WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.

“Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya.

 

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk.

“Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.

15/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut.

“Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban.

“Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya.

BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah.
“Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar.

“Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut.

“Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya.

Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

BAZNAS Jatim Bantu Wujudkan Rumah Layak untuk Pak Sumadi di Magetan
BAZNAS Jatim Bantu Wujudkan Rumah Layak untuk Pak Sumadi di Magetan
Pak Sumadi, warga Dusun Panger RT 006 RW 001 Rejomulyo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, akhirnya bisa memiliki rumah layak huni berkat program bedah rumah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Program bantuan ini memberikan Pak Sumadi dana sebesar Rp 15.000.000 yang menjadi harapan baru bagi keluarga kecilnya. Sebelumnya, kondisi rumah Pak Sumadi sangat memprihatinkan. Dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu (sesek) sudah banyak yang keropos dan rapuh, sementara atapnya sering bocor saat hujan turun. Sebagai seorang pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memperbaiki rumah bukanlah hal yang mudah bagi Pak Sumadi. “Dulu, kalau hujan turun, kami harus sigap memindahkan barang-barang agar tidak kena air hujan,” kenang Pak Sumadi. “Apalagi kalau angin kencang, kami selalu khawatir dinding seseknya rubuh,” tambahnya dengan senyum getir. Kini, rumah Pak Sumadi hampir rampung dibangun ulang. Proses pembangunan dilakukan dengan total renovasi, yang mengubah rumah lama menjadi hunian yang lebih kokoh dan aman. Selain dana bantuan dari BAZNAS, warga sekitar turut memberikan dukungan dengan bergotong royong dalam berbagai bentuk bantuan, mulai dari tenaga hingga dorongan moral. Pembangunan rumah ini membawa suasana baru yang menggembirakan bagi Pak Sumadi dan keluarganya. Dengan semangat gotong royong, warga Dusun Panger bersatu padu menyumbang tenaga untuk merenovasi rumah tetangga mereka. Bantuan bedah rumah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur ini bukan hanya memberikan dampak fisik berupa rumah yang layak, tetapi juga menjadi momen berharga yang menguatkan persatuan dan kesetiakawanan di antara warga. Program ini diharapkan terus berlanjut agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, terutama mereka yang membutuhkan hunian layak.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Berdayakan Mustahik, BAZNAS Jatim Beri Bantuan 30 Ekor Kambing di Banyuwangi
Berdayakan Mustahik, BAZNAS Jatim Beri Bantuan 30 Ekor Kambing di Banyuwangi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 30 ekor kambing kepada Kelompok Peternak Kambing Al-Barokah di Dusun Pringgondani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (2/11/2024). Dalam penyaluran bantuan ini, setiap anggota kelompok yang terdiri dari 10 orang masing-masing menerima tiga ekor kambing senilai Rp 2,5 juta, sehingga total bantuan yang disalurkan BAZNAS Jatim sebesar Rp 75 juta. Hadir dalam acara penyerahan bantuan ini Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada kelompok peternak. Selain itu, tiga komisioner BAZNAS Kabupaten Banyuwangi juga turut hadir untuk mendukung pelaksanaan program ini. Melalui bantuan ini, BAZNAS Jatim berharap kelompok peternak dapat mengembangkan usaha peternakan kambing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka secara berkelanjutan. “Dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa mendukung perkembangan peternakan di desa dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Kiai Ahsanul Haq. Penyaluran bantuan ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk memberdayakan masyarakat desa melalui program-program produktif yang berfokus pada peningkatan ekonomi umat.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Tingkatkan Tata Kelola Zakat, BAZNAS se-Jatim Komitmen Implementasikan SOP
Tingkatkan Tata Kelola Zakat, BAZNAS se-Jatim Komitmen Implementasikan SOP
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur beserta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola zakat melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terintegrasi. Komitmen ini disampaikan dalam penutupan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi SOP BAZNAS se-Jawa Timur 2024 yang digelar di Swiss Belinn Airport Juanda, Sidoarjo, pada 30-31 Oktober. Penutupan acara ditandai dengan pembacaan lembar komitmen oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., yang menyatakan kesungguhan seluruh peserta Bimtek dalam melaksanakan implementasi SOP BAZNAS demi tercapainya efektivitas, efisiensi, dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat di Jawa Timur. Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI, Resti Vurwarin, S.E., Ak., mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan aktif seluruh peserta Bimtek. Menurutnya, semangat peserta menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel melalui SOP yang telah disusun. “Terima kasih atas semangat Bapak dan Ibu semua yang telah mengikuti Bimtek ini. Alhamdulillah, forum ini sangat hidup, dan banyak masukan terkait SOP yang Insya Allah telah dicatat oleh tim. Kami berharap kita dapat bersama-sama menjalankan pengelolaan zakat dan infak secara amanah, karena SOP disusun untuk menstandarkan langkah kita,” ujar Resti. Ia menambahkan bahwa standar ini akan menjadikan BAZNAS sebagai lembaga yang semakin dipercaya oleh publik dan dapat dipertanggungjawabkan. “Dengan demikian, kita dapat menjadi lembaga yang semakin dipercaya publik dan dapat dipertanggungjawabkan. Semoga kita semua dimudahkan dalam melaksanakan implementasinya,” imbuhnya. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam pidato penutupnya menegaskan pentingnya SOP sebagai landasan utama dalam tata kelola zakat yang profesional dan efektif. “Alhamdulillah, kami atas nama pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap materi yang telah disampaikan dalam dua hari ini, beserta diskusi yang berjalan, dapat menjadi ilmu yang bermanfaat,” ucap Prof. Dr. Ali Maschan. Prof. Ali Maschan juga menjelaskan bahwa SOP yang diterapkan BAZNAS akan membantu organisasi menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan lebih optimal, untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. “Secara otomatis, SOP ini akan menginspirasi kita untuk menghimpun dana ZIS sebanyak-banyaknya guna membantu mengatasi kemiskinan, kesenjangan, anak yatim, fakir miskin, dan lain-lain,” jelasnya. Lebih lanjut, Prof. Ali mengingatkan bahwa SOP yang ada tetap perlu dikembangkan seiring penyesuaian BAZNAS masing-masing daerah. “Pemimpin yang sukses bukanlah yang paling kuat atau paling cerdas, melainkan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bahwa SOP itu ada, namun tetap ada peluang untuk perubahan dan penyesuaian terhadap lingkungan masing-masing. Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘Alamin, Bimtek Implementasi SOP BAZNAS se-Jawa Timur secara resmi saya tutup,” pungkasnya. Acara ditutup dengan penandatanganan lembar komitmen oleh seluruh peserta BIMTEK Implementasi SOP BAZNAS Wilayah Jawa Timur Tahun 2024.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kadiv Sisdur BAZNAS RI Dorong Implementasi SOP untuk Optimalkan Kinerja
Kadiv Sisdur BAZNAS RI Dorong Implementasi SOP untuk Optimalkan Kinerja
Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI, Resti Vurwarin, S.E., Ak., menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan tata kelola lembaga di lingkungan BAZNAS. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis Implementasi SOP BAZNAS se-Jawa Timur 2024 yang digelar pada 30-31 Oktober di Swiss Belinn Airport Juanda, Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, Resti menggarisbawahi bahwa setiap unit BAZNAS perlu menetapkan pemangku tugas dengan jelas dan mencantumkannya dalam deskripsi pekerjaan (job description) yang nantinya disahkan oleh pimpinan. “Untuk mengimplementasikan SOP di lingkungan BAZNAS, Ibu dan Bapak dapat menetapkan beberapa hal terkait siapa yang menjadi pemangku tugas yang nantinya dicantumkan dalam deskripsi pekerjaan (job description). Setelah itu, deskripsi pekerjaan tersebut disahkan oleh pimpinan,” ucap Resti. Resti juga menyoroti pentingnya SOP dalam mendukung prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Kita mewujudkan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Standar ini diperlukan agar setiap aktivitas di BAZNAS memiliki acuan yang jelas, mempermudah transisi apabila terjadi peralihan tugas, baik karena rolling, promosi jabatan, pengunduran diri, atau adanya personel baru.” tegasnya. Resti menekankan bahwa SOP yang terdokumentasi memudahkan amil dalam menjalankan tugas dan menjadi acuan penting dalam proses audit. “Dengan adanya SOP yang terdokumentasi, mereka yang bertugas dapat segera memahami apa yang harus dilakukan. SOP ini juga menjadi pedoman audit, karena auditor, baik internal maupun eksternal, akan memerlukan prosedur yang jelas sebagai acuan pemeriksaan,” paparnya. Lebih lanjut, Resti menjelaskan manfaat-manfaat utama dari keberadaan SOP di BAZNAS. “Pertama, SOP berfungsi sebagai panduan kerja. Kedua, menjadi dasar hukum secara internal di lembaga kita. Ketiga, SOP memberikan informasi yang jelas terkait tugas sehingga pegawai dapat langsung memahami tanggung jawabnya,” jelas Resti. Ia juga menambahkan bahwa SOP adalah pedoman disiplin kerja yang harus diikuti oleh seluruh personel BAZNAS. “Keempat, SOP berperan sebagai pedoman disiplin kerja, memastikan bahwa setiap pekerjaan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Selain itu, SOP juga meningkatkan reputasi lembaga. Sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, BAZNAS membutuhkan kepercayaan publik karena dana yang dikelola merupakan dana masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari seluruh Jawa Timur dan diharapkan dapat mendorong implementasi SOP yang kuat di setiap unit BAZNAS. Dengan demikian, BAZNAS dapat semakin dipercaya oleh masyarakat dalam pengelolaan dana zakat yang transparan dan akuntabel.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Tekankan Pentingnya SOP untuk Tata Kelola yang Baik
BAZNAS Jatim Tekankan Pentingnya SOP untuk Tata Kelola yang Baik
Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Bidang SDM dan Umum, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam organisasi untuk mencapai tata kelola yang efektif dan efisien. Hal tersebut disampaikan pada acara Bimbingan Teknis Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS se-Jawa Timur 2024, yang berlangsung di Swiss Belinn Airport Juanda, Sidoarjo, pada 30-31 Oktober 2024. “Kita hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari standar. Jika kita melihat perspektif kehidupan maupun keagamaan, manusia tidak bisa terlepas dari standar. Oleh karena itu, jika kehidupan memerlukan standar, organisasi juga harus memiliki standar, khususnya dalam tata kelola organisasi,” ujar Dr. KH. Husnul Khuluq. Kiai Husnul menjelaskan bahwa SOP berfungsi sebagai kerangka dalam semua proses manajemen yang terdiri dari empat fungsi utama: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengendalian (controlling). Setiap langkah dan tindakan dalam manajemen ini harus memiliki SOP-nya masing-masing. “BAZNAS RI telah menerbitkan buku SOP yang bersifat umum, namun belum spesifik, sehingga perlu dibedah dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing BAZNAS di daerah,” tambahnya. Beliau menekankan bahwa pentingnya SOP terletak pada adanya standar dalam pekerjaan. SOP membantu menghindari overlapping dan meningkatkan efisiensi, sehingga anggota organisasi tidak perlu lagi mencari cara kerja yang tepat. Dengan adanya panduan yang jelas, pembagian tugas menjadi lebih terstruktur, dan komunikasi pun menjadi lebih lancar. “SOP memudahkan kita dalam bekerja, menjadikannya lebih efektif, komunikatif, terstandar, dan bertanggung jawab. Manfaatnya sangat baik bagi organisasi, terutama dalam menghindari kesalahan dan kelalaian yang bisa berakibat fatal,” jelas Kiai Husnul. Sebagai bagian dari upaya untuk mencapai standar mutu yang lebih baik, Kiai Husnul menyatakan bahwa saat ini BAZNAS berada dalam tahap pertumbuhan dan belum mencapai tingkat kematangan penuh. Oleh karena itu, tata kelola yang baik melalui SOP sangat penting untuk meraih standar mutu yang diinginkan. “Momen ini harus dimanfaatkan untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan tentang SOP agar kita bisa belajar dan berkembang bersama,” tutupnya. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI, Resti Vurwarin, S.E., Ak., dan tim, serta jaran pimpinan dan pelaksana dari bidang SDM dan Umum BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS se-Jatim Perkuat Manajemen Kelembagaan Melalui Bimtek Implementasi SOP
BAZNAS se-Jatim Perkuat Manajemen Kelembagaan Melalui Bimtek Implementasi SOP
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) di Swiss Belinn Airport Sidoarjo, 30-31 Oktober 2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pimpinan dan pelaksana dari bidang SDM dan Umum BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme serta kualitas layanan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di seluruh Jawa Timur. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menekankan pentingnya SOP yang kuat dan terstandarisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah umat. Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa SOP merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik, yang mendukung BAZNAS sebagai lembaga resmi setara dengan badan pemerintah lainnya. “Ini adalah bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Di Jawa Timur, terutama di lingkup BAZNAS, banyak pimpinan berasal dari kalangan Kiai. Mereka memimpin dengan penuh tanggung jawab dan semangat perubahan, terutama dalam hal mengubah pola pikir masyarakat terkait zakat,” kata Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan Moesa, juga menyoroti perubahan budaya kerja dalam tubuh BAZNAS yang sejalan dengan perannya sebagai lembaga pemerintah resmi. Menurutnya, perubahan ini bukan hanya soal penampilan, tetapi mencerminkan langkah penting menuju profesionalisme dan tata kelola yang setara dengan lembaga pemerintah lainnya. “Dulu, saat rapat atau pertemuan, banyak yang mengenakan sarung dan sandal. Namun, sekarang, aturan lebih formal sudah diterapkan, dan ini menunjukkan bahwa BAZNAS adalah badan resmi pemerintah. BAZNAS setara dengan badan-badan pemerintah lainnya seperti BMKG atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BAZNAS adalah badan pemerintah yang independen dan memiliki tanggung jawab yang sama seperti instansi pemerintah lainnya,” ujar Prof. Ali. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam BAZNAS untuk mewujudkan tata kelola yang baik, khususnya di wilayah Jawa Timur, sehingga misi zakat dapat tercapai secara optimal dan tepat sasaran. “BAZNAS harus mengedepankan kolaborasi yang cepat, mengidentifikasi solusi secara efektif, dan mengadopsi keberagaman. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menciptakan tata kelola yang baik, khususnya di wilayah Jawa Timur, serta membangun kerja sama yang erat dengan semua pihak demi tercapainya tujuan utama zakat, yaitu membantu mereka yang membutuhkan dengan cara yang tepat dan efisien,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya SOP dalam memastikan pelayanan zakat yang efektif dan tepat sasaran. “Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa melaksanakan bimbingan teknis untuk implementasi SOP standar dari pusat, provinsi, dan kota. Kami berharap SOP ini dapat diterapkan dengan baik di Jawa Timur. Saya kira, acara ini sangat bagus dan luar biasa, dengan harapan ke depannya Jawa Timur akan menjadi salah satu provinsi yang solid dalam menerapkan SOP zakat. Kami juga berharap Jawa Timur dapat menjadi contoh kekompakan untuk provinsi-provinsi lain, terutama yang berada di luar Pulau Jawa,” ungkapnya. Hasbi Zaenal juga menjelaskan bahwa penerapan SOP di lingkungan BAZNAS bertujuan untuk menciptakan standar kerja yang seragam di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Namun, ia juga mengakui bahwa fleksibilitas dalam pelaksanaan SOP tetap diperlukan, mengingat beragamnya kondisi lapangan di masing-masing daerah. Dengan adanya mekanisme penyesuaian, SOP diharapkan tetap relevan dan efektif di berbagai situasi tanpa mengurangi standar yang telah ditetapkan. “SOP yang diterapkan terpusat dan memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia. Namun, dalam penerapannya di lapangan, kami memberikan ruang untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan. Ada mekanisme yang telah kami siapkan untuk memungkinkan penyesuaian tersebut, sehingga SOP ini tetap terstandar, namun juga bisa fleksibel sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya. Lebih lanjut, Hasbi juga memaparkan bahwa SOP tersebut meliputi berbagai aspek penting yang mendukung pengelolaan zakat secara efektif. Aspek-aspek tersebut dirancang untuk memastikan seluruh unit BAZNAS mengikuti prosedur yang konsisten, baik dalam pengumpulan zakat, pengelolaan keuangan, pengendalian, maupun pengadaan. “Secara umum, SOP ini mencakup beberapa aspek penting. Yang paling besar adalah terkait dengan standar pengumpulan zakat, pengelolaan keuangan, dan pengendalian. Selain itu, pengadaan juga menjadi hal yang penting untuk disamakan antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Branding BAZNAS yang sama, logo yang sama, serta visi yang sama memerlukan langkah-langkah yang seragam, mulai dari pusat hingga kabupaten.” pungkasnya. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI, Resti Vurwarin, S.E., Ak., beserta jajaran pimpinan dan pelaksana dari bidang SDM dan Umum BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur. Materi yang dipaparkan dalam bimtek ini meliputi Pedoman Tata Naskah dan Bimbingan Teknis Implementasi SOP, Pembedahan SOP Pengumpulan dan Penyaluran, serta Pembedahan SOP Keuangan, Manajemen Aset, dan Pengadaan yang disampaikan oleh Tim Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI. Melalui kegiatan ini, BAZNAS se-Jawa Timur berharap dapat terus meningkatkan mutu pelayanan pengelolaan zakat dengan standar yang lebih baik, sehingga kontribusinya dalam mengatasi kemiskinan dan membantu masyarakat yang membutuhkan semakin optimal.
BERITA31/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda rasa Rakornas, Begini Penjelasan Ketua BAZNAS Jatim
Rakorda rasa Rakornas, Begini Penjelasan Ketua BAZNAS Jatim
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya profesionalisme dalam penampilan dan perubahan mindset pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang berlangsung dari 23-25 Oktober 2024 di Kota Batu. Prof. Dr. Ali Maschan Moesa mengatakan, “Saya ingin menjelaskan kenapa kemarin pembukaan itu harus pakai dasi, harus pakai jas. Hal ini ditegaskan karena BAZNAS adalah lembaga pemerintah, meskipun non-struktural. Penampilan kita perlu berbeda, dan ini terkait dengan mindset yang harus kita ubah.” beliau menekankan. Lebih lanjut, Prof. Ali Maschan menyoroti bahwa selama ini, istilah ‘pemerintah’ seringkali diartikan dengan cara yang kurang tepat. “Kata ‘pemerintah’ seharusnya mengarah pada pelayanan atau ‘to serve’, bukan sekadar memerintah. Hal ini penting untuk kita pahami agar mindset kita lebih mengarah pada memberikan pelayanan,” ujar Prof. Ali. Prof. Ali Maschan juga menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh BAZNAS merupakan tanggung jawab kepada masyarakat, terutama dalam hal pemerataan kesejahteraan melalui zakat. “Kita perlu memahami bahwa layanan BAZNAS ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, khususnya dalam konteks pemerataan kesejahteraan melalui zakat,” tambahnya. Kiai Ali berharap bahwa dengan meningkatkan penampilan dan profesionalisme, BAZNAS dapat memberikan layanan yang lebih optimal dan bersinergi. “Inilah yang mendasari mengapa kita mengawali acara kemarin dengan cara berpakaian yang lebih formal. Kita perlu mengembangkan diri kita agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik,” pungkasnya.
BERITA28/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda BAZNAS Se-Jatim 2024 Hasilkan 17 Resolusi Strategis
Rakorda BAZNAS Se-Jatim 2024 Hasilkan 17 Resolusi Strategis
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur 2024 yang berlangsung di Kota Batu pada 23-25 Oktober menghasilkan 17 resolusi yang disepakati oleh seluruh peserta, sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menutup Rakorda ini dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan persatuan bagi seluruh peserta dalam mengemban amanah pengelolaan zakat. “Dalam rangka penutupan acara, kami ingin mengakhiri dengan mengingatkan pentingnya kolaborasi dan menjaga persatuan. Sebagai lembaga pemerintah yang non-struktural, kita harus pandai memposisikan diri dalam hubungan dengan pihak-pihak terkait. Mari kita tutup Rakoda ini dengan pembacaan Surat Al-‘Asr sebanyak tiga kali”, ucap Prof. Dr. Ali Maschan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota bersama perwakilan Kemenag dan Kesra setempat. Berikut adalah 17 resolusi dari hasil Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur: Menyepakati target pengumpulan nasional tahun 2025 sebesar Rp 1,8 T terdiri dari pengumpulan BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur(On Balance Sheef) sebesar Rp 367 Milyar dan pencatatan zakat di masyarakat (Ofl Balance Sheef) sebesar Rp 1,4 triliun; Mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp 1,8 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS Jatim dan pemerintah daerah setempat secara berkala; Kepada Kanwil Kemenag Jawa Timur diharap mendorong UPZ kementerian Agama untuk memaksimalkan pelaksanaan Peraturan BAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Tatakerja Unit Pengumpul Zakat dengan menyetorkan seluruh hasil pengumpulan dana UPZ kepada BAZNAS sesuai dengan tingkatannya Menyepakati 114.564 Mustahik Zakat se Jawa Timur, dengan target pengentasan Kemiskinan Se-Jawa Timur sebanyak 16.064 juta jiwa pada tahun 2025; Memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang mengacu pada data Pemerintah (Regsosek/P3KE) dan terintegrasi dalam SIMBA; Menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS Jatim ke BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagai upaya strategis untuk memastikan Kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat pengutan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Jawa Timur, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, guna memastikan proses pengelolaan zakat yang semakin profesional, sistematis, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan; Berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaanzakat; BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syari, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,serta menegakkan etika dan integritas; BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS; Resolusi ini diharapkan menjadi landasan strategis bagi BAZNAS Jawa Timur untuk memperkuat peran dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara berkelanjutan.
BERITA28/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Jatim Prioritaskan Program Produktif di 2025
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Jatim Prioritaskan Program Produktif di 2025
Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang berlangsung di Kota Batu pada 23-25 Oktober 2024, Wakil Ketua II BAZNAS, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menjelaskan bahwa alokasi pendistribusian zakat untuk tahun 2025 akan difokuskan sebesar 60% untuk program produktif, sementara 40% sisanya untuk program konsumtif. Upaya ini bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat rentan melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga yang awalnya mustahik dapat naik kelas menjadi muzaki. “Bantuan yang sifatnya produktif, seperti pemberdayaan UMKM, akan ditingkatkan. Kami akan mengalokasikan dana khusus untuk bantuan modal usaha UMKM dengan harapan dapat menanggulangi masalah rentenir di pasar-pasar tradisional,” ujar Dr. K.H. Ahsanul Haq. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ahsanul Haq menyampaikan bahwa program bantuan rombong akan tetap disediakan bagi mustahik pelaku UMKM untuk menunjang usaha mereka. “Selain itu, kami juga tetap menyalurkan program bantuan rombong dengan syarat bahwa penerima adalah pedagang yang sudah berpengalaman,” tambahnya. Kiai Ahsan juga menyoroti pentingnya koordinasi antara BAZNAS kabupaten/kota dan mahasiswa penerima beasiswa SKSS, sehingga mereka dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan di BAZNAS. “Mulai tahun ini, pencairan beasiswa SKSS akan dilakukan melalui BAZNAS Kabupaten/Kota, sehingga kami berharap BAZNAS setempat dapat memberdayakan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela. Langkah ini penting untuk meningkatkan komunikasi dan membangun loyalitas mereka terhadap BAZNAS.” ujar Kiai Ahsan. Selain itu, BAZNAS Jatim tetap melanjutkan program santunan anak yatim pada bulan Ramadan di 10 kabupaten/kota dengan target 1.000 anak yatim per lokasi. “Program lainnya termasuk santunan anak yatim pada bulan Ramadan, akan dilaksanakan di 10 titik dengan masing-masing 1.000 anak yatim. Kami berharap BAZNAS kabupaten/kota dapat mempersiapkan jauh hari sebelumnya untuk kelancaran pelaksanaan program ini.” pungkasnya.
BERITA27/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda BAZNAS se-Jatim Soroti Pentingnya Kepemimpinan, SDM, dan Pemanfaatan IT
Rakorda BAZNAS se-Jatim Soroti Pentingnya Kepemimpinan, SDM, dan Pemanfaatan IT
Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang diadakan di Kota Batu pada 23-25 Oktober 2024, Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., menyampaikan pentingnya peran kepemimpinan yang efektif, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pemanfaatan teknologi modern untuk memperkuat BAZNAS di seluruh Jawa Timur. Dalam paparannya, Dr. K.H. Husnul Khuluq menekankan bahwa BAZNAS saat ini berada dalam proses menuju kematangan sebagai sebuah organisasi. “Untuk mencapai kematangan ini, peran pimpinan sangat penting, baik ketua maupun wakil ketua. Mereka adalah penggerak yang membentuk organisasi ini tumbuh dan berkembang. Kualitas pimpinan terkait kapasitas, kompetensi, visi, dan misi organisasi sangatlah penting. Selain itu, kita perlu menciptakan harmoni untuk membangun sinergi dalam organisasi,” ungkapnya. Kiai Husnul Khuluq mengilustrasikan pentingnya harmoni dalam organisasi dengan sebuah kisah inspiratif dari Rasulullah SAW. “Suatu saat Rasulullah SAW pulang dari berperang, dan masih ada sisa kambing yang belum disembelih. Rasulullah kemudian mengumpulkan para sahabat dan berkata, ‘Ini ada kambing sisa dari perang yang belum disembelih.’ Beberapa sahabat pun berinisiatif membantu, ada yang menyembelih, ada yang menguliti, dan ada yang memasak. Rasulullah juga turut serta dengan mengumpulkan kayu bakar untuk keperluan memasak.” ujar Kiai Husnul. “Itulah harmoni dan sinergi. Mereka saling melengkapi sehingga pekerjaan selesai dengan baik. Jika kita bisa meneladani sinergi seperti ini, BAZNAS di kabupaten/kota akan menjadi BAZNAS yang kuat,” tambahnya. Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan SDM di BAZNAS. Ia mencatat bahwa dari sekitar 12.000 amil yang ada di seluruh Indonesia, kurang dari 20% memiliki sertifikasi resmi sebagai amil. “Banyak amil yang berpengalaman secara otodidak, bahkan mayoritas adalah lulusan ekonomi atau akuntansi, bukan dari jurusan syariat atau zakat. Untuk itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kompetensi amil, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan singkat,” jelasnya. Selain itu, Kiai Husnul Khuluq juga menegaskan pentingnya penguatan administrasi dalam mendukung kinerja BAZNAS. “Administrasi yang baik akan mendukung kinerja BAZNAS dan mencegah masalah di kemudian hari. Untuk itu, penting bagi kita memahami PERBAZNAS No. 1 Tahun 2016 serta peraturan-peraturan lainnya terkait dengan tata kelola BAZNAS,” katanya. Dalam aspek teknologi, Kiai Husnul menyoroti bahwa BAZNAS harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan augmented reality (AR). “Saat ini, kita sudah memasuki era AI dan augmented reality. Teknologi ini memungkinkan kita mengakses informasi secara cepat dan tepat. Jika BAZNAS bisa memanfaatkan teknologi ini, kita akan lebih efisien dalam bekerja dan lebih mudah dalam mengelola data zakat,” tutupnya.
BERITA27/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pemprov Jatim Siap Dukung Pengelolaan Zakat BAZNAS
Pemprov Jatim Siap Dukung Pengelolaan Zakat BAZNAS
Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Jawa Timur 2024 yang berlangsung di Kota Batu pada 23-25 Oktober, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan kembali dukungannya terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kesejahteraan masyarakat. Mewakili Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat, Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra Dra. Siti Munawaroh, M.A., menyampaikan beberapa poin penting mengenai dukungan Pemprov Jatim untuk BAZNAS. Siti menegaskan bahwa sejak tahun 2021, Pemprov Jatim telah meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan pengumpulan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sudah terbentuk di masing-masing dinas. “Seluruh OPD di Pemprov Jawa Timur telah mematuhi instruksi Gubernur dengan membentuk UPZ di masing-masing dinas. Semua karyawan di lingkungan Pemprov Jawa Timur juga telah menjalankan kewajiban berzakat dengan menyetorkan dana zakat kepada BAZNAS,” ujar Siti Munawaroh. Lebih lanjut, Siti menyampaikan apresiasi atas kinerja BAZNAS dalam pelaporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Laporan ini, menurutnya, mencakup informasi mengenai dana yang terkumpul, pengelolaan, dan pendistribusiannya kepada para mustahik di seluruh Jawa Timur. “Kami juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang telah melaporkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah setiap enam bulan sekali. BAZNAS melaporkan secara rinci mengenai dana yang terkumpul, pengelolaan, dan pendistribusiannya kepada para mustahik”, tambah Siti. Siti Munawaroh juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kinerja pengelolaan zakat yang efektif. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat program-program BAZNAS dalam mengoptimalkan pengumpulan serta distribusi zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan umat. “Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur telah memberikan dukungan berupa dana hibah dari APBD kepada BAZNAS yang digunakan untuk operasional kegiatan pengelolaan zakat”, tegasnya. Terakhir, Siti juga menekankan pentingnya koordinasi dan dukungan dari pemerintah daerah masing-masing kabupaten/kota untuk mendukung kegiatan BAZNAS di wilayahnya. Bagian Kesra, lanjutnya, berperan penting dalam menyalurkan informasi dan melakukan koordinasi kegiatan dengan BAZNAS setempat. “Harapan kami, seluruh BAZNAS di kabupaten/kota mendapat perhatian yang sama dari pemerintah daerahnya. Dengan sinergi yang kuat, BAZNAS diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tutup Siti Munawaroh. Rakorda BAZNAS se-Jatim 2024 di Kota Batu ini diharapkan dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
BERITA27/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan 30 Ekor Kambing untuk Kelompok Ternak di Ponorogo
BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan 30 Ekor Kambing untuk Kelompok Ternak di Ponorogo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali memberikan bantuan melalui program pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Ponorogo. Pada Sabtu (26/10), BAZNAS Jatim menyerahkan 30 ekor kambing kepada Kelompok Ternak Kambing "Domba Kencana" yang berlokasi di Desa Wotan, Kecamatan Pulung. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, yang didampingi Jajaran Pimpinan BAZNAS Ponorogo, serta tim pelaksana. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi para penerima manfaat dengan memanfaatkan potensi wilayah yang cocok untuk peternakan. Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin antara BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Ponorogo. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jatim, yang selalu berkomitmen untuk mengembangkan program bantuan seperti ini agar semakin luas manfaatnya bagi masyarakat," ujar KH. Kholid. Program bantuan ternak kambing ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan bagi para penerima, serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan lokasi yang mendukung, peternakan kambing ini diharapkan berkembang dan menjadi sumber rezeki yang berkelanjutan bagi para mustahik di Kecamatan Pulung.
BERITA26/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Ponorogo Salurkan Bantuan Perbaikan 10 Rutilahu di Kecamatan Pulung
BAZNAS Jatim dan Ponorogo Salurkan Bantuan Perbaikan 10 Rutilahu di Kecamatan Pulung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Ponorogo memberikan bantuan perbaikan terhadap sepuluh rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kecamatan Pulung. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian warga yang kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan layak. Bantuan ini diberikan kepada warga dari beberapa desa di Kecamatan Pulung, termasuk di antaranya Desa Munggung dan Desa Tegalrejo. Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, hadir dalam agenda serah terima bantuan tersebut, didampingi oleh Jajaran Pimpinan BAZNAS Ponorogo. Para penerima manfaat merasa sangat terbantu dan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang ditunjukkan BAZNAS. Salah satu penerima bantuan, Bapak Somincan dari Desa Tegalrejo, mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Ini menjadi kebahagiaan bagi saya. Terima kasih, BAZNAS, atas bantuannya yang sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga," ucap Bapak Somincan. Program perbaikan Rutilahu ini menjadi salah satu fokus BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendorong kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Jawa Timur berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam berzakat sebagai wujud kepedulian bersama bagi kesejahteraan umat.
BERITA26/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda BAZNAS se-Jatim, Pimpinan BAZNAS RI Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Profesionalisme
Rakorda BAZNAS se-Jatim, Pimpinan BAZNAS RI Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Profesionalisme
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, menegaskan pentingnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur sebagai momentum strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan sinergi, baik secara internal maupun eksternal. Menurutnya, sinergi dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam mencapai target-target BAZNAS yang telah dirumuskan untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Pada pelaksanaan Rakorda yang digelar di Kota Batu, 23-25 Oktober 2024 tersebut, Nur Chamdani menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Alhamdulillah, BAZNAS Jatim telah menyelenggarakan Rakorda 2024 dengan menghadirkan narasumber berkompeten dan memberikan penghargaan BAZNAS Jatim Awards bagi BAZNAS kabupaten/kota terpilih. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) ke depan,” kata Nur Chamdani. Chamdani juga menekankan pentingnya ketelitian dan akuntabilitas dalam setiap aspek kerja BAZNAS, dengan tetap konsisten mengedepankan prinsip tiga aman dalam tata kelola ZIS dan DSKL, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Pengelolaan zakat harus benar-benar sesuai syar’i, dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi, dan bisa dirasakan manfaatnya oleh para mustahik,” ungkapnya. Ia mengakhiri paparannya dengan menekankan bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan amanah adalah nilai-nilai utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pimpinan dan amil pelaksana BAZNAS. “Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Mari kita bersama-sama menjaga nilai-nilai ini demi kemajuan BAZNAS dan kemaslahatan masyarakat,” tutupnya.
BERITA26/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda BAZNAS se-Jatim Dorong Inovasi ZIS melalui Digitalisasi dan Program Tematik
Rakorda BAZNAS se-Jatim Dorong Inovasi ZIS melalui Digitalisasi dan Program Tematik
Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang berlangsung di Kota Batu pada 23-25 Oktober 2024, Wakil Direktur UPZ Universitas Brawijaya, Dr. Mohamad Khoiru Rusydi, M.Ak., CA., Ak., menyampaikan pentingnya strategi program tematik, fundraising, dan digital market dalam pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS). Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi donatur karena mereka merasa lebih terhubung dengan tujuan yang spesifik dan menyentuh hati. “Program tematik memungkinkan kita menyesuaikan pengumpulan ZIS dengan isu-isu yang sedang hangat di masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, atau bencana alam,” ungkap Dr. Khoiru Rusydi. Selain itu, ia menyoroti pentingnya strategi fundraising sebagai elemen kunci keberhasilan pengumpulan ZIS. “Kalau tidak ada fundraising, otomatis tidak ada yang bisa kita distribusikan,” jelasnya. Dr. Khoiru Rusydi juga menekankan peran digitalisasi melalui digital market ZIS yang dapat memperluas jangkauan dan memudahkan donatur. “Sekarang, kita bisa melakukan apa saja dari rumah, termasuk membayar zakat. Lewat digital market, masyarakat bisa menyalurkan ZIS tanpa harus meninggalkan rumah,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran BAZNAS dalam pengelolaan ZIS, terutama dalam mendukung program tematik dan inovasi digital. “BAZNAS telah menunjukkan kontribusi besar dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS, terutama dengan inisiatif program-program yang mampu menjangkau masyarakat luas,” katanya. Ia menyebut bahwa langkah BAZNAS dalam mengadopsi teknologi dan strategi digital bisa menjadi contoh bagi lembaga zakat lain untuk lebih responsif terhadap perkembangan zaman. “Sinergi antara BAZNAS dan lembaga-lembaga zakat lainnya sangat penting. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa lebih mudah memperluas dampak positif zakat di masyarakat,” tambahnya. Dengan menggabungkan program tematik, strategi fundraising, dan digitalisasi, Dr. Khoiru Rusydi berharap pengelolaan ZIS semakin adaptif dan efektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Inovasi dalam ZIS harus terus dilakukan agar dampaknya lebih signifikan,” tutupnya. Untuk diketahui, UPZ Universitas Brawijaya (UB) merupakan UPZ Kampus dengan pengumpulan zakat terbanyak dan terbaik di wilayah Jawa Timur. Selama periode bulan Juni-Juli 2024, UPZ UB telah mengumpulkan dana zakat sebesar Rp 998.158.238,- yang dihimpun dari tunjangan dosen dan karyawan di lingkungan kampus tersebut.
BERITA26/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kemenag Jatim Apresiasi Kinerja BAZNAS, Dorong Optimalisasi dan Harmonisasi Tata Kelola Zakat
Kemenag Jatim Apresiasi Kinerja BAZNAS, Dorong Optimalisasi dan Harmonisasi Tata Kelola Zakat
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam mendukung pengelolaan zakat di wilayahnya. Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Moh Arwani, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur di Kota Batu, pada 23-25 Oktober 2024. Menurut Moh Arwani, sinergi antara Kemenag dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, khususnya melalui program zakat profesi di lingkup Kanwil Kemenag Jatim. Ia mengungkapkan, program zakat profesi dengan pemotongan gaji sebesar 2,5% telah diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kemenag Jatim. “Alhamdulillah, program ini sudah berjalan, dan dana yang terkumpul langsung disetorkan ke BAZNAS Provinsi,” ujarnya. Dr. Moh Arwani menekankan pentingnya harmonisasi visi, misi, dan rencana strategis antara BAZNAS dengan Kemenag untuk mencapai optimalisasi tata kelola zakat. Ia mendorong agar literasi zakat kepada masyarakat harus diperkuat agar lebih banyak masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS. “Kami berupaya untuk mengedukasi masyarakat agar menyetorkan zakatnya ke BAZNAS, baik provinsi maupun kabupaten/kota, karena ini lebih aman dan bermanfaat,” kata Arwani. Arwani juga memaparkan hasil survei Kemenag beberapa tahun lalu, yang menunjukkan bahwa masyarakat yang membayar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui non-lembaga pengelola zakat terbagi dalam tiga aspek, yaitu 39% langsung kepada mustahik, 37% ke lembaga non-resmi, dan 24% ke panti asuhan atau pesantren. "Melalui program yang terstruktur, diharapkan masyarakat dapat menyalurkan zakat melalui BAZNAS, yang secara kelembagaan lebih terjamin dan memiliki payung hukum", ucapnya. Tak hanya itu, Arwani menegaskan bahwa Kemenag Jatim terus berupaya melakukan MoU dengan BAZNAS kabupaten/kota. Sebagai contoh, di Kabupaten Sidoarjo, ASN Kemenag Sidoarjo yang berzakat profesi berhasil mengumpulkan dana hingga Rp55 juta per bulan, yang langsung disetorkan ke BAZNAS setempat. “Kami akan melaporkan kepada Pak Kakanwil hasil rakorda ini bahwa masih ada beberapa kabupaten/kota yang perlu dukungan agar program ini semakin optimal dan harmonis,” ujar Arwani. Di akhir pemaparannya, Moh Arwani menekankan pentingnya empat kompetensi yang harus dimiliki pengurus BAZNAS, yaitu kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan spiritual. “Kompetensi spiritual ini sangat penting, sebagai landasan kita dalam menjalankan amanah, berkoordinasi, dan harmonisasi demi kebermanfaatan zakat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
BERITA25/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Apresiasi Penggerak Zakat, BAZNAS Jatim Awards 2024 Digelar di Kota Batu
Apresiasi Penggerak Zakat, BAZNAS Jatim Awards 2024 Digelar di Kota Batu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar BAZNAS Jatim Awards 2024 sebagai bentuk apresiasi kepada para penggerak zakat yang telah berkontribusi luar biasa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. Acara ini berlangsung di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, Rabu (29/10/2024), dan menjadi bagian dari pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur. Turut hadir, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, yang memberikan apresiasi terhadap peran penting BAZNAS dalam pengelolaan zakat, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan dan kerentanan sosial di Jawa Timur. "Atas nama Pemprov Jatim, kami ucapkan terima kasih atas pengelolaan zakat dan penyaluran bantuan oleh BAZNAS. Juga, hari ini BAZNAS Jatim memberikan penghargaan kepada BAZNAS kabupaten/kota yang telah berprestasi.” ujar Adhy Karyono. Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., berharap penghargaan yang diberikan kepada para penggerak zakat ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan peran zakat dalam kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. “Mudah-mudahan Indonesia dan Jawa Timur menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. Dalam acara tersebut, BAZNAS Jatim memberikan penghargaan kepada Pj Gubernur Adhy Karyono, serta 14 penghargaan lainnya dalam berbagai kategori, sebagai berikut: Penghargaan Atas Dukungan Terhadap Gerakan Zakat di Jawa Timur: Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P Penghargaan BAZNAS dengan Pengumpulan Terbanyak: BAZNAS Kota Surabaya Penghargaan BAZNAS dengan Pemanfaatan IT & SIMBA Terbaik: BAZNAS Kabupaten Gresik Penghargaan BAZNAS dengan Transparansi Pengelolaan Zakat Terbaik: BAZNAS Kabupaten Lumajang Penghargaan BAZNAS dengan Sinergi & Kolaborasi Terbaik dengan Pemerintah Daerah: BAZNAS Kabupaten Ngawi Penghargaan BAZNAS dengan Pendistribusian Terbaik: BAZNAS Kabupaten Jombang Penghargaan BAZNAS dengan Teamwork dan Kolegalitas Terbaik: BAZNAS Kabupaten Lamongan Penghargaan BAZNAS dengan Jejaring Stakeholder Terbaik: BAZNAS Kabupaten Tulungagung Penghargaan BAZNAS dengan Program Penguatan Modal UMKM Terbaik: BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Penghargaan BAZNAS dengan Program Peduli Kesehatan Terbaik: BAZNAS Kabupaten Malang Penghargaan BAZNAS dengan Program Peduli Disabilitas Terbaik: BAZNAS Kabupaten Sampang Penghargaan BAZNAS dengan Manajemen Kelembagaan Terbaik: BAZNAS Kota Pasuruan Penghargaan BAZNAS dengan Donasi Palestina Terbanyak: BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Penghargaan BAZNAS dengan Tim BTB Terbaik: BAZNAS Kabupaten Trenggalek Penghargaan Media Pendukung Gerakan Zakat BAZNAS: Spotnews Dengan diselenggarakannya BAZNAS Jatim Awards 2024 ini, diharapkan semakin tumbuh sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, serta masyarakat untuk memperkuat zakat sebagai solusi dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.
BERITA24/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dorong Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program ZAuto di Jawa Timur
Dorong Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program ZAuto di Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program ZAuto, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi mustahik di bidang otomotif khususnya dalam usaha bengkel motor yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mengentaskan kemiskinan. Peluncuran Program ZAuto diselenggarakan di Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (24/10/2024) yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum BAZNAS RI sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, serta para penerima manfaat Program ZAuto. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad mengatakan, program ZAuto merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat guna memaksimalkan peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi mustahik secara berkelanjutan. "Program ini bukan hanya tentang memberikan bantuan permodalan saja, tetapi juga pelatihan keterampilan teknis dan pendampingan usaha. Kami ingin memastikan mustahik binaan BAZNAS memiliki kapasitas untuk mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2021, Program ZAuto telah menjangkau 10 provinsi dan 38 kabupaten/kota di Indonesia, menyalurkan bantuan kepada 333 mustahik. Di Jawa Timur, program ini berfokus di Surabaya dan Sidoarjo dengan total bantuan Rp600 juta untuk 30 mustahik. "Program ZAuto di Jawa Timur merupakan kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, PT Ansaf, dan Amgala Foundation. Setiap penerima mendapat bantuan Rp20 juta berupa pelatihan mekanik, peralatan bengkel, dan modal usaha untuk meningkatkan pendapatan dan profesionalisme usaha," jelas Kiai Noor. Kiai Noor juga menyoroti, dampak positif dari berbagai program zakat yang dikelola BAZNAS di Jawa Timur. Menurutnya, angka kemiskinan di wilayah Jawa Timur semakin menurun, salah satunya berkat peran aktif zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Lebih lanjut, Kiai mengatakan, dengan peluncuran Program ZAuto, menjadi penegasan kembali komitmen BAZNAS untuk terus berinovasi dalam pengelolaan zakat dan membangun sinergi antara BAZNAS pusat, daerah, dan pemerintah yang diharapkan dapat membawa dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat. Kiai Noor berharap, Program ZAuto yang digagas BAZNAS bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. "Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi kekuatan yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, PJ Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., mengapresiasi inisiatif dan kontribusi BAZNAS dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan yang digagasnya, salah satunya Program Z-Auto di Provinsi Jawa Timur. "Program ini sejalan dengan visi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Timur," ucap Adhy. "Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS. Kami berharap Program Z-Auto dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jawa Timur," ucapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terwujudnya Program ZAuto BAZNAS di Jawa Timur. "Alhamdulilah sejak diluncurkan, Program ZAuto telah menjangkau 30 mustahik di wilayah Jawa Timur yang mengalami peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 42 persen setelah mengikuti program ini," jelasnya. Turut hadir Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si.; Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M.; Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono; Kabid Penais Kanwil Kemenag Jawa Timus Moch Arwani; para Pimpinan BAZANS Kab/Kota se-Jatim, KAK Kemenag Kab/Kota se-Jatim; Kabag Kesra Kab/Kota se-Jatim; para KA OPD Jatim; serta para peserta Rakorda dan BAZNAS Award.
BERITA24/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Rakorda se-Jatim, Pj Gubernur Adhy Apresiasi Peran BAZNAS
Rakorda se-Jatim, Pj Gubernur Adhy Apresiasi Peran BAZNAS
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengapresiasi peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat di Jawa Timur. Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jatim 2024 yang digelar di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, 23-25 Oktober. Adhy menyoroti kontribusi besar BAZNAS dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan dan kerentanan sosial di wilayah Jawa Timur. “Rasanya BAZNAS Jatim semakin hari semakin kuat, semakin menjadi partner yang kuat bagi pemerintah. Hari ini, Anda tidak bisa tidak bersinergi dengan BAZNAS,” ucap Pj Gubernur Adhy Karyono. Ia mengakui pentingnya kehadiran langsung dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh BAZNAS, mengingat dampak positif yang telah dihasilkan oleh lembaga tersebut. “Kalau BAZNAS yang membuat acara, hampir saya tidak pernah diwakilkan karena begitu besar kontribusinya bagi Pemprov dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan kerentanan”, ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam laporannya menyampaikan harapan agar Rakorda ini dapat berjalan dengan sukses. “Kita mohon arahan dari Pak Pj Gubernur dan Prof. Noor Achmad. Jika dilihat dari analisis ekonomi, dikatakan bahwa yang paling siap menuju Indonesia Emas 2045 adalah Jawa Timur, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7%, dan itu yang bisa dicapai oleh Jawa Timur,” jelas Prof. Dr. Ali Maschan. Prof. Ali Maschan juga menyampaikan harapannya agar seluruh program dan kebijakan yang dirumuskan selama acara ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Mudah-mudahan Indonesia dan Jawa Timur menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”, pungkasnya. Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., dalam sambutannya menyatakan bahwa manajemen kelembagaan BAZNAS di Jawa Timur merupakan yang terbaik. “Alhamdulillah manajemen kelembagaan BAZNAS di Jawa Timur kami lihat yang terbaik, di mana seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota nya aktif”, kata Prof. Dr. Noor Achmad. Kiai Noor juga memuji perubahan signifikan dalam profesionalisme amil BAZNAS di Jawa Timur. “Tadi juga sudah disebutkan, bagaimana kekuatan SDM kita, Jawa Timur kami melihat semangatnya luar biasa, dan kami juga melihat amil-amilnya perubahannya sudah sangat luar biasa”, jelasnya. Rakorda kali ini juga diisi dengan pemberian BAZNAS Jatim Awards, penghargaan bagi BAZNAS Kabupaten/Kota berprestasi, serta penghargaan khusus kepada Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono atas dukungannya terhadap gerakan zakat di Jawa Timur. Selain itu, diluncurkan pula program pemberdayaan ekonomi Z-Auto, yang telah disalurkan kepada 30 mustahik di Surabaya dan Sidoarjo. Turut hadir dalam acara ini antara lain Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Timur Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, Wakil Ketua BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., serta Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono, dan sejumlah kepala OPD serta pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur.
BERITA24/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
HUT ke-79 Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Jatim Apresiasi Kepemimpinan Pj Gubernur Adhy
HUT ke-79 Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Jatim Apresiasi Kepemimpinan Pj Gubernur Adhy
Wakil Ketua III BAZNAS Jawa Timur, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., mewakili Ketua BAZNAS Jatim, hadir dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Provinsi Jawa Timur. Acara ini ditandai dengan pelaksanaan upacara yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono, di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (12/10/2024). BAZNAS Jatim memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Adhy Karyono. "Kepemimpinan Pak Adhy Karyono sangat luar biasa, memberikan penghargaan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi, khususnya di Jawa Timur, dalam upaya mewujudkan Jawa Timur yang lebih baik," jelas Dr. K.H. Muhammad Zakki. Momentum HUT ke-79 ini, lanjutnya, menjadi ajang untuk merapatkan barisan dalam upaya membangun perekonomian yang kuat di Jawa Timur. "Tata kelola masyarakat yang baik membuat Jawa Timur berprestasi. Hal ini menjadi obsesi dan impian bagi kita semua. Anak-anak muda milenial yang luar biasa hebat perlu mendapatkan apresiasi," tambahnya. Kiai Zakki juga menekankan pentingnya peran BAZNAS Jawa Timur dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Ia berharap kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus terjalin erat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Harapan untuk BAZNAS adalah menjadi energi yang luar biasa karena telah memberikan ruang. Dengan demikian, BAZNAS dan Pemprov bisa berkolaborasi untuk memberdayakan masyarakat Jawa Timur yang secara ekonomi kurang beruntung, sehingga mereka bisa bangkit dan mustahik naik kelas menjadi muzaki. Semoga semuanya diberkahi, aamiin," pungkasnya.
BERITA15/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat