WhatsApp Icon
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp17 Juta dari DPC PERADI Surabaya untuk Bencana Aceh-Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp17.000.000,- dari DPC PERADI Surabaya. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya Daniel Yulmo Lowu, S.H., M.H., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian dan kepala bidang BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua DPC PERADI Surabaya, Daniel Yulmo Lowu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Kami berterima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kami dari DPC PERADI Surabaya bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Inilah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan diterima dan disalurkan dengan sebaik-baiknya.

“Donasi kami kumpulkan dari seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur maupun dari para donatur lainnya. Berapapun nilainya kami terima, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” tuturnya.

 

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa hingga saat ini total donasi yang terhimpun mencapai sekitar Rp7 miliar dalam bentuk dana tunai, serta bantuan logistik setara dengan lima truk.

“Sampai hari ini, donasi yang terkumpul dari BAZNAS kabupaten/kota dan para donatur kurang lebih Rp7 miliar, serta bantuan barang sekitar lima truk. Insyaallah pada 26 Januari mendatang bantuan dana akan kami serahkan secara seremonial kepada BAZNAS RI, sedangkan bantuan barang akan kami kirim langsung ke Aceh,” jelasnya.

15/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Bencana Aceh dan Sumatera Rp129 Juta dari BAZNAS Tuban

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Tuban sebesar Rp129.381.500. Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban Ir. Agus Suryanto, M.M., M.Agr., beserta jajaran, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Jatim

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas penyaluran donasi tersebut.

“Maturnuwun, berapapun jumlahnya kami terima. Sementara ini total keseluruhan donasi yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp4 miliar. Insyaallah pada akhir Januari kami akan melaksanakan seremoni penyerahan bantuan dengan mengundang seluruh BAZNAS se-Jawa Timur serta para stakeholder yang berkontribusi, untuk kemudian diserahkan kepada BAZNAS RI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa donasi kemanusiaan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta telah disalurkan dan ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyerahkan bantuan untuk Sumatera sebesar Rp129 juta dan sudah kami transfer. Alhamdulillah, penerimaan ZIS selama tahun 2025 telah mencapai target,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban saat ini telah menempati kantor baru di lingkungan Kantor Bupati Tuban.

“Bangunan kantor tiga lantai tersebut telah selesai pada November tahun lalu dan insyaallah akan diresmikan bertepatan dengan momentum santunan anak yatim,” pungkasnya.

BAZNAS Provinsi Jawa Timur berharap sinergi dan kepedulian antar-BAZNAS daerah ini dapat terus terjalin guna memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Rp27 Juta dari Jamaah Masjid Al Akbar untuk Bencana Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera sebesar Rp27.430.752 dari Jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan donasi tersebut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., jajaran Takmir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, serta jajaran kepala bagian, kepala bidang, dan kepala satuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Perwakilan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari jamaah.
“Hari ini kami menyalurkan donasi dari jamaah Masjid Al Akbar sebesar Rp27 juta. Meskipun tidak besar, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS Jatim telah menerima donasi kemanusiaan dari berbagai instansi dan masyarakat dengan total sekitar Rp3 miliar.

“Sampai hari ini, donasi yang kami terima dari berbagai instansi dan masyarakat kurang lebih sudah Rp3 miliar. Kami mengagendakan pada 26 Januari mendatang serah terima bantuan dana dengan BAZNAS RI sekaligus pengiriman bantuan barang ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah menitipkan donasi akan diundang dalam agenda tersebut.

“Kami rencanakan semua yang menitipkan donasi, baik dari instansi pemerintah maupun yayasan, akan kami undang agar bersama-sama mengetahui bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak melalui BAZNAS RI. Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, yang pasti bantuan akan sampai kepada para penyintas bencana,” tegasnya.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi dari BAZNAS Sidoarjo untuk Bencana Aceh dan Sumatera

BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan berupa bantuan natura/barang untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Luqman Hakim beserta jajaran.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa bantuan natura/barang tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan dititipkan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur agar dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan dan terus meningkat ke depannya. Menurutnya, esensi bantuan kemanusiaan adalah menghadirkan kebahagiaan serta harapan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Terima Penyaluran Donasi Sumatera Rp10 Juta dari Masjid Nur Salim Jojoran

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menerima penyaluran donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera sebesar Rp10.000.000 dari Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Penyerahan donasi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., serta jajaran Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya.

Perwakilan Takmir Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan wujud kepedulian jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Dana bantuan dihimpun dari sebagian harta jamaah dan disalurkan melalui BAZNAS Jatim agar dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para korban.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian Jamaah Masjid Nur Salim Jojoran Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa pada akhir Januari mendatang akan dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis melalui BAZNAS RI dengan mengundang para donatur dan media massa. Bantuan tersebut diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, sejalan dengan semangat “wong cilik iso gumuyu”.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jatim

Berita Terbaru

Berkat Program Z-Auto, Pendapatan Bengkel Slamet Widodo Meningkat Pesat
Berkat Program Z-Auto, Pendapatan Bengkel Slamet Widodo Meningkat Pesat
Bapak Slamet Widodo, seorang pemilik bengkel motor di Jl. Raya Pagesangan No.79 B, Kec. Jambangan, Surabaya, adalah salah satu penerima manfaat dari program Z-Auto BAZNAS. Setelah mendapatkan bantuan dari program ini, kehidupannya berubah secara signifikan, terutama dalam aspek ekonomi dan pengembangan usahanya. Sebelum mendapatkan bantuan, pendapatan harian Bapak Slamet hanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp80.000. Kondisi bengkelnya yang minim peralatan serta tidak tersedianya produk bengkel seperti oli dan suku cadang membuat perkembangan usahanya terhambat. Namun, semuanya berubah setelah beliau menerima bantuan peralatan dan modal usaha dari BAZNAS melalui program Z-Auto. Kini, pendapatan harian Bapak Slamet melonjak menjadi Rp200.000 hingga Rp250.000. Bantuan yang diterima tidak hanya berupa alat kerja yang lebih lengkap, tetapi juga modal untuk menyediakan produk kebutuhan bengkel. Hal ini membuat bengkelnya lebih menarik bagi pelanggan, sehingga jumlah pelanggan pun meningkat. "Dengan peralatan yang lebih lengkap dan produk bengkel yang tersedia, usaha saya semakin berkembang. Alhamdulillah, saya juga bisa merekrut satu karyawan untuk membantu operasional bengkel," tutur Bapak Slamet dengan penuh syukur. Pengalaman ini menjadi bukti nyata dampak positif dari program Z-Auto. Tak hanya meningkatkan pendapatan, bantuan ini juga memberi kesempatan kepada penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan yang telah diberikan. Berkat program Z-Auto, bengkel saya kini lebih maju, dan penghasilan saya jauh lebih baik dari sebelumnya," ungkap Bapak Slamet. Melalui program Z-Auto, BAZNAS terus berupaya membantu para pelaku usaha kecil seperti Bapak Slamet agar lebih mandiri dan sejahtera, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Untuk diketahui, hingga saat ini Program Z-Auto di Jawa Timur telah menyalurkan bantuan dalam tiga tahap, dengan total 30 penerima manfaat, yaitu 25 mustahik di Surabaya dan 5 di Sidoarjo, dalam kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim.
BERITA15/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakor BAZNAS se-Madura Raya
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakor BAZNAS se-Madura Raya
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., memberikan sambutan dan arahan penting dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS se-Madura Raya yang digelar di Pendopo Kabupaten Sumenep, Senin (15/10/2024). Pertemuan ini dihadiri oleh BAZNAS dari empat kabupaten di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep serta sejumlah pejabat penting seperti Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Drs. Sufi Agustini, M.Si. Dalam arahannya, Dr. K.H. Ahsanul Haq menekankan komitmen BAZNAS Jawa Timur untuk terus mendukung program-program pemberdayaan mustahik, salah satunya melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH). "Pada tahun 2024, BAZNAS Jatim membangun 62 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sampang bagi korban kerusuhan eks-warga Syiah, dengan nilai masing-masing rumah sebesar Rp50 juta—Rp20 juta berasal dari BAZNAS Jatim dan Rp30 juta dari Pemprov Jatim,” kata Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq Tak hanya itu, K.H. Ahsanul Haq juga menyampaikan bahwa BAZNAS Jatim telah menerima tambahan bantuan sebanyak 40 unit RTLH dari BAZNAS Pusat, dengan nilai masing-masing rumah Rp. 25 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya besar BAZNAS Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Timur, termasuk di Madura yang memiliki tantangan khusus terkait kemiskinan ekstrem. Selain program RTLH, K.H. Ahsanul Haq juga menguraikan perubahan mekanisme dalam penyaluran beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), yang sebelumnya dilakukan langsung melalui rekening mahasiswa, kini akan diubah melalui BAZNAS kabupaten masing-masing. "Kami berharap mahasiswa yang menerima beasiswa SKSS ini bisa lebih dekat dan berkomunikasi langsung dengan BAZNAS di daerah mereka," tegasnya. K.H. Ahsanul Haq menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen BAZNAS di Madura untuk terus bersinergi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah Madura. Turut hadir dalam acara ini, pimpinan BAZNAS seluruh kabupaten di Madura, perwakilan Penjabat (PJ) Bupati, dan Kabag Kesra se-Madura.
BERITA15/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Matangkan Persiapan Rakorda dan BAZNAS Awards
BAZNAS Jatim Matangkan Persiapan Rakorda dan BAZNAS Awards
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar rapat pimpinan pada Rabu (9/10/2024), yang berfokus pada persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jatim yang akan berlangsung pada 23–25 Oktober 2024, serta berbagai agenda penting yang akan digelar selama acara tersebut. Rapat dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I, Wakil Ketua III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., beserta jajaran kabag/kabid. Rakorda dan Peluncuran Program Strategis Dalam rapat, dibahas bahwa Rakorda kali ini akan mencakup peluncuran program pemberdayaan ekonomi Z Auto, sebuah inovasi baru dari BAZNAS Jatim yang akan diluncurkan secara resmi dengan seremoni khusus. Peluncuran ini direncanakan akan dilakukan dengan simbolisasi penekanan tombol yang menandai diresmikannya program tersebut. Persiapan teknis untuk peluncuran dan tampilan visual Z Auto juga tengah dimatangkan. Pameran UMKM dan BAZNAS Jatim Awards Rakorda juga akan menampilkan pameran produk UMKM dari BAZNAS kabupaten/kota. Setiap daerah diwajibkan membawa produk unggulan mereka untuk dipamerkan, sebagai bentuk dukungan BAZNAS terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, BAZNAS Jatim akan memberikan penghargaan BAZNAS Jatim Awards kepada sejumlah tokoh dan BAZNAS Kabupaten/Kota yang terbagi dalam berbagai nominasi. Persiapan untuk penghargaan ini juga telah dibahas secara detail. Pameran Armada Tim BAZNAS Tanggap Bencana Selain pameran UMKM, Rakorda juga akan menampilkan pameran armada dan peralatan Tim BAZNAS Tanggap Bencana. Tim ini telah menjadi bagian penting dalam respons cepat BAZNAS terhadap bencana alam di Jawa Timur dan sekitarnya. Dalam pameran ini, berbagai armada yang dimiliki oleh BAZNAS akan dipamerkan, termasuk kendaraan operasional dan peralatan tanggap darurat yang sering digunakan dalam misi kemanusiaan. Pameran ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para peserta tentang kesiapan BAZNAS dalam merespons situasi darurat dan bencana. Dress Code dan Jadwal Acara Rapat juga membahas tata cara dan dress code selama Rakorda pada 23-25 Oktober. Pada hari pertama, peserta diinstruksikan untuk mengenakan jas hitam, hari kedua berpakaian putih, dan hari ketiga mengenakan batik. Panitia juga memastikan MC dan susunan acara sudah dipersiapkan sesuai protokol yang telah ditetapkan. Koordinasi Lokasi dan Akomodasi Dilaporkan bahwa Rakorda akan diselenggarakan di Golden Tulip Holland Resort Batu, dengan akomodasi untuk 150 peserta telah disiapkan. Semua fasilitas logistik, termasuk booth UMKM dan photobooth, sudah sesuai standar. Koordinasi dengan Pemerintah Kota Batu untuk izin pemasangan umbul-umbul juga tengah dilakukan. Kesimpulan dan Tindak Lanjut Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Ali Maschan Moesa, menegaskan bahwa persiapan Rakorda hampir selesai, dengan fokus pada finalisasi teknis dan logistik. Beliau menekankan pentingnya sinergi seluruh tim untuk memastikan acara Rakorda berjalan lancar. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi momen strategis untuk meningkatkan koordinasi, tetapi juga memperkuat kinerja dan kolaborasi BAZNAS se-Jatim dalam memenuhi target pengelolaan zakat di Jawa Timur.
BERITA10/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dibantu BAZNAS Jatim, Mimpi Bu Siti Memiliki Rumah Nyaman Terwujud
Dibantu BAZNAS Jatim, Mimpi Bu Siti Memiliki Rumah Nyaman Terwujud
Di Dusun Sarirejo II RT 21 RW 4, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Ibu Siti kini bisa tersenyum lega. Rumah mungilnya yang dulu sudah tua dan rapuh kini berdiri kokoh dengan atap dan dinding yang lebih layak huni, berkat bantuan dari program bedah rumah BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, seorang wanita lanjut usia yang hidup sederhana bersama suaminya, telah lama tinggal di rumah yang atapnya bocor saat hujan dan dindingnya tak lagi kokoh. Suaminya bekerja serabutan, mengambil pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan untuk menyambung hidup. Kondisi rumah mereka yang dulu sudah tidak lagi aman untuk ditempati menjadi kekhawatiran tersendiri, apalagi di usia senja mereka berdua. Namun, berkat bantuan sebesar Rp 15.000.000 dari BAZNAS, impian mereka untuk tinggal di rumah yang lebih layak akhirnya terwujud. Program bedah rumah ini menyentuh bagian atap dan dinding rumah Bu Siti, memperbaiki semua yang perlu diperbaiki agar rumah tersebut aman dan nyaman untuk ditinggali. Kini, rumah mereka yang telah selesai direnovasi memberi perlindungan yang lebih baik. Tidak hanya membuat Bu Siti dan suaminya merasa lebih tenang, tetapi juga mengurangi beban pikiran mereka tentang keselamatan tinggal di rumah itu, terutama saat cuaca buruk. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Dulu kalau hujan, air masuk dari atap yang bocor, sekarang sudah tidak lagi. Rumah kami jadi lebih kuat dan nyaman," kata Bu Siti dengan senyum mengembang. Program bedah rumah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur ini adalah salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Dengan adanya program seperti ini, keluarga-keluarga yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan dapat merasakan dampak langsung dari bantuan yang diberikan, membawa harapan baru dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ibu Siti dan suaminya kini dapat menjalani hari-hari dengan lebih damai, tidak lagi khawatir dengan kondisi rumah mereka yang dulu nyaris ambruk. Rumah sederhana mereka bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga simbol harapan dan dukungan dari sesama. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga dorongan semangat untuk terus melangkah maju, meski dalam keterbatasan. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut, memberikan manfaat bagi lebih banyak keluarga di pelosok-pelosok desa, agar semakin banyak warga yang merasakan kehangatan dan perhatian dari bantuan yang diberikan.
BERITA10/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum di Usia 105 Tahun Mbah Rasmi
BAZNAS Jatim Hadirkan Senyum di Usia 105 Tahun Mbah Rasmi
Di sebuah rumah sederhana di Jl. Hos Cokro Aminoto, RT/RW 02/13, Lumajang, hidup seorang wanita istimewa yang usianya sudah lebih dari seabad. Mbah Rasmi, begitu beliau dikenal oleh tetangga dan warga sekitar, telah memasuki usia 105 tahun. Meski sudah sangat lanjut usia, kondisi fisiknya masih bugar dan semangat hidupnya tetap terpancar. Mbah Rasmi menjalani hari-harinya sendirian di rumahnya, namun ia tidak pernah benar-benar sendiri. Tetangga-tetangganya dengan penuh kasih sayang selalu siap membantu kebutuhan sehari-harinya. Kehidupan Mbah Rasmi yang serba sederhana kini sedikit lebih ringan berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Melalui program santunan lansia fakir, Mbah Rasmi menerima bantuan sebesar Rp 600.000,- per bulan sepanjang hayat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari Mbah Rasmi yang telah banyak dibantu oleh kebaikan hati tetangga-tetangganya. Mbah Rasmi merasa sangat bersyukur. Meski jumlahnya tidak besar, kehadiran bantuan ini membawa kebahagiaan bagi beliau, yang masih mampu tersenyum dan menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur. Di usia 105 tahun, Mbah Rasmi tetap menjadi inspirasi bagi semua orang di sekitarnya, menunjukkan bahwa ketegaran hati jauh lebih penting daripada usia. "Terima kasih BAZNAS atas bantuan yang diberikan kepada saya setiap bulan," ujar Mbah Rasmi sambil tersenyum. Kisah Mbah Rasmi mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan semangat hidupnya masing-masing, dan bantuan sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. Bantuan BAZNAS Jatim menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan kebaikan hati para donatur dengan mereka yang layak menerima, seperti Mbah Rasmi, yang kini bisa menjalani hidupnya dengan sedikit lebih ringan. Semoga semangat gotong royong yang ada di masyarakat semakin kuat, dan lebih banyak lagi dhuafa yang dapat merasakan manfaat dari program-program BAZNAS di seluruh Jawa Timur.
BERITA09/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Ibu Astantik Terima Bantuan Bedah Rumah dari BAZNAS Jatim dan Lamongan
Ibu Astantik Terima Bantuan Bedah Rumah dari BAZNAS Jatim dan Lamongan
Di tengah deru ombak dan kehidupan sederhana di pesisir Paciran, Kabupaten Lamongan, hidup seorang janda bernama Ibu Astantik. Setiap harinya, beliau berjuang sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak dan cucunya. Namun, pada Selasa (8/10/2024), secercah harapan datang bagi hidup Ibu Astantik. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Lamongan, menyerahkan bantuan bedah rumah untuk Ibu Astantik senilai Rp 30.000.000. Bantuan ini, yang merupakan hasil dari dana sharing antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 20.000.000 dan BAZNAS Kabupaten Lamongan sebesar Rp 10.000.000, diserahkan secara simbolis dengan penuh harapan. Ibu Astantik, yang telah lama tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan, kini hanya perlu menunggu waktu hingga ia memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman bagi keluarganya. Pimpinan BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., yang meninjau langsung kondisi rumah Ibu Astantik sehari sebelum penyerahan bantuan, menegaskan pentingnya percepatan proses renovasi agar rumah tersebut dapat segera ditempati oleh keluarga Ibu Astantik. “Kondisi rumah Ibu Astantik sangat layak untuk dibantu. Tadi saya sampaikan kepada BAZNAS Lamongan, jika memungkinkan, renovasi ini harus selesai dalam satu bulan. Pokoknya, dalam satu bulan rumah ini harus sudah bisa ditempati,” ujar Dr. K.H. Ahsanul Haq penuh optimisme. Bantuan bedah rumah ini bukanlah yang pertama. BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan penerima manfaat di berbagai daerah, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Program ini merupakan bagian dari visi besar BAZNAS untuk mengangkat derajat kehidupan mustahik melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah. Diharapkan, kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Lamongan ini akan terus berlanjut. Semakin banyak muzaki yang menyalurkan zakatnya, semakin luas pula jangkauan bantuan yang bisa diberikan, tidak hanya di Lamongan, tetapi juga di seluruh wilayah Jawa Timur. Bagi Ibu Astantik, rumah baru ini adalah awal baru yang penuh harapan. Bagi masyarakat, program ini menjadi pengingat pentingnya berbagi dan membantu sesama. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga jembatan yang mempererat tali persaudaraan, menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan kita.
BERITA09/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim bersama Pemkab dan BAZNAS Blitar Tasyarufkan Bantuan RTLH, GTT dan Kafilah Hafizah
BAZNAS Jatim bersama Pemkab dan BAZNAS Blitar Tasyarufkan Bantuan RTLH, GTT dan Kafilah Hafizah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Blitar telah melaksanakan pentasyarufan zakat bagi Guru Tidak Tetap (GTT) Madinah dan TPQ, kafilah hafizah, serta bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kab. Blitar (7/10/2024). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berperan penting dalam pendidikan dan kehidupan beragama. Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., yang turut hadir bersama Pjs. Bupati Blitar, Dr. Ir. Jumadi, M.MT., serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten Blitar dan jajaran Forkopimcam Srengat, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 120 penerima manfaat. Mereka terdiri dari Guru Tidak Tetap (GTT) Madinah dan TPQ, Kafilah Hafizah, Marbot atau Ta'mir Masjid, warga prasejahtera, serta 10 penerima program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). "Program pentasyarufan ZIS ini menjadi bukti nyata akuntabilitas dan transparansi BAZNAS kepada para muzaki. Dengan demikian, kepercayaan muzaki kepada BAZNAS semakin baik." jelas Waka IV BAZNAS Jatim Dr. K.H. Husnul Khuluq. Sementara itu, Pj Bupati Blitar Dr. Ir. Jumadi, M.MT., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang dinilainya semakin cepat dan efektif dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Ini merupakan bukti bahwa BAZNAS semakin eksis dan profesional dalam menjalankan misinya sebagai lembaga utama penyejahtera umat," terangnya. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur berperan aktif dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan semangat para guru dan kafilah hafizah dalam menjalankan tugas mulia mereka. Bantuan ini tidak hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian BAZNAS dalam memperkuat pilar-pilar sosial dan keagamaan di Jawa Timur.
BERITA08/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Distribusikan Paket Sembako Bagi Mustahik di Keputran
BAZNAS Jatim Distribusikan Paket Sembako Bagi Mustahik di Keputran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan dengan menyalurkan 50 paket sembako bagi mustahik wilayah Keputran Panjunan, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Penyaluran bantuan bagi dhuafa dan lansia ini dilaksanakan dalam acara Pengajian Dzikro Maulidur Rasul yang diadakan oleh pemuda-pemudi Keputran Panjunan pada Kamis (5/10/2024). Ketua Panitia Pemuda-Pemudi Keputran Panjunan, Ichwanul Hakim, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Jawa Timur dan para donaturnya. "Alhamdulillah, terima kasih kepada para donatur BAZNAS dan pimpinan beserta pelaksana BAZNAS Jatim yang telah berbagi 50 paket sembako untuk para dhuafa dan lansia di wilayah Keputran Panjunan. Berkat bantuan ini, acara pengajian Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan oleh pemuda-pemudi Keputran Panjunan dapat berjalan dengan lancar, penuh hikmah, meriah, dan sangat berkesan," ungkap Ichwanul. Acara pengajian yang dihadiri oleh masyarakat setempat ini berlangsung khidmat, dengan semangat kebersamaan yang terasa kuat. Bantuan sembako dari BAZNAS Jatim tidak hanya meringankan beban ekonomi warga prasejahtera, tetapi juga mencerminkan wujud nyata kepedulian sosial. Ichwanul Hakim juga menyampaikan doa dan harapan untuk para donatur dan pengurus BAZNAS Jatim. "Semoga para donatur BAZNAS Jatim serta pimpinan dan stafnya selalu diberi kesehatan, kelancaran dalam segala urusan, rezeki yang lebih dan berkah, serta senantiasa amanah dan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Terima kasih, BAZNAS Jatim," tambahnya. Paket sembako yang disalurkan oleh BAZNAS Jatim kepada para mustahik dhuafa dan lansia terdiri dari berbagai kebutuhan pokok. Setiap paket mencakup beras seberat 3 kg, gula 1 kg, teh 1 paket, lima bungkus mie instan, dan minyak goreng 1 liter. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat di wilayah Keputran Panjunan, Surabaya. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran BAZNAS Jatim sebagai lembaga pemerintah yang berkomitmen untuk terus mendistribusikan zakat kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dhuafa dan lansia di Jawa Timur.
BERITA08/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Silaturahim dan Pembinaan Program Z Auto: BAZNAS Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik
Silaturahim dan Pembinaan Program Z Auto: BAZNAS Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan silaturahim dan pembinaan bagi para mustahik Program Pemberdayaan Z Auto bertempat di Ruang Pertemuan Masjid Raya Islamic Centre Jatim, Senin (7/10/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., serta jajaran Kabag/Kabid. Juga hadir Pendamping Program Z Auto BAZNAS RI Zamakhsyari Cenna dan tim, Pemateri Manajemen Keuangan dari Bengkel JSTC Surabaya Amien Nugroho, S.P., serta para mustahik penerima manfaat Program Z Auto. Program Z Auto merupakan inisiatif BAZNAS yang bertujuan memberdayakan mustahik pengusaha bengkel motor kecil, dengan penyaluran modal dan alat kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberdayaan ini merupakan bagian dari misi BAZNAS untuk membantu masyarakat tidak mampu. “Alhamdulillah, Gusti Allah memberikan panjenengan pekerjaan bengkel. Ini ada hubungannya dengan BAZNAS. BAZNAS itu lembaga pemerintah non-struktural, tidak di bawah kementerian. Kita sama dengan BMKG, BKKBN, dll. Kalau di pusat, berada di bawah Presiden, di provinsi di bawah gubernur, di kabupaten/kota di bawah wali kota/bupati. Tugasnya adalah mencari dana sebanyak-banyaknya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu,” ujar Prof. Dr. Ali Maschan Moesa. Prof. Ali Maschan juga memberikan motivasi kepada para mustahik yang hadir untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. “Monggo, program ini diikuti dengan baik. Saya yakin rezeki datang dari Allah SWT. Belum semua bengkel bisa kita sapa, mudah-mudahan bapak-bapak selalu mendapat perlindungan dari Gusti Allah Yang Maha Kuasa. Saya doakan bengkelnya tambah laris dan orangnya tambah sehat,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menekankan pentingnya pengawasan dan keberlanjutan usaha para mustahik. “Di dalam program Z Auto, nantinya panjenengan akan selalu diawasi oleh pendamping yang akan keliling ke bengkel panjenengan, dalam rangka evaluasi apakah bengkelnya masih buka atau tutup, peralatannya masih lengkap atau sudah dijual. Ini penting karena dana yang kami kucurkan kepada panjenengan adalah dana umat, jadi diawasi dan dikontrol agar usaha panjenengan bisa berkelanjutan,” tegas Dr. K.H. Ahsanul Haq. Selain itu, Kiai Ahsanul Haq menekankan pentingnya silaturahmi untuk mempererat hubungan antara BAZNAS dan para mustahik. “Kami tetap memperhatikan keberlanjutan usaha panjenengan dalam menjalankan program Z Auto, karena memang ditugaskan oleh BAZNAS RI untuk memonitor Z Auto secara berkelanjutan. Silaturahmi hari ini sangat penting untuk merajut kekeluargaan antara BAZNAS dan panjenengan, sehingga bisa saling tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Insya Allah pertemuan seperti ini juga akan diadakan tiga bulan sekali,” jelasnya. Acara tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., yang mendoakan agar usaha para mustahik semakin berkembang dan seluruh pihak senantiasa mendapatkan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. Hingga saat ini, Program Z Auto di Jawa Timur telah menyalurkan bantuan dalam tiga tahap, dengan total 30 penerima manfaat, yaitu 25 mustahik di Surabaya dan 5 di Sidoarjo, dalam kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim.
BERITA07/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan BSI Bahas Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
BAZNAS Jatim dan BSI Bahas Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional VIII Surabaya pada Jumat (4/10/2024). Pertemuan ini bertujuan membahas potensi kerja sama dalam memperkuat pengelolaan zakat di wilayah Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan pandangannya terkait pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan syariah seperti BSI. Menurutnya, BAZNAS, yang tidak berada di bawah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memiliki tantangan tersendiri namun juga peluang besar dalam menjalankan program-program zakat. “Menurut saya, memang berbeda antara badan yang berada di bawah Kementerian dan yang tidak, seperti halnya badan kita yang tidak berada di bawah APBN. Ini menjadi keunikan tersendiri, karena hanya sedikit badan di Indonesia yang tidak mendapatkan anggaran dari APBN,” ujar Prof. Dr. Ali Maschan. Prof. Ali Maschan juga menekankan pentingnya kerja sama dengan aparatur pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya, termasuk BSI, untuk memperluas pengelolaan zakat. Saat ini, BAZNAS sudah melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di banyak wilayah di Jawa Timur, dalam program pembayaran zakat. “Kami berharap pengumpulan zakat dari ASN bisa mencapai 70 persen, yang nantinya akan dikelola dan kembali ke daerah masing-masing untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Selain itu, Prof. Ali juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital, BAZNAS dapat memaksimalkan pengumpulan zakat dari berbagai lapisan masyarakat dan mendukung UMKM. Kerja sama dengan lembaga seperti BSI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga diharapkan dapat memperkuat inisiatif ini. “Kami melihat pentingnya digitalisasi, seperti digital marketing, untuk membantu memaksimalkan pengumpulan zakat. Hal ini juga penting untuk mendukung UMKM yang ada. Oleh karena itu, kami berharap lebih banyak pihak yang terlibat dalam mendukung inisiatif ini,” jelas Prof. Ali. Sementara itu, Jajang Abdul Karim, CEO Bank Syariah Indonesia Regional VIII Surabaya, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan BAZNAS Jatim. Ia menekankan pentingnya diskusi untuk memperkuat sinergi antara kedua lembaga yang memiliki visi yang sejalan dalam pengelolaan zakat dan pengembangan umat. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini dan berharap bisa berdiskusi mengenai sinergi yang dapat kami perkuat bersama. Bank Syariah Indonesia saat ini adalah bank syariah terbesar di Indonesia dan berada di peringkat kesembilan di dunia. Dengan total aset nasional sebesar 375 triliun rupiah, kami berada di posisi kelima bank terbesar di Indonesia. Bank kami juga memiliki misi dan visi yang luar biasa, terutama dalam pembayaran zakat,” ujar Jajang dalam sambutannya. Lebih lanjut, Jajang menyoroti kontribusi besar BSI dalam pembayaran zakat, termasuk zakat perusahaan sebesar 220 miliar rupiah yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia pada tahun sebelumnya. Selain itu, BSI juga aktif dalam membantu pembangunan masjid di berbagai daerah, seperti di Bojonegoro dan Bromo. “Kami siap bekerja sama dengan BAZNAS, baik dalam urusan bisnis maupun urusan keumatan, karena kami percaya sinergi ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satu sinergi yang bisa kami lakukan adalah dengan memfasilitasi pembayaran zakat di restoran dan tempat publik lainnya, seperti yang telah kami terapkan di beberapa daerah,” tambahnya. Audiensi ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III BAZNAS Jatim Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., Kabag Pengumpulan BAZNAS Jatim Abdul Kholik, IsE Manager Bank Syariah Indonesia Regional VIII Surabaya Emir Syafiah, serta jajaran manajemen BSI. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat di Jawa Timur.
BERITA05/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Audiensi BAZNAS Jatim ke UNUSA, Maksimalkan Potensi Zakat Melalui Pembentukan UPZ
Audiensi BAZNAS Jatim ke UNUSA, Maksimalkan Potensi Zakat Melalui Pembentukan UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) untuk mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan universitas tersebut. Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., Wakil Rektor I UNUSA, Prof. Kacung Maridjan, M.A., Ph.D., Wakil Rektor II UNUSA, Ir. Muhammad Faqih, M.SA., Ph.D., beserta jajarannya. Dalam pertemuan tersebut, Dr. K.H. Ahsanul Haq menyampaikan pentingnya peran BAZNAS dalam mengelola zakat yang bersumber dari berbagai pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perguruan tinggi. “Sesuai dengan regulasi yang ada, maka ASN wajib membayar zakat ke BAZNAS. Kalau ASN di tingkat kota wajib berzakat ke BAZNAS kota, maka ASN di bawah naungan Pemprov berzakatnya ke BAZNAS Provinsi,” ujar Dr. K.H. Ahsanul Haq. Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi, seperti UNUSA, seharusnya mengikuti aturan yang sama. "Perguruan tinggi juga sama, bayar zakatnya ke BAZNAS Provinsi.” tegasnya. Lebih lanjut, Kiai Ahsanul Haq menjelaskan beberapa program unggulan BAZNAS Jatim, antara lain santunan bagi lansia fakir, program bedah rumah, serta program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). "Di UNUSA, ada 5 orang penerima manfaat program SKSS yang kita biayai sampai selesai semester 8," ungkapnya. Kiai Ahsanul Haq berharap agar seluruh dosen di UNUSA berpartisipasi dalam zakat dengan sistem pemotongan gaji yang langsung disalurkan ke BAZNAS Jatim. "Kami mengajak agar seluruh dosen di UNUSA gajinya dipotong untuk zakat. Bagaimana kalau zakat dari UNUSA dimasukkan ke BAZNAS Jatim, kemudian diambil kembali untuk berbagai program yang ada di UNUSA." tambahnya. Ia mencontohkan mekanisme serupa yang telah diterapkan di Universitas Brawijaya (UB), di mana zakat dari kampus tersebut dikelola dengan baik dan sebagian besar dikembalikan untuk program-program di UB. "Sebagaimana di UB, tiap bulan mereka setor zakat ke BAZNAS Jatim. Dari UB, mereka dapat mengambil kembali 70% untuk dimanfaatkan bagi program-program di sana." pungkasnya Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M., juga menegaskan pentingnya legalitas dalam pengelolaan zakat di perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa dengan membentuk UPZ, UNUSA akan mendapatkan perlindungan hukum dalam menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). "Sesuai UU dan instruksi presiden, untuk perguruan tinggi dalam kewenangan BAZNAS Jatim, tadi sudah disampaikan bahwa perlu dibentuk UPZ dalam rangka memenuhi aturan. Jadi, yang memungut zakat dan infak itu harus dilegalkan secara hukum," ungkap Dr. K.H. Husnul Khuluq. Dalam pertemuan tersebut, Dr. K.H. Husnul Khuluq menekankan bahwa proses pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di UNUSA tidaklah rumit. Ia menjelaskan mekanisme yang harus dilakukan oleh pihak universitas untuk memastikan legalitas dan kelancaran pembentukan UPZ tersebut. "Syaratnya tidak sulit, nanti Pak Rektor mengajukan nama ketua, bendahara, dan sekretaris serta anggota UPZ. BAZNAS hanya memvalidasi saja, tidak akan diubah, dan akan di-SK-kan oleh Pak Ketua. Dengan begitu, tidak ada persoalan hukum karena dijamin oleh UU dan peraturan yang ada." jelasnya. Wakil Rektor II UNUSA, Ir. Muhammad Faqih, M.SA., Ph.D., merespons positif ajakan BAZNAS Jatim. Namun, ia mengingatkan pentingnya jaminan pengelolaan dana zakat yang masuk dan keluar agar prosesnya jelas dan cepat. Dalam penutupannya, Husnul Khuluq memastikan bahwa BAZNAS Jatim akan mengelola pengembalian dana zakat dengan cepat, selama ada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang jelas. Ia optimistis kerjasama ini akan membawa manfaat besar bagi UNUSA dan mahasiswa yang membutuhkan. Audiensi ini menandai langkah awal yang penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan UNUSA dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang lebih profesional dan tepat sasaran.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Gelar Rapim Bahas Peningkatan Kinerja dan Persiapan Program Strategis
BAZNAS Jatim Gelar Rapim Bahas Peningkatan Kinerja dan Persiapan Program Strategis
BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengadakan rapat pimpinan rutin pada Rabu (2/10/2024) yang dihadiri oleh jajaran pimpinan serta kepala bagian/bidang. Rapat yang dipimpin oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., ini membahas evaluasi kinerja, peningkatan pengumpulan zakat, serta persiapan beberapa agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Evaluasi Pengumpulan Dana ZIS dan Pendistribusian Dalam rapat, Bagian Pengumpulan melaporkan bahwa terdapat beberapa lembaga yang belum memenuhi kewajiban penyetoran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Beberapa institusi masih dalam proses pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan BAZNAS Jatim terus melakukan pendekatan agar proses ini berjalan sesuai rencana. Penyaluran Beasiswa dan Santunan Yatim Bidang Pendistribusian melaporkan bahwa penyaluran dana program beasiswa tahun ini akan dilakukan secara bertahap guna mempermudah dalam pelaporan. Selain itu, BAZNAS Jatim juga mempersiapkan kegiatan santunan untuk anak yatim bekerja sama dengan DP3AK, pada momen Hari Ibu di bulan Desember. Selain itu, UPZ Bakorwil 3 Malang juga mengagendakan penyerahan bantuan untuk 100 anak yatim dan 50 guru ngaji. Persiapan Rakorda dan RKAT Rapat juga membahas secara rinci persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada 23–25 Oktober 2024. Persiapan teknis, termasuk pembentukan kepanitiaan dan penentuan lokasi, sedang dalam proses finalisasi, dengan pilihan lokasi di Utama Raya Situbondo. Selain itu, Rapat Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) dijadwalkan pada 5–7 November 2024, dengan usulan lokasi di Kediri, Ngawi, atau Madiun. Rencana Penguatan UPZ melalui Rakor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) juga akan menjadi salah satu topik utama dalam Rakor UPZ yang dijadwalkan pada 4–5 Desember 2024, yang rencananya berlangsung selama dua hari satu malam. Rakor ini akan membahas strategi optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di seluruh UPZ se-Jawa Timur, serta evaluasi kinerja dan koordinasi antar-UPZ dalam meningkatkan sinergi dan efektivitas pendistribusian dana. Kesimpulan dan Tindak Lanjut Rapat diakhiri dengan kesepakatan tindak lanjut untuk memastikan seluruh agenda yang direncanakan berjalan sesuai dengan jadwal, serta memperkuat sinergi antar-UPZ di seluruh Jawa Timur. Ketua BAZNAS Jatim juga menginstruksikan agar laporan kinerja disusun lebih sistematis dan terstruktur guna meningkatkan efektivitas program pengelolaan dana ZIS.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Salurkan 200 Paket Sembako untuk Mustahik di Situbondo
BAZNAS Jatim Salurkan 200 Paket Sembako untuk Mustahik di Situbondo
BAZNAS Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan dengan menyalurkan 200 paket sembako kepada mustahik di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Senin (30/9/2024). Acara penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Waka II BAZNAS Jatim, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Dr. K.H. Ahsanul Haq menyampaikan, "Alhamdulillah, mewakili ketua BAZNAS Jatim, saya berkesempatan menyerahkan secara simbolis 200 paket sembako kepada para dhu'afa di kecamatan Besuki. Mugi berkah lan manfaat, amin." Paket sembako yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan lain-lain, diharapkan dapat membantu meringankan beban sehari-hari para mustahik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin BAZNAS Jatim dalam menjalankan amanahnya untuk memberdayakan masyarakat yang kurang mampu atau dhuafa. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jawa Timur. Melalui berbagai program sosial yang ada, BAZNAS berharap dapat terus menjangkau lebih banyak mustahik dan membantu mereka untuk bangkit dari kesulitan.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dorong Ekonomi Produktif, BAZNAS Jatim Salurkan 20 Rombong bagi Mustahik di Bondowoso
Dorong Ekonomi Produktif, BAZNAS Jatim Salurkan 20 Rombong bagi Mustahik di Bondowoso
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I, melakukan serah terima secara simbolis 20 rombong bantuan untuk mustahik di Kabupaten Bondowoso. Penyaluran bantuan itu diharapkan dapat memberikan berkah dan manfaat bagi penerimanya serta mendorong pemberdayaan ekonomi produktif di daerah tersebut. Dalam sambutannya, Dr. K.H. Ahsanul Haq menyampaikan, "Hari ini kita menyerahkan bantuan 20 rombong dari BAZNAS Jatim untuk mustahik di Bondowoso, kami berharap para mustahik dapat memanfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka." Bantuan rombong ini ditujukan untuk mendukung usaha kecil dan menengah agar mereka dapat berjualan dengan lebih baik dan meningkatkan penghasilan mereka. Dengan adanya fasilitas yang layak, diharapkan mustahik dapat menjalankan usaha mereka secara lebih produktif dan berkelanjutan. " Mugi berkah lan manfaat, amin," tambah beliau, mengharapkan agar setiap rombong yang diserahkan membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat. Penyerahan bantuan ini menjadi momen penting bagi BAZNAS Jatim dalam menjalankan misinya untuk memberdayakan mustahik dan mewujudkan keadilan sosial. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, BAZNAS Jatim berharap dapat terus menjangkau lebih banyak mustahik, membantu mereka dalam menciptakan peluang usaha, dan memberikan harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik. Pemberdayaan ekonomi produktif yang dicanangkan melalui bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bondowoso. BAZNAS Jatim berkomitmen untuk terus berinovasi dalam program-program pemberdayaan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Bantu Biaya Hidup Mbah Rasiti di Jember
BAZNAS Jatim Bantu Biaya Hidup Mbah Rasiti di Jember
Di balik senyuman yang tulus, terdapat kisah hidup yang menginspirasi. Mbah Rasiti, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Desa Krajan Kemuning, Kabupaten Jember, adalah penerima manfaat bantuan Rp 600.000,- per bulan sepanjang hayat dari program dhuafa fakir BAZNAS Provinsi Jawa Timur. "Bantuan dari BAZNAS sangat membantu saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya bersyukur masih ada yang peduli," ujar Mbah Rasiti dengan senyuman hangat. Meski hidup sendiri, Mbah Rasiti tidak merasa kesepian. Ia terkadang diminta bantuan oleh tetangganya, terutama saat ada hajatan. "Kadang saya dimintai bantuan untuk memasakkan nasi untuk hajatan. Saya senang bisa membantu, dan itu juga mengisi waktu saya," tambahnya. Keterlibatan Mbah Rasiti dalam kegiatan sosial di desa menjadi bukti bahwa meskipun dalam keadaan terbatas, ia tetap memiliki rasa empati dan kebersamaan dengan orang-orang di sekitarnya. Bantuan dari BAZNAS Jatim tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi Mbah Rasiti. Dia merasakan bahwa masih ada harapan dan perhatian dari masyarakat. Dalam kesehariannya, Mbah Rasiti mengajarkan kita arti ketahanan dan rasa syukur. Walaupun hidup dalam kesederhanaan, ia tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Di balik setiap bantuan yang diterima, ada kisah ketekunan dan semangat untuk berbagi yang patut diteladani.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Ibu Husna di Jember
BAZNAS Jatim Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Ibu Husna di Jember
Di sudut Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, sebuah rumah sederhana kini menjadi sumber kebahagiaan bagi Ibu Asmaul Husna dan keluarganya. Rumah tersebut berdiri kokoh setelah melalui proses pembangunan yang tak lepas dari bantuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui program bedah rumah pada tahun 2023. Ibu Husna adalah salah satu penerima manfaat yang mendapatkan bantuan sebesar Rp 15.000.000,- untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya yang sebelumnya sangat memprihatinkan. Ibu Husna, seorang penjual nasi pecel, tinggal bersama suaminya yang bekerja sebagai pencari belut. Dengan pendapatan yang tak menentu, memiliki rumah yang layak huni adalah mimpi besar bagi mereka. Rumah lama mereka yang sempit dan mulai lapuk sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama saat musim hujan tiba. Namun, berkat bantuan dari BAZNAS dan gotong royong warga sekitar, rumah tersebut kini telah berdiri lebih kokoh. Pembangunan rumah Ibu Husna menelan biaya total sekitar Rp 25.000.000,-. Selain dana bantuan dari BAZNAS, pembangunan ini juga berhasil diselesaikan dengan dukungan masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong, memberikan tenaga dan bahan material yang dibutuhkan. "Saya tidak bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya saya. Bantuan ini sungguh berarti bagi kami sekeluarga. Rumah ini kini menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman," ungkap Ibu Husna dengan penuh rasa syukur. Program bedah rumah dari BAZNAS tidak hanya memberikan hunian layak bagi keluarga kurang mampu, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Di Kelurahan Mangli, gotong royong telah membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa menjadi kekuatan besar dalam membantu mereka yang membutuhkan. Rumah baru Ibu Husna kini menjadi simbol harapan, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang terlibat dalam proses pembangunannya. Harapan bahwa dengan rumah yang lebih layak, masa depan mereka juga akan lebih cerah.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dibantu BAZNAS Jatim dan Banyuwangi, Ibu Dwi Kini Miliki Rumah Layak Huni
Dibantu BAZNAS Jatim dan Banyuwangi, Ibu Dwi Kini Miliki Rumah Layak Huni
Di Dusun Kramat, Desa Kertosari, Kabupaten Banyuwangi, ada satu rumah yang kini menjadi simbol harapan dan kebahagiaan bagi penghuninya. Rumah sederhana itu milik Ibu Dwi, seorang istri nelayan yang baru saja merasakan manfaat nyata dari Program Bedah Rumah BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Ibu Dwi, seorang ibu rumah tangga yang telah lama tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan, adalah salah satu penerima bantuan dari program ini. Rumah lamanya yang rapuh dan sering kali bocor ketika hujan, kini telah berubah menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Dengan bantuan sebesar Rp 15.000.000,- dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, impian keluarga kecil ini untuk memiliki rumah yang layak akhirnya terwujud. Namun, perjalanan pembangunan rumah tersebut tidak hanya berhenti pada bantuan dari BAZNAS Provinsi. Dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 25.000.000,-, Ibu Dwi menerima tambahan bantuan dari BAZNAS Banyuwangi sebesar Rp 5.000.000,-. Masyarakat sekitar pun turut berperan dalam proses ini. Dengan semangat gotong royong, para tetangga bersama-sama memberikan bantuan tenaga untuk menyelesaikan pembangunan rumah tersebut. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada BAZNAS serta masyarakat Dusun Kramat yang telah membantu saya dan keluarga. Rumah ini menjadi berkah besar bagi kami," ujar Ibu Dwi kepada tim SAI BAZNAS Jatim yang melakukan monitoring dan evaluasi program. Ibu Dwi tinggal bersama suaminya, seorang nelayan yang penghasilannya tidak menentu. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, memiliki rumah yang layak menjadi impian yang sulit mereka raih sendiri. Bantuan dari BAZNAS tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membantu sesama. Program bedah rumah ini adalah bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Di Dusun Kramat, gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. Kini, Ibu Dwi dan keluarganya bisa menikmati hunian baru yang lebih aman dan nyaman. Senyum bahagia terpancar di wajahnya, menandakan bahwa bantuan tersebut tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang yang profesional," ujar Kiai Noor di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., MA, di hadapan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakornas BAZNAS 2024 di IKN-Balikpapan
Pimpinan BAZNAS Jatim Hadiri Rakornas BAZNAS 2024 di IKN-Balikpapan
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan pada 25-27 September 2024. Delegasi dari BAZNAS Jatim yang hadir dalam acara tersebut adalah Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua II Dr. K.H. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.Si., dan Wakil Ketua IV Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M. Rakornas dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara, IKN. Agenda Rakornas tahun ini bertujuan untuk merumuskan dan memperkuat program-program nasional yang nantinya akan diimplementasikan di tingkat provinsi, dan kota/kabupaten. Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan secara terpisah, menekankan pentingnya Rakornas sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan program pusat dengan daerah. “Prinsip bahwa Rakornas bertujuan untuk menyusun ulang program-program nasional, yang nantinya akan diterjemahkan menjadi program di tingkat Provinsi Jawa Timur serta Kota/Kabupaten se-Jawa Timur, sebenarnya merupakan agenda rutin,” ujarnya. Selain itu, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa juga menggarisbawahi pentingnya analisis potensi daerah. “Hal yang lebih penting menurut saya adalah memahami potensi daerah masing-masing, seperti Jawa Timur atau Kabupaten/Kota. Kemudian kita tentukan targetnya, serta yang tidak kalah penting adalah melakukan analisis SWOT, yaitu mengidentifikasi tantangan, kelebihan, dan kekurangannya,” tambahnya. Prof. Ali Maschan juga menyampaikan pesan penting dari para menteri dan pimpinan pusat, terkait kemiskinan dan kesenjangan yang terus menjadi tantangan. “Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS RI mengingatkan bahwa apapun program yang kita susun, intinya kembali pada penanganan kemiskinan dan kesenjangan, yang sayangnya, saat ini cenderung semakin bertambah.” ucap Kiai Ali Maschan. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ali juga melaporkan inisiatif terbaru yang diluncurkan di provinsi tersebut. “Di Jawa Timur, kemarin kami meluncurkan program Penguatan Modal bagi UMKM, yang menurut saya merupakan prioritas.” tegasnya. Hasil Rakornas BAZNAS 2024 ini akan diimplementasikan melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada akhir Oktober. “Hasil Rakornas akan kami jelaskan dan rinci pada saat Rakorda di Jawa Timur, yang Insya Allah akan kami selenggarakan pada akhir Oktober,” ungkapnya. Di sela-sela agenda Rakornas, Prof. Ali Maschan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ketua BAZNAS Indragiri Hilir, Alm. H. M. Yunus Hasby, yang wafat karena kecelakaan. “Kami turut berbelasungkawa hari ini, karena Ketua BAZNAS Indragiri Hilir tadi malam mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor dan meninggal dunia. Kami sampaikan belasungkawa, semoga beliau husnul khotimah,” tuturnya. Pada akhir sambutannya, Prof. Ali Maschan mengucapkan harapan terbaik untuk Rakornas BAZNAS 2024. “Selamat dan sukses untuk Rakornas BAZNAS RI 2024. Semoga lebih berkah, lebih optimal, dan pemanfaatannya lebih nyata bagi para dhuafa dan mustadh’afin,” tutupnya. Rakornas BAZNAS 2024 diharapkan dapat menghasilkan program-program yang lebih efektif untuk pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia, serta memperkuat sinergi antara BAZNAS di tingkat nasional dan daerah. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama, KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan, Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Hadir pula 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Kemendagri Siap Dukung BAZNAS Gali Potensi Zakat di Indonesia
Kemendagri Siap Dukung BAZNAS Gali Potensi Zakat di Indonesia
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menyatakan kesiapannya untuk mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menggali potensi zakat di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang diselenggarakan di Kalimantan Timur, 25-27 September 2024. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS. “Kita beruntung bahwa zakat sudah dikelola, sudah ada landasan hukumnya, sudah ada undang-undangnya semenjak tahun 2011, sudah ada peraturan turunannya, peraturan pemerintah tahun 2014. Didirikan sebagai lembaga nonstruktural, BAZNAS yang dikelola atau sehari-hari dikoordinasikan oleh Kemenag. ini kemajuan yang luar biasa di bidang zakat, hanya saja potensinya yang belum tergali,” kata Tito saat menjadi pembicara utama, Rabu malam (25/9/2024). Oleh karena itu, Tito menambahkan, Kemendagri siap mendukung BAZNAS agar bisa optimal dalam melaksanakan tugasnya. Menurutnya, terdapat beberapa hal yang dikerjakan Kemendagri dalam rangka membantu BAZNAS untuk menggali potensi zakat. “Kemendagri saat ini telah memperkuat kelembagaan BAZNAS. Di 34 provinsi sudah ada, di Kabupaten/Kota hampir 514 sudah ada. Tetapi ada yang bekerja maksimal, ada yang belum, tergantung dari teamwork di daerah masing-masing," katanya. Selain itu, pihaknya dalam membantu BAZNAS juga telah meminta laporan kepada para Gubernur, Bupati, Walikota untuk melaporkan perkembangan BAZNAS per triwulan. Di satu sisi, Kemendagri dalam rangka memperkuat kelembagaan juga telah memperluas jaringan UPZ. Kemudian, Tito mengatakan, Kemendagri telah melakukan pemanfaatan data dukcapil. Sehingga melalui data ini dapat diketahui berapa jumlah umat Islam yang ada di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan sampai ke desa. "Data ini dapat dimanfaatkan juga dalam rangka penyaluran sehingga tepat sasaran," imbuhnya. Tidak hanya itu, Tito juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan baik bersama BAZNAS. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah membuat program kita bersama untuk daerah perbatasan, dan ini masih berjalan. Terima kasih,” pungkasnya. Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jatim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat