WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.

“Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya.

 

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk.

“Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.

15/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut.

“Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban.

“Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya.

BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah.
“Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar.

“Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut.

“Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya.

Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat untuk dapat mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam (25/9/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS. "Kesadaran berzakat ini harus betul-betul ditumbuhkan, harus dipegang betul karena kalau tidak, suatu saat nanti orang-orang akan berzakat karena dipaksa, dan itu tidak bagus," katanya. Muhadjir menjelaskan, zakat semestinya tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban yang dipaksakan, tapi betul-betul berasal dari keikhlasan dan keimanan. Menurutnya, zakat yang timbul dari kesadaran pribadi lebih utama daripada zakat yang dipaksakan. "Zakat itu kalau tidak salah artinya kan mensucikan, membersihkan, mensucikan harta kita diantaranya ya itu, kemungkinan ada unsur-unsur riba di dalam setiap transaksi yang kita lakukan, maka kita sucikan, kita bersihkan dengan zakat," tuturnya. "Intinya zakat itu adalah alat untuk membersihkan berbagai macam transaksi, berbagai macam hal yang ada di dalam harta kita, karena itu mestinya karena iman, masing-masing orang punya kesadaran sendiri-sendiri, terutama termasuk jumlah zakatnya," imbuh Muhadjir. Lebih lanjut Muhadjir menambahkan, zakat merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap wilayah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. "Zakat adalah mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap tempat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan inti dari keadilan sosial adalah kesetaraan," ucapnya. Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Di Acara Rakornas 2024, BAZNAS Komitmen Berperan Aktif dan Jadi Referensi bagi Gerakan Zakat Dunia
Di Acara Rakornas 2024, BAZNAS Komitmen Berperan Aktif dan Jadi Referensi bagi Gerakan Zakat Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berkomitmen untuk berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia, salah satunya adalah apa yang terjadi pada saudara-saudara di Palestina. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dihadapan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "BAZNAS masih terus mengkoordinasikan seluruh kekuatan untuk peduli membantu palestina dalam gerakan Membasuh Luka Palestina dengan berkolaborasi bersama BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, mitra perusahaan, LAZ, serta lembaga dan komunitas untuk menghimpun dana bantuan dari masyarakat Indonesia," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan, BAZNAS menargetkan pengumpulan untuk Palestina sebesar Rp250 miliar. Hingga per September 2024 realisasi ini melebihi dari target, BAZNAS telah menghimpun dana bantuan untuk Palestina sebesar Rp306,29 miliar. "Rencana alokasi penyaluran dengan target penghimpunan sebesar Rp250 miliar. Terbagi dalam 3 tahap diantaranya, tahap tanggap darurat sebesar Rp75 miliar bantuan disalurkan dalam bentuk bantuan bahan pangan, obat-obatan, alat kesehatan dan lain sebagainya," jelas Kiai Noor. Selanjutnya, lanjut Kiai Noor, tahap rehabilitas sebesar Rp25 miliar bantuan yang disalurkan dalam bentuk mengaktivasi sumber air, dukungan psikososial kepada anak-anak dan korban disabilitas serta pengobatan korban luka. Terakhir tahap rekonstruksi sebesar Rp150 miliar bantuan yang disalurkan seperti perbaikan tempat ibadah, perbaikan fasilitas kesehatan/rumah sakit dan perbaikan sekolah. BAZNAS juga memastikan, infak kemanusiaan Palestina yang disalurkan melalui BAZNAS ini dikelola dengan transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Infak yang disalurkan melalui BAZNAS RI 100 persen akan disalurkan untuk masyarakat Palestina. Turut hadir dalam acara pembukaan Rakornas tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama, KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan, Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang dihadiri sebanyak 1.200 peserta di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu. "Sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia. "Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekarang penduduk kita 236 juta penduduk adalah Muslim, sebuah jumlah yang sangat besar, tentu saja potensi zakat kita juga masih sangat besar untuk bisa kita gali dan kita kelola dengan baik. Sebab itu saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan terobosan-terobosan melalui edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 diselenggarakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). Acara ini merupakan yang pertama dalam sejarah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN adalah tonggak sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan. "Ini bukan hanya momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangkitan Indonesia melalui keberadaan Ibu Kota Negara yang baru," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi antara Pemerintah dan BAZNAS. "Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan BAZNAS," katanya. Menurut Kiai Noor, penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN sangat membanggakan, sebab pembangunan IKN yang sedang berlangsung merupakan yang paling unik di dunia. "Ini membuktikan bahwa BAZNAS adalah sahabat Bapak Presiden Joko Widodo. Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia di mata dunia," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa Rakornas BAZNAS 2024 bertujuan memperkuat tata kelola zakat nasional, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal dan terintegrasi antara BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. "Tujuan Rakornas ini adalah untuk meningkatkan tata kelola kinerja pengelolaan ZIS-DSKL secara nasional dalam rangka mencapai visi dan misi BAZNAS tahun 2025, sehingga ZIS-DSKL dapat menyejahterakan mustahik secara nasional melalui BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dari dua ormas besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS se-Indonesia, termasuk dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita."
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Apresiasi Pengelolaan Zakat, Presiden Jokowi Buka Rakornas BAZNAS 2024 di Ibu Kota Nusantara
Apresiasi Pengelolaan Zakat, Presiden Jokowi Buka Rakornas BAZNAS 2024 di Ibu Kota Nusantara
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang dihelat di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional tahun 2024 saya nyatakan dibuka secara resmi. Terima kasih," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang dihadiri sekitar 1.200 peserta. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memuji BAZNAS RI yang telah memulai pemanfaatan teknologi digital dalam setiap penyelenggaraan acara besar, sehingga dapat berjalan dengan cepat dan sukses. "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. "Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Menurut Presiden Jokowi, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, potensi zakat di Indonesia juga masih sangat besar untuk bisa dikelola dan digali dengan baik. "Saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan teribosan-terobosan baik melalui edukasi kepada masyarakat, yang paling penting adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membangun sebuah tata kelola yang baik yang profesional," katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, Rakornas BAZNAS 2024 yang digelar di IKN bukan hanya sebuah momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga sebuah tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional. "Hari ini, tanggal 25 September 2024, adalah hari yang sangat istimewa dan membanggakan bagi kami semua. Kami bersyukur dapat melaksanakan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2024 di Istana Negara Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur," kata Kiai Noor. Kiai Noor menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memperkenankan BAZNAS untuk menyelenggarakan kegiatan pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara. "Kehormatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural dengan tugas Pengelolaan Zakat dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan makmur melalui pengelolaan zakat yang semakin optimal," katanya. Kiai Noor menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS dengan program-program pembangunan nasional semakin menunjukkan intensitas yang tinggi, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS untuk mendukung program sosial pemerintah," tegasnya. Kiai Noor juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan luar biasa untuk acara ini, yaitu Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triatama. "Dukungan ini tentunya tidak hanya kami lihat berupa dana, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dan dedikasi terhadap visi kami yaitu untuk menyejahterakan umat. Semoga hubungan ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa depan, serta memberikan manfaat bagi kita semua," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama, KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan, Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Lamongan Salurkan Bantuan: Mulai Perbaikan Rutilahu Hingga Korban Kebakaran
BAZNAS Jatim dan Lamongan Salurkan Bantuan: Mulai Perbaikan Rutilahu Hingga Korban Kebakaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lamongan melaksanakan pentasharufan berbagai bantuan dalam rangka Program Lamongan Peduli. Program ini mencakup penyerahan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu), bantuan operasional untuk Griya Qur'an Difabel, serta bantuan bagi korban bencana kebakaran di beberapa kecamatan. Diadakan di Gedung MUI Kab. Lamongan, Senin (23/9/2024), penyaluran bantuan perbaikan rutilahu didanai bersama oleh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten Lamongan, di mana setiap penerima mustahik mendapatkan bantuan senilai Rp30.000.000. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BAZNAS Provinsi dan Kabupaten. Beliau menekankan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga keseimbangan sosial. “Salah satu cara membersihkan hati adalah dengan zakat. Sedekah bisa menutup 70 pintu kejelekan, dan musibah bisa ditolak dengan zakat, sebagaimana dijelaskan dalam surah Saba ayat 16," ujar Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan menegaskan pentingnya keseimbangan dalam hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Beliau menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya merupakan kewajiban keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Karena hablumminallah itu harus seimbang dengan hablumminannas. Ada kisah seorang ahli ibadah yang sholatnya khusyuk, namun dia memiliki tetangga yang kelaparan tetapi tidak mau membantu. Terkait hal itu, Nabi menjawab bahwa orang tersebut tidak akan masuk surga. Di sinilah pentingnya zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS menjalankan amanah ini dengan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujar Prof. Ali. Bambang Eko Muljono. S.H., Sp.N., M.M., Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, melaporkan bahwa bantuan perbaikan rutilahu ini menyasar warga dari tujuh kecamatan, yakni Modo, Maduran, Paciran, Sugio, Karangbinangun, Sukodadi, dan Turi. Selain itu, bantuan operasional juga diberikan untuk Griya Qur’an Difabel, serta bantuan bagi korban bencana kebakaran di Kecamatan Sugio, Babat, Kedungpring, dan Kembangbahu. “Kami laporkan kali ini kegiatan penyerahan untuk bedah rumah, baik dari dana BAZNAS Provinsi Jawa Timur maupun dari BAZNAS Kabupaten. Kemudian, bantuan untuk musibah kebakaran, dan yang tidak kalah penting, kami juga laporkan bahwa teman-teman difabel memerlukan bantuan dari kita semua. Kami masih kesulitan untuk mencari Al-Qur'an Braille, tetapi hari ini kami masih berusaha mencarikannya. Kami sudah berkoordinasi dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Pusat, khususnya dengan Pak Sekcam selaku UPZ," jelas Bambang. Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Drs. Mohammad Nalikan, M.M., yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan terima kasihnya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Lamongan atas kolaborasi yang telah terjalin. "Terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur maupun BAZNAS Kabupaten Lamongan yang telah berkolaborasi dalam membantu warga Lamongan. Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam, tetapi banyak yang melupakannya. Pemerintah Kabupaten Lamongan telah membuat kebijakan mewajibkan seluruh ASN untuk menunaikan zakatnya. Alhamdulillah, zakat yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu masyarakat, termasuk untuk bedah rumah dan bantuan bagi korban kebakaran." ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial dan solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Optimalkan Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Audiensi dengan Polda Jatim
Optimalkan Penghimpunan ZIS, BAZNAS Jatim Audiensi dengan Polda Jatim
Dalam upaya meningkatkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur di Aula Rupatama, Biro SDM Polda Jatim, Selasa (17/9/2024). Hadir dalam audiensi tersebut Kabag Watpers Ro SDM Polda Jatim, AKBP Mochamad Nur Azis, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., dan Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si. Juga hadir dalam pertemuan ini, Kabag Pengumpulan ZIS-DSKL BAZNAS Jatim, Abdul Kholik, beserta tim. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., menjelaskan peran dan fungsi BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas mengelola zakat secara nasional. “BAZNAS ini merupakan badan pemerintah non-struktural, sama seperti BMKG, BRIN, BKKBN, dan lembaga-lembaga non-struktural lainnya. Bedanya, mereka mendapatkan APBN yang jelas, sedangkan kami ini satu-satunya badan yang tidak mendapat APBN, tetapi undang-undang memerintahkan untuk mencari dana sebanyak-banyaknya guna membantu fakir miskin, termasuk anak-anak yatim, serta mohon maaf, janda-janda,” ujar Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan juga menegaskan bahwa BAZNAS memiliki landasan hukum yang kokoh, dengan regulasi yang diatur melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah, Instruksi dari Kemendagri, dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2014. “Semua ASN, termasuk polisi dan lembaga negara lainnya, zakat infaknya harus disalurkan ke BAZNAS, karena BAZNAS ini memiliki moto yang jelas: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Ali Maschan menyebutkan contoh sukses dari pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kampus. Ia menyebut, “Contoh UPZ di kampus, misalnya di Universitas Brawijaya, setiap bulan bisa menyetor Rp300 juta. Dari uang tersebut, 70% bisa kembali lagi untuk program mereka.” Dalam kesempatan tersebut, Ali Maschan juga mengangkat kajian ilmiah dari seorang guru besar psikologi di Amerika tentang efek positif bagi mereka yang rajin bersedekah. "Mereka memiliki efek yang disebut 'glow warm effect,' yang berpengaruh pada hati mereka, membuatnya bersinar, sehingga mereka mengetahui apa yang akan terjadi pada diri mereka," paparnya. Selain itu, Ali Maschan menjelaskan mekanisme zakat bagi ASN dan kepolisian. “Jika gaji seseorang sebesar Rp6,5 juta, itu sudah masuk nishab maka dipotong 2,5%. Jika tidak mencapai jumlah itu, masuk dalam kategori infak, yang pemotongannya akan ditentukan oleh Bapak Kapolda. Gaji ASN, termasuk kepolisian, yang berasal dari negara, zakatnya harus disalurkan ke BAZNAS,” ujarnya. Beliau juga menurutkan bahwa zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi para muzaki (pemberi zakat). Salah satunya adalah potensi pengurangan beban pajak bagi mereka yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga yang diakui negara. "Di BAZNAS, zakat dan infak yang disalurkan bisa mengurangi pajak," tuturnya. Di akhir penyampaiannya, Ali Maschan berharap agar pengelolaan zakat di lingkungan Polda Jatim dapat lebih terstruktur melalui pembentukan UPZ. “Mudah-mudahan dengan sebagian rezeki yang diinfakkan, rezeki Bapak/Ibu akan bertambah. Untuk yang akan menarik zakat, nantinya teknisnya dibentuk UPZ, yang akan kami SK-kan, tergantung siapa yang ditunjuk oleh Kapolda,” tutupnya. Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan Polda Jatim dalam mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran zakat untuk kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Bantuan ZChicken Jadi Harapan Baru Umi Santika dan Keluarga
Bantuan ZChicken Jadi Harapan Baru Umi Santika dan Keluarga
Hidup di rumah orang tua bersama suami dan tiga anaknya, Umi Santika (40), menghadapi tantangan besar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tinggal di SiwalanKerto Timur, Umi sebelumnya bekerja di laundry, namun penghasilannya tidak cukup untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari lima jiwa. Kini, dengan dukungan dari BAZNAS melalui program bantuan usaha ZChicken, Umi berusaha merajut harapan baru demi masa depan keluarganya. Suaminya, Ferry Santoso, bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik, tetapi penghasilan mereka masih jauh dari cukup. Biaya hidup yang tinggi membuat mereka harus cermat dalam mengatur keuangan. Tantangan semakin berat dengan kebutuhan pendidikan ketiga anaknya yang masih bersekolah. Umi harus merawat ibunya yang sudah tua, menambah beban tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, dan anak. Dalam situasi yang sulit ini, Umi memutuskan untuk keluar dari pekerjaan laundry dan berencana membuka usaha baru yang lebih menjanjikan, yaitu berjualan ayam ZChicken. Berkat bantuan dari BAZNAS, Umi mendapatkan kesempatan untuk memulai usaha ini dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarganya. Lokasi jualan yang dipilih Umi sangat strategis, terletak di pinggir jalan raya dekat masjid, pertokoan, dan sekolah, di mana banyak lalu lalang motor, mobil, serta pejalan kaki. Bekas warung milik keluarganya yang sudah siap ditempati juga menjadi keuntungan bagi Umi, karena dia tidak perlu mencari tempat baru untuk memulai usaha. “Saya berharap dengan bantuan ZChicken ini, penghasilan keluarga bisa lebih baik. Dulu saya hanya jualan nasi kecil-kecilan, tapi sekarang dengan ZChicken, saya berharap bisa menarik lebih banyak pembeli,” ujar Umi penuh harap. Program ZChicken dari BAZNAS dirancang untuk membantu mustahik seperti Umi, agar mereka dapat memulai usaha baru dan meningkatkan penghasilan. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan dukungan bisnis, sehingga penerima bantuan memiliki keterampilan untuk menjalankan usaha secara mandiri. Bagi Umi, bantuan ini adalah cahaya harapan di tengah tantangan yang berat. Dengan usaha ZChicken yang akan segera dibuka, Umi berharap dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terus bergantung pada suami. "Saya ingin anak-anak saya bisa sekolah dengan baik, tanpa harus khawatir soal biaya," kata Umi. Bantuan dari BAZNAS memberikan Umi peluang untuk berjuang lebih keras demi keluarganya. Dengan lokasi jualan yang strategis dan semangat pantang menyerah, Umi optimis usahanya akan berhasil. Kini, dia tengah bersiap membuka lembaran baru dalam hidupnya, menatap masa depan yang lebih cerah bersama ZChicken.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Program Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Ringankan Beban Ibu Juriyah
Program Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Ringankan Beban Ibu Juriyah
Di Desa Krajan, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember — Hidup sebatang kara di usia senja, Ibu Juriyah, seorang janda yang menerima bantuan santunan fakir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan sepanjang hayat tersebut, diberikan kepada beliau yang saat ini dalam kondisi sakit dan tidak mampu lagi menjalankan aktivitas sehari-hari. Ibu Juriyah, yang telah lama ditinggal suaminya, hidup seorang diri tanpa ada keluarga dekat yang menemaninya. Di usianya yang telah lanjut, tubuhnya semakin lemah dan penyakit yang dideritanya membuatnya semakin tak berdaya. Untuk makan sehari-hari, Ibu Juriyah hhanya mengandalkan belas kasih tetangga sekitar. Namun, bantuan dari masyarakat sekitar belum mampu memenuhi kebutuhannya yang semakin mendesak. Kepedulian BAZNAS Jatim terhadap kondisi Ibu Juriyah merupakan wujud nyata program bantuan santunan lansia fakir yang dilaksanakan secara berkala. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup Ibu Juriyah, setidaknya untuk kebutuhan pokok seperti makan dan obat-obatan. "Beliau menerima bantuan fakir sebesar Rp 600.000 setiap bulan sepanjang hayat. Saat ini, Ibu Juriyah sedang sakit, semoga lekas sembuh." ujar Kabag SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., yang melakukan monev guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Kisah hidup Ibu Juriyah mencerminkan banyaknya lansia di pedesaan yang hidup dalam kesendirian dan kemiskinan. Mereka membutuhkan perhatian, tidak hanya dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga kesehatan dan pendampingan sosial. Dengan adanya perhatian dari BAZNAS Jatim, diharapkan akan semakin banyak lansia lain yang juga mendapat bantuan serupa, sehingga bisa menjalani sisa hidup mereka dengan lebih layak.
BERITA23/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Ketua BAZNAS Jatim Buka Pelatihan BTB di Kabupaten Kediri
Ketua BAZNAS Jatim Buka Pelatihan BTB di Kabupaten Kediri
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., turut hadir dan membuka acara pelatihan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Kediri, bertempat di Yayasan Fadlur Rahman, Ds. Babadan, Kec. Ngancar, Kab. Kediri, Sabtu (21/9/2024). Pelatihan yang diadakan di dua kaki gunung dengan mengusung tema "Membangun Peran Masyarakat yang Sigap dan Tanggap dalam Kebencanaan" ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan relawan BTB dalam menghadapi situasi bencana. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa menegaskan pentingnya kesiapsiagaan para relawan dalam penanganan bencana. Beliau juga memberikan arahan kepada peserta pelatihan untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka, terutama dalam hal manajemen bencana dan respon cepat. Kiai Ali Maschan juga mengapresiasi inisiatif BAZNAS Kabupaten Kediri dalam menyelenggarakan pelatihan ini, yang dinilai sangat tepat mengingat wilayah Jawa Timur sering kali berhadapan dengan berbagai potensi bencana alam. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, dengan fokus pada strategi penanganan bencana, manajemen risiko, serta teknik penyaluran bantuan yang efektif. Melalui pelatihan ini, diharapkan relawan semakin siap dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi bencana. Hadir dalam acara ini, jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kediri beserta pelaksana.
BERITA22/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Menyambung Asa di Tengah Keterbatasan: ZChicken Bantu Bu Nining Bertahan
Menyambung Asa di Tengah Keterbatasan: ZChicken Bantu Bu Nining Bertahan
Perjuangan panjang Bu Nining Kusdianti (52), seorang pedagang nasi campur di Bungurasih Utara, Sidoarjo, kini menemukan titik terang. Beberapa waktu yang lalu, BAZNAS Provinsi Jawa Timur hadir untuk memberikan bantuan program ZChicken, yang diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Selama bertahun-tahun, Bu Nining berjuang dengan penghasilan yang sangat minim dari hasil jualan nasi campurnya. Dengan hanya mendapatkan Rp 600.000 per bulan, penghasilan ini jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terlebih lagi, suaminya, Herry Santuso, yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, juga tidak memiliki penghasilan yang pasti. Dalam sebulan, jika beruntung, Herry bisa membawa pulang sekitar Rp 1 juta. Namun, beban ekonomi yang dihadapi keluarga ini tidaklah ringan, dengan tagihan listrik sebesar Rp 478.000, air PDAM Rp 50.000, kebutuhan sehari-hari, dan cicilan hutang BRI Rp 650.000 per bulan untuk biaya kuliah anak mereka yang kini sudah lulus. Keadaan ini membuat Bu Nining pantang menyerah. Ia terus berusaha mencari jalan untuk memperbaiki nasibnya. Lewat dedikasi dan ketekunannya dalam mengelola usaha kecil, Bu Nining mengajukan bantuan dari BAZNAS Jawa Timur melalui program ZChicken. Program ini memberikan peluang bagi mustahik seperti Bu Nining untuk membuka usaha ayam goreng siap saji dengan dukungan modal usaha dan alat kerja dari BAZNAS. Dengan bantuan ini, Bu Nining kini resmi memulai usaha ZChicken. Harapannya, usaha baru ini dapat menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil dan membantu keluarganya keluar dari kesulitan ekonomi. “Saya sangat bersyukur atas bantuan dari BAZNAS ini. Semoga dengan usaha ZChicken, penghasilan kami bisa lebih baik dan kami bisa melunasi hutang lebih cepat,” ucap Bu Nining dengan mata berkaca-kaca. ZChicken merupakan program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi BAZNAS berupa usaha ayam goreng yang ditujukan untuk membantu para mustahik meningkatkan taraf ekonomi mereka. Program ini memberikan pelatihan, peralatan usaha, dan bahan baku awal untuk memulai bisnis. Dengan demikian, mustahik yang terlibat tidak hanya diberi bantuan dana, tetapi juga keterampilan dan dukungan dalam menjalankan usaha. Kehadiran ZChicken di halaman rumah orang tua Bu Nining di Bungurasih Utara memberikan nuansa baru. Halaman yang luas itu kini tidak hanya digunakan untuk berjualan nasi campur, tetapi juga ZChicken, yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pembeli. Dengan usaha barunya ini, Bu Nining kini memiliki harapan baru. Bantuan dari BAZNAS Jatim melalui program ZChicken bukan hanya sekadar pemberian, melainkan peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kini, dia tak hanya berjuang untuk keluarganya, tetapi juga membuktikan bahwa dengan ketekunan dan bantuan yang tepat, mustahik seperti dirinya bisa bangkit dan mandiri.
BERITA20/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Bersama Pj. Gubernur Adhy Karyono, BAZNAS se-Jatim Luncurkan Program Penguatan Modal UMKM
Bersama Pj. Gubernur Adhy Karyono, BAZNAS se-Jatim Luncurkan Program Penguatan Modal UMKM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Jawa Timur resmi meluncurkan Program Penguatan Modal UMKM yang ditujukan untuk mendukung pelaku usaha mikro agar terbebas dari jeratan rentenir. Acara tersebut berlangsung di Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya, Kamis (19/9/2024). Hadir dalam peluncuran ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Direktur KPw BI Kanwil Prov. Jatim M. Noor Nugroho, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Prov. Jatim Dedy Patria, dan Para Kepala OPD Prov. Jatim yang hadir. Turut hadir, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., serta Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Tak ketinggalan, Ketua Pengurus Wartawan Indonesia Luthfi Hakim, Direktur IT & Digital Bank Jatim Zulhelfi Abidin, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Drs. Mufi Imron Rosyadi, MEI, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia KC Surabaya Darmo. Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, dalam peluncuran program ini, memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung pencapaian target pemerintah, khususnya di sektor ekonomi produktif. "BAZNAS merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam mencapai target ekonomi produktif. Banyak target kami yang tercapai berkat peran BAZNAS," ungkap Adhy Karyono. Ia juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan kepada para stakeholder yang mendukung BAZNAS melalui penunaian zakat dan infak. "Kita harus memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS," tambahnya. Adhy Karyono menjelaskan, melalui bantuan ekonomi produktif, baik dalam bentuk permodalan maupun alat produksi, pemerintah bersama BAZNAS mampu menggerakkan ekonomi riil yang langsung berdampak pada masyarakat. "Di Jawa Timur, tentu saja dengan kita menggelontorkan bantuan-bantuan yang sifatnya ekonomi produktif, baik berupa akses permodalan, maupun alat produksi, itu membuat ekonomi riil bergerak dan hasilnya menetes pada masyarakat miskin," jelasnya. Lebih lanjut, Adhy menegaskan bahwa peran BAZNAS sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini. "BAZNAS berperan sebagai penyelamat dalam menjaga kestabilan ekonomi," ujarnya. Program Penguatan Modal UMKM sebelumnya telah diterapkan di berbagai wilayah seperti Banyuwangi, Ngawi, dan Tulungagung. Tujuan dari program ini yaitu mendukung para pelaku usaha mikro, khususnya pedagang kecil dan Pedagang Kaki Lima (PKL), agar terbebas dari jeratan rentenir dengan pinjaman berbunga tinggi. “Misal pinjam Rp1 juta, kembali Rp1,3 juta. Kan kasihan mereka. Ini sudah kami coba di Ngawi, Tulungagung, dan Banyuwangi. Kami berikan pinjaman, tetapi pelunasannya semampunya. Namun, pada akhirnya kami kembalikan lagi kepada mereka, yang penting mereka tidak berhutang lagi ke rentenir,” jelas Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. Ali Machan Moesa. Prof. Ali Maschan juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah, khususnya Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, yang sangat peduli terhadap masalah ini. “Pak Pj. Gubernur sangat peduli terhadap hal ini. Alhamdulillah, hari ini mulai diluncurkan, dan contoh keberhasilannya bisa dilihat dari testimoni di tiga kabupaten tadi,” paparnya. Ia juga menekankan bahwa BAZNAS memprioritaskan pelaku usaha kecil yang rentan terjerat utang kepada rentenir. “Yang penting, mereka memiliki usaha. Kami prioritaskan pedagang kecil, karena mereka selama ini berhutang Rp1 juta, tetapi mengembalikannya Rp1,3 juta. Apa tidak kasihan mereka?” ujarnya. Melalui program-program ini, Prof. Ali menegaskan bahwa tugas BAZNAS adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat. “Inilah tugas kami di BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural, yaitu untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi disparitas seperti itu,” pungkasnya. Sejak 2019, program ini telah menyalurkan bantuan modal lebih dari Rp 706.250.000 kepada 665 mustahik dari 24 kelompok di Banyuwangi. Di Ngawi, sejak 2022 program ini telah membantu 508 pedagang, termasuk 458 pedagang sayur dan 50 PKL. Sedangkan di Tulungagung, sekitar 353 pedagang, mulai dari pedagang sayur, penjahit, hingga warung makan, telah menikmati manfaat program ini, dengan 64% aktif ber-infak. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga melatih mustahik untuk ber-infak dan ber-sedekah. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program "Sedekah Shubuh," di mana mustahik menyumbangkan Rp 2.000 setiap hari sebelum bekerja, yang kemudian disetorkan ke kantor BAZNAS setempat.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rapim BAZNAS Jatim: Bahas Penguatan Modal UMKM hingga Peningkatan Kinerja UPZ
Rapim BAZNAS Jatim: Bahas Penguatan Modal UMKM hingga Peningkatan Kinerja UPZ
BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menggelar rapat rutin pimpinan yang diadakan di kantor BAZNAS Jatim di Islamic Centre, Rabu (18/9/2024). Dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., rapat dihadiri oleh jajaran pimpinan termasuk Waka II Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Waka III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Turut hadir Kabag SAI Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., Kabag Pengumpulan Abdul Kholik, Kabid Pendistribusian Chandra Asmara, S.E., Kabag Keuangan Machrus Ihsan, M.H.I., dan Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E. Rapat ini memfokuskan pada evaluasi berbagai program serta persiapan kegiatan mendatang. Penguatan Modal UMKM dan Persiapan Peluncuran Program Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat ini adalah peluncuran Program Penguatan Modal untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) BAZNAS se-Jawa Timur. Program ini akan diluncurkan dalam sebuah acara yang melibatkan beberapa instansi, di antaranya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Persiapan teknis eperti rundown acara, registrasi peserta, hiburan musik gambus elektone, serta shalawat nabi turut dibahas secara rinci. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh mustahik yang akan menerima bantuan simbolis, seperti program Z Chicken, Z Auto, Z Coffee, Beasiswa SMA/SMK/MA, dan Beasiswa SKSS yang akan diberikan kepada beberapa penerima manfaat. Audiensi dengan Lembaga dan Pembentukan UPZ Topik penting lainnya yang dibahas dalam rapat ini adalah upaya peningkatan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai institusi. Perkembangan dari beberapa universitas, seperti UPN yang sudah mulai mengumpulkan ZIS namun belum maksimal dan masih membutuhkan dorongan dari pimpinan kampus. Selain itu, UIN KHAS Jember sedang memproses pengajuan pengurus UPZ, dan Bank BTN juga didorong untuk segera membentuk UPZ serta membuka rekening khusus untuk zakat. Progres audiensi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) juga dibahas, di mana audiensi resmi dijadwalkan pada Senin mendatang. Beberapa lembaga lain seperti Unesa masih belum memberikan respons, meskipun sudah dilakukan upaya follow up. Pendistribusian Dana Zakat Dari Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, telah dilaporkan penyaluran dana zakat dalam minggu terakhir. UPZ Dinas Sosial menerima pencairan program sebesar Rp95 juta, sementara UPZ Dinas Kelautan dan Perikanan memperoleh Rp80,2 juta. Total pendistribusian untuk fakir miskin selama bulan September mencapai Rp561 juta lebih. Selain itu, BAZNAS Jatim merencanakan distribusi bantuan sembako ke beberapa daerah melalui program yang akan dilaksanakan pada akhir bulan. BAZNAS juga memastikan seluruh program pendistribusian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tepat sasaran. Progres Renovasi Kantor BAZNAS Jatim Terkait perkembangan renovasi kantor BAZNAS Jatim, proses renovasi yang masih berjalan melibatkan beberapa penyesuaian teknis, termasuk perbaikan drainase dan beberapa aspek struktural. Masalah teknis terkait penambahan dan pengurangan anggaran juga dibahas, dengan tujuan memastikan bahwa renovasi dapat selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir. Ditekankan pula pentingnya penyusunan laporan kinerja yang lebih terstruktur. Laporan tahunan yang saat ini dibuat sekali dalam setahun diusulkan agar dijadikan triwulan atau semester. Hal ini bertujuan agar evaluasi dan penyesuaian program dapat dilakukan secara lebih teratur dan akurat. Agenda Koordinasi dengan Instansi Terkait Rapat juga membahas beberapa agenda penting, termasuk audiensi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang dijadwalkan pada Senin, diikuti verifikasi LAZ DT Peduli oleh Waka IV. Selain itu, persiapan Zoom meeting pra-Rakornas juga menjadi sorotan, bertujuan untuk memperkuat sinergi antar BAZNAS se-Indonesia. Rapat juga menyinggung rencana Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kota Kediri yang akan dihadiri Ketua BAZNAS Jatim, serta penyerahan bantuan sembako oleh BAZNAS Kabupaten Situbondo pada akhir September. Rencana Tindak Lanjut Rapat diakhiri dengan berbagai kesepakatan mengenai tindak lanjut program, termasuk memastikan audiensi dengan lembaga-lembaga terkait berjalan lancar dan seluruh UPZ yang direncanakan dapat terbentuk sesuai jadwal. Pimpinan BAZNAS Jatim juga sepakat untuk terus meningkatkan kinerja lembaga dalam mengelola dana ZIS, serta memastikan seluruh kegiatan yang direncanakan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
UPZ RSHP Kunjungi BAZNAS Jatim: Konsultasi Tata Kelola ZIS
UPZ RSHP Kunjungi BAZNAS Jatim: Konsultasi Tata Kelola ZIS
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSUD Husada Prima Surabaya, melakukan kunjungan kerja ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Selasa (17/8/2024), dalam rangka berkonsultasi untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di rumah sakit tersebut. Konsultasi ini berfokus pada penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), serta prosedur yang benar dalam pengajuan dan pencairan program pendistribusian ZIS sesuai aturan BAZNAS. “Kami dari UPZ RSUD Husada Prima merasa perlu berkonsultasi terkait penyusunan RKAT, proses pengajuan, pencairan dana, hingga mekanisme pertanggungjawaban yang benar. Hal ini penting agar pengelolaan ZIS kami lebih terarah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh BAZNAS,” ungkap Kepala UPZ RSHP Vitri Ariyani. Abdul Kholik, Kepala Bagian Pengumpulan ZIS BAZNAS Jawa Timur, menyambut baik inisiatif UPZ RSUD Husada Prima yang berkonsultasi untuk memperbaiki tata kelola ZIS. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pengelolaan dana zakat di rumah sakit berjalan sesuai prosedur. “Alhamdulillah, UPZ RSUD Husada Prima berkunjung untuk berkonsultasi tentang ketentuan dan SOP terkait pengelolaan ZIS, terutama pembuatan RKAT dan pencairan dana yang benar. Saat ini, kegiatan mereka masih insidental karena belum memiliki RKAT. Rumah sakit memerlukan RKAT agar pencairan dana bisa dilakukan secara rutin, terutama untuk membantu pasien yang tidak mampu,” jelas Abdul Kholik. Konsultasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS di RSUD Husada Prima, sehingga bantuan dapat didistribusikan secara lebih rutin dan tepat sasaran. Ke depan, dengan adanya RKAT, proses pendistribusian bantuan diharapkan berjalan lebih cepat dan terstruktur, membantu pasien yang membutuhkan dukungan.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Peluncuran Balai Ternak di Jember, Kiai Husnul Khuluq: Zakat Produktif Angkat Ekonomi Mustahik
Peluncuran Balai Ternak di Jember, Kiai Husnul Khuluq: Zakat Produktif Angkat Ekonomi Mustahik
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menghadiri peluncuran program Balai Ternak BAZNAS dan Rumah Kompos zakat perusahaan PT. Ansaf Inti Resources di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Rabu (18/9/2024). Acara ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui zakat produktif, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaat. Balai Ternak ini difokuskan pada pengelolaan komoditas ternak seperti domba, kambing, sapi, dan ayam broiler, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak di wilayah pedesaan. Selain itu, Rumah Kompos yang diluncurkan bersamaan dengan Balai Ternak ini bertujuan untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi kompos yang bernilai ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, menekankan pentingnya peran zakat dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Menurutnya, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS memberikan dampak besar bagi masyarakat miskin. "Dengan adanya peluncuran dan distribusi zakat produktif ini, kita bisa melihat betapa besar manfaat zakat yang disampaikan oleh muzaki kepada BAZNAS. Ini sejalan dengan pesan Al-Qur'an agar uang tidak hanya berputar di kalangan orang kaya, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu," jelas Dr. K.H. Husnul Khuluq. Beliau menambahkan, sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat bagi sesama. "Sebagai orang yang baik, kita harus banyak menunaikan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya jelas bagi masyarakat," tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Khuluq menyoroti pentingnya zakat produktif dalam mengentaskan kemiskinan, khususnya di pedesaan. Ia menilai, program seperti Balai Ternak ini berperan besar dalam membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. "Inilah inovasi zakat yang dapat mengangkat masyarakat dari jurang kemiskinan menjadi orang-orang yang sejahtera hidupnya. Semoga semua komponen terus bahu-membahu menggelorakan zakat sebagai _way of life_, sehingga tercipta harmoni antara yang kaya dan yang kurang mampu," ucapnya. Kiai Khuluq juga menekankan bahwa Balai Ternak dan Rumah Kompos memiliki dampak positif yang nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan. "Dengan pengolahan kotoran ternak menjadi kompos, dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat." pungkasnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Bapak Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Balai Ternak BAZNAS ini. “Balai Ternak BAZNAS merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Harapannya agar para peternak kita nantinya juga dapat menjadi muzaki yang menunaikan zakatnya,” ujar Nur Chamdani. Chamdani mengungkapkan, program Balai Ternak Kelompok Raung Mandiri di Jember saat ini memiliki jumlah peternak sebanyak 23 orang laki-laki, 2 perempuan. Jumlah populasi ternak per Agustus 2024 sebanyak 276 ekor, dengan rincian 6 ekor pejantan, 25 ekor anak jantan, 30 ekor anak betina, 110 bakalan jantan, dan 105 ekor induk betina. “Alhamdulillah, kandang domba secara keseluruhan telah selesai. Dengan adanya balai ternak ini, kami berharap dapat memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan kepada para peternak, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha ternak secara lebih profesional dan berkelanjutan,” jelasnya. Nur Chamdani juga mengatakan, program ini bukan hanya tentang pemberdayaan ekonomi semata, tetapi juga bentuk nyata kontribusi zakat untuk keberlanjutan lingkungan. “Kami sangat optimistis Balai Ternak ini akan menjadi model pemberdayaan yang dapat ditiru di berbagai daerah lain. Zakat melalui program ini tidak hanya membantu penerima manfaat keluar dari kemiskinan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Hal ini pun disambut baik oleh Bupati Jember yang diwakili Asisten Administrasi Umum Pemkab Jember, Harry Agustriyono, A.TD, MT. "Terima kasih kepada BAZNAS dan PT. Ansaf Inti Resources atas kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember melalui program Balai Ternak dan Rumah Kompos," ucapnya. Harry berharap, adanya program-program tersebut dapat membantu masyarakat di Kabupaten Jember. Tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga teredukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan melalui kompos, yang dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian lokal.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Bantuan Sumur Bor dari Jamkrindo Syariah
BAZNAS Jatim Terima Penyerahan Bantuan Sumur Bor dari Jamkrindo Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran bantuan sumur bor dari PT Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, Rabu (18/9/2024). Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Jamkrindo Syariah dalam upaya mendukung masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih khususnya di wilayah Jawa Timur. Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di kantor Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Kepala Kantor Jamkrindo Syariah Cabang Surabaya, Galang Mitra Aditya. Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses, terutama di daerah-daerah yang rawan kekeringan. "Jamkrindo akan memberikan bantuan berupa 20 unit sumur bor untuk seluruh Indonesia. BAZNAS Jawa Timur mendapatkan satu unit dengan nilai sebesar Rp 35 juta. Total bantuan untuk seluruh Indonesia adalah 20 unit senilai Rp700 juta," ungkap Waka II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq. Kiai Ahsanul Haq menyampaikan harapannya agar Jamkrindo di masa mendatang dapat memberikan lebih banyak bantuan sumur bor. "Kami berharap, ke depannya Jamkrindo akan memberikan lebih banyak bantuan sumur bor. Aamiin." ucapnya. Guna memastikan penyalurannya tepat sasaran, titik lokasi penyaluran bantuan sumur bor kini masih dalam tahap survei dan asesmen oleh tim lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi daerah yang paling membutuhkan akses air bersih, sehingga bantuan dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. Untuk diketahui, Jamkrindo Syariah secara rutin membayarkan zakat ke BAZNAS pusat, sementara program-program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka juga disalurkan melalui BAZNAS. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sinergi dengan lembaga zakat nasional untuk membantu mereka yang membutuhkan.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Kiai Zakki Jadi Pemateri ToT Ekonomi dan Keuangan Syariah di FESyar Jawa 2024
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., menjadi pemateri dalam Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Da'i, Da'iyah, dan Penyuluh Agama Wilayah Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 yang diselenggarakan di Surabaya pada Sabtu, 14 September 2024. Dalam materinya, Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki menekankan pentingnya pemahaman ekonomi syariah di kalangan para da’i dan penyuluh agama sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran umat tentang keuangan syariah dan zakat. “Adanya ToT ini memberikan dampak positif bagi upaya para dai, daiyah, dan penyuluh agama di Jawa Timur untuk dapat membuat sebuah grand design ekonomi. Harapannya, mereka dapat mandiri secara ekonomi sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan jamaahnya,” ujarnya. Acara FESyar Jawa 2024 menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh ekonomi syariah dan instansi terkait dari wilayah Jawa. "Mereka akan bekerja sama dengan saya, Dr. K.H. Muhammad Zakki dan Bank Indonesia untuk mengingatkan kita semua agar segera dibentuk tim kecil dalam rangka menyiapkan rumusan-rumusan terkait pemberdayaan ekonomi syariah bagi para dai dan daiyah di seluruh Jawa Timur." tambahnya. ToT ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkait ekonomi dan keuangan syariah agar dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Para peserta diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi, termasuk dalam hal pengelolaan zakat dan pemberdayaan ekonomi umat. "Konsep kerja sama ekonomi yang kami inisiasikan ini mungkin menjadi sesuatu yang luar biasa untuk dirumuskan dan dilaksanakan." pungkas Kiai Zakki. FESyar Jawa 2024 diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat peran zakat dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di masyarakat.
BERITA18/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Santunan Fakir BAZNAS Jatim Bantu Mbah Misanah Jalani Hidup di Usia Senja
Di sudut Kota Pasuruan, tepatnya di Jl. Kalimantan Rt 02 Rw 10, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, tinggal seorang wanita lanjut usia yang penuh dengan ketabahan. Namanya Misanah, namun warga sekitar akrab memanggilnya Mbah Misanah. Di usia yang hampir mencapai 90 tahun, Mbah Misanah menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampinginya, sehingga kebutuhan hidup sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan dari tetangga dan berbagai program bantuan sosial. Mbah Misanah adalah salah satu penerima bantuan program dhuafa fakir dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Setiap bulannya, beliau menerima bantuan sebesar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Dana ini sangat berarti baginya, terutama untuk membeli kebutuhan pokok dan barang penting seperti pampers, yang harus dibeli seharga Rp 60.000,- setiap dua hari sekali. Selain itu, bantuan yang diterimanya dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 400.000,- setiap dua bulan dan BMT dengan nominal yang sama, turut membantu Mbah Misanah bertahan hidup. Kehidupan Mbah Misanah yang jauh dari kemewahan ini dipenuhi oleh kedermawanan orang-orang di sekitarnya. Setiap hari, para tetangga datang memberikan bantuan, baik itu makanan ataupun tenaga, untuk memastikan Mbah Misanah tidak kekurangan. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Mbah Misanah tak pernah mengeluh. Kegigihannya untuk terus menjalani hidup dengan penuh kesabaran menjadi inspirasi bagi banyak orang di lingkungan sekitar. Bantuan yang diterima Mbah Misanah dari BAZNAS, PKH, dan BMT tidak hanya meringankan beban hidupnya, tetapi juga memberikan harapan bahwa di usia senja, masih ada tangan-tangan peduli yang siap membantu. Mbah Misanah mungkin hidup dengan keterbatasan, tetapi dengan bantuan ini, beliau dapat menjalani hari-harinya dengan lebih tenang. “Kami bersyukur bisa membantu Mbah Misanah melalui program dhuafa fakir ini. Meski jumlahnya tidak besar, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban beliau,” ujar Kabag SAI BAZNAS Jatim Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., saat melakukan monitoring dan evaluasi program guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kisah Mbah Misanah adalah gambaran nyata tentang bagaimana peran lembaga-lembaga seperti BAZNAS dan kedermawanan masyarakat mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Di balik kesederhanaannya, Mbah Misanah adalah simbol dari kekuatan hati yang tak tergoyahkan oleh usia ataupun keterbatasan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Seminar Optimalisasi ZISWAF di FESyar 2024: BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Ekonomi Produktif
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menjadi pembicara pada seminar optimalisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang digelar oleh Bank Indonesia pada hari terakhir Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (15/9/2024). Seminar ini menyoroti pentingnya ZISWAF dalam pemberdayaan ekonomi produktif di era digital, khususnya di Jawa Timur. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, mengungkapkan bahwa ZISWAF merupakan salah satu instrumen yang diandalkan untuk memperkuat perekonomian umat. “ZISWAF adalah solusi masa depan dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia, dan kami optimis pengelolaan yang tepat akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kiai Husnul Khuluq. Beliau turut mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui kolaborasi yang memperkuat ekosistem ZISWAF. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan BAZNAS akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur. “Kehadiran Bank Indonesia dalam membangun strategi kolaboratif sangat membantu mendorong optimalisasi ZISWAF, sehingga kami yakin ekonomi syariah di Jawa Timur bisa semakin tumbuh dan berkembang,” tambahnya. Selain itu, Kiai Husnul Khuluq, juga menyampaikan materi mengenai Model Pemberdayaan Produktif melalui Optimalisasi Dana ZISWAF. Seminar ini mengupas bagaimana dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dapat dimaksimalkan untuk memperkuat ekonomi umat dan menciptakan perubahan struktural dalam masyarakat. Kiai Khuluq mengawali dengan memaparkan perkembangan pengelolaan ZISWAF, di mana pengumpulan ZISWAF pada tahun 2023 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, pengumpulan ZISWAF tercatat sebesar Rp 22,48 triliun, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp 32,32 triliun. Penyaluran dana ZISWAF juga ikut bertumbuh, dari Rp 21,69 triliun di tahun 2022 menjadi Rp 31,20 triliun di tahun 2023. Jumlah Muzakki (pemberi zakat) dan Mustahik (penerima zakat) juga mengalami lonjakan, dengan Muzakki mencapai 92,61 juta jiwa dan Mustahik mencapai 123,11 juta jiwa pada tahun 2023. Selain itu, jumlah amil pelaksana yang terlibat dalam pengelolaan ZISWAF juga bertambah, dari 10.124 jiwa di tahun 2022 menjadi 12.225 jiwa di tahun 2023. Di bidang wakaf, Kiai Khuluq menyoroti bahwa potensi wakaf uang yang diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, hingga saat ini baru terealisasi Rp 2,3 triliun. Selain itu, wakaf tanah mencakup 57.263,69 hektare atau sekitar 0,03% dari luas daratan Indonesia, di mana 32.881 hektare di antaranya sudah bersertifikat. Memandang ke depan, Kiai Husnul Khuluq menjelaskan bahwa pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS akan berfokus pada peningkatan jumlah pengumpulan ZISWAF, memperkuat sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antar-stakeholder akan semakin diperkuat, begitu juga dengan penguatan regulasi dan infrastruktur ZISWAF. Dalam hal ini, teknologi informasi akan menjadi faktor kunci yang mendukung keberhasilan pengelolaan ZISWAF di masa depan. Ia juga menyebut beberapa faktor penting yang akan memengaruhi perkembangan ZISWAF ke depan, di antaranya adalah peningkatan digitalisasi dan fintech syariah, pertumbuhan lembaga ZISWAF, serta kolaborasi dengan sektor swasta. Selain itu, pengelolaan ZISWAF yang lebih produktif, peningkatan kesadaran sosial-ekonomi, serta peran generasi millennial dan Gen Z akan menjadi pendorong utama. Integrasi data keuangan sosial Islam serta partisipasi korporasi melalui zakat perusahaan dan CSR juga diharapkan dapat memperkuat dampak positif dari ZISWAF. Kiai Khuluq optimis bahwa berbagai inovasi dalam pengelolaan ZISWAF, seperti wakaf uang digital, sukuk wakaf, zakat digital, crowdfunding ZISWAF, program wakaf saham, hingga aplikasi pencatatan zakat dan wakaf, akan menjadi motor penggerak ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ZISWAF bukan hanya sekadar bentuk bantuan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan struktural yang mendalam di tengah masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi di era digital.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
BAZNAS Jatim Kunjungan Kerja ke BAZNAS Lamongan: Apresiasi Pengelolaan Kearsipan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Lamongan, Senin (16/9/2024). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., yang didampingi oleh Kabag Keuangan Machrus Ichsan, M.H.I., Kabag SDM dan Umum Dwindayatie, S.E., serta beberapa pelaksana lainnya. Kabag SAI BAZNAS Jatim, Drs. H. Slamet Hariyono, di awal sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., tidak dapat menghadiri kunjungan ini karena adanya kegiatan mendadak. "Mohon maaf, tadi Waka II BAZNAS Jatim Kyai Ahsanul Haq berencana ikut, namun mendadak ada kegiatan lain sehingga tidak jadi," katanya. H. Slamet kemudian mengapresiasi pengelolaan kearsipan di BAZNAS Lamongan, yang dianggap lebih terorganisir dan unggul dibandingkan beberapa wilayah lain. “Ketika kami ada monev program di Lamongan, ternyata BAZNAS Lamongan lebih maju di bidang kearsipan. Kebetulan tadi ada acara di Lamongan, jadi sekalian berkunjung untuk melihat langsung pengelolaan arsip di sini sebagai perbandingan, karena di sini tampaknya sudah dilatih tenaga-tenaga ahli kearsipan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Lamongan, Bambang Eko Muljono, S.H., Sp.N, M.M., menyambut baik kunjungan rombongan dari BAZNAS Jatim. "Alhamdulillah, rombongan dari BAZNAS Jatim bisa mampir ke kantor kami. Meskipun hari libur, BAZNAS tidak pernah benar-benar libur karena kami harus siap kapan saja, terutama saat ada kegiatan mendadak dari Bupati atau urusan lainnya, sehingga kedatangan panjenengan hari ini tidak ada masalah" ungkapnya. Bambang juga menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan memiliki sistem kearsipan yang baik berkat kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. “Kami sering berdiskusi dengan pemda dan mendapatkan materi mengenai kearsipan, karena dalam buku petunjuk kami belum terlalu detail, terutama dalam hal administrasi. Sehingga sebelum dilakukan audit oleh akuntan publik, kami tahu apa yang harus dipersiapkan,” ujarnya. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa BAZNAS Lamongan saat ini memiliki 92 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan desa yang terkoordinasi hingga tingkat kecamatan. Selain itu, para amil pelaksana di BAZNAS Lamongan memiliki SK tetap, sehingga meskipun terjadi pergantian pimpinan, layanan tidak akan terpengaruh. Dalam bidang pemberdayaan, BAZNAS Lamongan juga melibatkan relawan mahasiswa, khususnya dalam program Bantuan Tanggap Bencana (BTB). "Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki pecinta alam. Para mahasiswa sangat antusias karena mereka mendapat sertifikat kompetensi setelah terlibat," pungkasnya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Lamongan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Jawa Timur. Turut hadir pada acara ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lamongan Drs. Ahmad Lazim, M.Pd., beserta jajaran pelaksana BAZNAS Lamongan.
BERITA17/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat