Sugio, Babat, Kedungpring, dan Kembangbahu. “Kami laporkan kali ini kegiatan penyerahan untuk bedah rumah, baik dari dana BAZNAS Provinsi Jawa Timur maupun dari BAZNAS Kabupaten. Kemudian, bantuan untuk musibah kebakaran, dan yang tidak kalah penting, kami juga laporkan bahwa teman-teman difabel memerlukan bantuan dari kita semua. Kami masih kesulitan untuk mencari Al-Qur'an Braille, tetapi hari ini kami masih berusaha mencarikannya. Kami sudah berkoordinasi dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Pusat, khususnya dengan Pak Sekcam selaku UPZ," jelas Bambang. Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Drs. Mohammad Nalikan, M.M., yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan terima kasihnya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Lamongan atas kolaborasi yang telah terjalin. "Terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur maupun BAZNAS Kabupaten Lamongan yang telah berkolaborasi dalam membantu warga Lamongan. Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam, tetapi banyak yang melupakannya. Pemerintah Kabupaten Lamongan telah membuat kebijakan mewajibkan seluruh ASN untuk menunaikan zakatnya. Alhamdulillah, zakat yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu masyarakat, termasuk untuk bedah rumah dan bantuan bagi korban kebakaran." ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial dan solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Optimalkan Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Audiensi dengan Polda Jatim
Optimalkan Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Audiensi dengan Polda Jatim
Dalam upaya meningkatkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur di Aula Rupatama, Biro SDM Polda Jatim, Selasa (17/9/2024). Hadir dalam audiensi tersebut Kabag Watpers Ro SDM Polda Jatim, AKBP Mochamad Nur Azis, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., dan Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si. Juga hadir dalam pertemuan ini, Kabag Pengumpulan ZIS-DSKL BAZNAS Jatim, Abdul Kholik, beserta tim. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., menjelaskan peran dan fungsi BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas mengelola zakat secara nasional. “BAZNAS ini merupakan badan pemerintah non-struktural, sama seperti BMKG, BRIN, BKKBN, dan lembaga-lembaga non-struktural lainnya. Bedanya, mereka mendapatkan APBN yang jelas, sedangkan kami ini satu-satunya badan yang tidak mendapat APBN, tetapi undang-undang memerintahkan untuk mencari dana sebanyak-banyaknya guna membantu fakir miskin, termasuk anak-anak yatim, serta mohon maaf, janda-janda,” ujar Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan juga menegaskan bahwa BAZNAS memiliki landasan hukum yang kokoh, dengan regulasi yang diatur melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah, Instruksi dari Kemendagri, dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2014. “Semua ASN, termasuk polisi dan lembaga negara lainnya, zakat infaknya harus disalurkan ke BAZNAS, karena BAZNAS ini memiliki moto yang jelas: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Ali Maschan menyebutkan contoh sukses dari pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kampus. Ia menyebut, “Contoh UPZ di kampus, misalnya di Universitas Brawijaya, setiap bulan bisa menyetor Rp300 juta. Dari uang tersebut, 70% bisa kembali lagi untuk program mereka.” Dalam kesempatan tersebut, Ali Maschan juga mengangkat kajian ilmiah dari seorang guru besar psikologi di Amerika tentang efek positif bagi mereka yang rajin bersedekah. "Mereka memiliki efek yang disebut 'glow warm effect,' yang berpengaruh pada hati mereka, membuatnya bersinar, sehingga mereka mengetahui apa yang akan terjadi pada diri mereka," paparnya. Selain itu, Ali Maschan menjelaskan mekanisme zakat bagi ASN dan kepolisian. “Jika gaji seseorang sebesar Rp6,5 juta, itu sudah masuk nishab maka dipotong 2,5%. Jika tidak mencapai jumlah itu, masuk dalam kategori infak, yang pemotongannya akan ditentukan oleh Bapak Kapolda. Gaji ASN, termasuk kepolisian, yang berasal dari negara, zakatnya harus disalurkan ke BAZNAS,” ujarnya. Beliau juga menurutkan bahwa zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi para muzaki (pemberi zakat). Salah satunya adalah potensi pengurangan beban pajak bagi mereka yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga yang diakui negara. "Di BAZNAS, zakat dan infak yang disalurkan bisa mengurangi pajak," tuturnya. Di akhir penyampaiannya, Ali Maschan berharap agar pengelolaan zakat di lingkungan Polda Jatim dapat lebih terstruktur melalui pembentukan UPZ. “Mudah-mudahan dengan sebagian rezeki yang diinfakkan, rezeki Bapak/Ibu akan bertambah. Untuk yang akan menarik zakat, nantinya teknisnya dibentuk UPZ, yang akan kami SK-kan, tergantung siapa yang ditunjuk oleh Kapolda,” tutupnya. Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan Polda Jatim dalam mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran zakat untuk kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Bantuan ZChicken Jadi Harapan Baru Umi Santika dan Keluarga
Bantuan ZChicken Jadi Harapan Baru Umi Santika dan Keluarga
Hidup di rumah orang tua bersama suami dan tiga anaknya, Umi Santika (40), menghadapi tantangan besar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tinggal di SiwalanKerto Timur, Umi sebelumnya bekerja di laundry, namun penghasilannya tidak cukup untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari lima jiwa. Kini, dengan dukungan dari BAZNAS melalui program bantuan usaha ZChicken, Umi berusaha merajut harapan baru demi masa depan keluarganya. Suaminya, Ferry Santoso, bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik, tetapi penghasilan mereka masih jauh dari cukup. Biaya hidup yang tinggi membuat mereka harus cermat dalam mengatur keuangan. Tantangan semakin berat dengan kebutuhan pendidikan ketiga anaknya yang masih bersekolah. Umi harus merawat ibunya yang sudah tua, menambah beban tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, dan anak. Dalam situasi yang sulit ini, Umi memutuskan untuk keluar dari pekerjaan laundry dan berencana membuka usaha baru yang lebih menjanjikan, yaitu berjualan ayam ZChicken. Berkat bantuan dari BAZNAS, Umi mendapatkan kesempatan untuk memulai usaha ini dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarganya. Lokasi jualan yang dipilih Umi sangat strategis, terletak di pinggir jalan raya dekat masjid, pertokoan, dan sekolah, di mana banyak lalu lalang motor, mobil, serta pejalan kaki. Bekas warung milik keluarganya yang sudah siap ditempati juga menjadi keuntungan bagi Umi, karena dia tidak perlu mencari tempat baru untuk memulai usaha. “Saya berharap dengan bantuan ZChicken ini, penghasilan keluarga bisa lebih baik. Dulu saya hanya jualan nasi kecil-kecilan, tapi sekarang dengan ZChicken, saya berharap bisa menarik lebih banyak pembeli,” ujar Umi penuh harap. Program ZChicken dari BAZNAS dirancang untuk membantu mustahik seperti Umi, agar mereka dapat memulai usaha baru dan meningkatkan penghasilan. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan dukungan bisnis, sehingga penerima bantuan memiliki keterampilan untuk menjalankan usaha secara mandiri. Bagi Umi, bantuan ini adalah cahaya harapan di tengah tantangan yang berat. Dengan usaha ZChicken yang akan segera dibuka, Umi berharap dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terus bergantung pada suami. "Saya ingin anak-anak saya bisa sekolah dengan baik, tanpa harus khawatir soal biaya," kata Umi. Bantuan dari BAZNAS memberikan Umi peluang untuk berjuang lebih keras demi keluarganya. Dengan lokasi jualan yang strategis dan semangat pantang menyerah, Umi optimis usahanya akan berhasil. Kini, dia tengah bersiap membuka lembaran baru dalam hidupnya, menatap masa depan yang lebih cerah bersama ZChicken.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Program Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Ringankan Beban Ibu Juriyah
Program Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Ringankan Beban Ibu Juriyah
Di Desa Krajan, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember — Hidup sebatang kara di usia senja, Ibu Juriyah, seorang janda yang menerima bantuan santunan fakir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan sepanjang hayat tersebut, diberikan kepada beliau yang saat ini dalam kondisi sakit dan tidak mampu lagi menjalankan aktivitas sehari-hari. Ibu Juriyah, yang telah lama ditinggal suaminya, hidup seorang diri tanpa ada keluarga dekat yang menemaninya. Di usianya yang telah lanjut, tubuhnya semakin lemah dan penyakit yang dideritanya membuatnya semakin tak berdaya. Untuk makan sehari-hari, Ibu Juriyah hhanya mengandalkan belas kasih tetangga sekitar. Namun, bantuan dari masyarakat sekitar belum mampu memenuhi kebutuhannya yang semakin mendesak. Kepedulian BAZNAS Jatim terhadap kondisi Ibu Juriyah merupakan wujud nyata program bantuan santunan lansia fakir yang dilaksanakan secara berkala. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup Ibu Juriyah, setidaknya untuk kebutuhan pokok seperti makan dan obat-obatan. "Beliau menerima bantuan fakir sebesar Rp 600.000 setiap bulan sepanjang hayat. Saat ini, Ibu Juriyah sedang sakit, semoga lekas sembuh." ujar Kabag SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., yang melakukan monev guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Kisah hidup Ibu Juriyah mencerminkan banyaknya lansia di pedesaan yang hidup dalam kesendirian dan kemiskinan. Mereka membutuhkan perhatian, tidak hanya dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga kesehatan dan pendampingan sosial. Dengan adanya perhatian dari BAZNAS Jatim, diharapkan akan semakin banyak lansia lain yang juga mendapat bantuan serupa, sehingga bisa menjalani sisa hidup mereka dengan lebih layak.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Ketua BAZNAS Jatim Buka Pelatihan BTB di Kabupaten Kediri
Ketua BAZNAS Jatim Buka Pelatihan BTB di Kabupaten Kediri
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., turut hadir dan membuka acara pelatihan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Kediri, bertempat di Yayasan Fadlur Rahman, Ds. Babadan, Kec. Ngancar, Kab. Kediri, Sabtu (21/9/2024). Pelatihan yang diadakan di dua kaki gunung dengan mengusung tema "Membangun Peran Masyarakat yang Sigap dan Tanggap dalam Kebencanaan" ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan relawan BTB dalam menghadapi situasi bencana. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa menegaskan pentingnya kesiapsiagaan para relawan dalam penanganan bencana. Beliau juga memberikan arahan kepada peserta pelatihan untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka, terutama dalam hal manajemen bencana dan respon cepat. Kiai Ali Maschan juga mengapresiasi inisiatif BAZNAS Kabupaten Kediri dalam menyelenggarakan pelatihan ini, yang dinilai sangat tepat mengingat wilayah Jawa Timur sering kali berhadapan dengan berbagai potensi bencana alam. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, dengan fokus pada strategi penanganan bencana, manajemen risiko, serta teknik penyaluran bantuan yang efektif. Melalui pelatihan ini, diharapkan relawan semakin siap dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi bencana. Hadir dalam acara ini, jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kediri beserta pelaksana.
BERITA22/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Menyambung Asa di Tengah Keterbatasan: ZChicken Bantu Bu Nining Bertahan
Menyambung Asa di Tengah Keterbatasan: ZChicken Bantu Bu Nining Bertahan
Perjuangan panjang Bu Nining Kusdianti (52), seorang pedagang nasi campur di Bungurasih Utara, Sidoarjo, kini menemukan titik terang. Beberapa waktu yang lalu, BAZNAS Provinsi Jawa Timur hadir untuk memberikan bantuan program ZChicken, yang diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Selama bertahun-tahun, Bu Nining berjuang dengan penghasilan yang sangat minim dari hasil jualan nasi campurnya. Dengan hanya mendapatkan Rp 600.000 per bulan, penghasilan ini jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terlebih lagi, suaminya, Herry Santuso, yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, juga tidak memiliki penghasilan yang pasti. Dalam sebulan, jika beruntung, Herry bisa membawa pulang sekitar Rp 1 juta. Namun, beban ekonomi yang dihadapi keluarga ini tidaklah ringan, dengan tagihan listrik sebesar Rp 478.000, air PDAM Rp 50.000, kebutuhan sehari-hari, dan cicilan hutang BRI Rp 650.000 per bulan untuk biaya kuliah anak mereka yang kini sudah lulus. Keadaan ini membuat Bu Nining pantang menyerah. Ia terus berusaha mencari jalan untuk memperbaiki nasibnya. Lewat dedikasi dan ketekunannya dalam mengelola usaha kecil, Bu Nining mengajukan bantuan dari BAZNAS Jawa Timur melalui program ZChicken. Program ini memberikan peluang bagi mustahik seperti Bu Nining untuk membuka usaha ayam goreng siap saji dengan dukungan modal usaha dan alat kerja dari BAZNAS. Dengan bantuan ini, Bu Nining kini resmi memulai usaha ZChicken. Harapannya, usaha baru ini dapat menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil dan membantu keluarganya keluar dari kesulitan ekonomi. “Saya sangat bersyukur atas bantuan dari BAZNAS ini. Semoga dengan usaha ZChicken, penghasilan kami bisa lebih baik dan kami bisa melunasi hutang lebih cepat,” ucap Bu Nining dengan mata berkaca-kaca. ZChicken merupakan program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi BAZNAS berupa usaha ayam goreng yang ditujukan untuk membantu para mustahik meningkatkan taraf ekonomi mereka. Program ini memberikan pelatihan, peralatan usaha, dan bahan baku awal untuk memulai bisnis. Dengan demikian, mustahik yang terlibat tidak hanya diberi bantuan dana, tetapi juga keterampilan dan dukungan dalam menjalankan usaha. Kehadiran ZChicken di halaman rumah orang tua Bu Nining di Bungurasih Utara memberikan nuansa baru. Halaman yang luas itu kini tidak hanya digunakan untuk berjualan nasi campur, tetapi juga ZChicken, yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pembeli. Dengan usaha barunya ini, Bu Nining kini memiliki harapan baru. Bantuan dari BAZNAS Jatim melalui program ZChicken bukan hanya sekadar pemberian, melainkan peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kini, dia tak hanya berjuang untuk keluarganya, tetapi juga membuktikan bahwa dengan ketekunan dan bantuan yang tepat, mustahik seperti dirinya bisa bangkit dan mandiri.
BERITA20/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Bersama Pj. Gubernur Adhy Karyono, BAZNAS se-Jatim Luncurkan Program Penguatan Modal UMKM
Bersama Pj. Gubernur Adhy Karyono, BAZNAS se-Jatim Luncurkan Program Penguatan Modal UMKM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Jawa Timur resmi meluncurkan Program Penguatan Modal UMKM yang ditujukan untuk mendukung pelaku usaha mikro agar terbebas dari jeratan rentenir. Acara tersebut berlangsung di Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya, Kamis (19/9/2024). Hadir dalam peluncuran ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Direktur KPw BI Kanwil Prov. Jatim M. Noor Nugroho, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Prov. Jatim Dedy Patria, dan Para Kepala OPD Prov. Jatim yang hadir. Turut hadir, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., serta Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Tak ketinggalan, Ketua Pengurus Wartawan Indonesia Luthfi Hakim, Direktur IT & Digital Bank Jatim Zulhelfi Abidin, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Drs. Mufi Imron Rosyadi, MEI, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia KC Surabaya Darmo. Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, dalam peluncuran program ini, memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung pencapaian target pemerintah, khususnya di sektor ekonomi produktif. "BAZNAS merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam mencapai target ekonomi produktif. Banyak target kami yang tercapai berkat peran BAZNAS," ungkap Adhy Karyono. Ia juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan kepada para stakeholder yang mendukung BAZNAS melalui penunaian zakat dan infak. "Kita harus memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS," tambahnya. Adhy Karyono menjelaskan, melalui bantuan ekonomi produktif, baik dalam bentuk permodalan maupun alat produksi, pemerintah bersama BAZNAS mampu menggerakkan ekonomi riil yang langsung berdampak pada masyarakat. "Di Jawa Timur, tentu saja dengan kita menggelontorkan bantuan-bantuan yang sifatnya ekonomi produktif, baik berupa akses permodalan, maupun alat produksi, itu membuat ekonomi riil bergerak dan hasilnya menetes pada masyarakat miskin," jelasnya. Lebih lanjut, Adhy menegaskan bahwa peran BAZNAS sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini. "BAZNAS berperan sebagai penyelamat dalam menjaga kestabilan ekonomi," ujarnya. Program Penguatan Modal UMKM sebelumnya telah diterapkan di berbagai wilayah seperti Banyuwangi, Ngawi, dan Tulungagung. Tujuan dari program ini yaitu mendukung para pelaku usaha mikro, khususnya pedagang kecil dan Pedagang Kaki Lima (PKL), agar terbebas dari jeratan rentenir dengan pinjaman berbunga tinggi. “Misal pinjam Rp1 juta, kembali Rp1,3 juta. Kan kasihan mereka. Ini sudah kami coba di Ngawi, Tulungagung, dan Banyuwangi. Kami berikan pinjaman, tetapi pelunasannya semampunya. Namun, pada akhirnya kami kembalikan lagi kepada mereka, yang penting mereka tidak berhutang lagi ke rentenir,” jelas Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. Ali Machan Moesa. Prof. Ali Maschan juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah, khususnya Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, yang sangat peduli terhadap masalah ini. “Pak Pj. Gubernur sangat peduli terhadap hal ini. Alhamdulillah, hari ini mulai diluncurkan, dan contoh keberhasilannya bisa dilihat dari testimoni di tiga kabupaten tadi,” paparnya. Ia juga menekankan bahwa BAZNAS memprioritaskan pelaku usaha kecil yang rentan terjerat utang kepada rentenir. “Yang penting, mereka memiliki usaha. Kami prioritaskan pedagang kecil, karena mereka selama ini berhutang Rp1 juta, tetapi mengembalikannya Rp1,3 juta. Apa tidak kasihan mereka?” ujarnya. Melalui program-program ini, Prof. Ali menegaskan bahwa tugas BAZNAS adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat. “Inilah tugas kami di BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural, yaitu untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi disparitas seperti itu,” pungkasnya. Sejak 2019, program ini telah menyalurkan bantuan modal lebih dari Rp 706.250.000 kepada 665 mustahik dari 24 kelompok di Banyuwangi. Di Ngawi, sejak 2022 program ini telah membantu 508 pedagang, termasuk 458 pedagang sayur dan 50 PKL. Sedangkan di Tulungagung, sekitar 353 pedagang, mulai dari pedagang sayur, penjahit, hingga warung makan, telah menikmati manfaat program ini, dengan 64% aktif ber-infak. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga melatih mustahik untuk ber-infak dan ber-sedekah. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program "Sedekah Shubuh," di mana mustahik menyumbangkan Rp 2.000 setiap hari sebelum bekerja, yang kemudian disetorkan ke kantor BAZNAS setempat.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rapim BAZNAS Jatim: Bahas Penguatan Modal UMKM hingga Peningkatan Kinerja UPZ
Rapim BAZNAS Jatim: Bahas Penguatan Modal UMKM hingga Peningkatan Kinerja UPZ
BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menggelar rapat rutin pimpinan yang diadakan di kantor BAZNAS Jatim di Islamic Centre, Rabu (18/9/2024). Dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., rapat dihadiri oleh jajaran pimpinan termasuk Waka II Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Waka III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Turut hadir Kabag SAI Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., Kabag Pengumpulan Abdul Kholik, Kabid Pendistribusian Chandra Asmara, S.E., Kabag Keuangan Machrus Ihsan, M.H.I., dan Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E. Rapat ini memfokuskan pada evaluasi berbagai program serta persiapan kegiatan mendatang. Penguatan Modal UMKM dan Persiapan Peluncuran Program Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat ini adalah peluncuran Program Penguatan Modal untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) BAZNAS se-Jawa Timur. Program ini akan diluncurkan dalam sebuah acara yang melibatkan beberapa instansi, di antaranya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Persiapan teknis eperti rundown acara, registrasi peserta, hiburan musik gambus elektone, serta shalawat nabi turut dibahas secara rinci. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh mustahik yang akan menerima bantuan simbolis, seperti program Z Chicken, Z Auto, Z Coffee, Beasiswa SMA/SMK/MA, dan Beasiswa SKSS yang akan diberikan kepada beberapa penerima manfaat. Audiensi dengan Lembaga dan Pembentukan UPZ Topik penting lainnya yang dibahas dalam rapat ini adalah upaya peningkatan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai institusi. Perkembangan dari beberapa universitas, seperti UPN yang sudah mulai mengumpulkan ZIS namun belum maksimal dan masih membutuhkan dorongan dari pimpinan kampus. Selain itu, UIN KHAS Jember sedang memproses pengajuan pengurus UPZ, dan Bank BTN juga didorong untuk segera membentuk UPZ serta membuka rekening khusus untuk zakat. Progres audiensi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) juga dibahas, di mana audiensi resmi dijadwalkan pada Senin mendatang. Beberapa lembaga lain seperti Unesa masih belum memberikan respons, meskipun sudah dilakukan upaya follow up. Pendistribusian Dana Zakat Dari Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, telah dilaporkan penyaluran dana zakat dalam minggu terakhir. UPZ Dinas Sosial menerima pencairan program sebesar Rp95 juta, sementara UPZ Dinas Kelautan dan Perikanan memperoleh Rp80,2 juta. Total pendistribusian untuk fakir miskin selama bulan September mencapai Rp561 juta lebih. Selain itu, BAZNAS Jatim merencanakan distribusi bantuan sembako ke beberapa daerah melalui program yang akan dilaksanakan pada akhir bulan. BAZNAS juga memastikan seluruh program pendistribusian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tepat sasaran. Progres Renovasi Kantor BAZNAS Jatim Terkait perkembangan renovasi kantor BAZNAS Jatim, proses renovasi yang masih berjalan melibatkan beberapa penyesuaian teknis, termasuk perbaikan drainase dan beberapa aspek struktural. Masalah teknis terkait penambahan dan pengurangan anggaran juga dibahas, dengan tujuan memastikan bahwa renovasi dapat selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir. Ditekankan pula pentingnya penyusunan laporan kinerja yang lebih terstruktur. Laporan tahunan yang saat ini dibuat sekali dalam setahun diusulkan agar dijadikan triwulan atau semester. Hal ini bertujuan agar evaluasi dan penyesuaian program dapat dilakukan secara lebih teratur dan akurat. Agenda Koordinasi dengan Instansi Terkait Rapat juga membahas beberapa agenda penting, termasuk audiensi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang dijadwalkan pada Senin, diikuti verifikasi LAZ DT Peduli oleh Waka IV. Selain itu, persiapan Zoom meeting pra-Rakornas juga menjadi sorotan, bertujuan untuk memperkuat sinergi antar BAZNAS se-Indonesia. Rapat juga menyinggung rencana Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kota Kediri yang akan dihadiri Ketua BAZNAS Jatim, serta penyerahan bantuan sembako oleh BAZNAS Kabupaten Situbondo pada akhir September. Rencana Tindak Lanjut Rapat diakhiri dengan berbagai kesepakatan mengenai tindak lanjut program, termasuk memastikan audiensi dengan lembaga-lembaga terkait berjalan lancar dan seluruh UPZ yang direncanakan dapat terbentuk sesuai jadwal. Pimpinan BAZNAS Jatim juga sepakat untuk terus meningkatkan kinerja lembaga dalam mengelola dana ZIS, serta memastikan seluruh kegiatan yang direncanakan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
UPZ RSHP Kunjungi BAZNAS Jatim: Konsultasi Tata Kelola ZIS
UPZ RSHP Kunjungi BAZNAS Jatim: Konsultasi Tata Kelola ZIS
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSUD Husada Prima Surabaya, melakukan kunjungan kerja ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Selasa (17/8/2024), dalam rangka berkonsultasi untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di rumah sakit tersebut. Konsultasi ini berfokus pada penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), serta prosedur yang benar dalam pengajuan dan pencairan program pendistribusian ZIS sesuai aturan BAZNAS. “Kami dari UPZ RSUD Husada Prima merasa perlu berkonsultasi terkait penyusunan RKAT, proses pengajuan, pencairan dana, hingga mekanisme pertanggungjawaban yang benar. Hal ini penting agar pengelolaan ZIS kami lebih terarah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh BAZNAS,” ungkap Kepala UPZ RSHP Vitri Ariyani. Abdul Kholik, Kepala Bagian Pengumpulan ZIS BAZNAS Jawa Timur, menyambut baik inisiatif UPZ RSUD Husada Prima yang berkonsultasi untuk memperbaiki tata kelola ZIS. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pengelolaan dana zakat di rumah sakit berjalan sesuai prosedur. “Alhamdulillah, UPZ RSUD Husada Prima berkunjung untuk berkonsultasi tentang ketentuan dan SOP terkait pengelolaan ZIS, terutama pembuatan RKAT dan pencairan dana yang benar. Saat ini, kegiatan mereka masih insidental karena belum memiliki RKAT. Rumah sakit memerlukan RKAT agar pencairan dana bisa dilakukan secara rutin, terutama untuk membantu pasien yang tidak mampu,” jelas Abdul Kholik. Konsultasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS di RSUD Husada Prima, sehingga bantuan dapat didistribusikan secara lebih rutin dan tepat sasaran. Ke depan, dengan adanya RKAT, proses pendistribusian bantuan diharapkan berjalan lebih cepat dan terstruktur, membantu pasien yang membutuhkan dukungan.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Peluncuran Balai Ternak di Jember, Kiai Husnul Khuluq: Zakat Produktif Angkat Ekonomi Mustahik
Peluncuran Balai Ternak di Jember, Kiai Husnul Khuluq: Zakat Produktif Angkat Ekonomi Mustahik
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menghadiri peluncuran program Balai Ternak BAZNAS dan Rumah Kompos zakat perusahaan PT. Ansaf Inti Resources di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Rabu (18/9/2024). Acara ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui zakat produktif, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaat. Balai Ternak ini difokuskan pada pengelolaan komoditas ternak seperti domba, kambing, sapi, dan ayam broiler, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak di wilayah pedesaan. Selain itu, Rumah Kompos yang diluncurkan bersamaan dengan Balai Ternak ini bertujuan untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi kompos yang bernilai ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, menekankan pentingnya peran zakat dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Menurutnya, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS memberikan dampak besar bagi masyarakat miskin. "Dengan adanya peluncuran dan distribusi zakat produktif ini, kita bisa melihat betapa besar manfaat zakat yang disampaikan oleh muzaki kepada BAZNAS. Ini sejalan dengan pesan Al-Qur'an agar uang tidak hanya berputar di kalangan orang kaya, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu," jelas Dr. K.H. Husnul Khuluq. Beliau menambahkan, sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat bagi sesama. "Sebagai orang yang baik, kita harus banyak menunaikan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya jelas bagi masyarakat," tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Khuluq menyoroti pentingnya zakat produktif dalam mengentaskan kemiskinan, khususnya di pedesaan. Ia menilai, program seperti Balai Ternak ini berperan besar dalam membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. "Inilah inovasi zakat yang dapat mengangkat masyarakat dari jurang kemiskinan menjadi orang-orang yang sejahtera hidupnya. Semoga semua komponen terus bahu-membahu menggelorakan zakat sebagai _way of life_, sehingga tercipta harmoni antara yang kaya dan yang kurang mampu," ucapnya. Kiai Khuluq juga menekankan bahwa Balai Ternak dan Rumah Kompos memiliki dampak positif yang nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan. "Dengan pengolahan kotoran ternak menjadi kompos, dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat." pungkasnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Bapak Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Balai Ternak BAZNAS ini. “Balai Ternak BAZNAS merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Harapannya agar para peternak kita nantinya juga dapat menjadi muzaki yang menunaikan zakatnya,” ujar Nur Chamdani. Chamdani mengungkapkan, program Balai Ternak Kelompok Raung Mandiri di Jember saat ini memiliki jumlah peternak sebanyak 23 orang laki-laki, 2 perempuan. Jumlah populasi ternak per Agustus 2024 sebanyak 276 ekor, dengan rincian 6 ekor pejantan, 25 ekor anak jantan, 30 ekor anak betina, 110 bakalan jantan, dan 105 ekor induk betina. “Alhamdulillah, kandang domba secara keseluruhan telah selesai. Dengan adanya balai ternak ini, kami berharap dapat memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan kepada para peternak, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha ternak secara lebih profesional dan berkelanjutan,” jelasnya. Nur Chamdani juga mengatakan, program ini bukan hanya tentang pemberdayaan ekonomi semata, tetapi juga bentuk nyata kontribusi zakat untuk keberlanjutan lingkungan. “Kami sangat optimistis Balai Ternak ini akan menjadi model pemberdayaan yang dapat ditiru di berbagai daerah lain. Zakat melalui program ini tidak hanya membantu penerima manfaat keluar dari kemiskinan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Hal ini pun disambut baik oleh Bupati Jember yang diwakili Asisten Administrasi Umum Pemkab Jember, Harry Agustriyono, A.TD, MT. "Terima kasih kepada BAZNAS dan PT. Ansaf Inti Resources atas kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember melalui program Balai Ternak dan Rumah Kompos," ucapnya. Harry berharap, adanya program-program tersebut dapat membantu masyarakat di Kabupaten Jember. Tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga teredukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan melalui kompos, yang dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian lokal.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Bantuan Sumur Bor dari Jamkrindo Syariah
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Bantuan Sumur Bor dari Jamkrindo Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran bantuan sumur bor dari PT Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, Rabu (18/9/2024). Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Jamkrindo Syariah dalam upaya mendukung masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih khususnya di wilayah Jawa Timur. Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di kantor Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Kepala Kantor Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, Galang Mitra Aditya. Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses, terutama di daerah-daerah yang rawan kekeringan. "Jamkrindo akan memberikan bantuan berupa 20 unit sumur bor untuk seluruh Indonesia. BAZNAS Jawa Timur mendapatkan satu unit dengan nilai sebesar Rp 35 juta. Total bantuan untuk seluruh Indonesia adalah 20 unit senilai Rp700 juta," ungkap Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq. Kiai Ahsanul Haq menyampaikan harapannya agar Jamkrindo di masa mendatang dapat memberikan lebih banyak bantuan sumur bor. "Kami berharap, ke depannya Jamkrindo akan memberikan lebih banyak bantuan sumur bor. Aamiin." ucapnya. Guna memastikan penyalurannya tepat sasaran, titik lokasi penyaluran bantuan sumur bor kini masih dalam tahap survei dan asesmen oleh tim lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi daerah yang paling membutuhkan akses air bersih, sehingga bantuan dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. Untuk diketahui, Jamkrindo Syariah secara rutin membayarkan zakat ke BAZNAS pusat, sementara program-program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka juga disalurkan melalui BAZNAS. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sinergi dengan lembaga zakat nasional untuk membantu mereka yang membutuhkan.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., menjadi pemateri dalam Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Da'i, Da'iyah, dan Penyuluh Agama Wilayah Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 yang diselenggarakan di Surabaya pada Sabtu, 14 September 2024. Dalam materinya, Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki menekankan pentingnya pemahaman ekonomi syariah di kalangan para da’i dan penyuluh agama sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran umat tentang keuangan syariah dan zakat. “Adanya ToT ini memberikan dampak positif bagi upaya para dai, daiyah, dan penyuluh agama di Jawa Timur untuk dapat membuat sebuah grand design ekonomi. Harapannya, mereka dapat mandiri secara ekonomi sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan jamaahnya,” ujarnya. Acara FESyar Jawa 2024 menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh ekonomi syariah dan instansi terkait dari wilayah Jawa. "Mereka akan bekerja sama dengan saya, Dr. K.H. Muhammad Zakki dan Bank Indonesia untuk mengingatkan kita semua agar segera dibentuk tim kecil dalam rangka menyiapkan rumusan-rumusan terkait pemberdayaan ekonomi syariah bagi para dai dan daiyah di seluruh Jawa Timur." tambahnya. ToT ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkait ekonomi dan keuangan syariah agar dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Para peserta diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi, termasuk dalam hal pengelolaan zakat dan pemberdayaan ekonomi umat. "Konsep kerja sama ekonomi yang kami inisiasikan ini mungkin menjadi sesuatu yang luar biasa untuk dirumuskan dan dilaksanakan." pungkas Kiai Zakki. FESyar Jawa 2024 diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di masyarakat.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Di sudut Kota Pasuruan, tepatnya di Jl. Kalimantan Rt 02 Rw 10, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, tinggal seorang wanita lanjut usia yang penuh dengan ketabahan. Namanya Misanah, namun warga sekitar akrab memanggilnya Mbah Misanah. Di usia yang hampir mencapai 90 tahun, Mbah Misanah menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampinginya, sehingga kebutuhan hidup sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan dari tetangga dan berbagai program bantuan sosial. Mbah Misanah adalah salah satu penerima bantuan program dhuafa fakir dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Setiap bulannya, beliau menerima bantuan sebesar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Dana ini sangat berarti baginya, terutama untuk membeli kebutuhan pokok dan barang penting seperti pampers, yang harus dibeli seharga Rp 60.000,- setiap dua hari sekali. Selain itu, bantuan yang diterimanya dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 400.000,- setiap dua bulan dan BMT dengan nominal yang sama, turut membantu Mbah Misanah bertahan hidup. Kehidupan Mbah Misanah yang jauh dari kemewahan ini dipenuhi oleh kedermawanan orang-orang di sekitarnya. Setiap hari, para tetangga datang memberikan bantuan, baik itu makanan ataupun tenaga, untuk memastikan Mbah Misanah tidak kekurangan. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Mbah Misanah tak pernah mengeluh. Kegigihannya untuk terus menjalani hidup dengan penuh kesabaran menjadi inspirasi bagi banyak orang di lingkungan sekitar. Bantuan yang diterima Mbah Misanah dari BAZNAS, PKH, dan BMT tidak hanya meringankan beban hidupnya, tetapi juga memberikan harapan bahwa di usia senja, masih ada tangan-tangan peduli yang siap membantu. Mbah Misanah mungkin hidup dengan keterbatasan, tetapi dengan bantuan ini, beliau dapat menjalani hari-harinya dengan lebih tenang. “Kami bersyukur bisa membantu Mbah Misanah melalui program dhuafa fakir ini. Meski jumlahnya tidak besar, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban beliau,” ujar Kabag SAI BAZNAS Jatim Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., saat melakukan monitoring dan evaluasi program guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kisah Mbah Misanah adalah gambaran nyata tentang bagaimana peran lembaga-lembaga seperti BAZNAS dan kedermawanan masyarakat mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Di balik kesederhanaannya, Mbah Misanah adalah simbol dari kekuatan hati yang tak tergoyahkan oleh usia ataupun keterbatasan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menjadi pembicara pada seminar optimalisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang digelar oleh Bank Indonesia pada hari terakhir Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (15/9/2024). Seminar ini menyoroti pentingnya ZISWAF dalam pemberdayaan ekonomi produktif di era digital, khususnya di Jawa Timur. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, mengungkapkan bahwa ZISWAF merupakan salah satu instrumen yang diandalkan untuk memperkuat perekonomian umat. “ZISWAF adalah solusi masa depan dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia, dan kami optimis pengelolaan yang tepat akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kiai Husnul Khuluq. Beliau turut mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui kolaborasi yang memperkuat ekosistem ZISWAF. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan BAZNAS akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur. “Kehadiran Bank Indonesia dalam membangun strategi kolaboratif sangat membantu mendorong optimalisasi ZISWAF, sehingga kami yakin ekonomi syariah di Jawa Timur bisa semakin tumbuh dan berkembang,” tambahnya. Selain itu, Kiai Husnul Khuluq, juga menyampaikan materi mengenai Model Pemberdayaan Produktif melalui Optimalisasi Dana ZISWAF. Seminar ini mengupas bagaimana dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dapat dimaksimalkan untuk memperkuat ekonomi umat dan menciptakan perubahan struktural dalam masyarakat. Kiai Khuluq mengawali dengan memaparkan perkembangan pengelolaan ZISWAF, di mana pengumpulan ZISWAF pada tahun 2023 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, pengumpulan ZISWAF tercatat sebesar Rp 22,48 triliun, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp 32,32 triliun. Penyaluran dana ZISWAF juga ikut bertumbuh, dari Rp 21,69 triliun di tahun 2022 menjadi Rp 31,20 triliun di tahun 2023. Jumlah Muzakki (pemberi zakat) dan Mustahik (penerima zakat) juga mengalami lonjakan, dengan Muzakki mencapai 92,61 juta jiwa dan Mustahik mencapai 123,11 juta jiwa pada tahun 2023. Selain itu, jumlah amil pelaksana yang terlibat dalam pengelolaan ZISWAF juga bertambah, dari 10.124 jiwa di tahun 2022 menjadi 12.225 jiwa di tahun 2023. Di bidang wakaf, Kiai Khuluq menyoroti bahwa potensi wakaf uang yang diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, hingga saat ini baru terealisasi Rp 2,3 triliun. Selain itu, wakaf tanah mencakup 57.263,69 hektare atau sekitar 0,03% dari luas daratan Indonesia, di mana 32.881 hektare di antaranya sudah bersertifikat. Memandang ke depan, Kiai Husnul Khuluq menjelaskan bahwa pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS akan berfokus pada peningkatan jumlah pengumpulan ZISWAF, memperkuat sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antar-stakeholder akan semakin diperkuat, begitu juga dengan penguatan regulasi dan infrastruktur ZISWAF. Dalam hal ini, teknologi informasi akan menjadi faktor kunci yang mendukung keberhasilan pengelolaan ZISWAF di masa depan. Ia juga menyebut beberapa faktor penting yang akan memengaruhi perkembangan ZISWAF ke depan, di antaranya adalah peningkatan digitalisasi dan fintech syariah, pertumbuhan lembaga ZISWAF, serta kolaborasi dengan sektor swasta. Selain itu, pengelolaan ZISWAF yang lebih produktif, peningkatan kesadaran sosial-ekonomi, serta peran generasi millennial dan Gen Z akan menjadi pendorong utama. Integrasi data keuangan sosial Islam serta partisipasi korporasi melalui zakat perusahaan dan CSR juga diharapkan dapat memperkuat dampak positif dari ZISWAF. Kiai Khuluq optimis bahwa berbagai inovasi dalam pengelolaan ZISWAF, seperti wakaf uang digital, sukuk wakaf, zakat digital, crowdfunding ZISWAF, program wakaf saham, hingga aplikasi pencatatan zakat dan wakaf, akan menjadi motor penggerak ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ZISWAF bukan hanya sekadar bentuk bantuan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan struktural yang mendalam di tengah masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi di era digital.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Lamongan, Senin (16/9/2024). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., yang didampingi oleh Kabag Keuangan Machrus Ichsan, M.H.I., Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E., serta beberapa pelaksana lainnya. Kabag SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, di awal sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., tidak dapat menghadiri kunjungan ini karena adanya kegiatan mendadak. "Mohon maaf, tadi Waka II BAZNAS Jatim Kyai Ahsanul Haq berencana ikut, namun mendadak ada kegiatan lain sehingga tidak jadi," katanya. H. Slamet kemudian mengapresiasi pengelolaan kearsipan di BAZNAS Lamongan, yang dianggap lebih terorganisir dan unggul dibandingkan beberapa wilayah lain. “Ketika kami ada monev program di Lamongan, ternyata BAZNAS Lamongan lebih maju di bidang kearsipan. Kebetulan tadi ada acara di Lamongan, jadi sekalian berkunjung untuk melihat langsung pengelolaan arsip di sini sebagai perbandingan, karena di sini tampaknya sudah dilatih tenaga-tenaga ahli kearsipan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Lamongan, Bambang Eko Muljono, S.H., Sp.N, M.M., menyambut baik kunjungan rombongan dari BAZNAS Jatim. "Alhamdulillah, rombongan dari BAZNAS Jatim bisa mampir ke kantor kami. Meskipun hari libur, BAZNAS tidak pernah benar-benar libur karena kami harus siap kapan saja, terutama saat ada kegiatan mendadak dari Bupati atau urusan lainnya, sehingga kedatangan panjenengan hari ini tidak ada masalah" ungkapnya. Bambang juga menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan memiliki sistem kearsipan yang baik berkat kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. “Kami sering berdiskusi dengan pemda dan mendapatkan materi mengenai kearsipan, karena dalam buku petunjuk kami belum terlalu detail, terutama dalam hal administrasi. Sehingga sebelum dilakukan audit oleh akuntan publik, kami tahu apa yang harus dipersiapkan,” ujarnya. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan saat ini memiliki 92 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan desa yang terkoordinasi hingga tingkat kecamatan. Selain itu, para amil pelaksana di BAZNAS Lamongan memiliki SK tetap, sehingga meskipun terjadi pergantian pimpinan, layanan tidak akan terpengaruh. Dalam bidang pemberdayaan, BAZNAS Lamongan juga melibatkan relawan mahasiswa, khususnya dalam program Bantuan Tanggap Bencana (BTB). "Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki pecinta alam. Para mahasiswa sangat antusias karena mereka mendapat sertifikat kompetensi setelah terlibat," pungkasnya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lamongan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Jawa Timur. Turut hadir pada acara ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lamongan Drs. Ahmad Lazim, M.Pd., beserta jajaran pelaksana BAZNAS Lamongan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Program Bedah Rumah BAZNAS: Harapan Baru untuk Bapak Sripi dan Keluarganya
Program Bedah Rumah BAZNAS: Harapan Baru untuk Bapak Sripi dan Keluarganya
Di Dusun Krajan Barat, RT 003 RW 002, Desa Branang, Kabupaten Pasuruan, Bapak Sripi dan keluarganya kini bisa menikmati rumah yang lebih layak berkat bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Sebagai bagian dari program bedah rumah, Bapak Sripi menerima bantuan sebesar Rp 15.000.000,- dari BAZNAS Provinsi dan tambahan Rp 1.500.000,- dari BAZNAS Kabupaten Pasuruan. Bantuan ini menjadi titik awal perubahan besar dalam kehidupan keluarganya, yang selama ini tinggal di rumah sederhana yang tak layak huni. Bapak Sripi, yang bekerja sebagai buruh bersih ikan dan pengumpul rongsokan, merasa sangat bersyukur atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami bisa memperbaiki rumah yang sebelumnya sangat memprihatinkan. Rumah yang kami tinggali dulu sering bocor saat hujan, dan dindingnya rapuh,” ucap Bapak Sripi dengan rasa terima kasih yang mendalam. Semangat Gotong Royong Masyarakat Meskipun bantuan dari BAZNAS sangat membantu, kebutuhan pembangunan rumah ternyata lebih besar dari yang diperkirakan. Total biaya untuk menyelesaikan rumah mencapai sekitar Rp 30.000.000,-. Namun, Bapak Sripi tak sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut. Berkat semangat gotong royong dari keluarga dan masyarakat setempat, kekurangan dana dapat tertutupi. "Selain bantuan dari BAZNAS, keluarga dan warga sekitar juga ikut membantu. Ada yang menyumbang bahan bangunan, ada juga yang membantu dalam bentuk tenaga," ujar Bapak Sripi. Dukungan warga desa Branang ini menjadi pilar penting yang memungkinkan rumah tersebut selesai dibangun dengan baik. Mereka bekerja sama, bahu-membahu, untuk memastikan Bapak Sripi dan keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Kehidupan yang Lebih Layak Kini, rumah Bapak Sripi berdiri kokoh, memberikan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini mereka impikan. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan masyarakat sekitar. Dulu, rumah kami sering bocor dan rapuh, tapi sekarang kami bisa tinggal lebih tenang, terutama saat musim hujan tiba," kata Bapak Sripi. Rumah yang baru ini tidak hanya menjadi tempat berlindung bagi keluarga Bapak Sripi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru. Dengan semangat yang lebih kuat, beliau bertekad untuk terus bekerja keras demi masa depan keluarganya. Terima Kasih untuk BAZNAS Bapak Sripi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Pasuruan atas bantuan yang mereka berikan. “Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu kami, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami merasa sangat bersyukur.” Kisah Bapak Sripi mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian dan gotong royong dalam masyarakat. Dengan bantuan BAZNAS dan dukungan dari masyarakat, keluarga Bapak Sripi kini memiliki kehidupan yang lebih layak, serta harapan yang lebih cerah untuk masa depan.
BERITA16/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kiai Ahsanul Haq: Penerima Beasiswa SKSS Harus Maksimalkan Prestasi di Kampus
Kiai Ahsanul Haq: Penerima Beasiswa SKSS Harus Maksimalkan Prestasi di Kampus
Seleksi calon penerima beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah sukses diselenggarakan pada 12-13 September 2024. Program beasiswa ini diinisiasi BAZNAS Jatim sebagai upaya untuk membantu keluarga kurang mampu agar dapat melahirkan satu sarjana di setiap keluarga. Untuk diketahui, sejak tahun 2021 hingga 2023, BAZNAS Jatim telah menyalurkan beasiswa kepada 400 mahasiwa dari berbagai kampus di Jawa Timur. Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa seleksi tahun ini diikuti oleh 287 peserta, yang nantinya akan disaring menjadi 150 mahasiswa penerima beasiswa. "Dari 287 peserta, kami hanya akan memilih 150 orang yang berhak menerima beasiswa ini," kata Kiai Ahsanul Haq. Beliau juga menambahkan bahwa program ini ditujukan bagi mahasiswa yang telah memasuki semester pertama perkuliahan dan beasiswa diberikan hingga semester delapan. “Beasiswa ini akan kami berikan hingga semester 8. Namun, jika ada yang mendaftar saat sudah berada di semester 5, maka penerima hanya akan mendapatkan beasiswa untuk sisa semester, yaitu semester 6, 7, dan 8,” tambahnya. Terkait besaran beasiswa, Kiai Ahsanul Haq menjelaskan, "Untuk mahasiswa yang memiliki UKT sebesar 2 juta rupiah per semester, BAZNAS Jatim akan menanggung penuh. Jika UKT lebih dari itu, kami tetap memberikan 2 juta, dan sisanya ditanggung oleh mahasiswa sendiri. Sebaliknya, jika UKT kurang dari 2 juta, kami akan berikan sesuai dengan nominal UKT." Ia juga menegaskan bahwa penerima beasiswa diharapkan memaksimalkan prestasi akademik mereka. "Kami akan terus melakukan evaluasi ke perguruan tinggi terkait untuk memastikan perkembangan mahasiswa penerima beasiswa," tutupnya. Melalui program SKSS ini, BAZNAS Jatim berharap dapat menciptakan generasi sarjana dari keluarga-keluarga yang sebelumnya terkendala akses pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat kurang mampu di Jawa Timur.
BERITA14/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.

Lihat Daftar Rekening →