Berita Terbaru
Rombong dari BAZNAS Jatim Jadi Andalan Pak Yanuri Nafkahi Keluarga
Di tengah hiruk-pikuk Kabupaten Bojonegoro, tampak seorang penjual bakso mendorong gerobaknya menyusuri jalanan dari siang hingga malam hari. Ia adalah Pak Yanuri, warga Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, yang menggantungkan hidupnya dari usaha bakso keliling.
Sudah setahun terakhir, Pak Yanuri menjalankan usahanya menggunakan rombong hasil bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bojonegoro senilai Rp3.500.000.
Setiap hari, ia mulai berkeliling pukul 11 siang, berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain demi menjajakan dagangan. Jumlah pembeli memang tak menentu, namun ia tetap bersemangat.
Dari hasil jualannya, kini ia mampu memperoleh omzet sekitar Rp500.000 per hari, cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama istri dan dua anaknya.
“Alhamdulillah, dari jualan ini saya bisa dapat omzet sekitar lima ratus ribu rupiah per hari. Cukup untuk makan, bayar sekolah anak, dan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya sambil tersenyum.
Perjalanan Pak Yanuri adalah potret kecil dari keberhasilan program pemberdayaan alat kerja yang diinisiasi BAZNAS Jatim. Meskipun dimulai dari keterbatasan, semangat kerja keras dan kebermanfaatan bantuan yang tepat sasaran telah membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi mustahik seperti Pak Yanuri.
BERITA10/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Dibantu BAZNAS Jatim, Kelompok Ternak di Lamongan Kini Mandiri dan Mampu Berinfak
Di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, sekelompok buruh tani membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong bisa menjadi fondasi kemandirian ekonomi. Mereka tergabung dalam Kelompok Ternak Rojokoyo, penerima manfaat program pemberdayaan ternak kambing dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Lamongan.
Program ini dimulai dengan bantuan modal Rp75 juta dari BAZNAS Jatim dan Rp7,5 juta dari BAZNAS Lamongan, yang digunakan untuk pengadaan 39 ekor domba jantan. Ternak dipelihara secara bergiliran oleh 10 anggota kelompok, yang terbiasa dengan ritme kerja sebagai buruh tani. Setiap hari mereka berbagi tugas memberi pakan dan mengatur pencahayaan kandang, berdasarkan jadwal yang disepakati bersama.
Pakan hijauan pun disiapkan mandiri dari lahan khusus yang mereka kelola sendiri. Ketika Iduladha tiba, sebanyak 37 ekor domba berhasil terjual, menyisakan dua ekor sebagai bibit. Dari penjualan itu, masing-masing anggota memperoleh keuntungan bersih Rp1.800.000, serta mampu menyisihkan Rp600.000 untuk infak kelompok.
Modal hasil penjualan tak berhenti di situ. Dana tersebut diputar kembali untuk pembelian domba baru dengan konsep breeding (pengembangbiakan) dan fattening (penggemukan). Saat ini, populasi ternak kelompok mencapai 27 ekor, terdiri dari 1 pejantan F1 Dorper, 12 bakalan jantan cross Texel, 11 indukan betina, dan 3 ekor cempe hasil breeding.
Pendamping ternak dari BAZNAS RI, yang diperbantukan oleh BAZNAS Lamongan, turut mendampingi mereka dalam setiap tahap usaha. Dari perencanaan hingga manajemen, dari pemeliharaan hingga pencatatan administrasi—semuanya berjalan lebih rapi dan terarah.
Hari ini, Kelompok Rojokoyo tidak hanya menghasilkan domba siap jual, tetapi juga melahirkan peternak-peternak tangguh yang perlahan menapaki jalan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
BERITA10/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Bantu Mustahik Pedesaan, BAZNAS Jatim Kembali Gulirkan Bantuan Ternak Kambing di Banyuwangi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan program bantuan ternak kambing kepada mustahik di Kabupaten Banyuwangi.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis di Dusun Pringgondani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi (2/8/2025), dan menjadi kali ketiga Banyuwangi menerima program serupa dari BAZNAS Jatim.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., menjelaskan bahwa program bantuan ternak kambing bukan hanya diberikan untuk Banyuwangi, tetapi juga daerah lain di Jawa Timur.
“BAZNAS Provinsi Jawa Timur setiap tahun menggulirkan program bantuan ternak kambing, bukan hanya di Kabupaten Banyuwangi, tapi di kabupaten yang lain juga sama,” ujarnya.
Kiai Ahsanul Haq menambahkan, sebelumnya BAZNAS Jatim juga melakukan serah terima program ternak kambing di Kabupaten Bondowoso. Sama seperti Banyuwangi, Bondowoso pun telah tiga kali menerima program ini.
“Kemarin kami juga serah terima program ternak kambing di Bondowoso. Bondowoso itu juga yang ketiga kalinya, sama dengan di Banyuwangi, sehingga kami memang ada unsur pemerataan untuk bantuan ternak kambing juga program-program yang lain,” jelasnya.
Melalui program ini, BAZNAS Jatim berharap bantuan ternak kambing yang digulirkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik.
“Mudah-mudahan ternak kambing yang ketiga yang kita gulirkan di Banyuwangi ini bisa berkembang biak sesuai dengan harapan kita, mampu mengangkat derajat ekonomi warga dan mengentaskan mereka dari kemiskinan menuju kesejahteraan,” pungkasnya.
Program bantuan ternak kambing merupakan salah satu strategi BAZNAS Jatim dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, yang diharapkan mampu memberikan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
BERITA09/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Kisah Pak Ahmad: Guru Honorer yang Kini Punya Rumah Layak Berkat BAZNAS Jatim
Di tengah sunyinya pedesaan Dusun Kumisik, RT 03/RW 04, Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, hidup seorang guru swasta honorer bernama Pak Mustofa. Dengan penghasilan hanya Rp500.000 per bulan, ia tetap setia mengajar di lembaga pendidikan Darul Ulum demi mencerdaskan anak-anak desa. Di sela waktunya, Pak Mustofa juga menjadi buruh tani demi menambah penghasilan agar kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi.
Pak Mustofa memiliki dua orang putra. Mereka tumbuh dan belajar dalam keterbatasan, termasuk di rumah yang dulu jauh dari kata layak huni. Dindingnya terbuat dari gedek (anyaman bambu) yang sudah lapuk, berlantaikan tanah, dan atap yang sering bocor kala hujan mengguyur. Namun, di balik kesederhanaan itu, ia tetap menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan syukur.
Perubahan besar mulai datang ketika BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Lamongan memberikan bantuan melalui program Bedah Rumah. Pak Mustofa menerima bantuan senilai Rp20 juta dari BAZNAS Jatim dan Rp10 juta dari BAZNAS Lamongan. Dengan total Rp30 juta, rumahnya dibangun ulang di atas tanah milik sendiri.
Kini, rumah itu berdiri dengan bata ringan, atap asbes, dan lantai semen yang kokoh—memberikan kenyamanan baru bagi keluarga kecil ini. Dua kamar tidur pun tersedia, cukup untuk memberikan ruang yang layak bagi kedua anaknya tumbuh dan belajar.
“Alhamdulillah, sekarang rumah saya jauh lebih nyaman. Anak-anak bisa tidur dengan tenang, tidak lagi khawatir kehujanan,” ucap Pak Mustofa dengan senyum penuh rasa syukur.
Meski plakat BAZNAS Jatim sebagai penanda program belum terpasang, manfaat dari bantuan tersebut sudah dirasakan nyata. Rumah itu kini menjadi tempat berteduh yang aman, tempat belajar anak-anaknya, dan tempat Pak Mustofa memulai hari-hari mengajarnya dengan tenang.
Kisah Pak Mustofa bukan sekadar cerita tentang pembangunan fisik rumah, melainkan tentang bagaimana zakat yang dikelola secara amanah dapat mengubah kehidupan—dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
BERITA09/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Dulu Tak Layak Huni, Kini Pak Zulianto Miliki Rumah dengan Dua Kamar Berkat BAZNAS Jatim
Di sebuah sudut Dusun Sambiroto, RT 03/RW 02, Desa Karangsambigalih, Kecamatan Sugio, berdiri rumah baru yang belum lama selesai dibangun. Rumah itu milik Pak Zulianto, seorang kuli batu yang kini bisa bernapas lega setelah bertahun-tahun tinggal di hunian tak layak yang nyaris roboh.
Dulu, rumah Pak Zulianto lebih menyerupai kandang kambing—dindingnya hanya dari gedek (anyaman bambu), rapuh, dan sebagian telah berlubang. Setiap malam, ia dan keluarganya harus menghadapi udara dingin yang masuk dari celah-celah bambu dan suara genteng goyah yang sewaktu-waktu bisa jatuh. Namun kini, kondisi itu tinggal kenangan.
Pak Zulianto menjadi penerima program Bedah Rumah yang dikelola oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Lamongan, menggantikan mustahik sebelumnya, Pak Bambang Suwito. Ia menerima bantuan sebesar Rp20 juta dari BAZNAS Jatim dan Rp10 juta dari BAZNAS Lamongan, yang digunakan untuk membangun rumah dari nol.
“Alhamdulillah, matur nuwun sanget. Rumah lama sudah tidak layak ditempati, sekarang sudah bisa tinggal lebih nyaman. Terima kasih BAZNAS,” ujar Pak Zulianto dengan suara penuh haru.
Rumah barunya kini berdiri dengan struktur bata ringan, atap asbes, dan memiliki dua kamar tidur. Meskipun lantainya masih berupa tanah, rumah itu jauh lebih kokoh dan aman. Bahkan di dalamnya, Pak Zulianto menyisihkan satu ruangan kecil sebagai musholla pribadi, tempat ia dan keluarga menunaikan ibadah sehari-hari.
Pembangunan dilakukan secara efisien dan penuh semangat gotong royong. Dana yang terbatas dikelola dengan cermat, memastikan setiap rupiah memberi dampak maksimal bagi kenyamanan dan keselamatan keluarga Pak Zulianto.
Kisah Pak Zulianto adalah bukti nyata bahwa zakat dan infak yang dihimpun oleh BAZNAS mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat dhuafa. Dari rumah reyot yang nyaris ambruk, kini tumbuh harapan baru: sebuah rumah layak yang menjadi tempat bernaung, tempat ibadah, dan tempat menata masa depan yang lebih baik.
BERITA09/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim dan Pacitan Salurkan Bantuan untuk Dongkrak Ekonomi Mustahik
BAZNAS Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Pacitan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat mustahik di Kabupaten Pacitan sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
Bantuan yang disalurkan meliputi program bedah rumah bagi 13 penerima manfaat dengan nilai masing-masing sebesar Rp20 juta, bantuan rombong dan tambahan modal usaha sebesar Rp1 juta untuk 14 pelaku usaha kecil, serta dana bergulir tanpa bunga senilai Rp2,5 juta per orang untuk 10 pedagang di Pasar Montongan Tulakan dan Pasar Minulyo.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Pacitan pada Rabu, 7 Agustus 2025. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Timur Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Ketua BAZNAS Kabupaten Pacitan Shodiq Suja’.
Dalam sambutannya, Sekda Heru Wiwoho menyampaikan apresiasi atas sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Pacitan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, serta berharap agar kolaborasi ini terus ditingkatkan guna memperluas jangkauan manfaat di masa mendatang.
Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, KH. Masnuh, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan amanah dari para muzakki yang disalurkan melalui program-program pemberdayaan. Ia berharap bantuan ini dapat membawa manfaat dan keberkahan, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Pacitan, khususnya para mustahik.
BERITA08/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Pak Mulud: Dari Rumah Gedek Menuju Hunian Layak, Uluran Harapan dari BAZNAS Jatim.
Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga simbol harapan dan ketenangan hidup. Hal itu kini mulai dirasakan oleh Pak Mulud, seorang buruh tani asal Desa Jetek, RT 04/RW 06, Kelurahan Kedungrembug, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, yang mendapat bantuan program Bedah Rumah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Lamongan.
Selama bertahun-tahun, Pak Mulud dan keluarganya tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan. Dinding rumah terbuat dari gedek—anyaman bambu yang mulai lapuk—sementara atap dari genteng tua kerap bocor bahkan ambruk saat hujan dan angin kencang datang. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tak mampu memperbaiki rumah tersebut, karena penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, harapan itu datang saat ia terpilih sebagai penerima program Bedah Rumah. Melalui program ini, Pak Mulud menerima bantuan sebesar Rp20 juta dari BAZNAS Jatim dan Rp10 juta dari BAZNAS Kabupaten Lamongan. Dengan total bantuan Rp30 juta, rumah yang dulu reyot kini mulai dibangun kembali dari nol.
“Alhamdulillah, kulo mboten nyangko nopo-nopo, niki luar biasa bantuanipun. Saestu ndadosaken griyo ingkang layak kagem keluarga kulo,” ucap Pak Mulud, matanya berkaca-kaca, tak percaya rumah lamanya yang reyot kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang kokoh.
Pembangunan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemasangan fondasi, susunan bata, hingga rangka atap, yang meski masih menggunakan genteng lama, tetap terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Dana yang diberikan dikelola seefisien mungkin, tanpa mengurangi kualitas bangunan. Para tetangga bahkan turut bergotong-royong, menyumbangkan tenaga agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan hemat biaya.
Kini, Pak Mulud tak lagi dihantui rasa waswas setiap kali langit mendung. Ia dan keluarganya bisa tinggal di rumah yang lebih layak, nyaman, dan aman—sebuah perubahan besar yang lahir dari tangan-tangan dermawan dan pengelolaan zakat yang tepat sasaran.
BERITA08/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Di Balik Rumah Hampir Ambruk, Mbah Warni Bertahan Bersama Bantuan BAZNAS Jatim
Di balik sunyinya lorong-lorong kecil Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, berdiri sebuah rumah tua yang nyaris roboh. Di dalamnya, hidup seorang perempuan sepuh yang menua dalam kesendirian. Namanya Mbah Warni, usianya sekitar 65 tahun, seorang janda tanpa anak, tanpa sanak saudara yang menemani hari-harinya.
Tak ada hiruk-pikuk atau suara ramai di rumah itu, hanya gelegar angin dan gelegat atap reyot yang jadi teman setiap waktu. Mbah Warni menjalani hari-harinya tanpa pekerjaan. Untuk sekadar menyambung hidup, ia bergantung pada bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Setiap bulan, ia menerima santunan sebesar Rp600.000—uang yang ia manfaatkan sehemat mungkin untuk membeli beras, sayur, dan lauk seadanya yang ia masak sendiri.
“Sedoyo kulo masak dewe, alhamdulillah niki wonten sing bantu saking BAZNAS Jatim,” ungkapnya pelan, dengan suara yang nyaris tenggelam oleh usia.
Mbah Warni tinggal di rumah miliknya sendiri, namun kondisi bangunannya memprihatinkan. Dinding mulai retak, atap bocor, dan lantai tanah yang lembab menjadi alas hidupnya sehari-hari. Meski begitu, ia masih bersyukur karena hingga kini kesehatannya masih cukup baik untuk beraktivitas ringan.
Kehidupan Mbah Warni adalah potret sunyi yang penuh makna. Dalam keterbatasan, ia tetap tegar dan tak pernah meminta-minta. Kehadiran BAZNAS Jatim menjadi penyambung harapan di tengah kehidupan yang nyaris tak memiliki tumpuan lain.
Kisah Mbah Warni adalah cermin dari wajah kemiskinan yang sering tersembunyi di balik dinding rumah-rumah tua di pedesaan. Namun, kisah itu juga menyimpan cahaya—bahwa selama masih ada kepedulian, harapan tak pernah benar-benar padam.
BERITA08/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Di Tengah Sepi, BAZNAS Jatim Hadir untuk Mbah Andri
Di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, terdapat satu sosok sepuh yang menjalani hidup dalam keheningan yang sebenarnya—bukan sekadar karena usia senja, tapi juga karena keterbatasan pendengaran yang ia alami. Dialah Mbah Andri, seorang dhuafa fakir yang kini hidup seorang diri, tanpa dampingan keluarga, tanpa pelukan anak-anak yang dulu dibesarkannya.
Dulu, Mbah Andri dikenal sebagai penjual ikan keliling. Dengan langkah perlahan, ia mengayuh hidup dari satu kampung ke kampung lain, menawarkan dagangan seadanya demi menyambung napas kehidupan. Namun, seiring bertambahnya usia dan melemahnya tenaga, ia tak lagi mampu berdagang seperti dahulu. Kini, di usia senjanya, ia tetap bertahan—meski dengan cara yang sangat sederhana: mengumpulkan kayu bakar untuk dijual.
Dalam sunyi dan sepi, hadir secercah harapan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Sejak beberapa waktu lalu, Mbah Andri menerima bantuan sebesar Rp600.000 setiap bulan. Uang itu digunakannya untuk membeli kebutuhan pokok dan menjaga kelangsungan hidupnya yang jauh dari kata layak, namun tetap penuh rasa syukur.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Andri tak menyerah. Ia tetap berkeliling mencari ranting dan kayu kering dari ladang-ladang sekitar desa. Setumpuk kecil kayu itu dijual murah, sekadar cukup untuk menambah sedikit penghasilan di sela bantuan bulanan yang ia terima.
Kisah Mbah Andri bukan sekadar potret kemiskinan, melainkan cermin kekuatan dan ketabahan. BAZNAS Jatim hadir sebagai harapan yang menjaga nyala kecil di tengah gelapnya sepi. Dalam langkah tertatihnya, Mbah Andri tetap berdiri, bertahan, dan bersyukur—sebuah pelajaran kehidupan yang tak ternilai bagi kita semua.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Hadir di Senja Kehidupan Mbah Karti
Di sudut Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, hidup seorang perempuan renta yang sederhana namun penuh kasih. Namanya Mbah Karti, usia 74 tahun. Meski usianya tak lagi muda, semangat hidupnya tetap menyala, terutama ketika menyambut tawa riang cucu dari keponakannya yang kini diasuhnya dengan penuh cinta.
Setiap hari, Mbah Karti menjalani hidup dalam kesunyian dan keheningan khas pedesaan. Rumahnya berada di RT 06 RW 02, dikelilingi ladang-ladang dan suara alam yang akrab. Di balik tubuhnya yang rapuh dan langkah yang mulai tertatih, tersimpan kekuatan hati yang luar biasa. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tergolong dhuafa fakir, Mbah Karti tak pernah mengeluh.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, BAZNAS Provinsi Jawa Timur rutin memberikan santunan kepada Mbah Karti. Setiap bulan, beliau menerima bantuan sebesar Rp600.000. Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari—seperti membeli beras, sayuran, dan keperluan rumah tangga lainnya. Bantuan tersebut sangat berarti baginya, menjadi penopang utama dalam mengarungi masa tua.
“Kulo matur nuwun sanget. Bantuan niki mbantu sekali nggih, mboten saget kerja, niku mawon dados bekal ngopeni cucu,” tutur Mbah Karti lirih namun penuh rasa syukur.
Meski hidup sendiri, Mbah Karti tetap sehat dan mampu menjalani aktivitas ringan di rumah. Ia memilih mengisi hari-harinya dengan merawat cucu, menyapu halaman, atau sekadar duduk di beranda rumah menatap langit sore yang perlahan meredup.
Kisah Mbah Karti adalah cerminan dari keteguhan dan ketulusan yang lahir dari keterbatasan. Sosoknya menjadi pengingat bahwa cinta dan ketabahan bisa tumbuh dari mana saja, bahkan dari seorang nenek tua yang hidup dalam kesunyian desa, namun hatinya begitu lapang menerima hidup apa adanya.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dorong Pemberdayaan Umat melalui Program Balai Ternak di Bondowoso
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen mendorong kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis zakat produktif. Pada Kamis (31/7/2025), BAZNAS Jatim kembali menyalurkan bantuan ternak kambing senilai Rp75 juta berupa 55 ekor kambing kepada dua kelompok ternak di Musholla Ainul Hasan, Dusun Krajan Utara, Desa Bendoarum, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
Program ini juga menandai peluncuran Kampung Zakat Balai Ternak di Bondowoso. Bantuan diserahkan kepada kelompok ternak Jaya Bersama (Desa Bendoarum) dan kelompok ternak Lumbung Berdaya (Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami) sebagai langkah awal meningkatkan kemandirian ekonomi warga melalui pengelolaan ternak kambing secara berkelompok.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, KH. Ahsanul Haq, menyebut bahwa program ini merupakan kali ketiga bantuan ternak kambing disalurkan di Bondowoso, melengkapi program pemberdayaan lainnya seperti bedah rumah dan bantuan rombong usaha.
“Setiap empat bulan kami turun melakukan monitoring dan evaluasi agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ketua BAZNAS Bondowoso, KH. Akhmadi, berharap penerima bantuan dapat memelihara ternak dengan baik dan kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, sehingga kebermanfaatan zakat terus berputar dan memberi dampak luas bagi masyarakat Bondowoso.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS Jatim. Ia menegaskan bahwa program pemberdayaan seperti ini menjadi tantangan dan inspirasi bagi pemerintah daerah untuk lebih mendorong kesadaran ASN dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, demi mendukung pengentasan kemiskinan di daerah.
Fathur juga berpesan kepada para penerima manfaat agar menjaga amanah bantuan ternak ini sesuai prosedur yang ditetapkan. “Hewan ternak ini tidak boleh dijual atau disembelih sembarangan. Kami juga meminta pendampingan dari Dinas Peternakan agar program ini berjalan sukses dan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” tegasnya.
Dengan program Balai Ternak ini, BAZNAS Jatim berharap tercipta kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat yang produktif dan berkesinambungan.
BERITA01/08/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Perkuat Sinergi Zakat dan Pendidikan, BAZNAS Jatim Kunjungi Politeknik Negeri Jember
Silaturrahim antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur dengan Politeknik Negeri Jember berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan pada Selasa, 22 Juli 2025.
Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; serta Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat BAZNAS Jatim dalam membangun sinergi strategis dengan lembaga pendidikan tinggi.
Pertemuan ini menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan umat, khususnya di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan, mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera.
Semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat, serta menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Jatim dan Politeknik Negeri Jember dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi umat.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Monitoring Program di Ngawi, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melalui Satuan Audit Internal (SAI) melaksanakan monitoring menyeluruh terhadap pelaksanaan sejumlah program pendistribusian yang disalurkan ke BAZNAS Kabupaten Ngawi. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas program dalam memberikan manfaat maksimal kepada para mustahik.
Program-program yang ditinjau mencakup Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Fakir, serta Bantuan Ternak Kambing. SAI menelaah seluruh proses pelaksanaan program mulai dari pendataan, distribusi, hingga dampak terhadap penerima manfaat.
Kepala SAI BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk menjamin bahwa bantuan disalurkan tepat sasaran.
“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pendataan, distribusi, dan dampak dari program-program tersebut. Tujuannya adalah memastikan bahwa dana ZIS yang dikelola BAZNAS memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Ngawi,” jelasnya.
Program SKSS, yang bertujuan agar satu keluarga tidak mampu memiliki setidaknya satu sarjana, menjadi perhatian utama. Pada tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Ngawi telah menyalurkan beasiswa kepada 41 mahasiswa. Tim SAI mencermati kepatuhan terhadap kriteria penerima seperti status ekonomi keluarga, IPK minimum, dan tidak adanya tumpang tindih dengan beasiswa lain. Evaluasi juga difokuskan pada efektivitas program dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga mustahik.
Selanjutnya, Program RTLH juga turut dimonitor, termasuk rehabilitasi rumah milik Ibu Ninik Sumarni di Desa Klampisan, Kecamatan Geneng. SAI memastikan proses survei, dokumentasi, dan pelaksanaan renovasi dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan penerima. Di samping itu, Bantuan Fakir yang menyasar anak yatim, lansia, dan keluarga prasejahtera turut diperiksa untuk menjamin distribusi yang transparan dan tepat sasaran.
Program Bantuan Ternak Kambing sebanyak 30 ekor kepada kelompok mustahik juga menjadi bagian penting dari kegiatan monitoring. Peninjauan difokuskan pada kesesuaian penerima dengan kriteria, yakni kelompok yang sudah memiliki usaha peternakan yang berjalan. Selain itu, SAI mengevaluasi pelaksanaan pelatihan teknis yang diberikan untuk meningkatkan kapasitas penerima.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ternak ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi penerima,” tambah Slamet.
Sementera itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ngawi, Samsul Hadi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Ngawi dalam upaya peningkatan kualitas program.
“Program seperti SKSS, RTLH, dan bantuan ternak kambing merupakan wujud nyata dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap monitoring ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat,” ujarnya.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Menjalin Asa, Menyulam Sinergi: BAZNAS Jatim Bersilaturrahim di Banyuwangi
Silaturrahim antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur dengan Politeknik Negeri Banyuwangi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan pada Senin, 21 Juli 2025. Seluruh Pimpinan BAZNAS Jatim hadir dalam kunjungan tersebut, terdiri dari Ketua Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A.; Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.; dan Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. Kehadiran mereka merupakan wujud komitmen dalam memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi.Pertemuan ini menjadi wadah untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat dalam program-program pemberdayaan umat, khususnya di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan inovasi sosial. Suasana penuh kekeluargaan tampak menyelimuti pertemuan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.Usai kunjungan di Politeknik Negeri Banyuwangi, rombongan Pimpinan BAZNAS Jatim juga menyempatkan diri mengunjungi kantor BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen untuk mempererat koordinasi dan mendukung pelaksanaan program-program zakat di wilayah setempat. Semoga silaturrahim dan sinergi ini terus menguatkan peran BAZNAS dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah serta profesional.
BERITA21/07/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Lebaran Yatim, BAZNAS Jatim Bagikan Santunan dan Perlengkapan Sekolah Kepada 100 Anak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut berpartisipasi dalam acara Lebaran Yatim BAZNAS: 25.000 Perlengkapan Sekolah, Tebarkan Kebaikan, Tumbuhkan Keceriaan, yang dilaksanakan serentak oleh BAZNAS se-Indonesia secara daring pada Selasa (8/7/2025).
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, sebanyak 100 anak yatim mendapatkan santunan dan paket perlengkapan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan mereka.
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Anak-anak yatim mengikuti berbagai kegiatan menarik, mulai dari istighosah, kuis berhadiah, menyanyi bersama, hingga pemutaran film Islami yang edukatif.
Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang menargetkan penyaluran 25.000 perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim di seluruh Indonesia. Melalui momentum bulan Muharram, BAZNAS ingin menegaskan bahwa zakat mampu menjadi pendorong kebaikan sosial yang merata dan berkelanjutan.
Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, BAZNAS Jatim terus berupaya menumbuhkan keceriaan serta memberikan dukungan nyata kepada anak-anak yatim agar lebih percaya diri dalam menatap masa depan.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Santuni 200 Anak Yatim dan Difabel dalam Peaceful Muharram 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur turut ambil bagian dalam acara Peaceful Muharram: Lebaran Yatim dan Difabel 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (4/7/2025) di Aula Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, sebanyak 200 anak yatim dan difabel menerima santunan dan paket perlengkapan sekolah.
Hadir dalam acara ini, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, MA., Wakil Ketua II BAZNAS Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M., dan Ketua UPZ Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Bapak Fathor, S.Sos.
Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia secara daring dengan menghadirkan 6.666 anak yatim dan penyandang disabilitas, serta mendistribusikan dua juta bingkisan berupa bantuan pendidikan, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kebajikan nasional yang menegaskan pentingnya kepedulian dan keadilan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas.
Rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh makna, meliputi istighosah, kuis berhadiah, menyanyi bersama, serta pemutaran film Islami yang menghibur dan edukatif. Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
Dengan semangat Muharram, BAZNAS Jatim terus mendorong optimalisasi zakat untuk menebar manfaat dan memperkuat program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Pastikan Bantuan Bedah Rumah di Trenggalek Tepat Sasaran
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya terhadap akuntabilitas penyaluran zakat dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi program bantuan bedah rumah di Kabupaten Trenggalek, Sabtu (21/6/2025).
Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., hadir secara langsung untuk melihat perkembangan renovasi rumah para mustahik penerima manfaat program bantuan program perbaikan rumah tinggal (properti).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS Jatim dan Kwartir Cabang Pramuka Trenggalek dalam rangka Perkemahan Wirakarya selama lima hari. Para peserta Pramuka turut terlibat aktif membantu proses pembangunan rumah sekaligus mendirikan kemah di sekitar lokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan dan memberikan perubahan nyata. Ini adalah wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat yang kami pegang teguh,” ujar Ketua BAZNAS Jatim dalam kunjungannya.
Didampingi oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Ketua BAZNAS Jatim juga berdialog dengan penerima manfaat untuk mendengarkan secara langsung perubahan yang dirasakan sejak rumah mulai direnovasi. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak kini bertransformasi menjadi hunian yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima.
Peninjauan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam pengelolaan program-program pemberdayaan, khususnya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BAZNAS Jatim berharap langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat, sekaligus mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Jatim
BAZNAS Jatim Dukung Bakti Sosial di Pelosok Jombang, Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Jombang di Dusun Nampu dan Papringan, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jumat (20/6/2025). Kehadiran langsung Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, MA., menjadi wujud perhatian dan keterlibatan aktif BAZNAS provinsi dalam memastikan program zakat menjangkau hingga wilayah terpencil.
Bakti sosial ini dimulai dengan kegiatan “BTB Goes to School” di SDN Pojokklitih 3, berupa edukasi kebencanaan serta penyaluran tas dan alat tulis untuk siswa. Langkah ini diharapkan dapat memacu semangat belajar anak-anak sekaligus meringankan beban keluarga mereka.
“Perjalanan menuju lokasi cukup menantang karena harus melewati medan berbatu dan dataran tinggi, namun terbayar dengan semangat masyarakat dan soliditas tim di lapangan. Kami mengapresiasi komitmen BAZNAS Jombang menjangkau wilayah pinggiran,” ujar KH. Masnun.
Usai kegiatan di sekolah, bakti sosial dilanjutkan dengan layanan pengobatan gratis bagi warga, meliputi pemeriksaan umum dan kesehatan mata. Program ini menjadi respons terhadap keterbatasan akses layanan medis yang masih dirasakan masyarakat di daerah tersebut.
“Inilah wujud nyata ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan keadilan sosial yang merata di seluruh wilayah Jombang,” tutup Kiai Masnuh.
Kegiatan ini juga melanjutkan misi sosial BAZNAS Jombang yang sebelumnya menyalurkan daging kurban di daerah Kecamatan Kabuh. Semua langkah ini selaras dengan visi BAZNAS Jatim dalam mendorong keadilan sosial dan pemerataan layanan zakat hingga ke tingkat desa.
BAZNAS Jatim berharap sinergi seperti ini terus diperkuat di seluruh kabupaten/kota, agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan semakin banyak masyarakat yang terbantu secara nyata.
BERITA20/06/2025 | Humas BAZNAS Jatim
iESA Siap Dampingi Mustahik Binaan BAZNAS Jadi Muzaki
BAZNAS melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Aceh menerima kunjungan akademik dari 12 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Kegiatan bertajuk visit and education ini bertujuan memperluas pemahaman praktis mahasiswa terhadap ekonomi Islam dalam implementasi nyata.
Dalam kunjungan tersebut, manajer BMD Aceh, Annisa, memaparkan peran BAZNAS dalam penguatan UMKM binaan, khususnya dalam mendampingi para mustahik agar naik kelas menjadi muzaki. Salah satu tantangan utama yang diangkat adalah masih rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan pelaku UMKM, terutama dalam menghindari praktik riba dan ketergantungan pada rentenir.
Ketua iESA, Habib Fatahilah, menyampaikan komitmennya untuk terlibat langsung dalam program pendampingan mitra BAZNAS. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pelatihan, mentoring, dan penyusunan program literasi keuangan syariah secara berseri yang relevan dengan kebutuhan mitra UMKM.
Pihak prodi Ekonomi Islam FEB USK pun turut menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kemitraan lebih lanjut. Hal ini ditandai dengan usulan kerja sama formal yang akan dilanjutkan melalui MoU dengan BAZNAS, demi mendorong lahirnya model pendampingan UMKM syariah yang berkelanjutan dan berdampak nyata di masyarakat.
BERITA06/06/2025 | Humas BAZNAS Jatim
Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Mustahik, BAZNAS Jatim Gelar Pelatihan Z-Coffee
Sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan mustahik, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan intensif bagi para penerima manfaat program Z-Coffee. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak 3 hingga 4 Juni 2025, resmi ditutup hari ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membuka peluang usaha mandiri di bidang kopi, sehingga mereka dapat tumbuh secara ekonomi dan sosial.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur, Drs. KH. Masnuh, M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan bagi mustahik.
“Program Z-Coffee tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membekali mustahik dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan. Dengan pelatihan ini, saya berharap para peserta mampu mengembangkan usaha kopi secara profesional dan mandiri setelah selesai dari Program Z-Coffee ini,” ujarnya.
Selama dua hari pelatihan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor profesional. Hari ini, peserta mendapatkan materi yang meliputi pengoperasian mesin espresso & kalibrasi, teknik frothing susu, dasar-dasar latte art, teknik pelayanan & etika barista, serta ditutup dengan uji kompetensi praktik pembuatan kopi dan evaluasi akhir.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan sesi evaluasi, pemberian sertifikat, dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta. Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Jawa Timur, Chandra Asmara, S.E., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari rangkaian panjang pemberdayaan dalam program Z-Coffee.
“Kami tidak hanya berhenti di pelatihan dan pemberian modal saja, tapi akan terus mendampingi para penerima manfaat dalam mengembangkan program Z-Coffee ini secara berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, BAZNAS Jawa Timur berharap para peserta mampu mengaplikasikan keterampilan yang didapat, membangun usaha kopi yang berdaya saing, dan secara bertahap meningkatkan taraf hidup mereka. Program Z-Coffee menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan.
BERITA04/06/2025 | Humas BAZNAS Jatim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Timur.
Lihat Daftar Rekening →